You are on page 1of 4

Pembahasan

Pada masa neonatal ( 28 hari pertama kehidupan) neonatus mengalami penyesuaian


sistem tubuh dari kehidupan dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Keadaan ini yang
memerlukan perhatian dan perawatan ekstra khusus, cepat, tepat dan akurat karena pada masa
ini terdapat mortalitas paling tinggi. Berbagai masalah pada periode neonatus dapat
disebabkan oleh faktor ibu, kondisi selama persalinan, dan faktor neonatus itu sendiri
(Gomella, 2013). Tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) pada periode neonatus menjadi
permasalahan besar di Indonesia. Penyebab kematian perinatal (07 hari) yang terbanyak
adalah respiratory disorders (35,9%) dan premature (32,3%). (Riset Kesehatan Dasar, 2007
dan Kemenkes RI,2011 ).
Pada analisa (neonatal resuscitation an update) ini bertujuan untuk melihat
keefektipan resusitasi terbaru tahun 2010 yang tidak banyak mengalami perubahan dari yang
sebelumnya maka dicari metode yang tepat untuk resusitasi pada neonatus. Pada resusitasi
AHA 2010 lebih menonjolkan pada penilaian pulse oximetri yang sangat diperlukan untuk
menilai oksigenisasi yang diberikan selama resusitasi karena pada AHA yang sebelumnya
pulse oximetri bukan menjadi hal yang utama. Sebelum melakukan resusitasi sebaiknya kita
harus mengevaluasi keefektipan ventilasi yang diberikan dengan Mr sopa ( Mask, Reposisi
kepala, Suction, Open airway, tingkatkan Pressure, alternative Airway dengan ETT bila
ventilasi tidak efektip).Waktu,alat dan cara yang tepat melakukan resusitasi akan memperoleh
outcome yang terbaik. Bila resusitasi ventilasi dilakukan dengan cara yang tepat support
terhadap sirkulatori jarang dilakukan seperti pemberian bolus cairan nacl 0,9%, obat obatan
vasopresor dan tidak memerlukan respirasi support baik invasif maupun non invasif, bila
Pasien yang membutuhkan bantuan respirasi support seperti cpap, ventilasi mekanik baik
invasif maupun non invasif sebaiknya menggunakan pip nilai terendah untuk menghindari
terjadinya komplikasi seperti barotrauma.
Sedangkan pada analisa (moral distress in the resuscitation of extremely premature
infant) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap stress moral yang dialami
oleh perawat neonatus yang terlibat langsung maupun tidak lngsung terhadap proses
pengambilan keputusan dalam resusitasi infant yang lahir sangat premature. Metode
penelitian menggunakan transkrip interview dari 15 perawat yang mempunyai sertifikasi
perawat neonatologi yang terlibat langsung ataupun tidak langsung pada resusitasi bayi
sangat premature.
Dari analisa (moral distress in the resuscitation of extremely premature infant)
didapatkan hasil yaitu ketidak pastian : ku infant,inform consent pada keluarga,perbedaan
persfektip antara orang tua dan sesama petugas : perawat dokter, persepsi atas sakit dan
menyakiti, kebersamaan dengan keluarga. : perawat kontak dengan keluarga lebih lama. dari
hasil penelitian tersebut terdapat penemuan yang lebih menarik dimana perawat neonatus
walaupun tersertifikasi mereka merasa tidak punya power dalam mengintervensi jalannya
resusitasi dan dalam proses pembuatan keputusan resusitasi.sehingga masalah ini terus
berlanjut menjadi isu yang signifikan untuk praktek keperawatan. Dari masalah tersebut bisa
dilakukan strategi untuk mengatasi masalah dengan adanya season brefing, komunikasi
efektip, klarifikasi, peningkatan pendidikan dan pengetahuan sehingga terjalin kerjasama
antar petugas kesehatan.
Dari dua analisa diatas dapat disimpulkan apabila Waktu,alat, cara dan pengetahuan
yang tepat melakukan resusitasi akan memperoleh outcome yang terbaik tampa
meninggalkan gejala sisa ataupun kematian.
Logan, J Wells., Edward G Shepherd, Joseph D.Tobias. 2014. Neonatal
Resuscitation: An Update. Ohio, USA

Molloy, Jennifer., Marilyn Evans, Kevin Coughlin. 2014. Moral Distress In The
Resuscitation Of Extremely Premature Infants. London, ON, Canada

EVIDENCE BASE PRATICE


RESUSITASI PADA NEONATUS

DISUSUN OLEH :

NAMA : MARDIANTARI

NPM : 220112140506

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIX

KEPERAWATAN KRITIS DAN GAWAT DARURAT

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2015