You are on page 1of 9

A.

Infusion pump
1. Pengertian infus pump merupakan alat medis yang dugunakan untuk memberikan
tmbahan zat-zat yang elektrolit yang berupa zat cair ke dalam tubuh pasien dalam
jumlah tertentu melalui vena pasien yang menggunakan sistem pemompaan dan
dilakukan secara terus menerus daam jangka waktu tertentu. Adanya infus pump ini
dapat meringankan kerja perawat seligus mengurangi kemungkinan terjadinya
kesalahan pemberian cairan obat pada pasien, baik ari segi kualitas
(jumlah/banyaknya cairan yang dibutukan), maupun dari segi waktu pemberian infus
yang tidak sesuai. Kesalahan tersebut dapat berakibat fatal bagi pasien karena keadaan
pasien yang sedang dalam pengobata memerlukan cairan sesuai dosis yang ditentukan
sehingga bila kekurangan cairan tersebut akan mengakibatkan gejala penurunan suhu
tubuh pasien secara drastis atau disebut Hypotermia (Arya,2009). Infus pump bekerja
secara elektronik dengan menggunakan mesin pompa untuk memompakan cairan
infus ke dalam tubuh dimana pegendalian pengaturan banyaknya tetesan (yang
dimonitor oleh flow sensor) setelah dilakukan secara semi otomatis. Untuk menghitun
jumlah tetesan infus yang masuk ke dalamtubh pasien digunakan sebuah sensor
phototransistor. Infus pump dilengkapi dengan alarm pendeteksi gelembung udara,
alarm oklusi (pendektsi selang tidak lurus atau tersumbat), alarm pitu terbuka (tidak
terkunci) dan alarm low baterai. Fungsi dari infus pump yaitu mengatur jumlah cairan
atau obat yang masuk ke dalam sirkulasi darah pasien secara langsung melalui vena.
Pemberian cairan pada pasien dikarenakan saat pasien menjalani suatu terapi
penyembuhan dari penyakit yang dideritanya, pasien dalam kondisi tersebut
membutukan tambahan zat-zat elektroloit untuk menggantikan cairan tubuh (NaCI)
yang hilang didlam tubuhnya. Kuantitas infus yang diterima pasien harus sesuai
dengan kebutuhan, sebab hal ini sangat penting untunk membantu proses yang sangat
akurat dan penhitungan yang lebih teliti berdasarkan aturan yang sudah ada untuk
mencega gejala penurunan suhu pasien secara dratis.
2. Jenis pemberian iInfus dengan infus pump
Jenis pembagian infus menjadi dua macam, yaitu: Secara manual dan secara
otomatis.
1. Konstruksi dari infus secara manual terdisi dari:
Botol penampung cairan
Selang penghubung ke pasien
Pengatur lagu aliran

Jarum penusuk ke kulit pasien. Untuk mengatur lagu aliran cairan infus selang
dan roda pengatur pada bagian ontrol lagu airan. Semakin kuat tekanan antara
selang dan roda pengatur aliran maka semakin kecil laju aliran cairan dan
semakin lemah tekanan antara selang dan roda pengatur maka semakin cepat
lagu alran cairan.

2. Konstruksi dari infus secara otomatisterdiri dari:


Botol penampung cairan
Selang penghubung ke pasien
Infus Pump
Jarun menusuk ke kulit pasien. Infus secara otomatis intinya adalah
pengaturan lagu alirannya. Bagian pengtin pada rangkaian infus pump adalah:
Kontroler sensor flowkontroler dalam semua setting dari flow rate, volume.
Sensor flow berfungsi untuk mendeteksi laju aliran yang diberikan ke pasien.
Rangkaian kontrler puat dari seluru kerja infus pump. Setting infus pump
terdiri dari flow rate, volume diberika ke kontroller melalui rangkaian input
key, setting ini berupa nillai logic biner. Input sensor flow dan output sinyal ke
motor drive dalam berupa pulsa. Motor secara otomatis akan menekan selang
pada dinding sehingga lagu aliran cepat atau lanbat tergantung infus pump
settingn yang diberikan. Setalah seluru setting telah diberikan, infus pump siap
untuk distar. Setelah menerima sinyal, kontroler akan mengirim pulsa
kemotor drive sehingga motor bekerja. Sensor akan mendeteksi tetesan dari
botol infus dan mengirim sinya kembali ke motor drive. Kondisi tersebut akan
bberulang terus sehingga cairan infus akan menetes sesuai dengan setting flow
rate. Apabila sensor flow tidak mendeteksi adanya cairan maka kontroler akan
mengirim sinyal.

Alarm occusion yang cairan infus telah habis atau slang tersumbat sehingga tidak ada aliran.

Komponen alat :

Alarm control
Pump sistem
Sensor tetesan
Kontrol gelembung udara
Pengatur jumlah tetesan
Disply
3. Cara kerja alat

Infus pump ini memanfaatkan putaran motor yang berfungsi untuk mengatur lagu aliran
infuse pada selang infuse yang masuk ke dalam tubuh pasien. Sedangkan sensor tetesan
berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya cairan infus yang keluar dari kantong cairan infuse
saat terjadi sumbatan pada selang atau terdapat gelembung pada selang maka sensor
gelembung dan sunbatan akan bekerja sehingga menbunikan alarm.

4. Sistem kerja
Buzzer drive/buzzer volume sebaigai sumber alarm, motor drive circuit akan berbunyi
dan di gunakan sebaigai sumber alarm, motor drive circuit, yang di gunakan pada unit
ini adalah motor stepper untuk motor penggerak,rasio dari motor tersebut adaah
:pk244-01 4v :2 phasa, 1,8% stepp. Tergangan motor akan senantiasa di pilih pada
masing masing kecepatan digunakan untuk menstabilkan output putaran. Prose
kenaikan tegangan motor di lakukan oeh tipe swithching rehulator untuk megurangi
kerugian tegangan yang hiang spesifikasi tegangan yang dapat di pilih yaitu sebanyak
32 step.
Nursel call 1/10 circuit,nurse relay di kontrol oleh sinyal nurse call relay dari CPU
atau signal run out of control stop.
Air line detection circuit, untuk mendeteksi keberadaaan gelembung pada atau selang
pada infus pump, untuk mendeteksi the air in line maka di gunakan ultrasonik sensor.
Delivery, detection circuit, di gunakan untuk mendeteksi berapa besar tetesan yang
sudah di keluarkan atau di berikan tetea pada drip chamber di deteksi dengan infra red
emiting element yang terletak pada drope sensor probe.
Occlusion detection circuit, rangkian ini berguna untuk mendeteksi terjanya
penyumbatan saat terjadi tekanan internal di atur pada bagian terendah dan fingger
unit occlusion plungger yang menggunakan magnet akan mendeteksi posisi yang
berubah di karenaan oleh bergeraknya tabung atau selang.
Door detection circuit, mendeteksi keadaan door dimana akan berdeteksi oleh magnet
yang di paang pada pintu dan semua bagian element di hubungkan dapa display
circuit.
Fail save circuit, berguna untuk mengetahui keadan bekerjanya control circuit dan
display circuit board CPU yang akan di gunakan untuk berkomunikasi dengan bagian
lain pada saat status operasi dengan CPU.
5. Cara pengoperasian
Masukan kabel listrik ke jaringan PI,N 220 volt.
Untuk memulai tekan tombol ON.
Gunakan botol infuse pada tempatnya dan pasang IV setnya.
Pasang drop sensor pada center tabung IV set.(jangan terlalu kebawah atau
keatas).
Buka clemb IV set dan biarkan cairan keluar (priming), dan setelah itu tutp
kembali (pastikan tidak ada gelembung udara pada selang IV set).
Pasang IV set ke dalam pompa infuse melalui jalur jalur yang tetap (jangan
terlalu ketat).
Setelah tombol ON Di tekan unit akan melalukan test post,tunggu beberapa
detik sampai terlihat angka 20 atau 15 pada display.
Pilih jenis dan ukuran IV set yang akan di gunakan dengan cara menekan
tombolnaik atau turun.
Jika pemilihan IV set sudah benar, tekan tombol SELEC, dengan
menggunakan tombol naik atau turun, tentukan jumlah cc dan dengan cara
yang sama tentukan waktu cairan yang akan masuk pasien.
Setelah preset selesai di lakukan, tutup pintu pada panel depan buka clamp
pada IV sct.
Tekan START untuk memulai proses.
Jika terdengar bunyi alarm disertai tukisan DOOR POEN maka buka pintu
dan tutup kembali kemudiantekan tombol start.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan:

Keselamatan pasien, jaringan adanya gelembung udara yang masuk ke dalam


pembuluh darah oleh karena itu perlu pendeteksi gelembung udara.
Jumlah tetean dan kecepatan tetesan harus sesuai dengan kebutuhan (anjuran
dokter).

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Periksa dan lakukan sesuatu uji coba sebelum penggunaan yang


sesunggunya.
Set infusion pump dan terapkan langka-langka kesehatan dengan sangat
teliti.
Selama operasi, perhatikan penguragan volume cairan dalam botol infus
(kontainer).
Perhatikan dengan sekama kemungkinan terjadinya ketidaknormal fungsi-
fungdi alat.
Lakukan uji fungsi secara periodik.

Perwatan alat:


Cek detektor tetesan infusnya baik tidaknya.

Cek kabel power apakah putus atau tidak.

Cek baterai baik tidaknya.

Bersihkan selang penghubung antara infusion pump dengan
cairaninfus apakah tersumbate.
Kalibrasi 1 tahun sekali.
Diamkan selama 15 menit untuk persiapan penggunaanya.
6. Keuntungan dan kerugian:
a. Keuntungan :
Mampu menginfus cairan dalam jumah besardan kecil dengan akurat.
Adanya bunyi alarm menandakan masalah terdapat udara di selang
infus atau adanya penyumbatan.
Mengurangi waktu perawat untuk memastikan kecepatan aliran infus.
b. Kerugian:
Memerlukan selang khusus.
Biaya lebih mahal.
Pompa infus akan di lanjutkan untuk menginfus kecuali ada infiltrasi.

Cara menghitun tetesa cairan infus

Terhadap cara perhitungan untuk menentukan tetesan cairan infus berdasarkan umur dan
waktu.

1. Dewasa (makro dengan 20 tetes/ml)

Tetesan per menit = jumlah cairan x 20 / lama infus x 60.

Lama infus = jumlah cairan x 20 / jumlah tetesan x 60.

B. Smart infusion pump


1. Pengertian smart infusion pump

Definisi smart infusion pump adalah generasi baru peralatan infus yang mulai
diperkenalkan pada bulan mei 2001 yang digunakan untuk keamanan terapi intrvena untuk
perawat. Infus pump dengan wireles atau yang dikenal dengan smart pump ini dilengkapi
dengan sistem berkode dan softwere Dos Trac. Penggunaan kemanpuan berkode yang inik
dan perangkat lunak untuk pemantuan dosis obat yang disebut Dose Trac tersebut dapat
dilengkapi keistimewaan infus pump ini. Kedua fitur keselamatan muyakhir ini menbantu
memastikan obat yang tepat, dengan dosis yang tepat dan diberikan kepada pasien yang tepat.
Sistem Berkode elektronik ini akan memastikan petugas farmasi menyapkan obat yang tepat
untuk diberikan melalui infus pump, sedangkan perangkat lunak (softwere) pemnatau obat
akan menbantu dokter dan perawat memantau penggunaan dan dosis obat yang tepat.

Kemajuan teknoli infus pump dimulai untuk megurangi resiko kesalahan dalam
pemberian obat obatan secara IV. Ada beberapafungsi dari smart infus pump yaitu meliputi
kemanpuan untuk menyimpan petunjuk dan dosis yang tersimpan untuk mengigatkan
klinikan akan kemungkinan kesalahan terapi pengobatan. Data penyimpanan obat obatan
pada infus pump dapat mengizinkan institusi (Rumah Sakit) untuk mengatur batas batas
menyimpannya dalam memori. Jika suatu saat dosis di berikan keluar dari batas tersebut
maka akan ada batas soft-stop infus pump akan bawah dosis tersebut keluar dalam bats
yang di rekomendasikan dan dapat menbuat tanda berhenti dimana jika pengguna tidak
mengikuti masukan yang melibihi batas aturan. Beberapa infus pump juga dapat menyatukan
monitorin pasien dan parameter lainnya seperti umur, kondisi klinik infus pump moderen saat
ini, lebih lanjut lagi infus pump smart dapat menyediakan data pengembangan kualitas yang
berkesinambungan.

Penelitian smart infusion di Brigham and Womens Hospital Tim Vanderveen telah
melakukan uji coba smart infusion ini di rumah sakit wanitaBrigham. Terapi intravena
dikaitkan dengan resiko terbesar yang bisa waktu dan dosis yang bisa diatur akan tetapi tidak
mampu menampilkan penjelasan beberapa hal. Teknologi baru menperkenalkan smart
infusion pump, karena telah dilengkapi softwere untuk berperan dalam checking akhir
menghindari kesalahan pengobatan. Alat ini merupakan integrasi monitorin pasien dengan
sistem kerja teknologi komunikasi, menyediakan comprehensive laporan CQI sekaligus
menyedikan tools analisis untuk preningkatan kegiatan dalam praktik lapangan yang cepay
dapat di akses (Keohanc, Hayes, Saniuk, Rothschild) resiko yang berhubungan dengan terapi
intrvena sangatlah signifikan. Dalam evaluasi pegumpulan data dari 18 rumah sakit pengguna
alat infus cerdas ini kira kira 1 kesalahan per 1000 hari pasien. Dibandingkan dengan system
keselamatan yang lain, lebih cepat mengumpulkan data, sehingga dapat dikatakanbawah alat
ini tidak hanya infus pintar akan tetapi gabungan berbagi type infus, alat monitor pasien dan
jaringan perantra. Teknologo infus dengan system keamanan yang kelas tinggi ini berperan
meningkatkan kinerja unit pelayanan kesehatan.

Mengapa dimanakan smart pump karena:

1. Memilliki delapan profil, atau minimun dapat digunakan pada 8 area.


2. Memiliki daftar obat yang komprehensif diantaranya nama obat, konsentrasi,dosis
unit,batas kecepatan daan volumesetiap profil.
3. Memiliki fungsi untuk memilih pasien baru dan penggunaan.
4. Terdapat display secara kontinyudari nama obat.
5. Indikator batasan dosis.

2. Prinsippenggunaan
Teknoligi infus pintar ini adalah gabungan system mekanik dengan softwere yang
berisi database tentang obat sehingga dapa saat system ini berjalan maka akan
melukukan analisis terhadap program yang di jalankan apakah sesuai data master
yang ada dalam katelog yang telah di input dalam profil. Sebagai contoh dalam
catolog dopamine mungkin memiliki tiga konsentrasi (400mg/250ml;800mg/250 ml
dan 160mg/250ml)dengan batas dosis pemberian misalnya 20 atau 22mcg/kg/min
pada pasien dewasa di ruang ICU. Bila pemrograman yang di berikan pada pasien
melibihi dari dosis yang di pakai sebagai rujukan maka alat ini akan mengeluarkan
alarm, alata ini merekam pemrograman yang dilakuakn dan pemrograman uangan
yang memiliki batas penyimpanan data antara 2 sampai 6 bulan yang dapat di analisis
dalam pengelompokan data per are keperawatan , per hari obat kecanggihan alat ini
menuntuk operator atau programer alat yaitu baik perawat maupun dokter yang
haruds menguasai perintah pemrogramannya.

3. Manfaat penggunaan smart infus pump


Smart infus pump meliputi data penyimpan obat dari institusi. Data
penyimpan ini meliputi data obat, konsentrasi obat, batas bawah dan atas dari dosis
obat, laju infus, unit (untuk obat atau dosis) dan area perawatan klinik. Tim
multidiplin yang meliputi ahli farmasi, perawat dan dokter mengeset dan men-update
data penyimpan obat tersebut berdasarkan panduan dari institus.
Dalam proses pemberian obat melalui infus memiliki kemungkinan terjadi
kesalahan meliputi pembacaan pasaran, menghitun pengobatan, mempersiapakn infus
dan program infus pump. Paling banyak kesalahan jumlah konsentrasi obat, kesalahan
obat untuk infus dan kesalahan mesukkan konsentrasi infus. Smart pump telah disain
untuk mengurangi kesalahan dosis ketika pemberian obat harus melaluijalur IV.
Secara khusus smart Ivpump digunakan di Rumah Sakit pada obat-obat yang
spesifikyang membutuhkan perhitungan dosis lebih spesifik baik lebih besar atau
lebih kecil. Fungsi alat ini adalah mendeteksi apabila cairan didalam infus sudah
menunjukkan tanda-tanda akan habis, maka akan mengrimkan senyal ke pusat kendali
selanjutnya pusat kendali akan mengirimkan respon untuk mengisi kembali.
Meskipun Smart infus pump bervariasi tergantung produsen, langkah-langkah
yang di ambil ketika menggunakan smart infus pump adalah serupa. Ketika anda
menghidupkan alat maka smart infus pump akan meminta anda memasukka data area
perawatan pasien yang kemudiam secara otomatis mengkonfigurasi alat untuk
menyelesuaikan dengan parameter infus pada area perawatan tersebut. Berikutnya
program akan menanpilkan obat yang dimaksudkan dan konsetrasi dari obat tersebut ,
memasukkan dosis dan perintah flow dari infus. Smart infus pump kemudian akan
memeriksa informasi tersebut dengan library yang dimiliki. Jika parametr yang
diprogramkan sesuai dengan data pada library maka smart infus pump akan melalui
kerjanya, namun telah apa yang telah diprogramkan di laur dari yang
direkomendasikan maka smart ifus pumpakan megrluarkan tanda untuk mengingatkan
klinikal akan kesalahan dosis tersebut (HHFG 2009).

Kemanpuan infus ppump ini mendukung 5 prinsip benar dari administrasi


pengobatan : benar obat, benar pasien, dengan benar rute, dengan benar dosis dan bebar
waktu. Smart infus pumpjuga akan menyimpan semua data, tanda, merekam waktu, tanggal,
obat, konsentrasi dan flow infus serta tindakan klinikan.

Smart infis pump memiliki sistem pengaman obat yang disebut sebagai Dosis Error
Reduction (DERS). Sebuah DERS dirancang oleh produsen dan berisi perangkat lunak yang
membantu pengguna wapada terhadap potensi kesalahan dosis sebelum pengiriman obat-
obatan. Secara khusus Smart infus pump memungkinkan rumah sakit untukmengkonfigurasi
perangkat lunak tersebut dengan karakteristik pasien, baik jenis pasien (dewasa atau anak),
jenis perlakukan (onkologi,bedah). Berdasarkan hal diatas rumah sakit dapat menyesuaikan
antara pemilihan obat dengan kebutuhan pasien dengan area perawatannya.

Secara umum manfaat dari smart infus pump adalah (Vanderveen,2007)

1. Mengelanali tanda batas aman


Batas laju infus dalam ml/jam dapat ditambahkan untuk infus tanpa
memerlukan perhitungan manual, seperti nutrisi parenteraltotaIV, emulsi
lemak darah dan konsentrasi insulin. Selain itu dengan memasukkan data
mengenai luas permukaan tubuh, smart IV pump dapat melindungi infus
kemoterapi secara tepat. Bolus dan infus intermitten juga dijaga dengan baik
pada disis total dan waktu infus. Smart infus pum juga dapat meningkatka
pearawat bahwa obat yang sama sudah disuntikkan atau berat badan pasien
melebihi batas pemberian obat.
2. Pemilihan obat sesuai dengan indikasiterakpeutik
Untuk obat-obatn khusus seperti pada kasus stroke,infark miokard,emboli
paru, library obat dapat di atur untukmemugkinkan pemilihan obat sesuai
dengan indikasi terapautik. Setiap kategori terapi dapat memiliki dosis yang
berbeda berdasarkan rekomendasi dari administrasi, selain itu adminitrador
dpat menggunakan teknik lain untun pemantauan dan informasi obat seperti
pemantauan EKG jika laju infus melibihi10 mEq/hr.
3. Kontrol Analgesia
Smart infus pump dapat dikombinasikan untuk pemantauan pernafasan
kontiniu (pulsa oksimeri dan kapnografi non invasis). Informasi mengenai
hubungan yang berhubungan dengan analgesia (Maddox,2006) .
4. Bar-Code obat
Perangkat smart infus dapat membaca bar-code yang diterapka oleh produsen
atau farmasi. Ketika bar code di obat IV dipindai, infus pump secara otomatis
memilih pengobatan yang benar dan konsentrasi (Verderveen ,2006)

4. keuntungan dan kerugian

a) Keuntuungan
Mengurangi beban perawat karena tidak harus menghiung dosis obat secara
manual.
perawat tidak harus memantau pemberian obat berulang-ulang.
b) Kerugian
Biaya yang mahal
Harus di operasikan oleh orang yang sudah ahli.
Pelatihan staff rumah sakit secara berkesinambungan

5. Peran Perawat dalam menggunakan infusion pump


Peran perawat dalam menggunakan infus pump ini harus mengatahui dan pintar
dalam mengoperasikannya caranya perawat bisa mengikuti pelatihan ataupun seminar
tentang alat kesehatan ini. Walaupun perbaharui karena yang namanya teknologi setiap
tahunnya semakin cangghi.

6. Perkembangan infusion pump di Indonesia


Penggunaan smart infus pump di indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan
perkembangannya terkini.. penggunaan infus pump di indonesia hanya sebatas pengaturan
jumlah cairan, Penggunan smart infus pump akan sangat membantu kualitas pelayanan
terhadap pasein, sehingga hal ini diharapkan dapat di implementasikan di rumah-sakit,
Rumah-sakit di Indonesia lebih lanjut diperlukan penelitian mengenai efektifitas
penggunaan smart infus pump agar penggunaannya benar-benar tepat untuk meningkatkan
kualitas pelayanan di indonesia.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada dasarnya infuse pump dan smart infuse pump sama fungsinya perbedaannya yaitu infus
pump mengontrolpenberian cairan infus secara manual sedangkan smart infuse pump
menggunakan sistem komputerisasi atau dengan wirelessehingga dapat mengurangi beban
kerja perawat atena tidak menghitun dosis obat secara manual dan tidak harus memantau
pemberian obat secara berulang ulang. Pada intinya alat kedua ini saganta berpengaru dan
membantu perawat dan dokter untuk menberikan cairan infue secara teratur dan sangat tepat,
maka penggunaan alat ini sangat penting untuk koefisienan dan penhenat waktu dan tenaga.

B. SARAN

Dianjurka untuk pengoperasian alat ini harus dijalankan oleh operator yang mengerti dan tahu
tahap tahap pengoperasiaannya karena prosedur pemasangan infus pump sangat berpengaruh
kinerja infuse pump.