You are on page 1of 8

ARTIKEL POPULER ILMIAH

ELFIMA ADITYA UTAMI

1608123467

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS RIAU

2016
DILEMA ORGANISASI ATAU PERKULIAHAN

Elfima Aditya Utami

Mahasiswa? Saat kita mendengar nama itu, apa yang terlintas dipikiran
kita? Sekumpulan orang yang senang berorasi turun ke jalan? Ataukah mungkin
seorang individual yang hidupnya hanya di antara rumah-kampus-rumah?. Tidak
bisa kita pungkiri bahwa begitu banyak tipe-tipe mahasiswa yang ada pada zaman
ini.

Kita ambil 2 contoh tipe mahasiswa yang cukup popular di kalangannya,


yaitu mahasiswa kura-kura( kuliah-rapat) dan mahasiswa kupu-kupu (kuliah-
pulang). Nah mahasiswa tipe kupu-kupu ini terkadang bisa juga disebut
mahasiswa yang study oriented, biasanya mereka tidak tertarik dengan ajakan-
ajakan berorganisasi, orientasi mereka berbatas pada ruang kelas,belajar,
mengerjakan tugas, lalu pulang. Mahasiswa tipe ini cukup berprestasi di
angkatannya. Sedangkan mahasiswa tipe kura-kura adalah mahasiswa yang
mendukung kegiatan kemahasiswaan, mereka rutin mengadakan rapat, dan
berbagai acara kemahasiswaan. Mahasiswa tipe kura-kura sudah terbiasa sibuk
sehingga seiring berjalannya waktu mereka pandai memanejemen waktu yang ada
dengan sebaik-baiknya.

Menjadi mahasiswa yang punya segudang prestasi tentu menjadi idaman


setiap orang yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi. Namun apakah
prestasi hanya sebatas nilai IPK sempurna dengan angka 4? Mengikuti berbagai
macam olimpiade?. Tentu saja tidak, prestasi merupakan suatu penghargaan dari
suatu pencapaian yang diperoleh melalui pembelajaran. Belajar dapat melalui
berbagai sumber, bisa dari yang paling umum yaitu belajar melalui buku, bahkan
kita bisa belajar melalui pengalaman baik itu pengalaman pribadi ataupun orang
lain.

Pengalaman dapat menjadi suatu pembelajaran. Pengalaman bagi


mahasiswa tidak cukup hanya saat berada di kelas, pengalaman akan banyak
ditemukan dalam kegiatan organisasi. Organisasi menjadi tempat berkumpulnya
semua ide-ide dari berbagai pmikiran untuk nantinya tercipta suatu kegiatan yang
pada akhirnya menjadi pengalaman masing-masing orang yang terlibat.
Pengalaman inilah yang nantinya membantu seseorang meraih prestasi. Melihat
hal ini, organisasi juga sama pentingnya dalam menunjang prestasi selain belajar
selama perkuliahan.

Dalam artikel ini, penulis ingin membuka pemikiran pembaca untuk tidak
menganggap organisasi membuang waktu untuk belajar. Mengikuti organisasi
untuk mencari pengalaman untuk dapat mengembangkan diri sama baiknya
dengan belajar di dalam kelas. Menjadi mahasiswa pada dasarnya adalah upaya
seseorang utnuk mengembangkan potensi dirinya (self promotion) menjadi suatu
prestasi demi terciptanya keunggulan bangsa. Mengembangkan potensi diri secara
tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas diri seseorang. Potensi ini tidak
dapat dikembangkan hanya dengan membaca atau belajar di kampus, tetapi butuh
suatu wadah pengembangannya, salah satunya adalah organisasi. Bagaimana
organisasi bisa mengembangkan potensi diri itu? dan bagi mereka yang
merupakan kupu-kupu pasti bertanya, apakah bisa organisasi mempengaruhi
prestasi akademik kita?.

Bagi mahasiswa yang memiliki pemikiran study oriented, mereka berpatok


pada satu tujuan yang disebut dengan prestasi akademik. Prestasi akademik
menjadi hal yang dianggap menjanjikan di masa depan dibandingkan harus aktif
berorganisasi. Menurut WS Winkel prestasi akademik adalah keberhasilan usaha
yang dicapai seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari
sesuatu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia prestasi akademik diartikan
sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh
mata pelajaran, biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang
diberikan oleh guru.

Lain halnya dengan mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Menjadi


bagian yang ikut andil dalam suatu kegiatan organisasi menjadi peluag besar bagi
mereka untuk mencari pengalaman. Organisasi menurut Sutarto (1985) adalah
suatu sistem yang saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang
bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Depdiknas (1990) mengatakan
organisasi juga dapat dikatakan suatu kerjasama antara orang yang satu dengan
yang lain dalam suatu perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama.

Prestasi Akademik dipegaruhi oleh berbagai macam faktor, salah satunya


adalah faktor eksternal yaitu faktor masyarakat yang berupa kegiatan mahasiswa
dalam masyarakat seperti partisipasi peserta didik dalam kegiatan keorganisasian
di lingkungan sekitarnya (Slameto, 2003 dalam Kumalasari, 2011). Dengan
mengikuti organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan bakat dan minat
sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Namun, kenyataannya banyak
mahasiswa yang fokusnya menjadi terpecah antara organisasi dan perkuliahan
karena tidak dapat diatur dengan baik. Padahal jika mahasiswa dapat mengatur
fokusnya, maka pembelajaran yang ada selama mengikuti organisasi akan dapat
diterapkan di perkuliahan.

Banyak manfaat yang dapat kita peroleh jika kita aktif berorganisasi yaitu:

1. Dapat Mengasah Softskil

Sudah sering kita mendengar bahwa organisasi dapat menigkatkan softskill


seseorang. Namun, sebenarnya apa itu yang dinamakan softskill?

Menurut Elfindri dkk (2011: 67), soft skills didefinisikan sebagai berikut:
Soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri,
berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan Sang Pencipta. Dengan
mempunyai soft skills membuat keberadaan seseorang akan semakin terasa di
tengah masyarakat. Keterampilan akan berkomunikasi,keterampilan
emosional, keterampilan berbahasa, keterampilan berkelompok, memiliki
etika dan moral, santun dan keterampilan spiritual.

Dengan definisi tersebut kita mengetahui bahwa softskill melimputi


kemampauan seseorang dalam berkomunikasi, emosional, berbahasa,
berkelompok serta etik dan moral yang baik. Contohnya saat harus menjadi
pemimpin, maka kita harus memimpin, namun jika kita berada sebagai seorang
anggota, maka kita harus megikuti perintah dan bertanggung jawab terhadap tugas
yang diperintahkan. Hal ini tidak akan terjadi pada seseorang yang kurang dalam
softskill nya. Dan yang paling penting keterampilan-keterampilan dalam softskill
ini tidak diajarkan oleh dosen saat perkuliahan.

2. Dapat Menambah Teman

Dengan mengikuti organisasi sudah pasti kita akan menambah ruang lingkup
pertemanan, hal ini penting karena pada saat perkuliahan kita memerlukan
koneksi yang baik untuk mendapatkan informasi-informasi dalam berbagai hal,
salah satunya yang dapat menunjang prestasi akademik seperti informasi tentang
materi perkuliahan.

3. Dapat menyalurkan minat dan bakat

Pada saat kita akan memilih suatu organisasi. Tentunya salah satu
pertimbangannya adalah apakah organisasi itu sesuai minat kita atau tidak.
Organisasi yang sesuai dengan minat dan bakat kita akan menjadi tempat untuk
mengekpresikan diri. Contohnya : kita menyukai kegiatan yang berhubungan
dengan alam dan sosial masyarakat, kita dapat mengikuti organisasi yang
bidangnya mengarah pada alam dan sosial seperti mapala kampus. Jadi dengan
berorganisasi bisa menambah bakat yang dimiliki.

4. Dapat Menerapkan Teori Menjadi Praktek

Contohnya saja mahasiswa jurusan kedokteran, mereka dapat melakukan


pemeriksaan gula darah ataupun tensi kepada masyarakt saat dilakukannya bakti
sosial oleh suatu organisasi di kampus mereka. Atau pada mahasiswa jurk di suatu
daerah yang mudah kekeringan. Ilmu-ilmu yang telah dipelajari akan lebih
melekat diingatan dan juga bermanfaat jika ditambahkan dengan praktek langsung
turun kemasyarakat.

5. Dengan Berorganisasi, Dapat Menambah Nilai Plus Dalam CV

Dengan banyaknya pengalama dalam berorganisasi, maka kita akan memiliki nilai
tambah saat akan perekrutan pegawai baru karena mahasiswa yang berpegalaman
dalam organisasi cenderung dianggap sudah berpengalaman dalam berkerja secara
tim atau berkelompok atau yang kita sebut tadi sebagai Softskill. Karena pada
dasarnya dunia kerja memerlukan orang yang bisa bekerjasama, bukan orang yang
memiliki nilai IPK sempurna tetapi tidak bisa berkoordinasi dengan timnya.

Jadi dari uraian diatas dapat kita ketahui bahwa begitu banyak manfaat
dari berorganisasi, bukan menjadi kegalauan bagi mahasiswa untuk memilih
antara organisasi atau pun perkuliahannya. Keduanya harus diseimbangkan demi
berkembangnya kemampuan diri yang lebih baik lagi. Karena antara organisasi
dan kuliah adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain.
DAFTAR PUSTAKA

1. Kepustakaan dari laman internet:


Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat melalui website:
http://eprints.ums.ac.id/20748/2/03._BAB_I.pdf
2. Kepustakaan dari laman internet:
Perbedaan Interaksi Sosial Mahasiswa Bimbingan dan Konseling
Berdasarkan Keikutsertaan Organisasi di Lembaga Kemahasiswaan
http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/1819/3/T1_132008066_B
AB%20II.pdf

RIWAYAT HIDUP
Nama : Elfima Aditya Utami

NIM : 1608123467

Tempat tanggal lahir : Pekanbaru, 20 Mei 1999

Alamat : Perumahan Dokagu UIR Blok c No. 41

Asal institusi : Universitas Riau

Alamat institusi : Kampus Bina Widya Km.12,5 Simpang Baru


Pekanbaru

No. Hp : 082391879719

Email : elfimaaditya@gmail.com

Karya yang pernah di buat :-

Prestasi yang pernah di raih :-