You are on page 1of 2

MARAHNYA SEORANG IBU SHALIHAH

Sahabat Alquran, dari Abi Hurairah ra, Rosulullah SAW bersabda, Allah
berfirman Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba pada-
Ku(mutafaqun alaih). Dari hadist ini mengajarkan kita untuk berhati-
hati dalam berkata. Karena kata-kata kita adalah doa yang selalu
didengar oleh Allah SWT.

Dari hadist diatas, banyak kisah sukses seseorang yang menahan dirinya dari
kata-kata kotor dan memaksa untuk berkata baik walaupun dalam keadaan
marah.

Sahabat Alquran, kisah nyata ada seseorang bocah mungil tengah asyik bermain
tanah. Sementara sang ibu sibuk menyiapkan jamuan makan, karena keluarga
tersebut sebentar lagi akan kedatangan tamu. Ketika hidangan telah hampir siap
saji, sebelum tamu yang ditunggu datang menyantap hidangan, bocah lucu yang
tadi bermain tanah masuk ke ruang tamu dengan kondisi tangan yang masih
menggenggam debu, tiba tiba dia menaburkan debu diatas makanan yang
sudah dengan susah payah disajikan oleh ibunya.

Alangkah kagetnya sang ibu melihat apa yang dilakukan bocah kecil itu tatkala
masuk dan melihatnya. Sontak saja beliau marah dan berkata. idzhab
jaalakallahu imaaman lihaaraain (pergi kamu! Biar kamu jadi seorang imam di
Haramain (masjidil haram dan madinah))!.

Kini bocah kecil itu tumbuh dewasa dan menjadi orang terkenal. Kemarahan
sang ibu puluhan tahun lalu sepertinya menjadi doa baginya, yaitu menjadi
seorang imam masjidil haram. Dan benar, Allah mengabulkan sesuai dengan apa
yang diucapkan oleh ibunya. Siapakah imam tersebut? Dia adalah Syaikh
Adurrahman As-Sudais, pemilik suara merdu dan bacaan tartil yang banyak
disukai dan menjadi favorit kaum Muslimin di seluruh dunia. Subhanallah!

Nama lengkapnya Abdurrahman bin Abdul Azis as-Sudais an Najdi, dilahirkan di


Riyadh, Ibukota kerjaan Arab Saudi tahun 1961. Syaikh Sudais berasal dari Bani
Anza. Ia telah hafal Alquran pada umur 12 tahun. Tumbuh di Riyadh, Sudais
belajar di SD Al-Munthana bin Harits, dan setelah itu kuliah di Riyadh Scientific
Institution dan lulus tahun 1979 (umur 17-18 tahun) dengan nilai baik. Ia
memperoleh ijazah syariah dari Universitas Riyadh pada tahun 1983 (umur 21-22
tahun), dan menjadi anggota PPI(Pengetahuan Pokok Islam) sebagai pemberi
ceramah atau dosen, ia mempelajari islam dari gurunya di Universitas Islam
Imam Muhammad bin Saud pada tahun 1995 (umur 33-34 tahun) sebagai
asisten professor setelah aktif di Universitas Riyadh.

Sahabat Alquran, dari kisah diatas dan tentunya masih banyak kisah disekitar
kita, mari kita berhati-hati dalam berkata, jauhkan dari umpatan dan kata kata
kotor, karena memang apa yang kita ucapkan itu sebenarnya doa. Terutama bagi
seorang ibu, ibu yang menjadi madrasah bagi putra putrinya, untuk merubah
kebiasaan marah dengan kata-kata kotor, menjadi kata-kata yang baik kepada
anak-anaknya, dan semoga menjadi doa yang didengar Allah SWT. Semoga
bisa menjadi ibu pencetak generasi yang berkarakater dan qurani.