Вы находитесь на странице: 1из 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Wanita adalah makhluk yang paling rawan terkena berbagai macam penyakit terutama
penyakit pada organ kandungan dan reproduksinya. Semakin banyaknya wanita yang terkena
penyakit atau masalah pada organ kandungan dan reproduksi yang membuat kita lebih
berhati-hati dan menjaga kebersihan diri. Karena salah satu penyebab penyakit-penyakit atau
kelainan-kelainan tersebut ialah karena infeksi jamur ataupun virus.
Sebagian masyarakat moderen saat ini banyak yang sukan mengkonsumsi makanan yang
tinggi kadar lemaknya, dan kurang mengkonsumsi serat alami. Hal ini dapat dibuktikan
dengan marak dan larisnya berbagai restoran yang menyajikan hidangan fast food ala luar
negeri. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang diawetkan juga dapat memicu kanker.
Demikian juga kebiasaan minum alcohol dan merokok.
Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sudah tak asing lagi ditelinga kita.
Berbagai jenis kasus baru ditemukan khususnya di kalangan perempuan. WHO melaporkan
bahwa didunia ini setiap tahunnya ada 6,25 juta penderita kanker dan dalam 20 dekade
terakhir ini ada 9 juta manusia mati karena kanker. Dan perlu diketahui bahwa 2/3 kejadian
ini terjadi dinegara yang sedang berkembang. Di Indonesia diperkirakan 100 penderita kanker
dari 100.000 penduduk. Memasuki era milenium, secara umum prevalensi penyakit
cenderung meningkat.
Ditambah lagi masalah-masalah dari penanggulangan kanker yang masih ada seperti
kebijaksanaan kanker secara nasional belum ada, koordinasi dalam penaggulangan penyakit
kanker masih kurang, sistem pencatatan atau registrasi belum memadai, penderita sudah
dalam keadaan stadium lanjut, jumlahnya pun juga sangat tinggi, penyebaran dan jumlah
fasilitas pelayanan belum memadai dan pengetahuan faktor risiko dan cara hidup yang sehat
belum diketahui secara merata.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai gejala orang yang
terkena kanker rahim, pengobatannya, dan pencegahannya.

1
B. MATERI
1. Pengertian Pemeriksaan Ginekologi
2. Indikasi Pemeriksaan Ginekologi
3. Prosedur Pemeriksaan Ginekologi
4. Tata cara pemeriksaan ginekologi

C. Tujuan
1. Agar mahasiswa mengetahui mengenai pengertian pemeriksaan ginekologi
2. Agar mahasiswa mengetahui mengenai indikasi pemeriksaan ginekologi
3. Agar mahasiswa mengetahui mengenai prosedur pemeriksaan ginekologi
4. Agar mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan ginekologi

BAB II
PEMBAHASAN

2
A. PENGERTIAN
Pemeriksaan gynekologi adalah suatu prosedur klinik yang dilakukan secara bimanual
untuk menentukan atau mengetahui kondisi organ ginetalia,berkaitan dengan upaya
pengenalan atau penentuan ada tidaknya kelaian pada bagian tersebut.Pemeriksaan ini
merupakan rangkaian dari suatu prosedur pemeriksaan yang lengkap sehingga hasil
pemeriksaan ini merupakan temuan dari adanya gejala-gejala sistemik maupun lokal.
(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.2006.Hal : 422)

B. INDIKASI
1. Pemeriksaan bentuk,arah,besar,dan konsistensi uterus.
2. Pemeriksaan adneksa dan parametrium.
3. Pemeriksaan ballotement.
4. Konfirmasi kehamilan intra atau ekstrauterin.
5. Konfirmasi peradangan atau infeksi.
6. Pemeriksaan flour albus,perdarahan,tumor pelviks.

C. PROSEDUR PEMERIKSAAN GINEKOLOGI

Langkah dan Kegiatan


a. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
1. Jelaskan tentang prosedur pemeriksaan
2. Jelaskan tentang tujuan pemeriksaan
3. Jelaskan bahwa proses pemeriksaan mungkin akan menimbulkan perasaan khawatir atau
kurang menyenangkan,tetapi pemeriksa berusaha menghindarkan hal tersebut
4. Pastikan bahwa pasien telah mengerti prosedur dan tujuan pemeriksaan
5. Mintakan persetujuan lisan untuk melakukan pemeriksaan

b. PERSIAPAN BAHAN DAN PERALATAN


Kapas dan larutan antiseptik
Cateter nelaton
Spekulum cocor bebek (Graves speculum)
Meja instrumen
Ranjang ginekologi dengan penopang kaki
Lampu sorot

c. PEMERIKSA
Sarung tangan DTT
Baju periksa (skort)

3
Sabun dan air mengalir
Handuk bersih dan kering

d. MEMPERSIAPKAN PASIEN
1. Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan melepaskan pakaian dalam.
2. Persilahkan pasien untuk berbaring di ranjang ginekologi.
3. Atur pasien pada posisi litotomi.
4. Hidupkan lampu sorot,arahkan dengan benar pada bagian yang akan diperiksa.

D. TATA CARA PEMERIKSAAN GINEKOLOGI

A. Pemeriksaan Abdomen

Inspeksi abdomen

Hal yang dinilai pada pemeriksaan inspeksi abdomen adalah :

Pembesaran dinding abdomen ( tumor, kehamilan, asites), pergerakan dengan pernapasan,


kondisi kulit (mengkilap, keriput, pigmentasi. Gambaran vena), striae, jaringan parut operasi.

Palpasi abdomen

Sebelum dilakukan palpasi, pasien diminta untuk mengosongkan kandung kemih dan
rektum terlebih dahulu
Pemeriksaan dilakukan dengan seluruh telapak tangan dan jari jari dimulai dari atas,
kemudian lakukan palpasi dengan tekanan ringan untuk menilai apakah dinding perut
lemas atau tegang karena rangsangan nyeri
Lakukan palpasi lebih dalam bersamaan dengan irama pernapasan.
Nilai apakah terdapat defans muskular, nyeri tekan, nyeri tekan lepas, teraba tumor,
onsistensi benjolan dan lain lain.

Perkusi Abdomen

Bila dijumpai adanya pembesaran perut, dengan perkusi dapat ditentukan apakah pembesaran
perut tersebut disebabkan oleh tumor (mioma uteri atau kista ovarium) atau oleh cairan bebas
dalam perut.

Auskultasi Abdomen

Penilaian auskultasi penting pada tumor perut yang besar untuk menyingkarkan kemungkinan
kehamilan (mendengarkan denyut jantung janin). Penilaian bising usus dalam diagnostik
peritonitis atau ileus.

4
B. Pemeriksaan Genitalia Eksterna

Inspeksi

1. jelaskan pada pasien bahwa akan dilakukan pemeriksasan untuk membantu melihat
keadaan genitalia pasien
2. minta pasien untuk berbaring diatas ranjang ginekologi dengan posisi litotomi
3. arahkan lampu ke vagina pasien
4. lakukan inspeksi vagina dan sekitarnya:
nilai rambut pubis
Nilai OUE : bengkak/ peradangan/ nanah/ polip
Nilai klitoris
Nilai struktur himen: himen imperforata/ himen intak/ robekan himen
Nilai kulit disekitar vagina: insfeksi kulit
Nilai introitus vagina: benjolan (tumor,/ prolaps uteri/ mioma/ polip serviks
yang panjang), tanda radang, darah, fluor albus (warna & bau), benjolan
(kondiloma/ karunkula/ polip), ulkus
Nilai glandula bartholini: peradangan, tumor
Nilai adanya rektokel atau sistokel
Nilai perineum: jaringan parut

Palpasi

1. Lakukan perabaan pada glandula bartholini dengan jari jari dari luar yang kemudian
dteruskan dengan perabaan antara dua jari dalam vagina dan ibu jari diluar. Nilai
apakah terdapat bartholinitis, abses atau kista.
2. Bila pasien menderita uretritis gonore, maka dapat dilakukan milking untuk melihat
nanah yang keluar dai OUE dengan cara mengurut dinding belakang uretra dari
dalam keluar dengan jari jari yang berada di dalam vagina.

5
C. Pemeriksaan Genitalia Interna

Langkah awal:

Lakukan inform consent tentang prosedur yang akan dilakukan. Beritahu pasien
bahwa akan dilakukan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan ini akan menimbulkan
rasa tidak nyaman, dan mintalah persetujuan pasien untuk menandatangani lembar
inform consent.
Mintalah pasien untuk mengosongkan kandung kemih

Catatan : Pemeriksaan dalam sebaiknya tidak dilakukan pada pasien yang belum kawin atau
berstatus nona karena akan menyebabkan kerusakan himen. Jika harus dilakukan, maka
pasien terlebih dahulu menandatangani lembar inform consent.

Inspeksi

1. Desinfeksi area vagina dan sekitarnya


2. Siapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan
3. Masukkan spekulum cocor bebek ke dalam vagina dengan mengikuti langkah berikut:
Buka introitus untuk memasukkan spekulum
Spekulum dimasukkan dalam posisi oblik (daun spekulum dimiringkan dan
spekulum berada dalam keadaan tertutup)

6
Spekulum diputar kembali melintang ke dalam vagina dan didorong masuk
lebih ke dalam arah forniks posterior sampai di puncak vagina.
Buka spekulum untuk memperlihatkan ostium serviks eksternal/
Setelah posisi spekulum di vagina menunjukkan ostium serviks, lakukan
penguncian spekulum

4. Setelah spekulum dikunci, lakukan penilaian terhadap seluruh struktur vagina dan
serviks.
Hal yang dinilai:
Dinding vagina (rugae vaginalis, fluor albus)
Porsio vaginalis servisis uteri (bulat, terbelah melintang, apakah mudah
berdarah, erosi, peradangan, polip, tumor, ulkus)
5. Pada saat pemeriksaan dengan spekulum juga dapat dirangkaikan dengan
pemeriksaan tambahan seperti usap vagina & usap serviks untuk pemeriksaan
sitologi.
6. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, keluarkan spekulum, dan masukkan alat yang
telah digunakan ke dalam larutan DTT

Palpasi

Palpasi Bimanual

1. Masukkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan ke dalam vagina dengan posisi
jari tengah & jari telunjuk diuruskan ke depan, ibu jari lurus ke atas & dua jari lainnya
dalam keadaan fleksi.
Mula mula jari tengah dimasukkan ke dalam introitus vagina lalu komisura posterior
ditekan ke belakang supaya introitus menjadi lebih lebar kemudian jari telunjuk
dimasukkan juga. (cara ini digunakan pada nulipara / pasien dengan introitus vagina
yang sempit sehingga dapat mengurangi nyeri)

7
Nilai struktur vagina : apakah introitus vaginasempit, dinding vagina, teraba
polip dan tumor vagian, teraba benda asing, teraba fistula.
Nilai serviks : perhatikan arah dan posisi serviks, bentuknya bulat / terbelah
melintang, besar dan konsistensinya, apakah kanalis servikalis dapat dilalui
oleh jari.
2. Dorong kedua jari sedalam dalamnya ke vagina. Pada uterus dalam
anteversiofleksio, ujung jari ditempatkan di foerniks anterior dan mendorong lekukan
uterus ke atasbelakang lalu tangan luar ditempatkan di perut bawah, tidak langsung di
atas simfisis, melainkan agak keatas. Pegang fundus uteri dan permukaan belakang
korpus. Dengan demikian, korpus dicekap antara kedua tangan dengan tangan luar
mendorong korpus ke bawah dan dari belakang ke depan.
Hal yang dinilai :
Uterus : letak, bentuk, ukuran, konsistensi, permukaan, gerakan.
- Letak uterus : anteversi, antefleksi, retroversi, retrofleksi
- Bentuk uterus adalah agak bulat dengan fundus uteri lebih besar
dibandingkan bagian bawah. Pada mioma uteri, bentuk uterus bervariasi
dari yang bulat, lonjong,, sampai yang tidak teratur bentuknya.
- Ukuran uterus perempuan dewasa sebesar telur ayam dan konsistensi
kenyal. Pembesaran uterus dapat ditemukan pada kehamilan dan adanya
neoplasma : mioma, sarkoma, karsinoma korporis uteri.
- Permukaan uterus biasanya rata, termasuk uterus gravidarum. Permukaan
yang tidak rata dan berbenjol benjol menunjukkan ke arah mioma uteri.
- Pergerakan uterus dapat dengan mudah digerakkan ke segala arah. Gerkan
terbatas atau bahkan tidak dapat digerakkan sama sekali pada keadaan:
1) Karsinoma serviks uteri stadium lanjut
2) jaringan parut di parametrium akibat parametritis atau akibat robekan
pada serviks dan puncak vagina
3) perlengketan dengan peritoneum, usus, atau omentum akibat salpingo-
oofaritis
4) Endometriosis eksterna dengan akibat perlengketan
5) pada uterus yang besar dan terjepit atau terkurung di dalam pelvis minor
seperti pada uterus miomatosus dan pada retrofleksi uteri gravidi
inkarserata

Palpasi Adneksa

Jelaskan kepada pasien bahwa pada pemeriksaan ini, jari akan dimasukkan ke dalam
genitalia pasien dan tentunya pasien akan merasa kurang nyaman.

8
Masukkan jari telunjuka dan jari tengah ke dalam vagina. Jari jari perlu dimasukkan
sedalam dalamnya, jika perlu, perineum didorong ke dalam, sehingga ujung jari
dapat mencapai 2-5 cm lebih dalam. (pemeriksaan sebaiknya di mulai dari sisi yang
tidak nyeri / tidak terdapat tumor)
Ujung jari ditempatkan di forniks lateral dan di dorong ke arah belakang lateral dan
atas.
Tempatkan tangan luar di perut bawah, kanan atau kiri sesuai dengan letak jari dalam
vagina. (penempatan jari tangan luar tidak boleh terlampau rendah atau terlampau
lateral, akan tetapi setinggi Spina iliaka Anterior Posterior di garis medio-lateral)
Tekan tangan luar ke arah belakang sehingga ujung jari kedua tangan dapat di
turunkan sedikit dalam posisi yang sama dan perabaan disesuaikan dengan irama
pernapasan. (Waktu ekspirasi dinding perut lebih lemas).

Interpretasi : parametrium dan tuba normal tidak teraba. Ovarium normal hanya dapat diraba
pada perempuan kurus dengan dinding perut yang lunak ; besarnya seperti ujung jari dan
ujung ibu jari dan konsistensi kenyal. Jika parametrium dan tuba dapat diraba, itu merupakan
suatu kelainan.

9
D. Pemeriksaan Rektovaginal

Jelaskan pada pasien bahwa pada pemeriksaan ini jari aan dimasukkan ke dalam
genitalia dan anus pasien tentunya pasien merasa kurang nyaman.
Masukkan jari telunjuk kedalam rektum dan ibu jari dimasukkan ke dalam vagina
pasien. (pemeriksaan vaginoabdominal)
Masukkan jari telunjuk ke dalam vagina, jari tengah ke dalam rektum, dan dibantu
oleh tangan dari luar (pemeriksaan rektovagino-abdominal)

Hal yang dinilai :

- Tonus m. Sphincter ani externus, hemoroid, tumor, striktur rekti, rektokel


- Nilai ovarium
- Nilai penebalan parametrium (parametritis, metastasis karsinoma serviks), penebalan
ligamentum sakrouterina.
- Nilai abses cavum douglasi, hematokel rektouterina
- Penilaian penyebaran tumor gentalia ke rektum

E. Pemeriksaan Rektal Touche

Pemeriksaan struktur vagina dan himen dengan metode rectal touche terutama dilakukan
pada pasien :

Pasien yang masih perawan


Pasien yang megaku belum pernah bersetubuh
Pasien wanita korban perkosaan = untuk melihat dengan jelas arah robekan himen
Kelainan bawaan (atresia himenalis tau atresia vaginalis)

F. Pemeriksaan Penunjang

a. Pemeriksaan Laboratorium

10
Pemeriksaan darah lengkap:

- Kadar hemoglobin rendah perdarahan abnormal yang berlangsung cukup lama


Mioma uteri, karsinoma serviks uteri, KET.
- Kadar leukosit dan laju endap darah tinggi pada kasus peradangan.
Tes Wasserman atau VDRL : pada tersangka sifilis
Tes Plano : mengetahui adanya kehamilan

b. Pemeriksaan Getah Vulva / Vagina

Sampel getah uretra diambil dari OUE dan getah serviks dari ostium uteri eksternum
dengan kapas lidi untuk pemeriksaan gonokokkus.
Sampel getah vagina diambil dari introitus vagina dengan kapas lidi.
Sampel getah yangdiambil kemudian diperiksa dibawah mikroskop dengan
pewarnaan khusus untuk melihat jenis bakteri penyebab.

Diagnosis Kriteria Laboratorium


Gonore Diplokokus gram negatif intraselular
pada sediaan apus duh tubuh uretra /
serviks dengan pewarnaan gram.
Non Gonokokkus Tidak dtemukan diplokous gram negatif
intraselular, namun sel leukosit PMN 5
pada sediaan apus getah uretra, atau 30
bila berasal dari serviks dengan
pewarnaan gram
Trikomoniasis Ditemukan flagella motil pada sediaan
basah (larutan NaCl fisiologis) yang
berasal dari getah vagina
Kandidiasis Vaginalis Ditemukan pseudohifa / blastospora pada
sediaan basah (larutan KOH 10%) dari
sediaan yang berasal dari getah vagina

11
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Wanita adalah makhluk yang paling rawan terkena berbagai macam penyakit terutama
penyakit pada organ kandungan dan reproduksinya. Semakin banyaknya wanita yang terkena
penyakit atau masalah pada organ kandungan dan reproduksi yang membuat kita lebih
berhati-hati dan menjaga kebersihan diri. Karena salah satu penyebab penyakit-penyakit atau
kelainan-kelainan tersebut ialah karena infeksi jamur ataupun virus.
Sebagian masyarakat moderen saat ini banyak yang suka mengkonsumsi makanan yang
tinggi kadar lemaknya, dan kurang mengkonsumsi serat alami. Hal ini dapat dibuktikan
dengan marak dan larisnya berbagai restoran yang menyajikan hidangan fast food ala luar
negeri. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang diawetkan juga dapat memicu kanker.
Demikian juga kebiasaan minum alcohol dan merokok.

B. SARAN
Sebaiknya para wanita memulai kebiasaan hidup sehat dimulai sejak dini,dengan
menjaga kebersihan diri dan menjalankan pola hidup sehat maka setidaknya dapat
mengurangi resiko berkembangnya suatu penyakit.

12
DAFTAR PUSTAKA

Prawirodihardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka

Beckman CRB, et al. 2010. Obstetrics and Gynecology. Philadelphia : Lippincot William and
Wilkins

Astuti,Rini. DuniaImajinasiVsKebidananPEMERIKSAANGYNEKOLOGI.html diakses pada


31 januari 2017

13