You are on page 1of 2

Membentuk Tubuh Ideal

Pernahkah terpikir oleh anda, berapa sesungguhnya kalori yang anda keluarkan setiap
hari dalam gaya hidup anda selama ini? Sebagai ilustrasi coba bandingkan dengan kehidupan
berikut. Setiap pagi kita bangun pukul 06:00. Diselingi membaca koran, ngobrol-ngobrol
dengan istri dan anak, setelah sarapan pagi, segera bersiap pergi kekantor. Tentu saja, tak
harus mengeluarkan keringat untuk berjalan kaki karena kendaraan pribadi selalu tersedia. Di
kantor, kegiatan yang dilakukan adalah cenderung duduk di belakang meja, menghadapi
kertas-kertas kerja atau komputer. Sesekali diselingi oleh rapat, meeting, presentasi dan
sebagainya. Setiap pukul 6 sore pulang dengan sejumlah rutinitas yang siap menyambut.
Membaca buku atau koran, menonton tv, menemani anak belajar, dan kemudian tidur sekitar
pukul 11 malam. Aktivitas seksual dilakukan rata-rata 2-3 kali seminggu.
Mudah-mudahan kehidupan di atas tidak merefleksikan kehidupan pribadi anda. Karena
secara sekilas kita bisa merasakan seberapa kecil aktifitas fisik apalagi olahraga ysng ia
lakukan. Apabila gaya hidup di atas tidak dibarengi dengan diet konsumsi makanan tertentu,
rendah lemak, misalnya.

A. Latihan Fisik
Latihan fisik atau olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
seseorang secara menyeluruh. Metabolisme tubuh akan membaik: segi fisik, mental dan
sosial akan terasaharmonis.
Sebenarnya, latihan fisik tidak harus dengan berolahraga secara khusus. Dalam kasus
Andi di atas, apabila Andi meluangkan waktu 30 menit setiap pagi dan sore untuk
berjalan kaki ke kantor, tentu saja dengan asumsi kantornya dekat, atau naik tangga
dibandingkan naik lift untuk menuju ruang kerjanya di lantai 10, manfaat latihan fisik
akan lebih terasa.
Dalam kaitannya membentuk tubuh ideal, merupakan kunci untuk mempertahankan
berat bdan ideal. Latihan fisik juga menurunkan kadar kolesterol total dan diduga
memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit. Sebagian manfaat tersebut hanya
tampak jika latihan fisik dilakukan secara teratur, dengan formula sederhana, yaitu
frekuensi latihan, porsi, lama latihan dan jenis latihan.
B. Frekuensi
Frekuensi yang dianjurkan adalah 3-5 kali seminggu. Untuk pemula, mulailah dengan
satu atau dua kali seminggu sebelum mencapai frekuensi ideal.

C. Porsi
Ini menunjukkan seberapa berat latihan yang anda lakukan. Misalnya bila anda
memilih lari sebagai olahraga, intensitas berbeda saat anda antara jogging dan sprint atau
lari cepat. Dianjurkan latihan fisik dengan frekuensi denyut jantung 65-85% dari denyut
jantung maksimal. Cara menghitung denyut jantung anda yaitu dengan meletakkan jari
tengah dan telunjuk pada bagian dalam pergelangan tangan di bawah pangkal ibu jari.
Hitung denyut jantung anda selama 10 detik, kalikan 6, sehingga didapat denyut jantung
selama 1 menit.

D. Waktu
Mencerminkan berapa lama anda latihan. Lakukan latihan paling tidak 20-30 menit
sesuai target denyut jantung anda. Diperlukan tambahan kurang lebih 10-15 menit untuk
pemanasan dan pendinginan.

E. Jenis Latihan
Ini berhubungan dengan jenis latihan dan seberapa banyak anda ingin membuang
kalori.

F. Penyebab Kelebihan Berat Badan


Prinsipnya sederhana saja, yaitu kalori masuk lebih besar dari kalori keluar. Akan
tetapi, penyebab ketidakseimbangan ini bisa bervariasi misalnya kecenderungan
metabolisme tubuh seseorang dalam menyerap kalori, pola makan keluarga. Resep
pengendalian kegemukan pun hanya satu: mengatur kalori masuk dan keluar, yaitu
dengan diet dan olahraga.
Kini keputusan ada di tangan anda, untuk mengatur selisih kalori bagi tubuh anda,
yang akan menentukan apakah anda akan langsing atau tidak.

Sumber: Kesehatan Keluarga (Dra. Pratiwi, Msi)