You are on page 1of 2

Pemetaan tempat dari virus Herpes tunggal tipe glikoprotein D yang disisipkan dan pengaruh

reseptor pengguna gD dan gB

Qing Fan1, Sarah Kopp1, Sarah A. Connolly2, William J. Muller3 & Richard
Longnecker1

Glikoprotein D(gD) dari virus herpes sederhana tipe 1 (HSV-1) adalah satu dari empat
glikoprotein yang diperlukan untuk masuknya HSV dan fusi sel. Tujuan pembelajaran ini
adalah untuk menentukan kekenyalan dari gD untuk tahan terhadap sisipan atau penghilangan
mutasi dan untuk mengkonstruksi sebuah oncolitik HSV-1 yang memanfaatkan
disialoganglioside GD2 sebagai reseptor masuk HSV-1. Kami menemukan bahwa N-terminus
dari gD tahan terhadap sisipan panjang, dimana sisa berdekatan ke gD Ig-seperti- tipe V-
kerucut tahan terhadap sisipan pendek, bisa sampai 15 asam amino tetapi tidak sampai 60
asam amino. Rekombinan HSV-1 mengandung ch14.18 rantai tunggal fragmen (scFv) di N-
terminal dari gD gagal untuk jalan masuk, sejak ch14.18 scFv-gD ikatan Fc ke neuroblastoma
cell mengekspresikan GD2. Akhirnya, kami menemukan bahwa hyperfusogenic gB mutan
meninggikan fusi ke level yang tinggi dengan gB reseptor berikatan immunoglobin-seperti
tipe 2 alfa (PILRa) kemudian dengan gD reseptor HVEM dan nektin-1. Hyperfusogenik gB
bisa memulihkan fungsi fusi dengan PILRa ketika sebuah gD mengandung hanya profusion
domain (PFD), berpikir bentuk hyperfusogenik gB mungkin meregulasi fusi dari PILRa
lewat sebuah ide mekanisme akhir gH/gL dan Gd PFD.

***

Glikoprotein D (gD) dari virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) adalah salah satu
dari empat glikoprotein penting untuk
entri HSV dan fusi sel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan
plastisitas gD mentolerir
penyisipan atau penghapusan mutasi dan untuk membangun sebuah oncolytic
HSV-1 yang memanfaatkan disialoganglioside yang
GD2 sebagai HSV-1 reseptor entri. Kami menemukan bahwa N-terminus dari gD
mentolerir sisipan panjang, sedangkan
residu berdekatan dengan gD Ig-seperti V-tipe inti ditoleransi sisipan pendek
(sampai dengan 15 asam amino), tetapi
tidak lebih besar dari 60 asam amino. Rekombinan HSV-1 yang berisi ch14.18
variabel rantai tunggal
fragmen (scFv) di N-terminus dari gD gagal memediasi masuknya, meskipun
ch14.18 scFv-gD
chimera Fc terikat sel neuroblastoma mengekspresikan GD2. Akhirnya, kami
menemukan bahwa gB hyperfusogenic
mutan ditingkatkan fusi untuk tingkat yang lebih besar dengan gB reseptor tipe
imunoglobulin-seperti dipasangkan
2 reseptor alpha (PILR) daripada dengan reseptor gD HVEM dan nectin-1.
Hyperfusogenic gB bisa mengembalikan
fungsi fusi dengan PILR ketika gD dibangun hanya berisi "profesi domain"
(PFD),
menunjukkan bentuk hyperfusogenic dari gB dapat mengatur fusi PILR melalui
mekanisme baru melalui
gH / gL dan gD PFD.

mutagenesis sebelumnya dan studi struktural gD telah mengusulkan model di


mana C-terminus dari
gD ectodomain lipatan kembali pada dirinya sendiri untuk menghambat situs
reseptor-mengikat gD12. Setelah HSV-1 mengikat untuk menargetkan
sel, reseptor mengikat gD menggantikan C-terminus dari ectodomain gD dan
perubahan konformasi
mungkin sinyal glikoprotein lainnya untuk menengahi fusion. Infektivitas dari gD
HSV-1 kurang dapat dikembalikan dengan
penambahan gD larut eksogen, tetapi hanya jika residu C-terminal dari
ectodomain gD (P261-P305)
yang hadir dalam bentuk larut. Dengan demikian, wilayah C-terminal dari
ectodomain gD telah disebut gD
profesi domain (PFD) 13. Sebagian besar PFD kaya prolin tidak diselesaikan
dalam kristal structures12,14,15 gD.
Coimmunoprecipitation percobaan menunjukkan bahwa gH / gL dan gB dapat
berinteraksi dengan gD PFD16. Sebelumnya,
kami menunjukkan interaksi fungsional antara gD dan gH / gL menggunakan
glikoprotein masuknya primata yang
saimiriine herpesvirus 1 (SaHV-1) 17,18.

Tujuan asli dari studi kami saat ini adalah target ulang HSV-1 untuk
neuroblastoma sebagai pilihan terapi untuk
kanker ini. Neuroblastoma adalah kanker paling umum pada bayi dan
ekstrakranial yang paling umum padat
kanker pada childhood19. HSV-1 gD telah digunakan untuk tropisme sel
penargetan ulang dengan membangun rekombinan HSV di
yang gD menyatu dengan ligan heterolog yang dapat berinteraksi dengan
reseptor spesifik tumor pilihan. menggunakan ini
Pendekatan, HSV-1 telah Ditargetkan Ulang ke IL13R 2 receptor20, epidermis
manusia faktor pertumbuhan reseptor

Virus herpes ssederhana tipe 1 (HSV-1) adalah sebuah virus herpes-alfa yang secara jelas
karena luka pada selaput lendir di ulut dan terkadang karena kerusakan berat pada
meningithis atau encephalitis. Empat glikoprotein penting (Gd, gB,gH, dan gI) dibutuhkan
untuk masuknya HSV-1 kedalam sel. Glikoprotein D adalah reseptor pengikat protein dan dia
mengikat ke reseptor untuk mengaktifkan heterodimer gH/gI untuk memicu gB untuk
memediasi fusi oleh virus dan membran sel. Reseptor untuk HSV-1 gD termasuk nektin-1,
media herpes virus masuk (HVEM) dan sebuah modifikasi dari heparan sulfat. Bagian
immunoglobin seperti type 2 reseptor alfa (PILRa), sebuah pengikat HSV-1 gB juga bisa
dibilang sebangai media fusi HSV-1.