Вы находитесь на странице: 1из 4

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian


Pendekatan penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah

pendekatan deskriptif yang mengkhususkan pada studi kasus. Didalam studi kasus

ini data yang diperoleh akan diolah, dianalisis lebih lanjut secara kualitatif yaitu

apa yang dinyatakan responden secara tertulis maupun lisan akan dibahas

sehingga dapat mengetahui gambaran yang jelas dan kesimpulan mengenai

masalah yang diteliti.

3.2 Defenisi Operasional Variabel


Dari judul yang diteliti maka variabel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah :
1. Variabel Bebas
Yaitu variabel yang dapat mempengaruhi atau penyebab dari perubahan

yang terjadi pada variabel terikat. Dalam hal ini, yang menjadi variabel

bebas adalah Penerapan Pengendalian Internal.


2. Variabel Terikat
Yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Dimana variabel

terikat dalam penelitian ini adalah Prosedur Penyaluran Pembiayaan

Pada Bank Syariah Mandiri.


3.3 Objek dan wilayah Penelitian
Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengadakan penelitian pada PT. Bank

Syariah Mandiri KCP Medan Pulo Brayan yang beralamat di Jalan KL. Yos

Sudarso Komp. Ruko Mega Glugur No. 3-4 Gedung BSM Lt. 1 Medan yang

merupakan Kantor Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri. Bank Syariah


Mandiri adalah bank islam kedua di Indonesia setelah berdirinya Bank Muamalat

pada Tahun 1990. Adapun alasan peneliti melaksanakan penelitian pada bank

tersebut yakni bahwa didalam perbankan syariah ini terdapat unit pengamatan

(observasi) yang relevan dengan materi skripsi ini.

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian


3.5 Jenis dan Sumber Data
Untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini, maka data

yang peneliti gunakan adalah data primer dan sekunder. Adapun jenis dan sumber

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ;


1. Data Primer
Adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian. Data

yang diperoleh dari hasil wawancara responden yaitu pihak pimpinan

dan karyawan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti pada

Bank Syariah Mandiri Medan KCP Pulo Brayan.


2. Data Sekunder
Adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk data dan

dokumen yang ada pada PT. Bank Syariah Mandiri KCP Medan Pulo

Brayan.

3.6 Teknik Pengumpulan Data


Dalam memperoleh data yang relevan dalam penulisan ini, teknik

pengumpulan data yang digunakan adalah :


a. Studi Kepustakaan (Library)
Dalam hal ini penulis mengumpulkan berbagai teori-teori di

perpustakaan yang berasal dari literatur-literatur ilmiah yang sesuai

dengan masalah penelitian serta Undang-Undang Tentang Perbankan

untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan pengendalian


internal, dan prosedur didalam penyaluran pembiayaan pada bank

syariah.
b. Studi Lapangan (Observation)
Data yang diambil dengan cara terjun langsung pada objek penelitian

yang berupa dokumen-dokumen dan laporan lainnya yang terkait

langsung dengan penelitian ini. Hasil studi lapangan ini diharapkan

dapat memberikan kejelasan dalam praktik tentang bagaimana

penerapan Pengendalian Terhadap Penyaluran Pembiayaan Pada PT.

Bank Syariah Mandiri KCP Medan Pulo Brayan.


c. Wawancara (Interview)
Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara

langsung kepada responden. Teknik wawancara yang digunakan adalah

wawancara terstruktrur yaitu dengan membuat seperangkat pertanyaan

yang berhubungan dengan masalah penelitian serta wawancara tidak

terstruktur yaitu teknik yang dilakukan hanya mendasarkan pada

pedoman atau pokok-pokok pemikiran atas suatu informasi yang akan

ditanyakan pada saat melakukan wawancara.

3.7 Teknik Analisis Data


Setelah data yang diperoleh terkumpul, maka akan diidentifikasi dan

digolongkan sesuai dengan permasalahan. Data yang diperoleh kemudian disusun

secara kualitatif untuk mencapai kejelasan masalah yang akan dibahas.

Selanjutnya hasil dari jawaban kuesioner dihitung menggunakan rumus berikut ;


Jumlah Jawaban Ya
Persentase= x 100
Jumlah Jawaban Kuesioner
Penulis menyediakan jawaban secara close ended questioner atau

kuesioner secara tertutup, yaitu responden hanya diberikan tiga alternatif jawaban
yang telah penulis tentukan yaitu Ya, Tidak atau Tidak Relevan. Sebagai

ukuran tingkat kesesuaian dengan kriteria-kriteria tertentu sehingga responden

cukup memilih salah satu jawaban yang dianggap paling tepat menurut responden

dari ketiga jawaban alternatif tersebut.


Untuk kepentingan hasil perhitungan persentase, penulis akan menggunakan

ketentuan yang dikemukakan berdasarkan rumusan Champion (1990:302) yang

dikutip dalam bukunya Basic Statistic For Social Research menyebutkan

klasifikasi sebagai berikut :


1) 0,00 0,25 = No association or low association (weak association)
2) 0,26 0,50 = Moderately low association (moderation association)
3) 0,51 0,75 = Moderately high association (moderation strong association)
4) 0,76 1,00 = High association (strong association up to perfect association)
Klasifikasi tersebut diatas maka dapat diuraikan sebagai berikut :
1) 0% - 25% = Penerepan pengendalian internal tidak efektif dalam menunjang

prosedur penyaluran pembiayaan/kredit.


2) 26% - 50% = Penerapan pengendalian internal kurang efektif dalam

menunjang prosedur penyaluran pembiayaan/kredit.


3) 51% - 75% = Penerapan pengendalian internal cukup efektif dalam

menunjang prosedur penyaluran pembiayaan/kredit.


4) 76% - 100% = Penerapan pengendalian internal sangat efektif dalam

menunjang prosedur penyaluran pembiayaan/kredit.

Вам также может понравиться