Вы находитесь на странице: 1из 24

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PADA NY. N DENGAN GANGGUAN HALUSINASI PENDENGARAN


DI RUANG 1 ARIMBI RSJD AMINO GONDOHUTOMO

Disusun Oleh :
Adina Syafaatul Udhma
1416000341

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2017
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
PADA NY. N DENGAN GANGGUAN HALUSINASI PENDENGARAN
DI RUANG 1 ARIMBI RSJD AMINO GONDOHUTOMO

Telah disahkan
pada tanggal : Maret 2017

Mengetahui

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

(..) (.)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2017
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Nama : Adina Syafaatul Udhma
NIM : 1416000341
Instansi : Universitas Pekalongan

A PENGKAJIAN
1 Identitas Klien
- Inisial klien : Ny.N
- Umur : 34 Tahun
- Tanggal lahir : 10 Juni 1983
- Jenis Kelamin : perempuan
- Alamat : Pemalang
- Agama : Islam
- Pendidikan : SMP
- Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
- Tgl Dirawat : 16/2/2017 jam 13.30 WIB.
- Tgl Pengkajian : 02/3/2017
- Ruang Rawat : R.1 Arimbi
- No. RM : 00117668
- Diagnosa Medik : Shizofrenia tak terinci.

Identitas Penanggung jawab


- Nama : Tn. S
- Umur : 40 Tahun.
- Alamat : Pemalang
- Hubungan : Suami

I Alasan Masuk
Berdiam diri, bicara sendiri, keluyuran pada malam hari dengan menangis.
II Faktor Predisposisi
1 Ds: Klien mengatakan pernah masuk rumah sakit pada 5 tahun silam.
Pada tahun 2012 klien dibawa ke RSDJ Amino Gondo Hutomo Semarang
dengan diagnose gangguan halusinasi visualisasi. Klien mengatakan
sering melihat cahaya pada malam hari dengan bentuk menyerupai orang.
Setelah itu klien tertawa sendiri dan berteriak- berteriak dengan tidak
jelas.
2 Pengobatan sebelumnya
Ds: Pada tahun 2012, setelah menjalani pengobatan selama 3 minggu
klien diperbolehkan pulang karena keadaannya sudah berlangsung
membaik.
Masalah keperawatan: halusinasi penglihatan/ visual
3 Ds: klien mengatakan dalam silsilah keluarganya terdapat garis keturunan
yang mengidap kelainan jiwa yaitu ibu klien. Ibu klien pernah mengalami
gangguan jiwa yaitu depresi pada tahun 2012. Awal halusinasi, klien
sering disuruh oleh tetangga atau orang tua, namun klien sering menolak
akibat dari seringnya menolak atau membantah klien sering di marahi
oleh ayah klien dan kurang mendapat perhatian dari tetangga. Karena
perasaan tersebut klien menjadikanya sebagai beban dan pikiran dan terus
menerus sampai bicara sendiri pada malam hari klien selalu dibisiki oleh
kata-kata yang menyalahkan klien. Selain itu klien mengatakan pernah
mengamuk dan melempar kaca rumahnya sampai pecah karena ayah klien
selalu marah kepada klien dengan kondisi klien yang saat ini.
Maslah keperawatan : resiko mencederai diri sendiri dan orang lain.
III Pemeriksaan Fisik
1 Tanda-tanda vital : TD: 120/90 MmHg, Nadi: 80x/ menit, Suhu: 36 oC
, Pernafasan: 18 X/menit.
2 Ukuran : TB: 150cm BB: 55kg
3 Keluhan fisik : Klien mengatakan tidak mempunyai keluhan fisik.
Masalah keperawatan :-
IV Psikososial
1 Genogram (lihat petunjuk)

Ket:
= Perempuan
= Laki-laki
= Tinggal dalam satu rumah
= Klien

X = Meninggal
- klien tinggal satu atap bersama orang tua, adik, suami dan anaknya ,
klien mempunyai 3 saudara , 2 laki-laki dan satu adik perempuan, di
dalam keluarganya klien di asuh oleh orang tua kandungnya sendiri
pola asuh yang didapat klien bersifat demokratis, dalam mengasuh
orang tua bertindak adil dan sama rata dalam memberikan kasih sayang,
komunikasi klien dengan orang tua dan saudara-saudaranya terjalin
dengan baik, akan tetapi karena klien mengalami gangguan jiwa orang
tua klien cenderung mendiamkan, dalam keluarga yang bertindak
sebagai pemutus masalah adalah orang tua klien yaitu ayah klien.
Namun jika klien sendiri yang mempunyai masalah klien tidak mau
mengungkapkan.
- Masalah keperawatan : -
2 Konsep diri
a Citra dan Gambaran diri
Klien mengatakan bersyukur dengan kondisi tubuhnya. Klien
mengatakan bagian yang disukai dari tubuhnya adalah lengan klien
yang dianggapklien berotot.
Masalah Keperawatan : -
b Identitas diri
Klien mengatakan berjenis kelamin perempuan, klien mengatakan
sedah menikah dan mempunyai 1 anak perempuan
Masalah keperawatan : -
c Peran diri
Klien mengatakan ia adalah seorang ibu rumaht tangga. Peran
Klien dirumah adalah sebagai anak dan istri, tetapi sekarang tidak
bisa bekerja karena sakit.
Masalah keperawatan : -
d Ideal diri
Setelah keluar dari rumah sakit, klien ingin kembali berkumpul
bersama anak dan keluarganya
Masalah keperawatan : -
e Harga diri
Klien mengatakan Klien merasa tertekan di dalam keluarganya
dan klien merasa malu, klien jarang bergaul dengan teman
tetangganya, klien mengatakan jarang keluar rumah. Itu terjadi
karena klien merasa hidupnya selalu tidak berkecukupan dan
susah.
Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : Harga Diri
Rendah
f Hubungan sosial
Klien mengatakan sering ngobrol sendiri dan menyalahkan dirinya
sendiri karena merasa bersalah, klien juga mengatakan sering
mendengar suara yang menyalahkan klien. Dalam masyarakat klien
jarang mengikuti kegiatan dan besosialisasi dengan masyarakat
karena klien merasa malu dengan dirinya sendiri.
Masalah keperawatan : -
g Spiritual
Klien mengatakan beragama islam, klien mengatakan jarang
menjalankan ibadah sholat, biasanya klien sholat pada waktu
magrib dengan dibarengi sehabis klien mandi sore.
Masalah Keperawatan : -
3 Status Mental
aPenampilan
Penampilan klien bersih, berpakaian dengan sesuai, berganti pakaian
sehari sekali, rambut klien dipotong tipis.
Masalah Keparawatan : -
bPembicaraan
Klien berbicara dengan jelas dan lancar, bahasa yang digunakan
klien adalah bahasa indonesia.
Masalah keperawatan : -
c Aktivitas motorik
Klien pada saat di wawancara pandangan fokus, dan memperhatikan
saat diberikan pertanyaan.
Masalah keperawatan : -
dAlam perasaan
Klien terlihat sedihdan selalu mengatakan ingin cepat pulang, ingin
bertemu dengan anaknya dan ingin berkumpul dengan keluarga
Masalah keperawatan : -
e Afek
Afek klien tumpul, Pandangan klien fokus, saat diajak berbicara
klien memperhatikan. Afek klien sesuai dengan stimulus yang
diberikan, saat bercerita tentang penyakit serta masalah yang
dipikirkan klien menunjukkan ekspresi wajah sedih.
Masalah Keperawatan : -
fInteraksi selama wawancara
Klien kooperatif, kontak mata baik dan pandangan mata fokus.
Klien mau meceritakan masalah yang dialaminya.
Masalah keperawatan :-
gPersepsi
Klien mengatakan mengalami halusinasi dalam pendengaranya
yakni selalu dibisiki oleh kata-kata yang klien dengar menarilah,
marah, diam saja biasanya klien mendengarkan kata- kata tersebut
pada waktu malam hari menjelang tidur, klien mengatakan setelah
mendapatkan bisikan seperti itu klien cenderung diam
Masalah keperawatan : gangguan persepsi halusinasi
pendengaran.
hIsi pikir
Klien mengatakan takut jika suara tersebut didengar lagi, klien
mengatakan suara yang terdengr terkadang perempuan dan
terkadang laki-laki.
Masalah keperawatan : perubahan proses pikir
iproses pikir
Klien mampu menjawab dengan cepat dan tanggap setiap diberikan
pertanyaan dalam pembicaraan.
Masalah keperawatan : -
jTingkat kesadaran
Klien sadar penuh (composmentis), pandangan mata fokus.
Orientasi tempat, waktu dan orang cukup baik terbukti klien dapat
menjelaskan bahwa dirinya sedang berada dirumah sakit jiwa dank
lien mengatakan bahwa dirinya sedang sakit.
Masalah keperawatan : -
kMemori
Daya ingat jangka panjang klien cukup baik, klien dapat mengingat
tahun lahirnya yaitu pada 10 Juni 1983 tanpa melihat gelang yang
dipakainya. Daya ingat jangka pendek klien baik, klien dapat
mengingat kapan dirinya terakhir makan, minum, mandi, dan
beraktivitas lainya seperti tidur, nonton tv, dan bercengkrama
dengan teman di ruangan. Daya ingat saat ini klien baik, klien
mampu mengingat nama-nama beberapa teman satu kamarnya serta
dapat menyebutkan nama perawat yang ada diruang 1.
Masalah keperawatan : -
l `Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien tidak mudah beralih, klien mampu berkonsentrasi dengan
baik.Klien dapat menghitung penjumlahan 4 + 4= 8 beberapa
perkalian seperti 5x5 = 25.
Masalah keperawatan : -
m Kemampuan penilaian
Klien dapat mengambil keputusan yang sederhana, saat diberikan
pilihan mau istirahat atau menonton tv, klien lebih memilih
menonton tv dan mengobrol dengan perawat, karena klien merasa
senang jika ada yang mengajaknya mengobrol.
Masalah keperawatan :-
nDaya tilik diri
Klien mengatakan dirinya berada di Rumah Sakit Jiwa.
Klien mengatakan dirinya dibawa ke rumah sakit jiwa suka
keluyuran dan tidak bisa tidur, Berdiam diri, bicara sendiri,
keluyuran pada malam hari dengan menangis karena mendapat
bisikan yang menyalahkan klien.
Masalah keperawatan : gangguan halusinasi pendengaran.

V Kebutuhan Persiapan Pulang


a Makan
Bantuan minimal, klien makan 3 kali sehari dengan menu yang di
sediakan dari Rumah Sakit, saat makan klien habis 1 porsi dan
terkadang klien minta menambah porsi yang diberikan oleh perawat,
klien makan dengan menggunakan sendok, klien mengatakan sesekali
merasa bosan dengan masakan yang ada dirumah sakit dan menurut
dia masakan yang disediakan beraroama tidak menggugah selera.
Masalah Keperawatan : -
b BAB/BAK
Klien dapat beraktivitas toileting dengan sendiri dan membersihkanya
dengan bersih .
Masalah keperawatan : -
c Mandi
Sebelum di RS, klien mandi 2x sehari, rapi dan bersih.
Selama di Rumah Sakit, klien mandi 2x tubuh klien cukup bersih,
tidak bau.
Masalah Keperawatan : -
d Berpakaian/berhias
Klien mampu mengenakan pakaian sendiri secara tepat, pakaian sesuai
dengan pasangannya.
Masalah Keperawatan : -
e Istirahat dan Tidur
Menurut klien, selama di Rumah Sakit sehari klien tidur selama + 8
jam, tidur malam mulai sekitar jam 20.00 04.00 WIB. klien akan
tidur jika merasa ngantuk, klien selalu tidur siang dengan alasan
istirahat.
Masalah Keperawatan : -
fPenggunaan obat
Selama di Rumah Sakit klien mendapat obat oral pesperidone 1x 2 mg,
dan clorpromazine 1x 100 mg.
Setelah diberi obat oleh perawat, Klien dapat meminum obat sendiri.
Masalah Keperawatan : -
g Pemeliharaan kesehatan
Klien memerlukan perawatan lanjutan, dan sistem kesehatan
pendukung. Klien mengatakan jika nanti saya pulang saya akan rajin
ibadah dan control untuk proses penyembuhanya
Masalah keperawatan : -
h Kegiatan di dalam rumah
Ketika di rumah, klien mampu bekerja, nonton tv, kadang membeli
diwarung.
Masalah keperawatan : -
i Kegiatan diluar rumah
Klien mengatakan kalau di luar rumah ingin ber-interaksi/ngobrol
dengan tetangga tetapi klien merasa malu dengan keadaan yang
dialaminya.
Masalah keperawatan : isolasi social menarik diri
VI Mekanisme Koping
Mal adaptif : Ketika menghadapi masalah, klien cenderung diam dan tidak
menceritakan masalahnya ke orang lain, ketiak klien mendengarkan
bisikan yang menyalahkan dirinya klien diam diri dan merenung,
terkadang Klien keluyuran tidak bisa tidur , dan terkadang menangis dan
berteriak tidak jelas.
Masalah keperawatan : -
VII Masalah Psikososial dan Lingkungan
Saudara, dan keluarga klien mendukung klien. Pasien berhubungan baik
dengan lingkungan sekitar di rumah sakit. Pendidikan terakhir klien adalah
SMP.
Masalah keperawatan : -
VIII Pengetahuan
Klien mengetahui sakitnya yaitu sering mendapat bisikan yang dirinya
dengar menarilah, marah, diam saja, klien menanggapinya dengan diam
dan menangis.
Masalah keperawatan : gangguan halusinasi pendengaran
IX Aspek Medik
a Diagnosa Medik : Skizofrenia tak terinci
b Terapi medik : Resperidone 1 x 2 mg
Chropromazine 1 x100 mg

X Resiko mencederai diri sendiri, Orang lain dan lingkungan


Akibat
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi Core
problem
Isolasi sosial menarik diri
XI Analisa Data penyebab

Tggl/ DATA FOKUS MASALAH


Jam
28/2/17 DS : Halusinasi pendengaran
Jam Klien mengatakan selalu dibisiki oleh
10.00 kata-kata yang menyalahkan klien
WIB menarilah, marah, diam saja biasanya
klien mendengarkan kata- kata tersebut
pada waktu malam hari menjelang tidur,
klien mengatakan setelah mendapatkan
bisikan seperti itu klien cenderung diam
dan merenungi kata-kata tersebut,
terkadang klien sampai menangis.
DO:
Klien terlihat bingung, bahasa yang
digunakan jelas, klien terihat ketakutan
saat membayangkan hal tersebut terjadi,
raut muka tegang.
28/2/17 DS : Gangguan konsep diri :
Jam Klien mengatakan Klien merasa Harga Diri Rendah
10.15 tertekan di dalam keluarganya dan
WIB klien merasa malu, klien jarang bergaul
dengan teman sebayanya, klien
mengatakan jarang keluar rumah. Itu
terjadi karena klien merasa hidupnya
selalu tidak berkecukupan dan susah.
DO :
Klien fokus, tampak sedih dan tegang
28/2/17 DS : Resiko mencederai diri
Jam klien mengatakan pernah mengamuk sendiri dan orang lain.
10.15 dan melempar kaca rumahnya sampai
WIB pecah karena ayah klien selalu marah
kepada klien dengan kondisi klien yang
saat ini.
DO :
Wajah kien tegang, pandangan focus,
bicara jelas.

XII Masalah Keperawatan


a Halusinasi pendengaran
b Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah
c Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain.
XIII Rencana Keperawatan

Tgl No Dx Perencanaan
Dx Keperawtan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasionalisasi
28 1. Gangguang TUM: Klien 1. Setelah 5x interaksi klien 1. Bina hubungan saling Bila sudah terbina hubungan
Feb persepsi dapat menunjukkan tanda-tanda percaya dengan saling percaya diharapkan klien
ruar sensori: mengontrol percaya kepeda perawat : menggunakan prinsip dapat kooperatif, sehingga
i halusinasi halusinasi yang Ekspresi wajah komunikasi terapeutik : pelaksanaan asuhan keperawatan
201 dengar dialaminya bersahabat Sapa klien dengan dapat berjalan dengan baik.
7 berhubungan Tuk 1 : Menunjujkkan rasa ramah baik verbal
dengan Klien dapat senang maupun non verbal
menarik diri. membina Ada kontak mata Perkenalkan nama,
hubungan saling Mau berjabat tangan nama panggilan dan
percaya Mau menyebutkan tujuan perawat
nama berkenalan
Mau menjawab Tanyakan nama
salam lengkap dan nama
Mau duduk panggilan yang
berdampingan disukai klien
dengan perawat Buat kontrak yang
Bersedia jelas
mengungkapkan Tunjukkan sikap jujur
masalah yang dan menepati janji
dihadapi setiap kali interaksi
Tunjukkan sikap
empati dan menerima
apa adanya
Beri perhatian kepada
klien dan perhatikan
kebutuhan dasar klien
Tanyakan perasaan
klien dan masalah
yang dihadapi klien
Dengarkan dengan
penuh perhatian
ekspresi perasaan
klien

Tuk 2 : 2. Setelah 5x interaksi 2.1. Adakan kontak sering Kontak sering dan singkat
Klien dapat klien menyebutkan: dan singkat secara selain upaya membina
mengenal o Jenis bertahap hubungan saling percaya,
halusinasinya o Isi 2.2. Observasi tingkah laku juga dapat memutuskan
o Waktu klien terkait dengan halusinasi.
o Frekuensi halusinasinya, jika Mengenal perilaku pada saat
o Perasaan menemukan klien yang halusinasi timbul,
o Situasi dan kondisi sedang halusinasi : memudahkan perawat
yang menimbulkan Tanyakan apakah klien dalam melakukan
halusinasi mengalami sesuatu intervensi.
o Respons (halusinasi Mengenal halusinsi
dengar/lihat/penghidu/r memungkinkan klien untuk
aba/kecap) menghindarkan factor
Jika klien menjawab pencetus timbulnya
ya, tanyakan apa yang halusinasinya.
sedang dialaminya Dengan mengngetahui
Katakana bahwa waktu, isi dan frekuensi
perawat percaya klien munculnya halusinasi
mengalami hal mempermudah tindakan
tersebut, namun keperawatan yang akan
perawat sendiri tidak dilakukan perawat.
mengalaminya (dengan Untuk mengidentifikasi
nada bersahabat tanpa pengaruh halusinasi pasien.
menuduh atau
menghakimi)
Katakan bahwa ada
klien lain yang
mengalami hal yang
sama
Katakan perawat akan
membantu klien
Jika klien tidak sedang
berhalusinasi klarifikasi
tentang adanya pengalaman
halusinasi, diskusikan
dengan klien :
Isi, waktu dan
frekuensi terjadinya
halusinasi (pagi, siang,
sore, malam atau
sering dan kadang-
kadang)
Situasi dan kondisi
yang menimbulkan
atau tidak
menimbulkan
halusinasi
2. Setelah 5x interaksi 2.3.Diskusikan dengan klien Untuk mengetahui koping
klien menyatakan apa yang dirasakan jika yang digunakan oleh klien.
perasaan dan responnya terjadi halusinasi dan Agar klien mengetahui
saat mengalami beri kesempatan untuk akibat dari menikmati
halusinasi : mengungkapkan halusinasi sehingga klien
Marah perasaannya. meminimalisir
Takut 2.4.Diskusikan dengan klien halusinasinya.
Sedih apa yang dilakukan
untuk mengatasi
Senang
perasaan tersebut.
Cemas 2.5.Diskusikan tentang
Jengkel dampak yang akan
dialamunya bila klien
menikmati halusinasinya.
Tuk 3 : 3.1. Setelah 5x interaksi 3.1.Identifikasi bersama klien Upaya untuk memutuskan
Klien dapat klien menyebutkan cara atau tindakan yang siklus halusinasi sehingga
mengontrol tindakan yang biasanya dilakukan jika terjadi halusinasi tidak berlanjut.
halusinasinya dilakukan untuk halusinasi Reinforcement positif dapat
mengendalikan (tidur,marah,menyibukka meningkatkan harga diri
halusinasinya. n diri dll) klien.
3.2. Setelah 5x interaksi 3.2. Diskusikan cara yang Memberikan alternatif
klien menyebutkan cara digunakan klien, pilihan bagi klien untuk
baru mengontrol Jika cara yang mengontrol lingkungan.
halusinasi. digunakan adaptif beri
3.3.Setelah 5x interaksi pujian
klien dapat memilih Jika cara yang
dan memperagakan digunakan
cara mengatasi maladaptive
halusinasi diskusikan kerugian
(dengar/lihat/penghidu/ cara tersebut
raba/kecap) 3.3. Diskusikan cara baru
3.4.Setelah 5x interaksi untuk Memotivasi meningkatkan
klien melaksanakan memutus/mengontrol kegiatan klien untuk
cara yang telah dipilih timbulnya halusinasi : mencoba memilih salah satu
untuk mengendalikan Katakan pada diri cara mengendalikan
halusinasinya. sendiri bahwa ini tidak halusinasi dan dapat
3.5.Setelah 5x pertemuan nyata (saya tidak meningkatkan harga diri
klien mengikuti terapi mau klien.
aktivitas kelompok. dengar/lihat/penghidu/ Member kesempatan kepada
raba/kecap pada saat klien untuk mencoba citra
halusinasi terjadi) yang sudah dipilih.
Menemui orang lain Stimulasi persepsi dapat
(perawat/teman/anggo mengurangi perubahan
ta keluarga) untuk interpretasi realitas klien
menceritakan tentang akibat halusinasi.
halusinasinya.
Membuat dan
melaksanakan jadwal
kegiatan sehari-hari
yang telah disusun.
Meminta
keluarga/teman/peraw
at menyapa jika
sedang berhalusinasi.
3.4. Bantu klien memilih cara
yang sudah diajurkan dan
latih untuk mencobanya.
3.5. Beri kesempatan untuk
melakukan cara yang
dipilih dan dilatih.
3.6. Pantau pelaksanaan yang
telah dipilih dan dilatih,
jika berhasil beri pujian.
3.7. Anjurkan klien
mengikuti terapi aktifitas
kelompok, orientasi
realita, stimulasi
persepsi.
Tuk 4 : 4.1.Setelah 5x pertemuan 4.1.Buat kontrak dengan Untuk mendapatkan bantuan
Klien dapat keluarga, keluarga keluarga untuk keluarga mengontrol halusinasi.
dukungan dari menyatakan setuju pertemuan (waktu,
keluarga dalam untuk mengikuti tempat dan topic) Untuk mengetahui pengetahuan
mengontrol pertemuan dengan 4.2. Diskusikan dengan keluarga dan meningkatkan
halusinasinya perawat. keluarga (pada saat kemampuan pengetahuan
4.2.Setelah 5x interaksi pertemuan keluarga tentang halusinasi.
keluarga menyebutkan kunjungan rumah)
pengertian, tanda dan Pengertian halusinasi Agar keluarga dapat merawat
gejala, proses terjadinya Tanda dan gejala klien atau anggota keluarga lain
halusinasi dan tindakan halusinasi yang berhalusinasi di rumah.
untuk mengendalikan Proses terjadinya
halusinasi. halusinasi Keluarga klien menjadi tahu cara
Cara yang dapat mencari bantuan jika halusinasi
dilakukan klien dan tidak dapat diatasi dirumah.
keluarga untuk
memutus halusinasi :
Obat-obatan
halusinasi
Cara merawat anggota
keluarga yag
halusinasi di rumah
(beri kegiatan, jangan
biarkan sendiri,
makan bersama,
berpergian bersama,
memantau obat-
obatan dan cara
pemberiannya untuk
mengatasi halusinasi)
Beri informasi waktu
control kerumah sakit
dan bagaimana cara
mencari bantuan jika
halusinasi tidak dapat
diatasi di rumah.
Tuk 5: 5.1.Setelah 5x interaksi 5.1. Diskusikan dengan klien Dengan menyebutkan dosis,
Klien dapat klien menyebutkan ; tentang manfaat dan frekuensi dan manfaat obat,
memanfaatkan Manfaat minum obat kerugian tidak minum diharapkan klien
obat dengan baik Kerugian tidak obat, warna, dosis, cara, melaksanakan program
munum obat efek terapi dan efek pengobatan.
Nama, warna, dosis, samping penggunaan Menilai kemampuan klien
efek terapi dan efek obat. dalam pengobatannya
samping obat 5.2. Pantau klien saat sendiri.
5.2.Setelah 5x interaksi penggunaan obat. Program pengobatan dapat
klien 5.3. Beri pujian jika klien berjalan sesuai rencana.
menggunakan obat
mendemonstrasikan Dengan mengetahui prinsip
penggunaan obat dengan benar.
penggunaan obat, maka
dengan benar 5.4. Diskusikan akibat
kemandirian klien untuk
5.3.Setelah 5x interaksi berhenti minum obat
pengobatan dapat
klien menyebutkan tanpa konsultasi dengan
ditingkatkan secara
akibat berhenti minum dokter.
bertahap.
obat tanpa konsultasi 5.5. Ajurkan klien untuk
dokter. konsultasi kepada
dokter/perawat jika
terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.
XIVImplementasi dan Evaluasi
Diagnosa Implementasi Evaluasi Para
f
Gangguang 06 Maret 2017 S: Dina
persepsi Jam 10:00 WIB klien mengatakan:
sensori: SP I : dirinya bernama
halusinasi 1 Membina hubungan Ny.N
dengar saling percaya rumahnya di
berhubunga 2 Mengidentifikasi pemalang
n dengan jenis halusinasi dirinya sering
menarik diri. pasien dibisiki dengan
3 Mengidentifikasi isi kata-kata yang
halusinasi pasien memerintah dirinya.
4 Mengidentifikasi
Halusinasi yang
waktu halusinasi
dialaminya adalah
pasien
halusinasi
5 Mengidentifikasi
pendengaran dengan
frekuensi halusinasi
suara terkadang
pasien
perempuan dan
6 Mengidentifikasi
terkadang laki-laki
situasi yang
menimbulkan Halusinasi yang
halusinasi dalaminya kurang
7 Mengidentifikasi lebih 10 menit dan
respons pasien biasanya terjadi
terhadap halusinasi pada malam hari.
8 Mengajarkan pasien Biasanya jika
menghardik mengalami bisikan
halusinasi seperti itu, klien
9 Menganjurkan selalu merenung
pasien memasukkan menyendiri dan
cara menghardik menangis terkadang
halusinasi dalam berteriak tidak jelas.
jadwal kegiatan Sudah mengerti
harian caranya menghardik
halusinasi jika
halusinasi dating
kepadanya.
Dirinya terbiasa
menghardik jika
halusinasi tersebut
muncul.
O:
Klien bersabat
dengan menunjukan
adanya kontak mata,
berbicara focus,
jelas, dan bahasa
yang digunakan
adalah bahasa
Indonesia.
Klien mau diajak
berjabat tangan
Klien menjawab
salam
Klien duduk
berhadapan dengan
perawat.
Klien mau
menceritakan
tentang isi,
frekuensi, serta
perasaan saat
halusinasi
Klien tampak
mendemonstrasikan
cara Menghardik
halusinasi

A : Masalah teratasi
P:
Lanjutkan Sp II
Bercakap-cakp
dengan orang lain
K: melakukan
kontrol halusinasi
dengan menghardik
2x sehafi setiap
setelah makan dan
istirahat
Gangguang 07 Maret 2017 S: EDI
persepsi Jam 10:00 WIB Klien mengatakan
sensori : SP II : Bercakap-cakp saya tadi malam
halusinasi dengan orang lain mempraktekkan
dengar a Evaluasi kegiatan cara menghardik
berhubunga harian halusinasi, yang
n dengan b Ajarkan Pasien untuk diajarkan oleh
menarik diri. mengontrol perawat, jika ada
halusinasinya dengan suara suara yang
cara bercakap- cakap tidak ada wujudnya
dengan orang lain dan tidak nyata saya
c Masukkan pada jadwal tutup telingga dan
kegiatan, mengontrol bilang pergi-pergi
halusinasi dengan cara jangan ganggu aku,
bercakap-cakap dengan kamu suara palsu.
orang lain Klien mengatakan
mau berlatih
menghardik dengan
cara bercakap-cakap
dengan orang lain
O:
Klien kooperatif,
mau diajak
bercakap-cakap.
Terdapat kontak
mata.
Bahasa yang
digunakan jelas dan
mudah dimengerti.
Klien terlihat
mencoba cara
mengontrol
halusinasinya
dengan cara
bercakap-cakap
dengan pasien yang
lain dan perawat.
A:
Evaluasi kegiatan
harian teratasi.
mengajarkan untuk
mengontrol
halusinasi dengan
cara bercakap-
cakap dengan orang
lain teratasi.
memasukkan jadwal
kegiatan,
mengontrol
halusinasi dengan
cara bercakap-cakap
dengan orang lain
teratasi.
P:
Lanjutkan Sp III
Melakukan aktifitas
yang terjadwal
K: berkomunikasi
dengan teman jika
suara suara tersebut
muncul