You are on page 1of 3

Nama : Nadia Rahmawati Fauziah

Kelas : A Psikologi 2015

NIM : 04041381520065

PERAMPINGAN KARYAWAN TELKOM INDONESIA

Sumber : http://www.scribd.com/doc/38203947/Makalah-Job-Stress-Newest

Tanggal diunduh : 18 juni 2012 jam 07.00

Waktu peristiwa : Tahun 2009

Perampingan karyawan akan dilakukan oleh PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Sekitar
1.156 karyawan PT. Telkom akan pensiun dini pada tahun 2009. PT. Telkom menyediakan dana
sebesar Rp750 miliar untuk pelaksanaan program ini.

Menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom


Eddy Kurnia, program pensiun dini dilakukan agar perusahaan lebih lincah bergerak menghadapi
kompetisi yang semakin ketat. Perusahaan juga memberikan kesempatan pada karyawan untuk
mengembangkan potensi diri
diluar perusahaan. Secara lugas, Eddy mengatakan Telkom harus melakukan efisiensi dan
efektivitas operasionalnya agar mampu bersaing.Edi mengatakan program ini terbuka secara
sukarelawan. Selain itu, Edi mengatakan bahwa dana itu (Rp750 miliar) untuk membayar
kompensasi karyawan yang mengambil program pensiun dini. Rencananya, program pensiun
dini akan dilakukan lagi dan berlanjut hingga tahun 2011. Saat ini, jumlah karyawan PT. Telkom
yang tersebar diseluruh Indonesia sekitar 25.000 orang. Selain rencana
pensiun dini ini, pensiun reguler pada tahun ini akan mempensiunkan karyawan yang telah
memasuki masa pensiun sebanyak 700 orang.
Menurutnya, tidak sedikit karyawan yang umurnya sudah mendekati masa pensiun ikut
mengambil pensiun dini.

Analisis :

Kasus ini membahas mengenai keputusan yang dilakukan oleh PT. TELKOM Indonesia
yang akan melakukan perampingan terhadap sejumlah karyawannya. Perampingan tersebut
berupa pelaksanaan pensiun dini, hal tersebut dilakukan agar perusahaan dapat dengan lincah
bergerak untuk ikut berkompetisi dengan perusahaan lainnya.

Peran dari psikolog dalam kasus ini sangat membantu terdapat prinsip motivasi dan emosi, yaitu
memotivasi , kepuasan, peningkatan produktivitas dan prestasi kerja . Hal ini dapat dibuktikan
dari ketika semakin banyak karyawan yang pensiun dini maka tingkat motivasi karyawan
tersebut juga semakin tinggi untuk memberikan kinerja yang terbaik agar tidak termasuk yang
terdaftar dipensiunkan dini

Bagi para karyawan yang termasuk dalam daftar pensiun dini terasa bingung untuk
melakukan kegiatan apa yang akan dilakukan selanjutnya .Prinsip belajar cocok dalam
kasus ini yaitu pengembangan program training perencanaan insentif.

Bagi karyawan yang takut termasuk dalam daftar pensiun dini karna jumlah karyawan
yang di pensiunkan dini sangat banyak yaitu sekitar 1.156 karyawan. Prinsip belajar dan
sosial yaitu membentuk kelompok kerja produktif,mengelola frustasi, konflik dan stres
karyawan sangat membantu karna ketika ada masalah , frustasi dapat datang dan
menghambat kinerja karyawan.

Psikologi Industri Organi juga sangat penting untuk membantu perusahaan untuk
menetapkan siapa karyawan yang termasuk pensiun dini atau bukan karna tugas Psikologi
Industri Organi yaitu untuk mengambil keputusan berdasarkan data empiris.

Selain itu fungsi selanjutnya adalah Personel Psikologi dapat mengetahui cara menilai karyawan
yang potensial, cara menetukan tingkat kinerja kerja karyawan bagaimana melatih karyawan
untuk meningkatkan kinerja.
Dikasus ini juga terlihat peran psikologi mengantisipasi agar perusahaan Telkom dapat bersaing
lebih baik lagi yaitu untuk meningkatkan kinerja karyawan dilakukan perampingan karyawan.

Pemenuhan kebutuhan sosial-psikologi : rasa aman, afilitas,harga diri,aktualisasi diri dan


kebahagiaan emosional secara optimis. Bagi para pensiun terdapat dana yang cuku besar yaitu
sebesar 750 miliar