You are on page 1of 44

I.

Jelaskan dengan baik dari sumber atau referensi yang memadai tentang pengertian

Akuntansi Sektor Publik (ASP) sehingga jelas bedahnya dengan Akuntansi

Pemerintahan dan lebih jelas lagi bedahnya dengan Akuntansi Sektor Bisnis.

Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Dalam bukunya, Vernon Kam (1989) menjelaskan bahwa praktik akuntansi sektor publik

sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi

pada interaksi yang terjadi pada masyarakat dan kekuatan sosial di dalam masyarakat. Kekuatan

sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk pemerintahan organisasi sektor publik ini, dapat

diklasifikasikan dalam:

Semangat kapitalisasi (Capitalistic Spirit).

Peristiwa politik dan ekonomi (Economic and Politic Event).

Inovasi teknologi (Technology Inovation).

Aspek Filosofi Sektor Publik

Pendekatan filosofi yang ada di sektor publik ialah customer approach, market

concept,individualism and self reliance, purchaser/provider split, contarct culture, performace

orientation, kompensasi dan kondisi yang fleksibel. Pilihan-pilihan akan filosofi tersebut akan

menyebabkan perbedaan di dalam kebijakan publik. Salah satu contoh adalah perubahan dari

masa orde baru kepada masa reformasi saat ini, dari sentralisasi kepada desentralisasi, sosial ke

mendekati pasar dan birokrasi ke lebih penghargaan konsumen.

1
Definisi Akuntansi Sektor Publik

Dari berbagai buku Anglo Amerika, akuntansi sektor publik diartikan sebagai mekanisme

akuntansi swasta yang diberlakukan dalam praktik-praktik organisasi publik. Dari berbagai buku

lama terbitan Eropa Barat, akuntansi sektor publik disebut akuntansi pemerintahan. Dan

diberbagai kesempatan disebut juga sebagai akuntansi keuangan publik. Berbagai perkembangan

terakhir, sebagai dampak penerapan daripada accrual base di Selandia Baru, pemahaman ini

telah berubah.

Akuntansi sektor publik didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat. Akuntansi

dana masyarakat dapat diartikan sebagai: mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang

diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat. Dari definisi diatas perlu diartikan dana

masyarakat sebagai dana yang dimiliki oleh masyarakat. Bukan individual, yang biasanya

dikelola oleh organisasi -organisasi sektor publik, dan juga pada proyek-proyek kerjasama sektor

publik dan swasta.

Akuntansi sektor publik diartikan sebagai mekanisme akuntansi swasta yang

diberlakukan dalam praktik-praktik organisasi publik.

Di Indonesia, akuntansi sektor publik dapat didefinisikan: Mekanisme teknik dan analisis

akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara

dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan

yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta (Bastian,

2006 : 15)

2
Akuntansi Pemerintah merupakan bagian dari Akuntansi Sektor Publik. Dengan

demikian, dapat dipahami bahwa jika informasi dari akuntansi digunakan untuk pengambilan

keputusan oleh pihak luar organisasi pemerintah daerah maka akuntansinya adalah Akuntansi

Keuangan Daerah. Informasi untuk kebutuhan keputusan tersebut sebagaimana yang

dikemukakan oleh AAA (1977) dalam Abdul Halim di dalam pidato pengukuhan jabatan guru

besar FE UGM adalah:

the associated informational needs include references to historical transactions, as in


the traditional accounting statements, and to future plans and expectations, as in
budgets, standard costs, and the like.

Halim (2007) mengatakan dalam bukunya Akuntansi Keuangan Daerah, Akuntansi

Keuangan Pemerintahan di Indonesia merupakan salah satu bidang dalam akuntansi sektor

publik yang mendapat perhatian besar dari berbagai pihak semenjak Reformasi Tahun 1998.

Adapun mengenai pengertian Akuntansi Pemerintahan menurut Revrisond Baswir

(1998,7) adalah sebagai berikut:

Akuntansi Pemerintahan (termasuk di dalamnya akuntansi untuk lembaga-lembaga yang


tidak bertujuan mencari laba lainnya), adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan
lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga yang tidak bertujuan mencari laba.

Akuntansi menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam

Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan

pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang

umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

3
Akuntansi menurut American Accounting Association (AAA) adalah Accounting as the

process identifiying, measuring, and communicating economic information to permit informed

judgements and decisions by users of the information

"Akuntansi merupakan : Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan

informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas

bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut ""(Wilopo, 2005 : 9)

Menurut Sugiarto dan Suwardjono akuntansi dapat didefinisikan dari dua segi yaitu:

Pertama dari segi ilmu akuntansi yang berarti keseluruhan pengetahuan yang bersangkutan

dengan fungsi menghasilkan informasi keuangan suatu unit organisasi kepada pihak yang

berkepentingan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan. Kedua dari segi proses atau

kegiatannya akuntansi dapat diartikan sebagai kegiatan pencatatan, penyortiran, penggolongan,

pengikhtisaran, peringkasan dan penyajian transaksi keuangan suatu unit organisasi dengan cara

tertentu (Sugiarto, 1999:4).

Dari pengertian-pengertian akuntansi di atas dapat diambil perbedaan dari masing masing

pengertian yankni akuntansi sektor publik, akuntansi pemerintahan dan akuntansi swasta.

Akuntansi pemerintahan (publik) dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan dengan

akuntansi perusahaan (swasta). Hal ini seperti yang dingkan Mardiasmo (2002:8) yang

mengemukakan perbedaan sifat dan karakteristik organisasi sektor publik dengan sektor swasta

sebagai berikut:

Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta

4
Tujuan Organisasi Nonprofit motive Profit motive
Sumber Pendanaan Pajak, retribusi, utang, obligasiPembiayaan internal: Modal

pemerintah, laba BUMN/BUMD,sendiri,laba ditahan, penjualan

penjualan aset negara dsb. aktiva.

Pembiayaan eksternal: utang

bank obligasi, penerbitan saham.


Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban kepadaPertanggungjawaban kepada

masyarakat (publik) dan parlemenpemegang saham dan kreditor

(DPR/DPRD)
Struktur Organisasi Birokratis, kaku, dan hierarkis Felksibel: datar, piramid, lintas

fungsional, dsb.
Karakteristik Anggaran Terbuka untuk publik Tertutup untuk publik
Sistem Akuntansi Cash Accounting Accrual accounting

Sumber: Mardiasmo (2002:8)

Dari tabel tersebut Mardiasmo (2002) menjelaskan sebagai berikut:

1. Setiap organisasi memiliki tujuan yang spesifik dan unik

2. Sektor swasta bertujuan untuk memaksimumkan laba sedangkan sektor publik

bertujuan untuk memberikan pelayanan publik.

3. Struktur pembiayaan sektor publik berbeda dengan sektor swasta dalam hal bentuk,

jenis, dan tingkat reisiko.

4. Organisasi sektor publik bertanggungjawab kepada masyarakat, organisasi sektor

swasta bertanggungjawab kepada pemegang saham atau kreditor.

5
5. Pertanggungjawaban manajemen merupakan bagian terpenting untuk menciptakan

kredibilitas manajemen.

6. Struktur organisasi pada sektor publik bersifat biroktatis, kaku,dan hierarkis. Struktur

organisasi sektor swasta lebih fleksibel.

1. Tujuan organisasi

Setiap organisasi memiliki tujuan yang unik serta spesifik yang hendak dicapai yang bisa

bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Tujuan tersebut kemudian bisa dipilah dan dipilih menjadi

tujuan yang bersifat financial mapun non financial. Tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi

sector public berbeda dengan sector swasta. Perbedaan yang meninjol adalah tujuan untuk

memperoleh laba. Pada sector swasta, usaha mencapai laba atau profit maksimum

dimaksimumkan sedangkan pada sector public, bukan hanya untuk mencapai keuntungan semata

namun juga dalam rangka penyediaan pelayanan public seperti layanan pendidikan, layanan

kesehatan masyarakat, penegakan hukum, transportasi publik dan lain sebagainya.

2. Sumber pembiayaan

Perbedaan sector public dengan sector swasta dapat dilihat dari sumber pendanaan

organisasi atau dalam istilah manajemen keuangan disebut struktur modal atau struktur

pembiayaaan.

3. Pola pertanggungjawaban

Pertanggungjawaban manajemen sector public berbeda dengan sector swasta. Manajemen

pada sector swasta bertanggungjawab kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) dan

kreditor atas dana yang diberikan. Pada sector public manajemen bertanggungjawab kepada

6
masyarakat karena sumber dana yang digunakan oleh organisasi sector public dalam rangka

pemberian pelayanan public berasal dari masyarakat.

4. Struktur organisasi

Secara kelembagaan, organisasi sector public juga berbeda dengan sector swasta. Struktur

organisasi pada sector public bersifat birokratis, kaku dan hirarki, sedangkan struktur organisasi

pada sector swasta lebih fleksibel.

5. Karakteristik anggaran dan Stakeholder yang dipengaruhi

Jika dilihat dari karakteristik anggaran, pada sector public rencana anggaran

dipublikasikan kepada masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan. Anggaran

bukanlah suatu rahasia Negara. Beda dengan di swasta, dimana anggaran pada sector swasta

bersigat tertutup dan merupakan rahasia perusahaan. Public dalam organisasi sector public

memiliki makna yang berbeda dengan yang dipahami oleh organisasi sector swasta.

6. System akuntansi yang digunakan

Perbedaan yang lain adalah system akuntansi yang digunakan. System akuntansi yang

biasa digunakan pada sector swasta adalah akuntansi berbasis akrual (accrual accounting)

sedangkan pada sector public lebih banyak menggunakan system akuntansi berbasis kas (cash

accounting).

II. Jelaskan dengan didasari referensi artikel/jurnal hal-hal yang termasuk dalam

pembahasan dalam Akuntansi Manajemen Sektor Publik.

Definisi akuntansi manajemen menurut Chartered Institute of Management Accountant

(1994:30) yaitu:

7
Penyatuan bagian manajemen yg mencakup, penyajian dan penafsiran informasi yang

digunakan untuk perumusan strategi, aktivitas perencanaan & pengendalian, pembuatan

keputusan, optimalisasi penggunaan sumber daya, pengungkapan kepada pemilik dan

pihak luar, pengungkapan kepada pekerja, pengamanan asset.

Christiaens (2002) dalam abdul halim mengemukakan public sector accounting research

remains rather scarce eventhough more and more efforts are being made.

Peranan akuntansi manajemen sektor public adalah menyediakan informasi akuntansi

yang akan digunakan oleh manajer public dalam melakukan fungsinya perencanaan dan

pengendalian organisasi. Pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor public tidak banyak

berbeda dengan prinsip akuntansi sektor bisnis. Akan tetapi harus diingat bahwa sektor publik

memiliki perbedaan sifat dan karakteristik dengan sektor bisnis, sehingga penerapan teknik

akuntansi manajemen sektor bisnis tidak dapat diadopsi secara langsung tanpa memodifikasi.

Manajemen keuang daerah merupakan alat untuk mengelolah rumah tangga

pemerintahan daerah (pemda). Salah satu bagian dari manajemen keuangan daerah adalah

akuntansi keuangan daerah. Akuntansi keuangan daerah merupakan salah satu bentuk tata usaha

dalam manajemen keuangan daerah selain tata usaha umum dan administrasi. Maka akuntansi

keuangan daerah sebagaian bagian dari manajemen daerah.

Pilar Manajemen Keuangan Daerah

Dalam Manajemen Keuangan Daerah menurut Mardiasmo (2002) persoalan itu secara

garis besar diekspresikan dengan Manajemen Penerimaan (sering pula digunakan istilah

Pendapatan) dan Manajemen Pengeluaran (sering pula digunakan istilah Belanja). Kedua

persoalan manajemen tersebut adalah persoalan Manajemen Anggaran Pendapatan dan Belanja

8
Daerah (APBD). Jadi, menurut Abdul halim dalam pidato pengukuhan jabatan Guru Besar FE

UGM membicarakan pengelolaan keuangan daerah tidak terlepas dari pembicaraan APBD, oleh

sebab itu pembahasan persoalan manajemen keuangan daerah bertitik tolak pada pembahasan

APBD, yang merupakan program kerja suatu daerah dalam bentuk angka-angka (Yunasman,

2002 dalam Halim, 2002).

4 topik yang dapat dikatakan sebagai pilar manajemen keuangan yang meliputi (1)

accounting; (2) budgeting; (3) controlling; dan (4) auditing. Dari topik-topik tersebut dapat

dipahami bahwa manajemen keuangan daerah (APBD) akan menyangkut persoalan akuntansi,

anggaran, kendali, dan audit. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Geert Bouckaert

(2002) dalam tulisannya tentang Reform of Budgetary Systems in the Public Sector yang

mengemukakan bahwa sistem manajemen keuangan akan mencakup budgeting, accounting and

controlling, and auditing.

Akuntansi Keuangan Daerah dan Reformasinya

Reformasi keuangan daerah ditandai dengan diberlakukannya UU Nomor 22 tahun 1999

tentang Pemerintahan Keuangan Daerah dan UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang pertimbangan

Keuangan antara pemerintahann Pusat dan Daerah dan UU Nomor 32 Tahun 1956 tentang

Perimbangan Keuangan antara Negara dengan Daerah-daerah yang Mengurusi Rumah

Tangganya sendiri (halim : 2008). Sedangkan Mahmudi (2010) tonggak sejarah reformasi

manajemen keuangan daerah ditandai dengan pelaksanaan otonomi daerah dan disentralisasi

fiscal yang dimulai 1 januari 2001.

Reformasi manajemen keuangan daerah di Indonesi dapat dikatakan terlambat hamper

dua dasawarsa dibandingkan dengan reformasi yang telah dilakukan oleh Negara-negara maju di

Eropa dan Amerika Serikat. Pemerintahan Indonesia juga termasuk terlambat jika disbanding

9
dengan Negara-neraga tetangga yang sejak taun 1970an dan 1980an telah melakukan reformasi

di bidang manajeman keungan sektor publik.

Era transisi otonomi adalah masa antara tahun 2000 hingga 2003 yang merupakan masa

awal implementasi otonomi daerah. Masa transisi otonomi ini ditandai dengan dengan masih

belum mantapnya perangkat hokum, kelembangan, infastruksur, dan sumber daya manusia

( SDM) daerah dalam mewujudkan tujuan ekonomi daerah. Peraturan perundangan yang

menonjol dalam era ini adalah Kepmendagri No. 29 Tahun 2002.

Era pascatransisi adalah masa setelah diberlakukannya paket peraturan perundangan yang

merupakan suatu peraturan menyeluruh dan komprehensif (omnibus regulations) mulai dari

perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, pengauditan, dan evaluasi kinerja atas pengelolahan

keuangan daerah.

TAMPILAN 1

Perkembangan Peraturan Perundangan Terkait Manajemen Keuangan Daerah

Pra-Otonomi Daerah dan Tansisi Otonomi Pascatransisi Otonomi


Desentraslisasi Fiskal (Reformasi Tahan I) (Reformasi Tahap II)
UU No. 17 Tahun 2003
UU No. 5 Tahun 1974 UU No. 22 Tahun 1999 UU No. 1 Tahun 2004
UU No. 25 Tahun 1999 UU No. 15 Tahun 2004
UU No. 25 Tahun 2004
UU No. 32 Tahun 2004
UU No. 33 Tahun 2004

PP No. 5 Tahun 1975 PP No. 105 Tahun 2000 UU No. 24 Tahun 2005
PP No. 6 Tahun 1975 PP No. 108 Tahun 2000 UU No. 58 Tahun 2005

Manual Administrasi Kepmendagri No. 29 Tahun Pemendagri No. 13 Tahun


Keuangan Daeraah 2002 2006 (Direvisi menjadi
(MAKUDA 1981) Pemendagri No. 59 Tahun
2007)
Peraturan Daerah: Pokok-
pokok Pngelolaan Keuangan
Daerah

10
Peraturan KDH
Sumber: Mahmudi : 2010

Ruang lingkup keuangan Negara merupakan salah satu unsur pokok keuangan Negara.

Unsur pokok keuangan Negara dibagi menjadi dua, yaitu: pengurusan umum dan pengurusan

khusus. Pengurusan umum berisi hak penguasaan serta pemberian perintah managih dan

membayar sedangkan pengurusan khusus berisi kewajiban menerima, menyimpan,

mengeluarkan, atau membayar uang atau yang disamakan dengan uang dan varang milik Negara.

TAMPILAN II

Unsur-unsur Pokok Keuangan Negara

Mencetak Uang
Menarik pajak/Retribusi
Hak-hak Negara Mengadakan Pinjaman
Melakukan pinjaman paksa

11
Kewajiban Negara Menyelengarakan Tugas Negara
KEUANG
NEGARA
Dikelolah langsung APBN
BIKN
Ruang Lingkup
Dipisahkan BUMN

Tujuan Aspek Sosial


Aspek Ekonomis

Sumber: Abdul Halim: 2008

Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Peran utama akuntansi manajemen sektor publik adalah menyediakan informasi

akuntansi yang akan digunakan oleh manajer publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan

pengendalian organisasi. Informasi akuntansi diberikan sebagai alat atau sarana untuk membantu

manajer menjalankan fungsi fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Dalam organisasi sektor publik, perencanaan dimulai sejak dilakukannya perencanaan

strategik, sedangkan pengendalian dilakukan terhadap pengendalian tugas. Peran akuntansi

manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi :6

1. Perencanaan strategik

Pada tahap perencanaan strategik, manajemen organisasi membuat alternatif alternatif

program yang dapat mendukung strategi organisasi. Program progran itu diseleksi dan dipilih

program yang sesuai dengan skala prioritas dan sumber daya yang dimiliki. Akuntansi

12
manajemen sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan utama yaitu efesiensi biaya,

kualitas produk, dan pelayanan (cost, quality, and service ).

Perencanaan strategik adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan

strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya

(termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Perencanaan Strategis (

Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi

saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah

sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja

menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001 )

2. Pemberian informasi biaya.

Biaya ( cost ) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga

kelompok, yaitu :

Biaya input. Biaya input adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan

pelayanan. Biaya input bisa berupa biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku.

Biaya output. Biaya output adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk

hingga sampai ke tangan pelanggan. Output diukur dengan berbagai cara tergantung

pada pelayanan yang dihasilkan.

Biaya proses. Biaya proses dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. Biaya diukur

dengan mempertimbangkan fungsi organisasi, misalnya biaya departemen produksi,

departemen personalia, biaya dinas dinas, dan sebagainya.

Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas, yaitu : cost finding, cost recording, cost

analyzing, strategic cost reduction, dan cost reporting.

Cost finding

13
Pada tahap cost finding, pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang

dibutuhkan untuk menghasilkan produk/jasa pelayanan.

Cost recording

Setelah berhasil dilakukan cost finding, tahap berikutnya adalah melakukan cost

recording yang meliputi kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi.

Cost analyzing

Setelah dilakukan pencatatan biaya, berikutnya adalah melakukan analisis biaya, yaitu

mengidentifikasi jenis dan perilaku biaya, perubahan biaya, dan volume kegiatan. Manajemen

organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya ( cost driver ) agar dapat dilakukan strategi

efesiensi biaya.

Strategic cost management

Setelah dilakukan analisi biaya, tahap berikutnya adalah menentukan strategi

penghematan biaya agar tercapai value of money. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya

( manajemen biaya strategik ) memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Berjangkan panjang. Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka panjang yang

membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama.

2. Berdasarkan kultur perbaikan berkelanjutan ( continous improvement ) dan berfokus pada

pelayan masyarakat. Manajemen biaya strategik harus dilandasi oleh semangat untuk melakukan

perbaikan secara berkelanjutan atas kinerja organisasi sektor publik dalam melakukan pelayanan

publik.

3. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya.

14
4. Keseriusan manajemen puncak ( top manager ) merupakan penentu efektivitas program

pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the

top .

Cost reporting

Tahap terakhir adalah memberikan informasi biaya secara lengkap kepada pimpinan

dalam bentuk internal report yang kemudian diagresikan ke dalam satu laporan yang akan

disampaikan kepada pihak eksternal. Informasi akuntansi manajemen hendaknya dapat

mendeteksi sumber pemborosan yang masih berpotensi untuk diefesienkan serta mencari metoda

atau teknik terbaik untuk menghemat biaya. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung

dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor

publik.

3. Penilaian Investasi

Akuntansi manajemen dibutuhkan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai

investasi diperlukan identifikasi biaya, risiko, dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi.

Hal tersebut penting untuk menghindari dilakukannya investasi yang sebenarnya tidak layak

secara ekonomi dan finansial. Dalam penilaian suatu investasi, faktor yang harus diperhatikan

oleh akuntan manajemen adalah sebagai berikut :

Tingkat diskonto yang digunakan

Tingkat diskonto merefleksikan tingkat keuntungan ( rate of return ) yang diperoleh dari

suatu proyek dengan tingkat resiko tertentu. Jika suatu proyek tidak memberikan keuntungan

yang disyaratkan ( required rate of return ), maka proyek tersebut harus ditolak. Perhitungan

tingkat diskonto merupakan bagian yang cukup kompleks dalam analisis investasi.

15
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menyatakan social discount rate

sebagai suatu tingkat yangmerefleksikan preferensi masyarakat terhadap manfaat saat ini atas

yang akan diterima di masa yang akan datang, atau disebut social time preference time (STPR).

Masalah yang muncul adalah bahwa alasan memilih manfaat sekarang ( current benefits )

mungkin dipengaruhi oleh penilaian individu yangmenilai terlalu rendah ( underestimate )

manfaat yang akan diperoleh dimasa depan. Asumsi dalam pendekatan ini adalah generasi

mendatang akan lebih sejahtera daripada generasi sekarang. Oleh karena itu dilakukan

pengurangan terhadap kebutuhan benefits yang tersedia.

Tingkat inflasi

Penilaian investasi harus memperhitungkan perkiraan tingkat inflasi. Semakin tinggi

tingkat inflasi, semakin rendah nilai riil keuntungan di masa depan yang diharapkan ( expected

future return ) sehingga semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan. Inflasi yang tinggi

menyebabkan required rate of return semakin tinggi .

Risiko dan ketidakpastian

Require rate of return akan semakin tinggi jika risiko investasi naik. Ketidakpastian

ekonomi dan hukum, kekacauan sosial politik, tidak adanya jaminan keamanan dan kebijakan

yang tidak konsisten dapat meningkatkan resiko investasi. Faktor faktor tersebut menyumbang

risiko investasi suatu negara ( country risk ) yang jika sudah sangat parah dapat mengarah pada

category default country. Terjaminnya keamanan berinvestasi, penegakan hukum dan demokrasi,

terjaminnya property right dan contract right dapat menurunkan risiko investasi.

Capital rationing

Capital rationing adalah keadaan ketika organisasi menghadapi masalah ketersediaan

dana untuk melakukan pengeluaran investasi. Dalam keadaan seperti ini terdapat beberapa

16
alternatif investasi yang dapat dilakukan akan tetapi tidak tersedia cukup dana untuk membiayai

investasi-investasi yang diajukan. Oleh karena itu harus dilakukan perankingan investasi.

Perankingan dapat dilakukan dengan menggunakan rasio manfaat/biaya atau dapat juga

menggunakan model pemrograman linear.

Pada organisasi sektor publik, selain memperhatikan faktor-faktor di atas penilaian

investasi publik juga harus memperhatikan hal-hal berikut:

a. Tingkat utang pemerintah. Tingkat utang pemerintah adalah jumlah yang harusdibayarkan

pemerintah sehubungan dengan perolehan sumber pembiayaan diluar pajak,seperti utang luar

negeri dan obligasi pemerintah yaitu berupa bunga dan pokok utang.

b. Tingkat kesempatan sosial yang dikorbankan. Disebut juga social opportunity cost rate yang

terkait dengan pengertian bahwa proyek pemerintah harus dapat menghasilkantingkat

keuntungan (return)yang minimal sama dengan tingkat keuntungan proyek sector swasta dengan

penggunaan dana yang sama. Atau dengan kata lain, dengan jumlahinvestasi yang sama, proyek

investasi public yang dilakukan pemerintah harus memilikikualitas yang minimal sama jika

proyek tersebut dilakukan oleh swasta.

c. Social time preference rate.Social time preference rate merefleksikan tingkat keuntungan yang

diisyaratkan oleh masyarakat jika menunda konsumsi saat ini untuk kepentingan konsumsi di

masa depan. Penilaian investasi dalam organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan

analisis biaya manfaat ( cost benefit analysis ). Dalam praktiknya, terdapat kesulitan dalam

menentukan biaya dan manfaat dari suatu investasi yang akan dilakukan. Hal tersebut karena

biaya dan manfaat yang harus dianalisis tidak hanya dilihat dari sisi finansialnya saja akan tetapi

harus mencakup biaya sosial ( social costs ) dan manfaat sosial ( social benefits ) yang akan

diperoleh dari investasi yang diajukan. Menentukan biaya sosial dan manfaat sosial dalam satuan

17
moneter sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, penilaian investasi dengan menggunakan

analisis biaya manfaat di sektor publik sulit dilaksanakan. Untuk memudahkan, kemudian

digunakan analisis efektivitas biaya ( cost effectiveness analysis ). Penilaian investasi dengan

menggunakan analisis efektivitas biaya menekankan seberapa besar dampak ( outcome ) yang

dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu.

4. Penganggaran

Penganggaran sektor publik terkait dengan proses penentuan jumlah alokasi dana untuk

tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Proses penganggaran organisasi sektor

publik dimulai ketika perumusan strategi dan dan perencanaan strategik telah selesai dilakukan.

Anggaran merupakan artikulasi dari hasil perumusan strategi dan perencanaan strategik yang

telah dibuat. Anggaran publik merupakan suatu rencana finansial yang menyatakan: (1) berapa

biaya atas rencana-rencana yang dibuat, (2) berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh

uang untuk mendanai rencana tersebut.

5. Penentuan Biaya Pelayanan ( Cost of Services ) dan penentuan Tarif Pelayanan ( Charging for

Services )

Salah satu tugas pokok pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat

( publicservices ). Pemberian pelayanan public pada dasarnya dapat dibiayai melalui dua

sumber,Yaitu : (1) Pajak, dan (2) Pembebanan langsung kepada masyarakat sebagai konsumen

jasa public ( charging for service ). Jika pelayanan public dibiayai dengan pajak, maka

setiapwajib pajak harus membayar tanpa memperdulikan apakah dia menikmati secara langsung

jasa public tersebut atau tidak. Jika pelayanan public dibiayai melalui pembebenan

langsung,maka yang membayar hanyalah mereka yang memanfaatkan jasa pelayanan public

tersebut,sedangkan yang tidak menggunakan tidak diwajibkan untuk membayar.

18
6. Penilaian Kinerja

Pengukuran kinerja merupakan hal yang penting dalam manajemen kinerja. Oleh karena

sektor publik tidak berorientasi profit, maka untuk menentukan tingkat keberhasilan sektor

publik perlu dilakukan pengukuran kinerja. Proses pengukuran kinerja merupakan proses

sistematis guna menilai apakah suatu program atau kegiatan yang telah direncanakan

dilaksanakan sesuai dengan rencana tersebut dan apakah telah mencapai keberhasilan yang telah

ditargetkan pada saat perencanaan.

Dalam proses pengukuran kinerja organisasi sektor publik, khususnya pemerintahan,

pengukuran sering lebih fokus pada input (masukan) dan output (keluaran) yang hanya berfokus

pada penjelasan aktivitas-aktivitas organisasi, bukan pengukuran outcome (hasil) yang dapat

menjelaskan dampak program-program pembangunan bagi masyarakat. Hal ini menyebabkan

organisasi sektor publik tidak mampu melihat keberadaannya sendiri bahwa mereka ada untuk

melayani masyarakat. Pengukuran kinerja ini yang menjadi dasar untuk menilai sukses atau

tidaknya suatu organisasi, program, atau kegiatan

III. Gambarkan dan jelaskan sistem pemeritahan NKRI dan Jelaskan sistem pengelolaan
keuangan negara berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara.

Gambarkan dan jelaskan sistem pemeritahan NKRI

Menurut Sri Soemantri sistem pemerintahan adalah sebuah sistem hubungan antara organ

eksekutif dam legislative atau hubungan kekuasaan antar lembaga negara. Dalam arti luas sistem

19
pemerintahan adalah sistem hubugan kekuasaan antara lembaga-lembaga negara yang terdapat

dalam UUD negara Republik Indonesia tahun 1945. Untuk konteks NKRI sistem pemerintahan

yang diapakai adalah sistem presidensiil. sistem presidensiil adalah sistem pemerintahan dimana

eksekutif tidak bertanggu-jawab pada badan legislative. pemegang kekuasaan eksekutif tidak

dapat dijatuhkan oleh atau melalui badan legislative meskipun kebijaksanaan yang dijalankan

tidak disetujui oleh pemegang kekuasaan legislative.

Menurut Ball et al. terdapat karakteristik dari sistem pemerintahan presidensiil yaitu:

1. The president is both nominal and political head of state;


2. The president is elected not by the legislature, but directly by the total electorate
3. The presiden cannot dissolve the legislative and call a general election usually the

president and the legislature are elected for fixed terms.

Eksekutif/presiden Legislatif/Parlemen

Rakyat Pemilih

Gambar Sistem Pemerintahan Presidensiil Murni

Pasca amandemen UUD 1945 sistem pemerintahan NKRI menjadi benar-benar

presidensiil. Hal ini dikarenakan presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh masyarakat.

Ciri-ciri utama dari sistem pemerintahan presidensiil adalah pemegang kekuasaan eksekutif

20
tunggal (presiden) tidak bertanggung jawab kepada badan perwakilan rakyat, melainkan kepada

rakyat pemilih.

Ada beberapa definisi mengenai sistem pemerintahan. Sama halnya, terdapat bermacam-

macam jenis pemerintahan di dunia. Sebagai contoh: Republik, Monarki / Kerajaan,

Persemakmuran (Commonwealth). Dari bentuk-bentuk utama tersebut, terdapat beragam cabang,

seperti: Monarki.

Struktur Pemerintahan Republik


Indonesia

Menurut UUD 1945

Gambar Struktur Pemerintahan Republik Indonesia

Pada umumnya di negara-negara yang berasakan demokrasi (seperti Indonesia) terdapat

pemisahan kekuasaan negara dalam kekuasaan-kekuasaan eksekutif, legislative dan yudikatif.

Dalam struktur yang demikian itu, segala masalah keuangan pemerintah perlu mendapat

pertimbangan, pembahasan dan persetujuan badan legislatif. Melalui persetujuan atas anggaran

21
pemerintah badan legislative memberikan otorisasi atau mandat kepada badan eksekutif untuk

melaksanakan rencara keuangan tahunanya.

Anggaran belanja yang tercakup dalam anggaran tahunan yang telah disetujui badan

legislatif dan telah menjadi undang-undang merupakan batas jumlah maksimum yang boleh

dibiayakan oleh pemerintah dan tidak boleh dilampaui tanpa adanya amandemen dari badan

legislatif. Ketentuan anggaran merupakan pertimbangan yang utama di sektor pemerintah.

Dengan perkataan lain dapatlah dikatakan bahwa anggaran negara merupakan patokan ketaatan

legal yang dipergunakan untuk mengevaluasi pengoperasian dana anggaran tersebut. Adanya

patokan ketaatan legal itu merupakan salah satu ciri yang membedakan sektor pemerintah dari

sektor swasta. Eksekutif atau manajemen bertanggungjawab atas perencanaan, pengarahan dan

pengendalian operasi, dan penyelenggaraan akuntansi dan pembuatan laporan mengenai

pengelolaannya.

Tanggungjawab tersebut meliputi pengarahan operasi dan aktivitas dengan mendasarkan

pada kehematan (economy) dan efisiensi, menyelenggarakan sistem pengendalian yang cukup,

memastikan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, memilih dan

menerapkan kebijakan akuntansi yang cocok, pengamanan aset, mengukur efektifitas program,

dan pelaporan mengenai kinerja dari mereka yang diserahi tanggungjawab (accountable). (Drs.

Partono).

Pemerintahan didefinisikan sebagai anak negara, karena negara diasumsikan sebagai

sebuah wilayah kekuasaan yang terbatas yang mana fungsi-fungsi strategisnya di jalankan oleh

pemerintahan yang kita sebut presiden (lihat UUD 1945, pasal 4 ayat 1, Presiden Republik

Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar ). Pemerintahan

ialah sebuah organisasi atau institusi yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya untuk

22
menjalankan kekuasaan kenegaraan dengan berlandaskan amanat konstitusi. Jadi ada perbedaan

yang sangat signifikan antara negara dan pemerintahan, semua itu dibedakan oleh fungsi dan

perannya.

Dari definisi di atas, maka dapat kita lihat bahwa negara adalah elemen penting dan

pemain utama untuk merealisasikan cita-cita besar rakyat. Negara adalah tempat dimana cita-cita

besar itu akan di realisasikan. Negara adalah wilayah strategis & berdaulat untuk

mengembangkan potensi kebangsaan, tanpa adanya negara yang berdaulat beserta syarat-syarat

mutlak pendiriannya, maka tentunya pemerintahan juga tidak akan berkembang dengan baik

bahkan mungkin tidak ada pemerintahan, karena pemerintahan adalah aktor intelektual yang

bertugas untuk merealisasikan & mensukseskan tugas-tugas konstitusinya. Dimana dia berfungsi

untuk menjalankan roda-roda organisasi kenegaraan.

Jelaskan sistem pengelolaan keuangan negara berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang

keuangan negara

Landasan hukum pelaksanaan dan pengelolaan keuangan negara muncul dengan

diberlakukannya UU No. 17 Tahun 2003. Asas-asas umum yang digunakan dalam UU tersebut

yaitu akuntabilitas yang berorientasi pada hasil, profesionalitas, proporsionalitas, keterbukaan

dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah dan pemeriksaan keuangan oleh badan

pemeriksa yang bebas dan mandiri. Dengan dianutnya azas-azas umum tersebut di dalam

undang-undang tentang keuangan negara, maka pelaksanaan undang-undang ini selain menjadi

acuan dalam reformasi manajemen keuangan negara sekaligus dimaksudkan untuk

memperkokoh landasan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di NKRI.

23
Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan

negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. untuk membantu presiden di dalam

penyelenggaraan kekuasaan yang dimaksud, sebagian kekuasaan tersebut diberikan kepada

Menteri Keuangan selaku Pengelola Fiskal dan Wakil Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan

negara yang dipisahkan, serta kepada menteri atau pimpinan lembaga yang dipimpinya. pada

kedudukan ini menteri keuangan bertindak sebagai Chief Financial Officer sementara menteri

berfungsi sebagai Chief Operational officer. Dalam rangka pelaksanaan kekuasaan atas

pengelolaan fiskal, Menteri Keuangan mempunyai tugas sebagai berikut :

a) menyusun kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro;

b) menyusun rancangan APBN dan rancangan Perubahan APBN;

c) mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran;

d) melakukan perjanjian internasional di bidang keuangan;

e) melaksanakan pemungutan pendapatan negara yang telah ditetapkan dengan UU

f) melaksanakan fungsi bendahara umum negara;

g) menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN;

h) melaksanakan tugas-tugas lain di bidang pengelolaan fiskal berdasarkan ketentuan

undang-undang.

Di dalam ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN/APBD maka ditegaskan

peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran,

pengintegrasian sistem akuntanbilitas kinerja dalam sistem penganggaran, penyempurnaan

klasifikasi anggaran, penyatuan anggaran dan penggunaan kerangka pengeluaran jangka

menengah dalam penyusunan anggaran. Sedangkan untuk konteks hubungan keuangan antara

24
pemerintah pusat dengan bank sentral, pemerintah daerah, pemerintah/lembaga asing,

perusahaan negara, pemerintah daerah, perusahaan swasta serta badan pengelola dana

masyarakat. maka dalam hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan bank sentral

ditegaskan bahwa pemerintah pusat dan bank sentral saling berkoordinasi dalam penetapan dan

pelaksanaan kebijakan fiscal dan moneter. sedangkan dalam hubungan dengan pemerintah

daerah, UU menegaskan kewajiban pemerintah pusat untuk mengalokasikan dana perimbangan

kepada pemerintah daerah. undang-undang ini mengatur pula perihal penerimaan pinjaman luar

negeri pemerintah. dalam hubungan antara pemerintah dan perusahaan negara, perusahaan

daerah, perusahaan swasta, dan badan pengelola dana masyarakat ditetapka bahwa pemerintah

dapat memberikan pinjaman/hibah/penyertaan modal kepada dan meneriman pinjaman/hibah.

Presiden RI

1.Menyusun
Kebijakan
Fiskal
2. Menyusun
Menteri
RAPBN Menteri/Pimpinan Gubernur,
Keuangan
3. Menyusun Lembaga Bupati, Walikota
(Pengelola
LaporanFiskal) (Pengguna (Mengelola
Keuangan Anggaran) Keuangan
APBN 25
4. Perjanjian di Satuan Kerja
bidang Perangkat
keuangan Daerah (SKPD)
IV. Jelaskan dengan didasari Teori dan atau referensi dari artikel/jurnal yang memadai
atas topic-topik yang telah dipersentasikan dan didiskusikan di kelas,tentang:
a. Sistem penganggaran, Penganggaran APBN, dan Penganggaran APBD, termasuk
Accrual dan Cash Budgeting.
b. Pengertian Investasi Sektor Publik, dan contoh Aplikasi di pemerintahan Indonesia.

a. Sistem penganggaran, Penganggaran APBN, dan Penganggaran APBD, termasuk


Accrual dan Cash Budgeting.

Anggaran Daerah dan Reformasinya

Secara umum anggaran diartikan sebagai rencana keuangan yang mencerminkan pilihan

kebijakan untuk suatu periode di masa yang akan datang Baswir (2000) dalam halim. Dalam

konteks pemerintah, Komite Standar`Akuntansi Pemerintahan (2003) melalui draft

publikasiannya mendefinisikan anggaran sebagai pedoman tindakan yang dilaksanakan

pemerintah yang meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiyaan yang diukur

dalam satuan rupiah, yang disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu

periode.

Hal yang perlu diingat bahwa anggaran (budget) dan penganggaran (budgeting) adalah

dua istilah yang berbeda, namun dalam penggunaannya sering tidak dibedakan, dan saling

menggantikan. Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai

26
selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial, sedangkan penganggaran

merupakan proses atau metode untuk mempersiapkan suatu anggaran (Munir, 2003).

Konsep Anggaran Sektor Publik

Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak diapai selama

priode waktu trtentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial. Penganggaran adalah proses atau

metoda untuk mempersiapkan suatu anggaran.

Anggaran adalah suatu pernyataan tentang perkiraan pengeluaran dan penerimaan yang

diharapkan akan terjadi dalam suatu perioda di masa depan, serta dari pengeluaran dan

penerimaan yang sungguh-sungguh terjadi dimasa lalu. Anggaran berfungsi sebagai alat

akuntabilitas, otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi dan stabilisasi.

Penganggaran sektor publik terkait dengan proses penentuan jumlah alokasi danauntuk

tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Proses penganggaranorganisasi sektor publik dimulai

ketika perumusan strategi dan perencanaan strategictelah selesai dilakukan. Anggaran merupakan

managerial plan for action untuk memfasilitasi tercapainya tujuan organisasi.

Pentingnya Anggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhanmasyarakat, seperti

listrik, air bersih, kualitas kesehatan, pendidikan, dan sebagainyaagar terjamin secara layak.

Anggaran merupakan blue print keberadaan sebuah negaradan merupakan arahan di masa yang akan

datang.

Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah

27
K ebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi

keadaanekonomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai

tujuantertentu. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. Angaran sektor publik harus

dapatmemenuhi kriteria berikut :

Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat

Menentukan penerimaan dan pengeluaran departemen-departemen

pemerintah, pemerintah propinsi atau pemerintah daerah.

Anggaran sektor publik penting karena beberapa alasan, yaitu:

Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial-

ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualititas hidup masyarakat.

Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan

terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas.Anggaran diperlukan

karena adanya masalah keterbatasan sumber daya (scarcityof resources ) , pilihan

(choice) , dan

trade offs.

Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung jawab

terhadap rakyat. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrument pelaksanaan

akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada.

Fungsi Anggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu: (1) sebagai alat

perencanaan, (2) alat pengendalian, (3) alat kebijakan fiskal, (4) alat politik, (5) alat koordinasi

dan komunikasi, (6) alat penilaian kinerja, (7) alat motivasi, (8) alat menciptakan ruang publik.

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik

28
1. Anggaran Operasional (operation/recurrent budget)
Anggaran Operasional diguanakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam

menjalankan pemerintahan. Misalnya adalah belanja rutin (recurrent expenditure) yaitu

pengeluaran yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran dan tidak dapat menambah aset

atau kekayaan bagi pemerintah. Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran

operasional antara lain Belanja Administrasi Umum dan Belanja Operasi dan Pemeliharaan.
2. Anggaran Modal (capital/investment budget)

Anggaran modal menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva

tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, perabot, dan sebagainya. Pada dasarnya pemerintah

tidak mempunyai uang yang dimiliki sendiri, sebab seluruhnya adalah milik publik.

Prinsip-Prinsip Pokok Dalam Siklus Anggaran

Richard Musgrave seperti yang dikutip Coe (1989) mengidentifikasikan tiga

pertimbangan mengapa pemerintah perlu terlibat dalam bisnis pengadaan barang dan jasa

bagi masyarakat. Ketiga pertimbangan tersebut meliputi stabilitas ekonomi, redistribusi

pendapatan, dan alokasi sumber daya.


Lemahnya perencanaan anggaran memungkinkan munculnya underfinancing atau

overfinancing yang akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas anggaran. Siklus

anggaran meliputi empat tahap yang terdiri atas:


a. Tahap persiapan anggaran (preparation);
b. Tahap ratifikasi (approval/ratification);
c. Tahap implementasi (implementation);
d. Tahap pelaporan dan evaluasi (reporting and evaluation).
Perkembangan Anggaran Sektor Publik
Sistem anggaran sektor publik dalam perkembangannya telah menjadi instrumen

kebijakan multifungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi. Hal

tersebut terutama tercermin pada komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung

merefleksikan arah dan tujuan pelayanan masyarakat yang diharapkan. Anggaran sebagai alat

perencanaan kegiatan publik yang dinyatakan dalam satuan moneter sekaligus dapat digunakan

29
sebagai alat pengendalian.
Sistem perencanaan anggaran publik berkembang sesuai dinamika perkembangan

manajemen sektor publik dan tuntutan yang muncul di masyarakat. Pada dasarnya terdapat

beberapa jenis pendekatan dalam perencanaan dan penyusunan anggaran sektor publik. Secara

garis besar ada dua pendekatan utama yang memiliki perbedaan mendasar Anggaran tradisional

atau anggaran konvensional dan New public management.

Perbandingan Anggaran Tradisional dengan Anggaran Berbasis Pendekatan NPM

ANGGARAN TRADISIONAL NEW PUBLIC MANAGEMENT

Sentralis Desentralis & devolved management

Berorientasi pada input Berorientasi pada input, output, dan outcome


(value for money)

Tidak terkait dengan perencanaan jangka Utuh dan komprehensif dengan perencanaan
panjang jangka panjang

Line-item da incrementalism Berdasarkan sasaran kinerja

Batasan departemen yang kaku (rigid Lintas departeman (cross department)


department)

Menggunakan aturan klasik: vote Zero-base budgeting, planning programming


accounting budgeting system

Prinsip anggaran bruto Sistematik dan rasional

Bersifat tahunan Bottom-up budgeting

Spesifik

Sumber: Mardiasmo (2009)

Penganggaran APBN dan Penganggaran APBD


APBN merupakan ruang lingkup keuangan Negara yang dikelolah langsung. APBD,

analog dengan kedudukan APBN dalam keuangan Negara merupakan ruang lingkup keuangan

Negara yang dikelolah langsung. Definisi anggran menurut The National Committee on

Governmental Accounting (NCGA) adalah A Budget is plan of financial operation embodying

an estimated of proposed expenditures for a given period of time and the proposed means of

30
financing them.. Jadi, anggran adalah rencana kegiatan yang diwujudkan dalam bentuk

finansial, meliputi usulan pengeluaran yang diperkirakan untuk suatu periode waktu, serta usulan

cara-cara memenuhi pengeluaran tersebut ( sugijanto, dkk: 1995: 22) dalam halim (2008).
Baik APBN maupun APBD merupakan inti keuangan (akuntansi) pemerintahan, terutama

dalam era prareformasi keuangan daerah karena selama era tersebut anggaran merupakan satu-

satunya informasi keuangan yang dihasilkan pemerintah. Oleh karena itu APBN dan APBD

merupakan yang sangat penting dalam pemerintahan.


APBN
Kekayaaan negara yang dikelolah secara langsung terdiri atas APBN dan barang-barang

investasi kekayaan negara. APBN merupakan inti pengurusan umum dan anggaran negara.

Anggaran negara adalah rencana pengeluaran/belanja dan penerimaan/pembiayaan belanja suatu

negara selama periode tertentu. Pengertian anggaran negara selalu menyebutkan pengeluaran

terlebih dahulu baru peneriman. Dalam arti luas anggaran anggaran negara berarti jangka

waktu perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran atau bias disebut juga

dengan daur anggaran. Anggaran dalam arti sempit, anggaran negara berarti rencana pengeluaran

dan penerimaan hanya dalam kurun waku satu tahun.


Anggaran negara memiliki beberapa fungsi, yaitu:
Sebagai pedoman bagi pemerintah dalam mengelolah negara selama periode mendatang.
Sebagai alat pengawas bsgi masyarakat terhadap kebijaksanaan yang telah dipilih

pemerintah karena sebelum anggaran negara dijalankan harus mendapat persetujuan DPR

terlebih dahulu.
Sebagai alat pengawas bagi masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam

melaksanakan kebijaksanaan yang telah dipilihnya karena pada akhirnya anggaran harus

dipertanggungjawabkan pelaksanaannya oleh pemerintah kepada DPR.


Daur anggaran Negara Republik Indonesia secara umum terdiri atas lima tahap, yaitu:
1. Penyusunan dana pengajuan rancangan negara (RUU-APBN) oleh pemerintah kepada

DPR
2. Pembahasan dan persetujuan DPR atas RUU-APBN dan penetapan UU APBN
3. Pelaksanaan anggaran, akuntansi, dan pelaporan keuangan oleh pemerintah

31
4. Pemeriksaan pelaksanaan anggaran dan akuntansi oleh aparat pengawas fungsional.
5. Pembahasan dan persetujuan DPR atas Perhitungan Anggaran Negara (PAN) dan

penetapan UU PAN.
Sejak dulu, pembukuan APBN pada dasarnya menggunakan basis kas. Basis kas ini

digunakan untuk pendapatan dan pengeluaran negara. Namun seiring dangan aplikasi dari

Peratuan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2005 tentang SAP, maka basis kas berangsur

ditinggalkan dan seterusnya menggunakan basis akrual. Dalam mempertanggungjawabkan

pelaksanaan keuangan negara dilaksanakan atauran sebagai beriku:


Presiden menyampaikan RUU tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN, berupa

laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK, disampaikan kepada DPR selambat-

lambatnya 6 bulan setelah tahun anggran berakhir.


Laporan keuangan (setidaknya-tidaknya) terdiri atas:
a. Laporan realisasi APBN.
b. Neraca.
c. Laporan Arus Kas.
d. Catatan atas Laporan Keuangan (dilampiri laporan keuangan perusahaan negara

dan badan liannya).


APBD
Berdasakan pasal 64 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Pemerintahan

daerah, maka pada orde baru, APBD didefinisikan sevagi rencana operasional keuangan pemda,

di mana pada satu pihak menggambarkan perkiraan pengeluaran setinggi-tingginya guna

membiayai kegiatan-kegiatan dalam proyek-proyek daerah selama satu tahun anggaran tertentu,

dan dipihak lain menggambarkan perkiraan dan sumber-sumber penerimaan daerah guna

menutupi pengeluaran-pengeluaran yang dimaksud (mamesah, 1995: 20) dalam halim (2008).
APDB adalah rencana pekerjaan keuangan (financial workplan) yang dibuat untuk suatu

jangka waktu ketika badan legislative (DPRD) memberikan kredit kepada badan eksekutif

(kepala daerah) untuk melakukan pembiayaan guna kebutuhan rumah tangga daerah sesuai

dengan rancangan yang menjadu dasar (grandslag) penetapan anggaran, dan yang menunjukan

semua penghasilan untuk menutupi pengeluaran (wajong, 1962: 81) dalam halim (2008).

32
Dalam arti sempit, keuangan daerah yakni terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan

APBD. Oleh sebab itu keuangan daerah identic dengan APBD. Berdasarkan PP No. 58 Tahun

2005, Keuangan Daerah adalah semuak hak dan kewajiban daerah dalam rangka

penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala

bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban tersebut.


Hak dan kewajiban daerah tersebut perlu dikelola dalam suatu system pengeleloaan

keuangan daerah. Pengelolaan keuangan daerah merupakan subsistem dari system pengelolaan

keuangan Negara dan merupakan elemen pokok dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.
Adapun unsur-unsur yang terdapat di dalam anggaran daerah, yaitu :
a) Rencana kegiatan suatu daerah dan uraian yang rinci
b) Ada sumber penerimaan (target minimal) dan biaya (batas maksimal)
c) Jenis kegiatan yang dituangkan dalam angka
d) Periode anggaran
Selain itu terdapat arti penting Anggaran Daerah, yang diuraikan sebagai berikut :
a) Alat bagi Pemda untuk mengarahkan dan menjamin kesinambungan pembangunan serta

meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


b) Adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus berkembang

sedangkan kebutuhan dan keinginan sumber daya terbatas.


Fungsi APBD
Anggaran pendapatan dan Belanja daerah (APBD) memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai

berikut :
1. Fungsi Otorisasi
Fungsi otorisasi merupakan dasar dalam melaksanakan pendaptan dan belanja untuk

tahun yang bersangkutan


2. Fungsi perencanaan
Fungsi perencanaan merupakan pedoman manajemen dalam merencanakan kegiatan
3. Fungsi pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan

pemerintahan daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam hal ini

Perundang-undangan.
4. Fungsi Alokasi

33
Fungsi alokasi berfungsi dalam mengarahkan untuk menciptakan lapangan kerja atau

mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya seta meningkatkan efisiensi dan

efektivitas perekonomian.
5. Fungsi distribusi
Fungsi distribusi merupakan kebijakan anggaran daerah yang harus memperhatikan rasa

keadilan dan kepatuhan


6. Fungsi stabilisasi
Fungsi stabilisasi merupakan alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan

fundamental perekonomian daerah.


Accrual Budgeting

Atribut utama accrual budgeting & accounting adalah penyajian informasi yang

memadukan beban pada periode munculnya beban (incurred), sesungguhnya dipicu oleh

fenomena pengakuan perolehan dan pencatatan aset berasal dari hutang. Anggaran akrual

memecahkan hambatan tradisi lama teknologi apropriasi atau penjatahan dalam cash based

budgeting, yaitu persetujuan alokasi anggaran oleh DPR untuk pengeluaran kas untuk suatu

periode anggaran kecuali belanja modallintas tahun anggaran atau semacamnya. Apabila

anggaran kas adalah input based budgeting, anggaran akrual adalah input-output based

budgeting pada sistem kepemerintahan berorientasi hasil (result-oriented government).

Karakteristik Anggaran Akrual.


Outcomes dan outputs merupakan hal penting, sehingga anggaran akrual sebetulnya

mempunyai karakter anggaran kinerja (performance budget), hams dibandingkan dengan target,

tolok ukur atau kriteria tertentu. Dokumentasi anggaran berbasis kerangka dasar accrual-based

outcome & output, dalam suatu kerangka hubungan antara sasaran I outcomes I output dengan

struktur organisasi agen. Agen selalu berfokus pada tug as pokok dan fungsi I tanggungjawab

utama dan sasaran I outcome I output I dampak utama. Laporan raihan sasaran I outcomes I

34
output harus ditulis dalam bahasa yang lugas, sederhana, mudah dipahami untuk mencapai

transparansi lebih besar.

Departemen Keuangan bertugas membangun ukuran kinerja umum yang dapat digunakan

sebagai dasar penentuan sasaran I outcomes I output agen, dasar penilaian output (model used for

pricing output), serta dasar alokasi I distribusi/apropriasi kinerja bersama lintas agen (portofolio

kinerja). Departemen Keuangan perlu menelaah cara pelaporan surplus I defisit realisasi

anggaran terkait pada raihan output dan Laporan Keuangan. Kinerja gabungan lintas agen

dilaporkan teragregasi lintas departemen atau agen, untuk memberi gambaran raihan kinerja

nasional. Apabila outcome agen ter-agregasi menjadi besar, agregasi tersebut tetap saja

dimaksudkan untuk menjelaskan suatu sasaran agen, sehingga harus dijaga jangan sampai

agregasi justru menghilangkan I menutupi makna informasi kinerja. Apabila agregasi justru

menghilangkan makna, maka suatu outcome "besar" perlu dipilah menjadi beberapa sub-

outcome / sub-output (komponen-komponen suatu outcome / output tertentu) tersaji dalam sub-

agregasi yang meningkatkan kualitas transparansi dan akuntabilitas umumnya, efektivitas biaya

khususnya.

Anggaran akrual berada dalam suatu kerangka sistem informasi kinerja terjalin menyatu

(integral) dengan kerangka anggaran berkomponen outcomes & output, di rancang sedemikian

rupa agar ekspektasi I target I tolok ukur I standar dan kinerja nyata dapat di ukur dan

dibandingkan. Tugas agen mempertanggungjawabkan beda kinerja dibawah ekspektasi (dibawah

target I tolok ukur) dalam bentuk laporan formal, yang menuntun kearah perbaikan kinerja

tersebut pada periode-periode laporan selanjutnya. Karena itu, sistem anggaran memberi jaminan

bahwa agen bergerak maju ketingkat yang lebih baik dari waktu kewaktu. Karena itu, anggaran

35
berbasis kas tak memadai sebagai basis anggaran berbasis kinerja (performance based

budgeting).

Dasar anggaran akrual adalah:

1. Penyajian berbagai estimasi pendapatan akrual dan berbagai ragam metode estimasi,

2. Rincian dan konsistensi pencatatan estimasi outcomes & output,

3. Hubungan outcomes & output dengan struktur organisasi agen,

4. Tingkat agregasi daripada apropriasi dalam portofolio kumpulan agen,

5. Penyajian agregasi anggaran, parameter anggaran, asumsi anggaran, estimasi kedepan,

table rekonsiliasi dan tabel historis,

6. Kesesuaian atau penyimpangan dari Standar Akuntansi Pemerintah,

7. Laporan tengah tahunan kinerja ekonomis dan fiskal,

8. Penyajian pengeluaran anggaran per program, proyek, kegiatan suatu agen,

9. Perubahan dan trend lintas tahun.

Sebuah siklus anggaran akrual kira-kira 18 bulan atau lebih, sejak pengesahan APBN/D

sampai pertanggungjawaban realisasi anggaran dan annual report selesai dilaporkan dihadapan

DPR. Pemerintah Pusat cq Departemen Keuangan diharapkan membangun kebijakan agar format

anggaran akrual dapat disesuaikan dengan kondisi unik lapangan masingmasing agen, namun

struktur utama tetap menjamin konsistensi atau keseragaman tertentu antar agen. Anggaran

kinerja harus dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja manajer agen, misalnya kinerja

Bupati untuk Pemda. Dengan demikian realisasi anggaran kinerja berbasis akuntansi akrual

secara realtime harus mampu menyediakan data historis yang dapat dibandingkan dengan

anggaran.

36
Negara mengadopsi sistem anggaran akrual dan akuntansi akrual karena system

berorientasi hasil yang lebih baik (result oriented), lebih transparan dan akuntabel, manajemen

diminta berfokus pada biaya atau beban (cost) katimbang hanya (seperti halnya) berfokus pada

pengeluaran (ekspenditure) dengan pemahaman lebih mendalam akan konsep

penghasilan/pendapatan/surplus (income), beban (expenses) dan posisi keuangan (neraca).

Anggaran akrual dan akuntansi akrual bukan substitusi ketiadaan manajemen

keuangan negara dan atau manajemen perbendaharaan yang baik (sound, berdasar etika dan

nilai-nilai luhur yang berada diatas nilai uang seperti layaknya suatu karakter yang terdapat pada

suatu bangsa besar. Patut dicatat PP 24 -2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan pada

hakikatnya telah menggunakan sebuah jenis basis akuntansi akrual, sehingga langkah menuju

akuntansi berbasis akrual paripuma relatif lebih mudah. Untuk kebutuhan NKRI 2010-2020,

anggaran berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual adalah pilihan terbaik, sehingga UU yang

mewajibkan anggaran berbasis akrual perlu segera diamandemen.

Manfaat Anggaran Berbasis Akrual

1. Atribut utama accrual budgeting & accounting adalah penyajian informasi yang

memadukan beban pada periode munculnya beban (incurred), sesungguhnya dipicu oleh

fenomena pengakuan perolehan & pencatatan asset berasal dari hutang.

2. Anggaran akrual memecahkan hambatan tradisi lama teknologi apropriasi atau

penjatahan dalam cash based budgeting, yaitu persetujuan alokasi anggaran oleh DPR

untuk pengeluaran kas untuk suatu periode anggaran kecuali belanja modal lintas tahun

anggaran atau semacamnya.

37
3. Apabila anggaran kas adalah input based budgeting11 , anggaran akrual adalah input-

output based budgeting pada system kepemerintahan berorientasi hasil (result-oriented

government12 ).

Perbedaan Elemen Anggaran Berbasis Kas dan Anggaran Akrual

1. Pengeluaran untuk biaya tunai ditambah nontunai entity overhead, penyusutan asset

tetap, beban pemeliharaan nontunai dan opportunity cost of capital 31.

2. Dasar pertimbangan penyusunan anggaran diperluas, antara lain pertimbangan dan

keputusan (consideration & judgement) pilihan asumsi dan proyeksi lingkungan

kepemerintahan (external analyis) masa depan, serta arah (terkait GBHN, propenas dll),

strategi (strategic choice) & kebjiakan kepemerintahan (misalnya kebijakan makro

ekonomi).

b. Pengertian Investasi Sektor Publik, dan contohnya Aplikasinya di pemerintahan


Indonesia.

Keputusan Investasi publik diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pogram, kegiatan

dan fungsi mnejadi prioritas kebijakan. Pengeluaran investasi publik harus mendapatkan

perhatian yang lebih besar dibandingkan pengeluaran rutin karena, pengeluaran investasi

memiliki efek jangka panjang, sedangkan pengeluaran rutin berdampak jangka pendek. Kesaslan

dalam pengambila keputusan investasi tidak hanya berdampak pada anggaran tahun berjalan,

namun juga akan membebani annggaran tahun-tahun berikutnya.

Investasi publik memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi.

Penganggaran Modal/ Investasi adalah proses untuk menganalisis proyek-proyek dan

mememutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggran modal / investasi. Agar

mekanisme pengaturan proyek investasi publik dapat lebih efisien dan efektif, maka perlu

dilakukannya anilisis investasi secara mendalam. Analisis investasi berhubungan erat dengan

38
penganggaran fungsional, alokasi sumberdaya, dan praktek manajemen keuangan di sektor

publik. Program investasi sektor publik merupakan bentuk dari dual budgeting, yaitu pemisahan

anggaran modal / investasi dari anggaran rutin.

Aspek Kelayakan Investasi

Dalam perencanaan dan analisis investasi harus dipertimbangkan beberapa aspek yang

secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat adanya

suatu investasi tertentu. Yaitu :

1. Aspek Teknis

Aspek teknis merupakan bagian penting dari analisis investasi yang harus

dipertimbangkan. Jika suatu usulan investasi sudah tidak layak dilihat dari aspek

teknisnya, maka usulan tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak.

2. Aspek Sosial dan Budaya

Untuk melaksanakan suatu proyek maka perlu mempertimbangkan implikasi

social yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Aspek social budaya ini menyangkut

pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan merata, sehingga mampu

memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Aspek ini juga mencakup aspek legal

dan lingkungan. Suatu proyek investasi yang akan dilakukan harus mempertimbangkan

aspek legalitas dan dampak lingkungan yang merugikan.

3. Aspek Ekonomi dan Finansial

Pertimbangan aspek ekonomi meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu proyek

yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan

perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam

39
menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang digunakan. Berdasarkan perencanaan

anggaran, keputusan-kuputusan mengenai efisiensi proyek secara finansial, solvabilitas,

dan likuiditas perlu dipertimbangkan.

4. Aspek Distribusi

Keputusan investasi merupakan keputusan yang perlu dikaitkan dengan masalah

distribusi pelayanan public secara adil dan merata. Untuk itu perlu diketahui siapa yang

akan menerima manfaat atau keuntungan yang dihasilkan dari proyek investasi; darimana

mendapatkan modal untuk melaksanakan proyek, apakah dari public revenue atau oleh

individu;apakah terdapat pajak penghasilan atau tidak; apakah proyek dijalankan oleh

public agencies atau oleh individu. Aspek distribusi terkait dengan keadilan dan

persamaan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan public (equity & equality).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Publik

Factor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis investasi public adalah :

1. Tingkat diskonto yang digunakan.

2. Tingkat inflasi.

3. Risiko dan ketidakpastian.

4. Capital rationing.

Tingkat Diskonto

Tingkat diskonto mengklasifikasikan tingkat keuntungan (rate of return) yang

diperoleh dari suatu proyek dengan tingkat risiko tertentu. Jika suatu proyek tidak

memberikan keuntungan yang disyaratkan (required rate of return), maka proyek tersebut

harus ditolak. Penghitungan tingkat diskonto merupakan bagian yang cukup kompleks

40
dalam analisis investasi. Pada sektor swasta terdapat dua sumber pendanaan, yaitu

pembiayaan modal (equity finance) dan pembiayaan utang (debt finance). Keuntungan yang

diperoleh para kreditor berupa pembayaran bunga utang, sedangkan investor memperoleh

keuntungan berupa deviden dan gain atas saham yang dimilikinya. Pembiayaan hutang

memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pembiayaan modal sehingga

kreditor akan meminta tingkat kembalian (rate of return) yang lebih rendah dibandingkan

dengan investor karena resiko investasi berbanding lurus dengan return investasi. Semakin

tinggi risiko investasi, maka return yang diharapkan juga semakin tinggi. Di samping itu,

pembiayaan utang memiliki biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan pembiayaan modal.

Biaya utang (cost of debt) lebih murah dibandingkan dengan biaya modal sendiri (cost of

equity) karena pembayaran bunga utang merupakan biaya yang mengurangi pajak.

Antara biaya dan manfaat terjadi pada titik waktu sebelum berbagai alternatif investasi

diperbandingkan untuk ditentukan investasi mana yang akan dilakukan. Untuk tujuan

analisis biaya manfaat, maka perlu digunakan tingkat diskonto sosial (social discount rate).

Pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menyatakan social discount rate

sebagai suatu tingkat yang merefleksikan preferensi masyarakat terhadap manfaat saat ini

atas manfaat yang akan diterima di masa yang akan datang, atau disebut social time

preference rate (STPR). Masalah yang muncul adalah bahwa alasan memilih manfaat

sekarang (current benefit) mungkin dipengaruhi oleh penilaian individu yang menilai terlalu

rendah (understimate) manfaat yang akan diperoleh di masa depan. Asumsi dalam

pendekatan ini adalah generasi mendatang akan lebih sejahtera dari pada generasi sekarang.

Oleh karena itu dilakukan pengurangan terhadap kebutuhan benefits yang tersedia.

41
Penggunaan analisis berdasarkan SOCR adalah bahwa sumber daya yang digunakan

untuk melakukan investasi di sektor publik terbatas dan sumber daya itu tidak tersedia untuk

digunakan di tempat lain.

Satu pemecahan untuk membatasi social discount rate adalah dengan menggunakan

proses pendiskontoan, artinya biaya dan manfaat diharapkan berubah pada tingkat

kembalian investasi yang sama sebagai perubahan dalam kebutuhan tingkat harga harga

umum (general price levels). Hal ini merupakan pendekatan yang diadopsikan pemerintah

yang menyarankan bahwa discount rate yang digunakan pada investasi sektor publik harus

dinilai dengan pengujian social discount rate.

Inflasi

Semakin tinggi tingkat inflasi, semakin rendah nilai riil keuntungan dimasa depan

yang diharapkan (expected future return) sehingga semakin tinggi tingkat keuntungan yang

disyaratkan. Inflasi yang tinggi menyebabkan required rate of return semakin tinggi.

Risiko dan Ketidakpastian

Required rate of return akan semakin tinggi jika risiko investasi naik. Ketidak pastian

ekonomi dan hukum, kekacauan sosial-politik, tidak adanya jaminan keamanan, dan

kebijakan yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko investasi. Terjaminya keamanan

berinvestasi, penegakan hukum dan demokrasi, terjaminnya property right dan contrct right

dapat menurunkan risiko investasi.

Capital Rationing

Adalah keadaan ketika organisasi menghadapi masalah investasi. Perankingan dapat

dilakukan dengan menggunakan rasio manfaat/biaya atau dapat menggunakan model

42
pemrograman linear. ketersediaan dana untuk melakukan pengeluaran investasi. Oleh karena

itu harus dilakukan perankingan.

Perbedaan Investasi Sektor Publik Investasi Sektor Privat


Penanaman modal jangka panjang dalam Pengeluaran yang dilakukan secara
Definisi rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas occasionally atau pada saat tertentu
pelayanan public. yang sifatnya jangka panjang.
Terkait dengan peningkatan kualitas dan Terkait dengan usaha pencapaian
kuantitas pelayanan public yang meliputi tujuan organisasi, biasanya profit
penyediaan atau penambahan kapasitas oriented. Dapat bertujuan untuk
Ruang
fasilitas public. ekspansi atau pengadaan barang
Lingkup
yang dapat meningkatkan
produktivitas dan efisiensi
perusahaan.

Contoh Investasi Pemerintah Deposito, Sertifikat Bank Indonesia, Surat utang dan

obligasi BUMN/BUMD, Penyertaan pada BUMN/BUMD, Penyertaan pada badan usaha lainnya.

Bastian, Indra, 2006, Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar , Jakarta. Erlangga.

Bastian, Indra, 200, Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintahan Daerah di Indonesia
, Jakarta. Erlangga.

Delianoor. 2008, Sistem Pemerintahan Indonesia Pra dan Pasca Amandemen UU 1945.

Hoesada, Jan. Jurnal Akuntansi/Tahun XIV, No. 01, Januari 2010: 113-124

Halim, Abdul. 2008. Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi III. Jakarta. Salemba Empat

Halim, Abdul, dan Restianto yanuar dan Wayan karman, 2010. Sistem Akuntansi Sektor
Publik . Edisi Pertama. Yogyakarta: STIM YKPN.

Mahmudi. 2010. Manajemen Keuangan Daerah.Jakarta. Erlangga.

Mardiasmo.2009. Akuntansi Sektor Publik. Edisi IV. ANDI. Yogyakarta.

43
Sholihin, dadang. 2008. Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas
Latihan Keuangan Daerah, Jakarta : Diklat LPEM-FE UI.

Suwardjono. 2002. Akuntansi Pengantar, 1 Proses Penciptaan Data Pendekatan Sistem, Edisi
III, BPFE.

IAI. 2008. Sukseskan Kepengurusan IAI Wilayah Jakarta, Edisi No. 11/TahunII/Sepetember
2008.

http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2178681-persamaan-dan-perbedaan
akuntansi-pada/#ixzz2PvgnqXn5

http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_Sektor_Publik

http://intanghina.wordpress.com/2009/04/25/akuntansi-pemerintahan/

http://www.kajianpustaka.com/2013/01/pengertian-dan-konsepakuntansi.html#ixzz2LTMcBLvx

44