Вы находитесь на странице: 1из 4

WEB OF CAUTION THALASEMIA

Pernikahan penderita talasemia

Penurunan penyakit secara

Gangguan sintesis rantai globin dan (kromosom 11

Pembentukan rantai dan di eritrosit tidak Rantai yang


seimbang. terbentuk sedikit
Rantai kurang dibanding rantai . dibanding rantai
Rantai tidak terbentuk sama sekali
Thalasemi
Thalasemi a .
Thalasemia
Penatalaksanaan Medikamentosa dan
Pemberian iron chelating agent
(desferoxamine)-> stlh kadar feritin Pembentukan rantai dan
serum mencapai 1000 mg/l atau Pembentukan rantai dan kurang
saturasi transferin lebih 50%, atau Penimbunan dan pengendapan rantai dan yang
sekitar 10-20 kali transfusi darah. berlebihan Penatalaksanaan
Desferoxamine, dosis 25-50 mg/kg Suportif
berat badan/hari subkutan melalui Tidak terbentuknya HBA (2 Transfusi darah :
syringe pump dlm waktu 8-12 jam Hb penderita
dg min slm 5 hr berturut setiap dipertahankan antara 8
selesai transfusi darah. Akumulasi endapan rantai globin yang berlebihan (terbentuknya g/dl sampai 9,5 g/dl.
Vit C 100-250 mg/hari slm inclussion bodies) Dengan kedaan ini akan
pemberian kelasi besi, utk memberikan supresi
meningkatkan efek kelasi besi. Endapan menempel pada sumsum tualang yg
Asam folat 2-5 mg/hari utk adekuat, menurunkan
memenuhi keb. yg meningkat.Vit E tingkat akumulasi besi, &
Dinding eritrosit dpt mempertahankan
200-400 IU setiap hari sbg
antioksidan dpt memperpanjang pertumbuhan &
perkembangan penderita.
Eritrosit darah tidak efektif dan penghancuran pre kurson eritrosit di intra medular

Pemeriksaan Sintesis HB kurang sehingga eritrosit hipokron dan


Sumsum tulang : mikrositer
Hiperplasi sistem
eritropoesis dengan
normoblas terbanyak dari Hemolisis eritrosit yang
Klasifikasi :
jenis asidofil.
Thalasemia minor/ thalasemia trait : ditandai oleh anemia
Granula Fe (dengan
mikrositik, bentuk heterozigot.
pengecatan Prussian biru) [Inaayatika/04124706017/ Co-Ners 2012-2013/ Kep. Anak/ Poli]
THALASE Thalasemia intermedia : ditandai oleh splenomegali, anemia berat,
meningkat.
Foto tulang pipih & ujung bentuk homozigot.
tulang panjang : perluasan Thalasemia mayor : anemia berat, tidak dapat hidup tanpa
Hyperplasia sumsum
Extramedular
hemapoesis
Perubahan
skletal Perubahan
Penurunan Stimulasi skeletal
Anemi
suplai darah ke
ke jaringan
jaringan Trombositope Leukope
Maturasi sexual Penurunan SDM tdk
nia nia
Suplai O22 dan dan daya tahan sempurna/Imat
nutrisi ke pertumbuhan tubuh ur MANISFESTASI KLINIS
jaringan Kelesuan.
menurun Ganggua Resiko Hemolis Bibir, lidah, tangan, kaki
n proses is dan bahagian lain
tinggi
berwarna pucat.
Menurunny tum-bang infeksi
Menurunn Sesak nafas.
a Anemia Hemosidero
ya Hilang selera makan &
metabolis
metabolis sis
bengkak di bag abd.
me dalam
me dalam Anoksi Perubahan hemoglobin yg rendah
Anoksi Hipoksia Gg perfusi Kulit Hemokroma
Hipoksia yaitu kurang daripada
a sirkulasi jaringan kecoklat tis
Perubahan a 10g/dl.
Perubahan perifer an
pembentukan Nyeri Fibrosis
pembentukan Pemeriksaan Darah
ATP Gangguan
ATP tepi :
konsep diri
Hb rendah dpt sampai 2-
Energi yang Nekrosis 3 g%
dihasilkan
Gambaran morfologi
Jantung Hati Kandun Limpa Pankrea eritrosit : mikrositik
Kelemahan g s hipokromik, sel target,
empedu anisositosis berat dgn
Failure Sirosis DM Splenome makroovalositosis,
Intoleransi Kolestiasi gali mikrosferosit,
aktivitas. s polikromasi, basophilic
Anoksi Gizi stippling, benda Howell-
a buruk Jolly, poikilositosis & sel
Gg. Nutrisi

[Inaayatika/04124706017/ Co-Ners 2012-2013/ Kep. Anak/ Poli]


Resiko tinggi Gg. Nutrisi Gg perfusi Intoleransi
infeksi aktivitas.
NOC : TErbebas dari tanda dan NOC : Nutrisi yang dikonsumsi NOC : Perfusi jaringan NOC :Kemampuan melakukan
gejala infeksi adekuat perifer tidak terganggu aktivitas yang dibutuhkan
NIC : NIC : NIC : NIC :
a. Ajarkan pada klien dan a. Kaji status nutrisi pasien a. Kaji tingkat rasa tidak a.Tentukan penyebab keletihan
keluarga tanda dan gejala b. Ketahui makanan nyaman. (misalnya karena perawatan, nyeri,
terjadinya infeksi dan kapan kesukaan pasien b. Pantau adanya dan pengobatan)
harus melaporkan kepada c. Anjurkan makan sedikit kesemutan. b.Pantau respon O2 pasien terhadap
petugas. tapi sering c. Pantau penggunaan alat aktivitas perawatan diri.
b. Pertahankan teknik isolasi. d. Timbang berat badan yang panas atau dingin. c. Bantu pasien untuk
c. Berikan terapi antibiotik bila dalam interval yang tepat d. Periksa kulit setiap hari mengidentifikasi pilihan waktu.
diperlukan. e. Sajikan makanan selagi dari adanya perubahan d. Bantu dengan aktivitas fisik
d. Informasikan kepada hangat dan dalam bentuk integritas kulit. teratur (misal berubah posisi
keluarga kapan jadwal yang menarik e. Diskusikan dan sesuai kebutuhan).
imunisasi. f. Kolaborasi dengan ahli identifikasi penyebab dari e.Batasi rangsang lingkungan
e. Jelaskan keuntungan dan gizi untuk menentukan sensasi tidak normal atau (kebisingan).
efek dari imunisasi. diet yang tepat perubahan sensasi. f. Berikan istirahat adekuat.
g.Pantau asupan nutrisi untuk
memastikan keadekuatan sumber
energi.

Inaayatika
04124706017
Co-Ners PSIK FK UNSRI
Ak. 12-13

DAFTAR PUSTAKA
[Inaayatika/04124706017/ Co-Ners 2012-2013/ Kep. Anak/ Poli]
Doenges, Marilynn E.2000. Rencana Asuhan Keperawatan, edisi 3, EGC: Jakarta.

Ngastiyah.1997. Perawatan Anak Sakit, EGC, Jakarta.

Suriadi, Rita Yuliani.2001.Asuhan Keperawatan Pada Anak, edisi I, CV. Sagung Solo: Jakarta.

Guyton, Arthur C.2000.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, edisi 9, EGC: Jakarta.

Soeparman, Sarwono, W.1996. Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, FKUI: Jakarta.

Hoffbrand. A.V & Petit, J.E.1996. Kapita Selekta Haematologi, edisi ke 2, EGC: Jakarta.

[Inaayatika/04124706017/ Co-Ners 2012-2013/ Kep. Anak/ Poli]