You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru harus memiliki strategi agar anak
didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang seorang guru
sebagai salah satu penentu bagaimana metode mengajar anak didik tersebut diharapkan.
Salah satu strategi nya yaitu dengan mengetahui dan mengukur kecakapan yang
tersimpan dalam diri anak. Kecapakan yang tersimpan di dalam diri seseorang sering
kali masih tersembunyi sehingga menyebabkan seseorang tidak mengetahui kelebihan
yang dimiliki dan mengakibatkan keputus asaan (hopeless).
Kecakapan ada juga yang sudah terbuka dan menyebabkan kepercayaan diri yang
tinggi untuk mengahadapi suatu tantangan tapi sering kali tidak terkontrol sehingga
menyebabkan kelalaian dan kerusakan dimana-mana.
Salah satu kecakapan yang berkaitan erat untuk perkembangan pendidikan adalah
adanya kecakapan hidup. Kecakapan hidup sebagai inti dari kompetensi dan hasil
pendidikan ini adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi
problema hidup dan kehidupan yang wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara
proaktif dan kreatif menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.
Mengembangkan kecakapan hidup berarti membantu individu untuk menerjemahkan
pengetahuan, sikap, keterampilan sekaligus nilainilai ke dalam perilaku yang
mendukung pengatasan masalah seharihari. Kecakapan hidup membantu dalam
membangun kepercayaan diri dan membuat mereka lebih mandiri dan mengambil
keputusan secara efektif. Hal ini juga membantu individu dalam manajemen diri dan
untuk mengambil keputusan karir yang tepat. Hal ini juga membantu dalam
meningkatkan keterampilan interpersonal mereka untuk membangun hubungan yang
sehat dalam hidup. Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah diatas, penulisan
makalah ini dibuat yang dapat dijadikan referensi untuk menganalisis tingkat kecakapan
peserta didik, dengan itu makalah ini kami beri judul Kecakapan (ability)
Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari kecakapan ?
2. Apa faktor faktor kecakapan
3. Bagaimana hakekat dan konsep dari kecakapan hidup ?
4. Apa tujuan dan manfaat dari kecakapan hidup ?
5. Apa jenis jenis dari kecakapan hidup ?
6. Mengapa penting kecakapan hidup ?

Tujuan Makalah
- Untuk mengetahui definisi dari kecakapan.
- Untuk mengetahui faktor faktor kecakapan.
- Untuk memahami hakekat dan konsep dari kecakapan hidup.
- Untuk memahami tujuan dan manfaat dari kecakapan hidup.
- Untuk memahami jenis jenis dari kecakapan hidup.
- Untuk memahami pentingnya kecakapan hidup.

Manfaat Makalah
Diharapkan dengan adanya makalah ini para pembaca bisa lebih memahami
tentang maksud dari kecakapan. Terutama dalam kecakapan hidup yang bisa diterapkan
dalam proses pembelajan dan pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Kecakapan
Kecakapan (ability) merupakan aspek intelektual yang berupa suatu kemampuan
(potensial dan nyata) dalam mengenal, memahami, menganalisis, menilai dan
memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan rasio atau pemikiran.
Kecakapan setiap orang memang berbeda,dalam hal ini kecakapan seseorang bisa
di lihat dari sikap dan perilaku seseorang tersebut.Kecakapan dalam hal ini mungkin
lebih memperlihatkan tentang sikap seseorang yang aktif dan kritis,cakap dalam hal
ini seseorang tersebut mampu menangkap setiap hal yang yang sedang di bicarakan
dan tidak segan-segan ikut berpartisipasi untuk mengeluarkan pendapatnya. Jadi
kecakapan seseorang bisa lebih baik itu tergantung dari masing-masing orang
tersebut,bagaimana dan sebisa mungkin seseorang tersebut untuk bisa lebih
mengoptimalkan kemampuannya dalam bidang akademik maupun dalam
pergaulannya sehari-hari.
Penggolongan kecakapan
Kecakapan dalam bahasa inggrisnya ability dibedakan dalam dua hal, yaitu
1. Kecakapan Nyata Actual (actual ability)
Kecakapan yang segera dapat didemonstrasikan pada setiap saat karena
merupakan hasil usaha belajar yang telah dijalaninya (prestasi belajar).
2. Kecakapan Potensi (potensial ability)
Kecakapan yang masih terpendam dalam diri seseorang yang bersifat talent dan
diperoleh melalui keturunan (pembawaan) yang meliputi abilitas dasar umum
(general, intelegence) dan abilities dasar khusus dalam bidang tertentu(bakat,
talent, aptitudes), kedua macam kecakapan potensi ini dapat dideteksi dengan
cara mengidentifikasi perilakunya.
Indikator kecakapan
Carl Witherington, mengemukakan enam indikator dari perbuatan yang cerdas
(kecakapan) yaitu:
1) Memiliki kemampuan yang cepat dalam bekerja dengan bilangan.
2) Efisien dalam berbahasa. (tepat dan inti)
3) Kemampuan mengamati dan menarik kesimpulan dari hasil pengamatan yang
cukup cepat.
4) Kemampuan mengingat yang cukup cepat dan tahan lama.
5) Cepat dalam memahami hubungan dengan manusia lain.
6) Memiliki daya khayal atau imajinasi yang tinggi.
Enam indikator perilaku intelegen tersebut para ahli telah mengembangkan
alat ukur yang telah dibakukan (standardized test) baik untuk kecakapan dasar
umum (general intelegence test) maupun kecakapan dasar khusus(aptitude test).
1. Orang yang superior atau genius orang yang dapat bertindak jauh lebih
ceepat, tepat dan penuh kemudahan.
2. Orang normal - orang yang bertindak biasa-biasa saja kecepatan maupun
ketepatannya, seperti yang tampak pada sebagian besar orang menurut batasan-
batasan waktu dan tingkat kesukaran yang telah ditetapkan.
3. Orang sub normal atau mentally defective atau mentally retarded-orang yang
jauh lebih lambat kecepatannya dan jauh tidak tepat serta lebih banyak
mengalami kesulitan.
Dari uraian di atas menunjukkan bahwa perbedaan dari segi kecakapan akan
mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. Hal ini tampak meskipun guru sudah
bersungguh-sungguh dalam mengajar tetapi peserta didik tidak dapat memperoleh
prestasi yang optimal karena perbedaan pada kecakapan.

B. Faktor - Faktor Kecakapan


1. menurut spearman ada dua factor kecakapan
a. factor umum atau factor G bersifat bawaan
b. factor khusus atau factor S bersifat hasil belajar
2. Menurut Cyrill Burt ada tiga factor kecakapan
a. factor umum atau factor G bersifat bawaan
b. factor khusus atau factor S bersifat hasil belajar
c. factor C atau factor kelompok
3. Menurut Thurstone ada dua factor kecakapan
a. factor S
b. factor C, yang meliputi kemampuan verbal, fasih dalam kata-kata, kemampuan
bilangan kemampuan tilikan ruang, ingatan, kemampuan mengamati,
penalaran.

C. Hakekat dari Kecakapan Hidup


Konsep Life Skills merupakan salah satu fokus analisis dalam pengembangan
kurikulum pendidikan yang menekankan pada kecakapan hidup atau bekerja. Life
Skills memiliki makna yang lebih luas dari employability skills dan vocational skills.
Keduanya merupakan bagian dari program life skills. Brolin (1989) menjelaskan
bahwa life skills contitute a continuum of knowledge and aplitude that are necessary
for a person to function effetively skills dapat dinyatakan sebagai kecakapan untuk
hidup, istilah hidup, tidak semata - mata memiliki kemampuan tertentu saja
(vocational job), namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara
fungsional seperti membaca, menulis, menghitung, merumuskan, dan memecahkan
masalah, mengelola sumber daya, bekerja dalam tim, terus belajar di tempat kerja,
mempergunakan teknologi (Satori, 2002). Program pendidikan life skills adalah
pendidikan yang dapat memberikan bekal keterampilan yang praktis, terpakai, terkait
dengan kebutuhan pasar kerja, peluang usaha dan potensi ekonomi atau industri yang
ada di masyarakat.
Konsep kecakapan hidup (life skill) dirumuskan secara beragam, sesuai dengan
landasan filosofis penyusunnya. Salah satu konsep dikemukakan oleh Nelson-Jones
(1995: 419) menyebutkan bahwa secara netral kecakapan hidup merupakan urutan
pilihan yang dibuat seseorang dalam bidang keterampilan yang spesifik. Secara
konseptual, kecakapan hidup adalah urutan pilihan yang memperkuat kehidupan
psikologis yang dibuat seseorang dalam bidang keterampilan yang spesifik.
Kecakapan hidup dibangun dari tiga pilar penting dimensi manusia, yaitu
pengetahuan, sikap dan keterampilan.Untuk mengetahui seberapa jauh individu telah
memiliki kecakapan hidup ketiga dimensi ini dapat dipakai sebagai dimensi
pengukuran kecakapan hidup.
Penjelasan ketiga dimensi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pengetahuan
Pengetahuan mengacu pada berbagai informasi yang dimiliki atau dipahami oleh
individu. Untuk memberi pengetahuan ini, guru dapat menggabungkan fakta
dengan instruksi pada penjelasan tentang bagaimana fakta fakta ini berhubungan
satu sama lain (Greene & Simons Morton, 1984). Sebagai contoh, seorang guru
bisa menjelaskan bagaimana infeksi HIV ditularkan dan kemudian menjelaskan
bahwa melakukan hubungan seksual dengan pengguna narkoba suntikan dapat
mengangkat resiko infeksi HIV.
b. Sikap
Sikap memimpin orang orang untuk suka atau tidak suka sesuatu, atau untuk
mempertimbangkan hal - hal yang baik atau buruk penting atau tidak penting,
senilai peduli atau tidak layak peduli.
Misalnya, sensitivitas gender, menghormati orang lain, atau menghormati tubuh
seseorang dan percaya bahwa penting untuk merawat adalah sikap untuk menjaga
kesehatan dan berfungsi dengan baik. Domain dari sikap terdiri dari berbagai
konsep, termasuk nilai-nilai, kepercayaan, norma-norma sosial, hak,niat,dan
motivasi.
c. Keterampilan.
Keterampilan adalah kemampuan yang memungkinkan orang untuk melakukan
perilaku tertentu. Keterampilan seringkali mengacu pada keterampilan praktis
kesehatan atau teknik seperti kompetensi dalam pertolongan pertama dan
keterampilan dalam pengelolaan kebersihan (misalnya, mencuci tangan, menyikat
gigi).
Ciri pembelajaran life skills adalah
(1) terjadi proses identifikasi kebutuhan belajar,
(2) terjadi proses penyadaran untuk belajar bersama,
(3) terjadi keselarasan kegiatan belajar untuk mengembangkan diri, belajar, usaha
mandiri, usaha bersama,
(4) terjadi proses penguasaan kecakapan personal, social, vokasiona, akademik,
manajerial, kewirausahaan,
(5) terjadi proses pemberian pengalaman dalam melakukan pekerjaan dengan
benar menghasilkan produk bermutu,
(6) terjad proses interaksi saling belajar dari ahli,
(7) terjadi proses penilaian kompetensi, dan
(8) terjadi pendampingan teknis untuk bekerja atau membentuk usaha bersama
(Depdiknas,2003).
Apabila dihubungkan dengan pekerjaan tertentu, life skills dalam lingkup
pendidikan Nonformal ditujukan pada penguasaan vocaltional skills, yang intinya
terletak pada penguasaan specific occupational job. Apabila dipahami dengan baik,
maka dapat dikatakan bahwa life skills dalam konteks kepemilikan specific
occupational skills dalam pemaknaan program Pendidikan Nonformal diharapkan
dapat menolong mereka untuk memiliki harga diri dan kepercayaan diri mencari
nafkah dalam konteks peluang yang ada dilingkungannya.

D. Manfaat Kecakapan Hidup


Adapun manfaat kecakapan hidup bagi peserta didik secara umum adalah sebagai
bekal dalam menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan baik sebagai pribadi
yang mandiri, warga masyarakat maupun sebagai warga negara. Secara spesifik
manfaat life sikll adalah:
1. Untuk membekali individu dengan kecakapan.
2. Untuk merespon kejadian dalam hidup
3. Yang membuat individu mandiri, produktif, mengarah pada kehidupan yang
memuaskan dan memiliki kontribusi pada masyarakat.
4. Yang memungkinkan individu untuk berfungsi secara efektif di dunia yang selalu
berubah.

E. Jenis Jenis Kecakapan Hidup


Departemen Pendidikan Nasional (2003) membagi kecakapan hidup (life skill)
menjadi dua macam yaitu :
1. Kecakapan Hidup Generik (General life skill, GLS)
Kecakapan hidup generik atau kecakapan yang bersifat umum, adalah kecakapan
untuk menguasai dan memiliki konsep dasar keilmuan. Kecakapan hidup generik
berfungsi sebagai landasan untuk belajar lebih lanjut dan bersifat transferable,
sehingga memungkinkan untuk mempelajari kecakapan hidup lainnya.
Kecakapan hidup generik terdiri dari :
a. Kecakapan Personal (Personal Skill), yang terdiri dari :
Kecakapan Mengenal Diri (Self-Awarness Skill)
Kecakapan mengenal diri meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan,
kesadaran akan eksistensi diri, dan kesadaran akan potensi diri. Kecakapan
mengenal diripada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk
Tuhan, makhluk sosial, bagian dari lingkungan, serta menyadari dan
mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus
meningkatkan diri agar bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.
Walaupun mengenal diri lebih merupakan sikap, namun diperlukan
kecakapan untuk mewujudkannya dalam perilaku keseharian. Mengenal diri
akan mendorong seseorang untuk beribadah sesuai agamanya, berlaku jujur,
ekerja keras, disiplin, terpercaya, toleran terhadap sesama, suka menolong
serta memelihara lingkungan. Sikap-sikap tersebut tidak hanya dapat
dikembangkan melalui pelajaran agama dan kewarganegaraan, tetapi
melalui pelajaran fisika sikap jujur (contoh : tidak memalsukan data hasil
praktikum) dan disiplin (contoh : tepat waktu, taat aturan yang disepakati,
dan tata tertib laboratorium) tetap dapat dikembangkan.
Kecakapan Berpikir (Thinking Skill)
Kecakapan berpikir merupakan kecakapan menggunakan pikiran atau rasio
secara optimal. Kecakapan berpikir meliputi :
a) Kecakapan Menggali dan Menemukan Informasi (Information
Searching)
Kecakapan menggali dan menemukan informasi memerlukan
keterampilan dasar seperti membaca, menghitung, dan melakukan
observasi. Dalam ilmu fisika, observasi melalui pengamatan sangat
penting dan sering dilakukan.
b) Kecakapan Mengolah Informasi (Information Processing)
Informasi yang telah dikumpulkan harus diolah agar lebih bermakna. Me
golah informasi artinya memproses informasi tersebut menjadi suatu
kesimpulan. Untuk memiliki kecakapan mengolah informasi ini
diperlukan kemampuan membandingkan, membuat perhitungan tertentu,
membuat analogi sampai membuat analisis sesuai informasi yang
diperoleh.
c) Kecakapan Mengambil Keputusan (Decision Making)
Setelah informasi diolah menjadi suatu kesimpulan, tahap berikutnya
adalah pengambilan keputusan. Dalam kehidupan sehari hari, seseorang
selalu dituntut untuk membuat keputusan betapun kecilnya keputusan
tersebut. Karena itu siswa perlu belajar mengambil keputusan dan
menangani resiko dari pengambilan keputusan tersebut.
d) Kecakapan Memecahkan Masalah (Creative Problem Solving Skill)
Pemecahan masalah yang baik tentu berdasarkan informasi yang cukup
dan telah diolah. Siswa perlu belajar memecahkan masalah sesuai dengan
tingkat berpikirnya sejak dini. Selanjutnya untuk memecahkan masalah
ini dituntut kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif, berpikir
alternatif, berpikir sistem dan sebagainya. Karena itu pola pola berpikir
tersebut perlu dikembangkan di sekolah, dan selanjutnya diaplikasikan
dalam bentuk pemecahan masalah.
b. Kecakapan Sosial (Social Skill)
Kecakapan sosial disebut juga kecakapan antar-personal (inter-personal skill),
yang terdiri atas :
Kecakapan Berkomunikasi
Yang dimaksud berkomunikasi bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi
komunikasi dengan empati. Menurut Depdiknas (2002) : empati, sikap
penuh pengertian, dan seni komunikasi dua arah perlu dikembangkan dalam
keterampilan berkomunikasi agar isi pesannya sampai dan disertai kesan
baik yang dapat menumbuhkan hubungan harmonis. Berkomunikasi dapat
melalui lisan atau tulisan. Untuk komunikasi lisan, kemampuan
mendengarkan dan menyampaikan gagasan secara lisan perlu
dikembangkan. Berkomunikasi lisan dengan empati berarti kecakapan
memilih kata dan kalimat yang mudah dimengerti oleh lawan bicara.
Kecakapan ini sangat penting dan perlu ditumbuhkan dalam pendidikan.
Berkomunikasi melalui tulisan juga merupakan hal yang sangat penting
dan sudah menjadi kebutuhan hidup. Kecakaaan menuangkan gagasan
melalui tulisan yang mudah dipahami orang lain, merupakan salah satu
contoh dari kecakapan berkomunikasi tulisan.
Kecakapan Bekerjasama (Collaboration Skill)
Sebagai makhluk sosial, dalam kehidupan sehari - hari manusia akan selalu
memerlukan dan bekerjasama dengan manusia lain.Kecakapan bekerjasama
bukan sekedar bekerja bersama tetapi kerjasama yang disertai dengan
saling pengertian, saling menghargai, dan saling membantu. Kecakapan ini
dapat dikembangkan dalam semua mata pelajaran, misalnya mengerjakan
tugas kelompok, karyawisata, maupun bentuk kegiatan lainnya.

2. Kecakapan Hidup Spesifik (Specific life skill, SLS)


Kecakapan hidup spesifik terkait dengan bidang pekerjaan (occupational) atau
bidang kejuruan (vocational) tertentu. Jadi kecakapan hidup spesifik diperlukan
seseorang untuk menghadapi masalah bidang tertentu. Kecakapan hidup spesifik
ini meliputi :
Kecakapan Akademik (Academic Skill)
Kecakapan akademik disebut juga kecakapan intelektual atau kemampuan
berpikir ilmiah dan merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir.
Kecakapan akademik sudah mengarah ke kegiatan yang bersifat akademik atau
keilmuan. Kecakapan ini penting bagi orang yang menekuni bidang pekerjaan
yang menekankan pada kecakapan berpikir. Oleh karena itu kecakapan ini
harus mendapatkan penekanan mulai jenjang SMA dan terlebih pada program
akademik di universitas. Kecakapan akademik ini meliputi antara lain
kecakapan :
Mengidentifikasi variabel,
Menjelaskan hubungan variabel - variabel
Merumuskan hipotesis
Merancang dan melakukan percobaan

Kecakapan Vokasional / Kejuruan (Vocational Skill)


Kecakapan vokasional disebut juga kecakapan kejuruan, yaitu kecakapan yang
dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat.
Kecakapan ini lebih cocok untuk siswa yang akan menekuni pekerjaan yang
lebih mengandalkan keterampilan psikomotor. Jadi kecakapan ini lebih cocok
bagi siswa SMK, kursus keterampilan atau program diploma. Kecakapan
vokasional meliputi :
1) Kecakapan Vocasional Dasar (Basic Vocational Skill)
Yang termasuk kecakapan vokasional dasar antara lain : kecakapan
melakukan gerak dasar, menggunakan alat sederhana, atau kecakapan
membaca gambar.
2) Kecakapan Vocational Khusus (Occupational Skill)
Kecakapan ini memiliki prinsip dasar menghasilkan barang atau jasa.
Sebagai contoh, kecakapan memperbaiki mobil bagi yang menekuni bidang
otomotif dan meracik bumbu bagi yang menekuni bidang tata boga.

F. Pentingnya Kecakapan Hidup


Pada dasarnya, pendidikan diselenggarakan bukan semata-mata membekali
peserta didik dengan berbagai ilmu pengetahuan, namun pendidikan juga harus
berorientasi pada pemberian bekal bagi peserta didik agar dapat menjalani
kehidupannya dengan baik, terutama dalam situasi dan kondisi di era globalisasi.
Dijelaskan dengan tegas dalam UU sisdiknas no. 20 tahu 2003 bahwa tujuan
pendidikan selain bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, juga bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang cakap, kreatif
dan mandiri. Kecakapan, kreatifitas dan kemandirian merupakan tiga point yang
sangat penting untuk dimiliki setiap peserta didik agar ia dapat cakap dalam
menghadapi realitas hidupnya, kreatif dalam memberikan solusi atas persoalan yang
ada.
E. Mulyasa menegaskan bahwa tantangan kehidupan di masa yang akan datang
menuntut manusia untuk hidup secara mandiri sehingga peserta didik harus di bekali
dengan kecakapan (life skill) melaui muatan, proses pembelajaran dan aktifitas lain
sekolah. Pada hakekatnya pendidikan yang berorientasi kecakapan hidup adalah
pendidikan untuk membentuk watak dan etos. Selain itu pendidikan yang seperti ini
bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan
untuk memecahkan problem yang sedang dihadapinya.
Tuntutan life skill pada dasarnya mencakup beberapa aspek diantaranya
keterampilan peserta didik, profesionalitas, dan kecakapan dalam melakukan
transformasi menuju perubahan social. Sebagaimana dijelaskan diatas,kecakaapn
hidup disini bukan semata cakap dalam berpikir dan akademis, namun cakap dalam
keterampilan dan social.
Dalam pembelajaran kecakapan hidup seorang siswa diharapkan mampu
menempuh kehidupan yang sukses, bermartabat, seperti kemampuan berpikir
kompleks dan kritis, berkomunikasi secara efektif, membangun kerja sama,
bertanggung jawab sehingga ada kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
Implementasi life skill tidak dikemas dalam bentuk mata pelajaran baru ataupun
materi tambahan. Kecakapan hidup dapat diintegrasikan pada setiap mata pelajaran
sehingga tidak diperlukan tambahan alokasi waktu tertentu.
Implementasi pendidikan berorientasi kecakapan hidup di sekolah dapat dilakukan
melalui reorientasi pembelajaran dari orientasi mata pelajaran semata, menjadi
kecakapan hidup, pengembangan iklim sekolah yang kondusif untuk berkembangnya
kecakapan hidup, khususnya yang terkait dengan sikap atau karakter atau kesadaran
diri, dan penerapan manajemen sekolah yang di arahkan untuk mengembangkan
pendidikan berorientasi kecakapan hidup dalam pembelajaran.
Dalam pelaksanaan life skill di lembaga pendidikan dengan cara
menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan
strategi-strategi sebagai berikut
a. Melalui reorientasi pembelajaran setiap guru yang akan menyampaikan mata
pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan di internalisasikan
dalam proses pembelajaran, sehingga pencapaian kompetensi dalam setiap mata
pelajaran hendaknya di ikuti dengan penyemaian komponen-komponen dari
kecakapan hidup.
b. Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metode
yang variatif, sehingga memungkinkan :
Peserta didik lebih aktif
Kondisi atau suasana belajar menyenangkan
Pengembangan budaya baca, tulis, observasi
Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator
Pemanfaatan perpustakaan, laboratorium, dan sumber belajar lain
Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa, sehingga
dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan
Peserta didik terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber
Menggeser teaching menjadi learning
Lebih banyak komponen-komponen dalam kecakapan hidup yang bisa di
internalisasikan dalam PBM (proses belajar mengajar)
Selain itu kecakapan-kecakapan hidup dapat dikembangkan melalui kegiatan
ekstrakurikuler

BAB III
KESIMPULAN

Kecakapan hidup merupakan kesanggupan seseorang menghadapi berbagai masalah


dalam hidupnya baik dari lingkungan internal dan eksternal yang kemudian diselesaikan
dengan kreatifitas dan usaha-usaha yang produktif.
Kecakapan hidup terbagi atas kecakapan hidup generic dan spesifik. Kecakapan
secara generic merupakan kemampuan secara personal dimana mampu sadar atau
memahami diri sendiri dengan cara berpikir dan secara social memiliki kemampuan
berkomunikasi dan bekerjasama dengan orang lain.Sedangkan,kecakapan spesifik
merupakan kemampuan unutk menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu yang
mencakup akademik atau intelektualitas dan kecakapan vokasional yaitu kemampuan
terkait dengan bidang pekerjaan tertentu yang berada di lingkungan masyarakat dan
lebih mengutamakan keterampilan psikomotor daripada kemampuan berpikir ilmiah.

Adapun tujuan kecakapan hidup bertujuan untuk memfungsikan pendidikan sesuai


dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik untuk menghadapi
perannya di masa datang. Manfaat dari kecakapan hidup adalah sebagai bekal dalam
menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan baik sebagai pribadi yang mandiri,
warga masyarakat maupun sebagai warga negara.

Kecakapan hidup menunjuk pada berbagai ragam kemampuan yang diperlukan


seseorang untuk menempuh kehidupan dengan sukses, bahagia dan secara bermartabat
di masyarakat. Life skill merupakan kemampuan yang diperlukan sepanjang hayat,
kepemilikan kemampuan berfikir yang kompleks, kemampuan komunikasi secara
efektif, kemampuan membangun kerjasama, melaksanakan peranan sebagai warga
Negara yang bertanggung jawab, memiliki kesiapan serta kecakapan untuk bekerja dan
memiliki karakter dan etika untuk tujuan terjun ke dunia kerja.

DAFTAR PUSTAKA

1. Definisi: kecakapan, Arti Kata: kecakapan (Februari 2017)


http://www.artikata.com/arti-385379-kecakapan.html
2. Kecakapan Hidup | AKHMAD HARUM (Februari 2017)
https://bukunnq.wordpress.com/2012/03/31/kecakapan-hidup-kapita-
selekta-pendidikan/
3. kecakapan hidup (Februari 2017)
http://baimphysics.blogspot.co.id/2015/09/kecakapan-hidup.html
4. Siti Mukharomah: Kecakapan Hidup (Life Skill) (Februari 2017)
http://sitimukharomah22.blogspot.co.id/2015/07/kecakapan-hidup-
life-skill.html
5. Sri Al_Burhany: Pengembangan Kecakapan Hidup dalam Pembelajaran
(Februari 2017)
http://srichallemm.blogspot.co.id/2010/12/pengembangan-kecakapan-
hidup-dalam.html
6. http://www.academia.edu/7231852/PENGEMBANGAN_KECAKAPAN_HID
UP_DI_SEKOLAH (Januari 2017)
7. PENGERTIAN KECAKAPAN - ARTI DEFINISI PENGERTIAN - ARTI DEFINISI
PENGERTIAN
http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-kecakapan/ (Januari
2017)