You are on page 1of 3

USULAN JUDUL PENELITIAN

Nama : Riza

NPM :

Judul : Hubungan preeklamsia dan stress dengan kejadian kematian janin intrauterine
pada pasien yang dirawat di ruang kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu

A. Latar Belakang
Kematian janin intrauterine adalah kematian hasil konsepsi sebelum
dikeluarkan dengan sempurna dari ibu tanpa memandang dari usia kehamilan.
Kematian janin dalam rahim adalah kematian janin dalam rahim sebelum
persalinan berlangsung pada usia kehamilan 28 minggu ke atas atau berat janin
1000 gram ke atas (Winkjosastro, 2011).
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal namun kadang tidak
sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah
selama kehamilannya. Disimpulkan ternyata pada ibu hamil didapatkan perubahan
fisiologis baik perubahan pada fisik, perubahan system tubuh namun pada saat
terjadi kehamilan seringkali ditemukan kelainan (Prawirohardjo, 2013).

Dari data WHO di setiap tahun sekitar 160 juta perempuan di seluruh dunia
hamil. Sebagian besar kehamilan berlangsung dengan aman. Namun, sekitar 15 %
menderita komplikasi berat, dengan sepertiganya merupakan komplikasi yang
mengancam jiwa ibu. Frekuensi preeklamsia untuk tiap Negara berbeda-beda
angka kematian perinatal mencapai angka dibawah 25/1000 kelahiran karena
banyak faktor yang mempengaruhi jumlah primigravida, keadaan sosial ekonomi,
perbedaan kreteria dalam penentuan diagnosis, dan lain-lain. Dalam kepustakaan
frekuensi dilaporkan berkisar antara 3-10% ( Winkjosastro, 2010).

Di Indonesia kematian maternal dan neonatal yaitu 654/100.000 kelahiran


hidup dan 21,8/1000 kelahiran hidup eklamsia disamping perdarahan dan infeksi
masih merupakan sebab utama kematian ibu serta kematian perianatal yang tinggi.
Preeklamsia dini merupakan tingkat pendahuluan eklamsia, serta penangannya
perlu segera dilaksanakan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Preeklamsia dibagi atas tiga tingkatan yaitu preeklamsia ringan, sedang dan berat
(Depkes RI, 2012).
Kematian janin merupakan hasil akhir dari gangguan pertumbuhan janin,
gawat janin, atau infeksi. kematian janin adalah janin yang mati dalam rahim
dengan berat badan 500 gram atau lebih serta kematian janin dalam rahim pada
usia kehamilan 20 minggu atau lebih (Prawirohardjo, 2014).
Preeklamsia adalah kondisi khusus dalam kehamilan, yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah dan proteinuria. Bisa berhubungan dengan kejang
(eklamsia) dan gagal organ ganda pada ibu, seperti pada ibu terjadinya kerusakan
sistem saraf pusat ( peredaran intrakarnial, hipertensi ensepalopati, edema retina,
edema serebri), gastrointenstinal-hepatik, ginjal (ginjal akut, nekrosistubular akut),
kardiopulmulor (edema paru kardiogenik atau nonkardiogenik, depresi,
iskemiamiokardium), edema laring, hipertensi yang tidak terkendalikan (Shnenan&
Chappell, 2013).
Di Propinsi Bengkulu pada tahun 2013 dari sebanyak 38,463 kelahiran hidup
terdapat 41 bayi lahir mati dan jumlah kematian bayi sebesar 279. Angka kematian
bayi 7,3 per kelahiran hidup (Profil Kesehatan, 2013). Pada penelitian ini penulis
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Hubungan preeklamsia dengan
kematian janin intrauterine pada pasien yang dirawat di ruang kebidanan RSUD
Dr. M. Yunus Bengkulu.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis merumuskan
masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan preeklamsia dengan kematian
janin intrauterine pada pasien yang dirawat di ruang kebidanan RSUD Dr. M.
Yunus Bengkulu ?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mempelajari hubungan preeklamsia dengan kematian janin
intrauterine pada pasien yang dirawat di ruang Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus
Bengkulu.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui gambaran kematian janin intrauterine di ruang
kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu.
b. Untuk mengetahui gambaran dari preeklamsia di ruang kebidanan RSUD
Dr. M. Yunus Bengkulu.
c. Untuk mengetahui hubungan preeklamsia dengan kematian janin
intrauterine di ruang kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Ibu
Diharapkan hasil penelitian ini digunakan sebagai panduan supaya ibu
mengerti tanda-tanda preeklamsia pada kehamilan yang dapat menyebabkan
kematian janin intrauterine.
2. Bagi Institusi
Diharapkan hasil penelitian ini digunakan sebagai pemikiran akademik
dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan tentang hubungan Preeklamsia
dengan kematian janin intrauterine di ruang kebidanan RSUD Dr. M. Yunus
Bengkulu
3. Bagi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu
Diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan yang bermanfaat
sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan mutu pelayanan rumah sakit.
4. Bagi Peneliti Lain
Bagi peneliti lain diharapkan penelitian ini dapat menjadi informasi dalam
pengembangan penelitian berikutnya.