You are on page 1of 6

BILA FITNAH DATANG MENGHADANG

...




.

Allah, dimuliakan yang jumah Jamaah

dan pribadi diri kepada menyeru khatib ini, berbahagia yang kesempatan Pada
Alloh kepada taqwa meningkatkan senantiasa untuk umumnya, pada jamaah
baik kita, kepada diberikan telah yang nikmat mensyukuri hati, menjaga serta
disebutkan sekali banyak ini, nikmat Mengenai tidak. ataupun rasakan kita yang
antaranya: di a-Quran, dalam

mereka. keislaman tentang kepadamu nikmat memberi telah merasa Mereka


dengan kepadaku nikmat memberi telah merasa kalian Janganlah Katakanlah,
kalian kepada nikmat melimpahkan yang Alloh-lah Sebenarnya kalian. keislaman
Al- (QS. benar. yang orang kamu jika keimanan, kepada menunjukki dengan
17). Hujurat:




dapat tak kalian niscaya Alloh, nikmat menghitung-hitung kalian jika Dan
34). Ibrahim: (QS jumlahnya. menentukan

dianugerahkan yang Alloh nikmat terkira tak dan besar betapa tahu, kita sini Dari
kecukupan, kesehatan, keimanan, bentuk dalam hamba-Nya kepada
yang terbesar kalimat bahwa diingat perlu Tetapi sebagainya. dan ketenangan,
Muhammad Nabi diutusnya adalah hamba-Nya kepada Alloh dikaruniakan
sallam wa alaihi shollallahu
Diakui atau tidak, kedatangan beliau shollallahu alaihi wa
sallammembawa banyak perubahan struktural yang positif di berbagai
aspek kehidupan.

Jamaah yang dimuliakan Alloh,


Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib akan membahas permasalahan
pelik yang sedang dihadapi umat Isla saat ini yaitu seputar fitnah.

Sebagian ulama mengartikan fitnah dengan :

Memasukan emas ke dalam tungku api untuk mengetahui kadar keaslian emas
tersebut, sebagaimana yang telah dikemukakan ar-Raghib dalam Fathul Bari
14/491.

Ada juga yang berpendapat, fitnah adalah artinya ujian, sebagaimana


dikatakan Ibnul Arabi, demikian juga dalam Lisanul Arab 13/317, Mujamul
Wasith hal. 673. Tetapi yang dimaksud fitnah di sini adalah pendapat yang
kedua, Allohu Alam.

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya agar


senantiasa berhati-hati dan siap siaga menghadapi fitnah, mengingat begitu
besar dan dahsyatnya fitnah. Beliau telah mengilustrasikan dalam hadits beliau:

:
.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi


wa sallam bersabda, Berlomba-lombalah kalian dengan amalan (yang baik)
sebelum datangnya potongan malam kelam, seorang laki-laki yang di pagi hari
dalam keadaan mukmin tetapi di sore harinya menjadi kafir dan yang di sore hari
mukmin tetapi di pagi harinya kafir, dia menjual agamanya dengan harga dunia
yang tidak seberapa nilainya. (HR. Muslim 118).

Nyatalah bagi kita dahsyatnya fitnah ini yang datang bagaikan kegelapan malam
tanpa satupun cahaya menyinari, membuat orang kebingungan tidak tahu lagi
kemana dia lari, dari pintu mana dia akan keluar dan terbebas darinya.

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam dengan jelas mengatakan seorang yang


pagi harinya mukmin, di sore harinya menjadi kafir. Demikian juga di sore harinya
menjadi mukmin tapi di pagi harinya kafir. Itu semua karena dia telah menjual
agamanya dengan harga dunia yang tidak bernilai sama sekali (di hadapan
Alloh). Dia menukar agamanya dengan mie instan. Dia rela menjual agamanya
dengan jabatan yang tidak langgeng. Subhanallah !Seakan-akan dien ini tidak
berharga sama sekali, dalam satu hari seseorang dibuat murtad (keluar) dari
agamanya.

Dalam riwayat lain disebutkan seorang laki-laki dari suatu kaum datang kepada
Rasulullah shollallahu alaihi wa sallamuntuk mengingkari putusan
beliau dalam masalah pembagian harta rampasan perang dari negeri Yaman.
Maka Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya akan datang dari sulbi orang ini (keturunannya), suatu kaum
yang membaca al-Quran tetapi tidak melewati tenggorokan. Mereka keluar dari
Islam laksana anak panah keluar dari sasarannya. Mereka membunuh orang-
orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. (HR. Bukhari 7432, 3344).

MACAM-MACAM FITNAH

Jamaah yang dimuliakan Alloh,

Fitnah ada beberapa macam di antaranya:

1. Fitnah Yahudi dan Nashrani


Fitnah yang dihembuskan musuh-musuh Alloh, Yahudi dan Nasrani, senantiasa
ada di sepanjang zaman. Hal ini telah disinyalir dalam al-Quran, Alloh berfirman:



Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha hingga kalian mengikuti
agama mereka. (QS. Al-Baqarah: 120)

Fitnah ini akan terus-menerus menguji kaum muslimin kapan saja dan di mana
pun mereka berada. Tujuan mereka adalah menceburkan kaum muslimin dalam
kubangan kehinaan, menjauhkan dari al-Qura dan as-Sunnah, serta
menanamkan dalam benak kaum muslimin pemikiran-pemikiran dan gaya hidup
yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Tidaklah mengherankan kalau sebagian kaum muslimin yang tidak berpijak di


atas dasar (aqidah) yang kuat akan terombang-ambing oleh derasnya fitnah ini.
Suatu contoh, kaum muslimin saat ini telah mengikuti langkah-langkah Yahudi
yang dikemas dalam bentuk modernisasi. Salah satunya adalah fashion (gaya
pemakaian) yang tidak senonoh.

Seakan-akan kita dipaksa mengikuti trend yang ada dengan dalih modernisasi.
Sekali saja kita coba melawan arus, dengan berupaya tetap tegar di atas agama
Alloh dengan mengenakan pakaian islami (pakaian yang menutup aurat),
spontan kita akan dijuluki norak, kampungan, ketinggalan zaman dan
sebagainya.

Sudah banyak orang Islam yang tidak memiliki pendirian menjadi korban,
mereka terseret arus modernisasi buatan orang kafir.

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda,


: .

:
Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi
sejengkal, setapak demi setapak, sampai sekiranya mereka masuk pada lubang
biawak pun pastilah kalian akan mengikuti mereka. Kami (para sahabat)
bertanya, Wahai Rasulullah, apakah mereka itu dari golongan Yahudi dan
Nasrani? Rasulullah menjawab, Kalu bukan mereka, siapa lagi? (HR. Bukhari
7320, 3456)

Hadist ini memberikan gambaran, begitu rentannya kondisi kaum muslimin di


akhir zaman. Umat Islam telah mengikuti langkah Yahudi dan Nasrani. Yang
lebih tragis lagi, mereka menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai
kiblat dalam segala aspek kehidupan. Subhanallah, kita berlindung kepada Alloh
dari makar serta tipu daya musuh-musuh Alloh.

2. Fitnah Kebodohan &Kemaksiatan

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda,


Sesungguhnya mendekati datangnya hari kiamat benar-benar ada hari yang di
dalamnya tumbuh kebodohan, diangkatnya ilmu, dan banyaknya pembunuhan.
(HR. Bukhari 7063)

Faedah yang dapat kita ambil dari hadits di atas antara lain; Pertama, tatkala
ilmu telah diangkat dengan diwafakannya para ulama. Dengan berkurangnya
ulama itulah akan bermunculan orang-orang bodoh yang mengaku ulama.
Kedua, sebagian ulama memberikan makna al-haraj pada hadits di atas
dengan banyaknya pembunuhan, ikhtilath, fitnah di akhir zaman, banyaknya
kedustaan, dan tiadanya perhatian serius terhadap suatu hal. (Fathul Bari,
kitabul fitan hal. 511)

3. Fitnah diabaikannya amanah

Orang yang memiliki akal sehat tentu tidak akan mengingkari pentingnya sebuah
amanah.
Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam telah mengkhabarkan,




:


. :
.

penipuan, dengan penuh yang tahun-tahun manusia pada datang Akan


dipercaya jujur, yang orang didustakan dan berdusta yang orang dibenarkan
orang-orang serta amanah, yang orang dikhianati dan khianat yang orang
Rasulullah), (kepada Ditanyakan suara. angkat berani telah ruwaibidhah
apa-apa tahu tidak yang Orang menjawab, itu?Beliau ruwaibidhah Siapakah
al- disahihkan 4042, Majah Ibnu (HR. umat. masalah berbicara berani tetapi
)1887 Shahihah Ahadits Silsilah dalam Albani


. : :

:

alaihi shollallahu Rasulullah bahwasanya anhu radhiallahu Hurairah Abu Dari


hari tunggulah meka disia-siakan telah amanah Jika bersabda, sallam wa
?amanah menyia-nyiakan )(bentuk Bagaimana bertanya, Hurairah Abu kiamat.
maka ahlinya bukan kepada diserahkan perkara suatu Jika menjawab, Beliau
)59 6496, Bukhari (HR. kehancurannya. tunggulah

dalam fitnah bagaimana mengetahui untuk atas di hadits dua kita bagi Cukuplah
fitnah lagi banyak masih Dan saja. begitu disia-siakan telah ini amanah bentuk
kepada memohon Kita waktu. terbatasnya mengingat sebutkan kami belum yang
mengemban serta memikul dapat yang hamba-hamba dijadikan agar Alloh
Amiin. baik. dengan ini amanah

Kedua Khutbah



.



. :

{ { : } . : }
: }



{ .
.


.
.


. .

.

.
. .
Alloh, dimuliakan yang Jamaah
menerpa yang fitnah dahsyatnya pertama, khutbah pada sebutkan kita Setelah
atas solusi beberapa paparkan kita akan ini kedua khutbah pada muslimin, kaum
antaranya: di tersebut, masalah
1.Kembali menelaah serta mempelajari agama kta, yang sudah banyak
dilupakan orang.

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda,


:


Dari Ibnu Umar radhiallahu anhu dia berkata, Rasulullah shollallahu alaihi wa
sallam bersabda, Jika kalian telah melakukan jual beli sistim ienah (salah satu
jual beli riba), kalian disibukkan oleh ternak dan ladang kalian, serta kalian telah
meninggalkan jihad, maka Alloh akan timpakan pada kalian suatu kehinaan. Dan
Alloh tidak akan mencabut kehinaan itu hingga kalian kembali ke agama kalian.
(HR. Abu Dawud 3458 dan dishahihkan al-Albani dalam silsilah Ahadits
Shahihah 11).

2. Berpegang kepada jamaah kaum muslimin, sebagaimana dikemukakan


dalam potongan hadits Hudzaifah bin al-Yaman radhiallahu anhu:

: : . : :

Saya (Hudzaifah) berkata, Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan jika
aku mendapati kekeruhan tersebut? Beliau berkata, Pegang erat-erat jamaah
kaum muslimin dari kepemimpinan mereka. Saya berkata, Bagaimana jika
mereka tidak memiliki jamaah dan kepemimpinan? Beliau berkata, Tinggalkan
seluruh kelompok yang ada walaupun engkau akan menggigit akar pohon
sampai kematian datang menjemputmu dan kamu tetap di atas itu. (HR. Muslim
1847)

Nyatalah bagi kita, wahai jamaah kaum muslimin, hanya dengan kembali
kepada agama Alloh dengan menaati perintah Alloh, mengikuti sunnah
Nabinya, serta berpegang kepada jamaah kaum muslimin- insya Alloh, kita akan
selamat dari fitnah ini. Dan akhirnya, marilah kita memohon kepada Alloh agar
diberi kekuatan menjalankan agama Alloh dan diselamatkan dari gelombang
fitnah ini. Amiin ya Rabbal aalamin.