You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peningkatan mutu pendidikan dirasakan sebagai suatu kebutuhan bangsa yang ingin maju.
Dengan keyakinan bahwa pendidikan yang bermutu dapat menunjang pembangunan disegala
bidang. Dan dengan metode pembelajaran yang dilaksanakan, diharapkan tumbuh kegiatan
belajar siswa sebagai akibat dari kegiatan guru mengajar. Dan dengan penggunaan metode yang
tepat, diharapkan proses belajar mengajar benar-benar mampu mendorong atau menumbuhkan
siswa belajar secara aktif. Sehingga dengan keaktifan ini bisa mengembangkan kemampuan
siswa, sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional (Undang-Undang Republik
Indonesia no. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, BAB II Pasal 3).

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang di maksud dengan metode ceramah?

1.2.2 Bagaimana langkah-langkah dalam menggunakan metode ceramah?

1.2.3 Apa tujuan metode ceramah?

1.2.4 Apa keuntungan dan kekurangan dalam menggunakan metode ceramah?

1.3 Tujuan Masalah

1.3.1 Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan metode ceramah?

1.3.2 Untuk mengetahui langkah-langkah dalam menggunakan metode ceramah?

1.3.3 Untuk mengetahui apa tujuan metode cceramah?

1.3.4 Untuk mengetahui apa keuntungan dan kekurangan dalam menggunakan metode ceramah?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Metode ceramah atau kuliah ( lecture ) merupakan cara belajar mengajar di mana bahan disajikan
oleh guru secara monologue, sehingga pembicaraan lebih bersifat satu arah ( one way
communication ). Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan
informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti
secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya
metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam
mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham
siswa.
Sedangkan menurut Mc Leish (1976), ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan
pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam
jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat
dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi
bagi pendengarnya. Demikian pula ceramah dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar
ide atau konsep yang diceramahkan atau menjelaskan hubungan antara teori dan hasil-hasil
penelitian.
Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, dan
didukung alat , media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaanya.
Pada umumnya metode ceramah masih sering digunakan oleh para guru atau tenaga pengajar,
bahkan ada pula yang enggan untuk melepaskan metode tersebut, walaupun terkesan monoton.
Beberapa alasan yang menyebabkan mengapa metode ini masih sering dipergunakan yaitu :

a. Mengikuti kiprah umum.


b. Kebiasaan yang membaku pada diri seorang guru
c. Pertimbangan praktis, artinya metode ini murah mudah dan cepat, tidak memerlukan
fasilitas dan persiapan yang banyak.
d. Ketidaktahuan akan cara atau tehnik yang lainnya.
e. Faktor jumlah program dan kurangnya waktu.

Metode ceramah sangat umum digunakan sejak dulu sampai sekarang, dan menjadi
kecenderungan bagi sebagian pengajar untuk tetap menggunakannya. Dan agar penggunaan
metode ini mempunyai kewajaran yang proporsional, maka seorang pengajar perlu
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

a. Tujuan yang hendak dicapai.


b. Bahan yang akan diajarkan ( termasuk buku sumber yang tersedia ).
c. Alat, fasilitas, dan waktu yang tersedia.
d. Kualitas dan kuantitas peserta didik.
e. Kemampuan guru dalam penguasaan materi dan kemampuan berbicara.
f. Pemilihan metode mengajar lainnya sebagai metode bantu.
g. Situasi pada waktu itu.

2.2 Tujuan Metode Ceramah

Penggunaan metode ceramah memiliki beberapa tujuan, yaitu :

a. Mentransfer sejumlah pengetahuan dari guru kepada siswa.


b. Memberikan ilham kepada siswa tentang sesuatu untuk dipelajari lebih lanjut.
c. Menerangkan, menjelaskan sesuatu dari bahan yang ada.
d. Mengemukakan hal yang tidak ada dalam buku
e. Memberikan gambaran umum dari keseluruhan bidang studi atau konsep.
f. Menuntun siswa mengenal struktur dasar pengetahuan.
g. Menuntun siswa ke arah mengetahui : kerangka, sistematika, logika dan pengembangan
struktur ilmu.
h. Mengajak siswa untuk berdialog ke dalam dirinya maupun dengan luar dirinya ( guru,
teman , lingkungan dll. ).
i. Mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat dinyatakan secara tertulis ataupun ungkapan
yang sederhana.

2.3 Langkah-langkah Penggunaan Metode Ceramah

Dalam pelaksanaannya, metode ceramah memerlukan beberapa langkah yang harus diperhatikan.
Dan pada umumnya langkah-langkah tersebut meliputi 3 ( tiga ) langkah pokok, yaitu : persiapan
atau perencanaan, pelaksanaan, dan kesimpulan. Sedangkan secara rinci langkah konkritnya
adalah sebagai berikut :

a. Tahap persiapan, yaitu suatu tahap yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk
menciptakan kondisi belajar yang baik sebelum mengajar dimulai ( penyiapan bahan
ceramah secara matang )
b. Tahap penyajian, yaitu suatu tahap dimana seorang guru menyampaikan bahan ceramah.
Pada tahap ini murid memperhatikan, mendengarkan, mencamkan dan mencatat.
c. Tahap asosiasi ( komparasi ), yaitu member kesempatan kepada siswa untuk
menghubungkan dan membandingkan bahan ceramah yang telah diterimanya. Untuk itu
pada tahap ini diberikan kesempatan tanya jawab atau diskusi.
d. Tahap generalisasi ( kesimpulan ), yaitu tahap dimana kelas menyimpulkan hasil ceramah
secara umum dan siswa mencatat bahan yang telah diceramahkan.
e. Tahap aplikasi atau evaluasi, yaitu penilaian terhadap pemahaman siswa mengenai bahan
yang telah diberikan guru atau pengajar.

2.4 Keuntungan dan Kekurangan

Didalam menggunakan suatu metode pembelajaran, pasti terdapat keuntungan atau kelebihan
dan kekurangannya, begitu pula yang terdapat dalam metode ceramah.

a. Keuntungan metode ceramah :


1. Dapat mentransfer ide dan memberikan analisa yang sejelas-jelasnya.
2. Dapat melihat dan menyesuaikan diri dengan keadaan dan siswanya.
3. Sangat tepat untuk menyampaikan informasi.
4. Dapat segera untuk mengetahui keadaan dan daya terima siswa.
5. Tepat untuk keadaan, dimana siswa berbanding guru tidak seimbang, dengan disertai
tehnik dan variasi tambahan atau pengayaan. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah
besar.
6. Bila terjadi kekeliruan penyampaian bahan, dapat segera diperbaiki.
7. Dengan variasi visual dapat lebih menarik dan hidup.
8. Sangat mudah dilaksanakan, muarh dan cepat.
9. Guru mudah menguasai arah pembicaraan seluruh kelas.
b. Kelemahan metode ceramah :
1. Bersifat satu arah atau monologue, sehingga lebih bersifat penuangan ilmu ( garis
besar pada guru ), sehingga membuat siswa pasif.
2. Mono tehnik dan mematikan kerja indera lain serta adanya penurunan daya indera
yang dipergunakan.
3. Penyamarataan daya mampu siswa.
4. Bila persiapan buruk, bahan tidak sistematis, tata urutan konsep tidak diperhatikan
dan cara membawakannya jelek, maka pelaksanaannya akan menjadi kacau,
menyulitkan siswa dan kehilangan arah.
5. Sering membosankan dan monoton, sehingga kurang menarik bagi siswa.
6. Hasil pelajaran semu dan kurang mantap.
7. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme
BAB III

PENUTUP

3.1Kesimpulan
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan
pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti
secara pasif. Metode ceramah tidak
Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan
baik, dan didukung alat , media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan
penggunaanya.
Metode ceramah adalah metode yang tergolong sangat murah, sehingga paling sering
digunakan oleh para guru atau pengajar.

3.3 Saran
Makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari bentuk penyusunan maupun
materinya. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari para
pembaca, demi sempurnya makalah ini.
METODE CERAMAH

Disusun Oleh :

RENDI GUNAWAN
ASRIFIN
ARGA PUTRA PRATAMA
MAGDALENA YULIASIH
ARI ISKANDAR
M. RUDIANSYAH

PENDIDIKAN OLAHRAGA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2016