You are on page 1of 5

3.

Bilangan asam

Pada percobaan ini melakukan percobaan yaitu bilangan asam. Bilangan asam adalah ukuran
dari jumlah asam lemak bebas, serta dihitung berdasarkan berat molekul dari asam lemak
atau campuran asam lemak. Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah miligram KOH yang
digunakan Pada percobaan bilangan asam kali ini dilakukan dengan menggunakan 3 sampel
minyak yaitu minyak curah, minyak sawit, dan minyak kelapa.

Minyak curah

Pada percobaan pertama yaitu menimbang sampel minyak curah (berwarnna kuning +++)
dengan menggunakan neraca ohauss dengan teliti sebesar 10 gram. Kemudian dimasukkan ke
dalam erlenmeyer ditambahkan 25 mL etanol (tidak berwarna) larutan menjadi berwarna
kuning. Fungsi penambahan etanol yaitu untuk melarutkan minyak atau lemak agar dapat
bereaksi dengan larutan alkali. Lalu ditambahkan indikator PP (tidak berwarna) sebanyak 5
tetes larutan tetap berwarna kuning. Fungsi penambahan indikator pp yaitu untuk
mengindikasikan asam lemak bebas telah ternetralisir oleh larutan KOH. Kemudian ditirasi
larutan standar KOH 0,1 N (tidak berwarna) larutan menjadi berwarna pink soft. Dihasilkan
volume larutan KOH 0,1 N sebanyak 1 mL. Persamaan reaksinya :

Selanjutnya dihitung bilangan asam menggunkan rumus:

Minyak minyak sawit

Pada percobaan pertama yaitu menimbang sampel minyak sawit (berwarnna kuning ++)
dengan menggunakan neraca ohauss dengan teliti sebesar 10 gram. Kemudian dimasukkan ke
dalam erlenmeyer ditambahkan 25 mL etanol (tidak berwarna) larutan menjadi berwarna
kuning. Fungsi penambahan etanol yaitu untuk melarutkan minyak atau lemak agar dapat
bereaksi dengan larutan alkali. Lalu ditambahkan indikator PP (tidak berwarna) sebanyak 5
tetes larutan tetap berwarna kuning. Fungsi penambahan indikator pp yaitu untuk
mengindikasikan asam lemak bebas telah ternetralisir oleh larutan KOH. Kemudian ditirasi
larutan standar KOH 0,1 N (tidak berwarna) larutan menjadi berwarna pink soft. Dihasilkan
volume larutan KOH 0,1 N sebanyak 1 mL. Persamaan reaksinya :

Minyak kelapa

Pada percobaan pertama yaitu menimbang sampel minyak kelapa (tidak berwarna) dengan
menggunakan neraca ohauss dengan teliti sebesar 10 gram. Kemudian dimasukkan ke dalam
erlenmeyer ditambahkan 25 mL etanol (tidak berwarna) larutan menjadi berwarna kuning.
Fungsi penambahan etanol yaitu untuk melarutkan minyak atau lemak agar dapat bereaksi
dengan larutan alkali. Lalu ditambahkan indikator PP (tidak berwarna) sebanyak 5 tetes
larutan tetap berwarna kuning. Fungsi penambahan indikator pp yaitu untuk mengindikasikan
asam lemak bebas telah ternetralisir oleh larutan KOH. Kemudian ditirasi larutan standar
KOH 0,1 N (tidak berwarna) larutan menjadi berwarna pink soft. Dihasilkan volume larutan
KOH 0,1 N sebanyak 0,7 mL. Persamaan reaksinya :
4. Bilangan penyabunan

Pada percobaan ini melakukan percobaan yaitu bilangan penyabunan. Bilangan penyabunan
adalah jumlah miligram KOH yang diperlukan untuk menyabunkan 1 gram minyak atau
lemak. Pada percobaan penyabunan kali ini dilakukan dengan menggunakan 3 sampel
minyak yaitu minyak curah, minyak sawit, dan minyak kelapa.

Minyak curah

Pada percobaan pertama yaitu menimbang sampel minyak curah menggunakan neraca
ohauss dengan teliti sebesar 2 gram. Kemudian 2 gram sampel minyak curah (berwarna
kuning) dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Lalu ditambahkan dengan larutan KOH alkoholik
0,5 N (tidak berwarna). Fungsi penambahan larutan KOH (alkoholik) yaitu untuk melarutkan
asam lemak hasil hidrolisa agar mempermudah reaksi dengan basa sehingga membentuk
sabun. selanjutnya larutan campuran antara (minyak curah dan larutan KOH alkoholik)
direfulks sampai 30 menit, sebelum direfulks dimasukkan batu didih ke dalam erlenmeyer.
selanjutnya larutan menjadi berwarna kuning. Fungsi refulks pada percobaan ini yaitu agar
reaksi antara etanol dan minyak berlangsung secara cepat, sehingga pada saat titrasi etanol
larut seutuhnya. Kemudian di dinginkan sampai dingin, fungsi pendinginan pada larutan ini
yaitu agar larutan pada saat titrasi dalam keadaan dingin dan memepermudah saat memegang
erlenmeyer waktu tirasi. Lalu ditambahkan indikator PP (tidak berwarna) larutan tetapa
berwarna kuning. Fungsi penambahan indikator PP yaitu untuk memudahkan pengamatan
ketika titrasi mencapai titik akhir. Kemudian ditirasi dengan larutan standar HCl 0,5 N hingga
larutan menjadi berwarna pink soft. Dihasilkan volume larutan standar HCl yang digunakan
untuk titrasi sebesar ... Ml

Persamaan reaksinya :
Minyak Sawit

Pada percobaan pertama yaitu menimbang sampel minyak sawit menggunakan neraca
ohauss dengan teliti sebesar 2 gram. Kemudian 2 gram sampel minyak sawit (berwarna
kuning) dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Lalu ditambahkan dengan larutan KOH alkoholik
0,5 N (tidak berwarna). Fungsi penambahan larutan KOH (alkoholik) yaitu untuk melarutkan
asam lemak hasil hidrolisa agar mempermudah reaksi dengan basa sehingga membentuk
sabun. selanjutnya larutan campuran antara (minyak sawit dan larutan KOH alkoholik)
direfulks sampai 30 menit, sebelum direfulks dimasukkan batu didih ke dalam erlenmeyer.
selanjutnya larutan menjadi berwarna kuning. Fungsi refulks pada percobaan ini yaitu agar
reaksi antara etanol dan minyak berlangsung secara cepat, sehingga pada saat titrasi etanol
larut seutuhnya. Kemudian di dinginkan sampai dingin, fungsi pendinginan pada larutan ini
yaitu agar larutan pada saat titrasi dalam keadaan dingin dan memepermudah saat memegang
erlenmeyer waktu tirasi.lalu ditambahkan indikator PP (tidak berwarna) larutan menjadi
kuning Fungsi penambahan indikator PP yaitu untuk memudahkan pengamatan ketika titrasi
mencapai titik akhir. Kemudian ditirasi dengan larutan standar HCl 0,5 N hingga larutan
menjadi berwarna pink soft. Dihasilkan volume larutan standar HCl yang digunakan untuk
titrasi sebesar ... mL

Persamaan reaksinya:

Minyak Kelapa

Pada percobaan pertama yaitu menimbang sampel minyak kelapa menggunakan


neraca ohauss dengan teliti sebesar 2 gram. Kemudian 2 gram sampel minyak kelapa
(berwarna kuning) dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Lalu ditambahkan dengan larutan KOH
alkoholik 0,5 N (tidak berwarna). Fungsi penambahan larutan KOH (alkoholik) yaitu untuk
melarutkan asam lemak hasil hidrolisa agar mempermudah reaksi dengan basa sehingga
membentuk sabun. selanjutnya larutan campuran antara (minyak curah dan larutan KOH
alkoholik) direfulks sampai 30 menit, sebelum direfulks dimasukkan batu didih ke dalam
erlenmeyer. selanjutnya larutan menjadi berwarna kuning. Fungsi refulks pada percobaan ini
yaitu agar reaksi antara etanol dan minyak berlangsung secara cepat, sehingga pada saat
titrasi etanol larut seutuhnya. Kemudian di dinginkan sampai dingin, fungsi pendinginan pada
larutan ini yaitu agar larutan pada saat titrasi dalam keadaan dingin dan memepermudah saat
memegang erlenmeyer waktu tirasi. Lalu ditambahkan indikator PP (tidak berwarna) larutan
menjadi kuning. Fungsi penambahan indikator PP yaitu untuk memudahkan pengamatan
ketika titrasi mencapai titik akhir.Kemudian ditirasi dengan larutan standar HCl 0,5 N hingga
larutan menjadi berwarna pink soft. Dihasilkan volume larutan standar HCl yang digunakan
untuk titrasi sebesar ... mL

Persamaan reaksinya :