You are on page 1of 9

PROFIL PERUSAHAAN

Konveksi Pyramid didirikan oleh Bapak Bangun Sugito bersama istrinya pada tahun
1988. Konveksi ini beralamat di Gendingan RT 02 RW 14 Jebres Surakarta. Pyramid
memproduksi baju olahraga, training, jaket dan kemeja sesuai pesanan borongan, minimal 30
unit barang.

Modal awal yang dikeluarkan untuk mendirikan konveksi ini sebesar Rp 1.500.000,00
yang terbagi menjadi dua, yaitu Rp 1.000.000,00 digunakan untuk membeli peralatan konveksi,
seperti mesin jahit dan sebagainya, dan Rp 500.000,00 digunakan untuk membeli bahan baku.
Pertama kali konveksi ini didirikan hanya terdapat tiga karyawan, yaitu Bapak Bangun sendiri,
istrinya, dan satu orang karyawan.

Sekarang, konveksi sudah berkembang dan memiliki asset senilai Rp 200.000.000,00


yang terdiri dari 15 mesin jahit, 8 mesin obras, 2 mesin potong, dan 2 mesin itik. Jumlah
karyawan sekarang 20 orang, terdiri dari bagian Pemotongan Kain, bagian Jahit, bagian
Finishing dan bagian Sablon. Jumlah pesanan per bulan antara 15 sampai dengan 20 pesanan,
dengan rata-rata jumlah perpesanan 50 sampai dengan 100 unit. Bahan baku untuk pembuatan
kaos olahraga, training, jaket, dan kemeja dipasok dari Bandung dengan harga Rp 2.000.000,00
per roll. Satu roll kain dapat menghasilkan 100 unit baju. Rata-rata omset per tahun Konveksi
Pyramid sebesar Rp600.000.000,00.

Apabila sedang banyak permintaan, pemilik mempekerjakan orang tambahan di luar


karyawan tetapnya untuk membantu menyelesaikan pesanan. Namun, pada tahun 2015 ini
jumlah permintaan terbilang stabil sehingga Konveksi Pyramid melakukan produksinya secara
normal.

Konveksi Pyramid tidak melakukan pembukuan untuk setiap transaksi yang terjadi,
termasuk transaksi pembelian bahan baku dan penjualan barang jadi. Pyramid hanya merekap
nota-nota pembelian dan penjualan untuk dihitung secara kasar untuk mengetahui laba yang
diperoleh.
PEMBAHASAN

Secara garis besar, Pyramid mencatat biaya-biaya berikut : Biaya bahan baku, Biaya upah
karyawan, Biaya pengiriman pesanan, Biaya administrasi dan penjualan, Biaya Depresiasi
Mesin dan Biaya Listrik.

Karena produksi utama dari Pyramid adalah kaos olahraga, maka yang akan kami bahas
pada paper ini sebatas produksi kaos olahraga, tanpa memasukan training, jaket, dan kemeja ke
dalam perhitungan biaya produksi kelompok kami.

Perhitungan laba menurut Konveksi Pyramid

Data produksi kaos olahraga per tahun:

Rata-rata pesanan per tahun : 240 pesanan

Rata-rata unit per pesanan : 50 unit

Harga per unit : Rp 50.000,00

Bahan baku :

Kain : 1 roll = 100 unit kaos olahraga

Benang : 1 gros = 144 gulung; 1 gulung benang = 3 kaos

Kancing : 2 buah per unit

Tenaga Kerja Langsung :

Jumlah karyawan : 20

Upah per karyawan : Rp 1.000.000,00; dibayarkan setiap bulan

Factory Overhead :

Biaya pengiriman barang : Rp 5.040.000,00

Biaya Depresiasi mesin : Rp 15.000.000,00

Biaya Listrik : Rp 800.000,00


Perhitungan laba menurut Konveksi Piramid per tahun:

Keterangan Satuan Total (Rp)


Unit Harga/unit (Rp)
Penjualan
Penjualan kaos 12.000 50.000 600.000.000
olahraga
Biaya bahan baku
Kain 120 roll 2.000.000 240.000.000
Benang 30 gros 60.000 1.800.000
Kancing 168 gros 6.000 1.008.000
Biaya tenaga kerja langsung
Upah karyawan 20 12.000.000 240.000.000
BOP
Biaya 5.040.000
pengiriman
Biaya Depresiasi 15.000.000
Biaya Listrik 800.000
Total biaya 503.648.000
Laba 96.352.000

Perhitungan Laba Menurut Kelompok Kami


Kami mencoba untuk menelusur biaya produksi per unit untuk mendapatkan gambaran yang
lebih jelas tentang biaya yang seharusnya ditanggung Pyramid dalam setiap kaos olahraga yang
diproduksi menggunakan metode Biaya Absorpsi dan Biaya Variabel.

Perhitungan biaya per unit produksi.

Bahan Baku Produksi

1. Kain
Satu rol kain seharga Rp 2.000.000,00 dapat dibuat menjadi 100 unit kaos
olahraga. Maka biaya per unit untuk kain = Rp 2.000.000,00 / 100 = Rp 20.000,00
2. Benang
Satu gros benang seharga Rp 60.000,00 berisikan 144 gulung benang, dimana
setiap gulung benang dapat digunakan untuk membuat 3 kaos. Maka biaya per
unit untuk benang = Rp 60.000,00 / 400 = Rp 150
3. Kancing
Satu gros kancing seharga Rp 6.000,00 bersikan 144 buah kancing, setiap unit
yang diproduksi memerlukan 2 kancing. Maka biaya per unit untuk kancing = Rp
6.000,00 / 144 = Rp 42,00 x 2 = Rp 84
4. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Jumlah tenaga kerja langsung sebanyak 20 orang, dan upah tenaga kerja
dibayarkan setiap bulan sebesar Rp 1.000.000,00 per tenaga kerja. Maka biaya
tenaga kerja langsung per unit = Rp 20.000.000 : 1000 = Rp 20.000 per unit.

Biaya Overhead Pabrik

Variable

Biaya pengiriman barang


Pyramid mengakui biaya pengiriman barang setiap tahun adalah Rp 5.040.000,00.
Biaya pengiriman barang per unit: Rp 5.040.000:12.000 = Rp 420,00.
Biaya listrik

Biaya listrik Pyramid per bulan rata-rata adalah Rp 800.000,00. Maka biaya listrik yang
ditanggung untuk setiap unit yang diproduksi = Rp 800.000,00 / 1000 unit = Rp 800,00

Fixed
Biaya depresiasi mesin
Perusahaan memiliki aset berupa mesin jahit, mesin obras, mesin potong dan mesin itik
yang kami asumsikan bahwa mesin-mesin tersebut memiliki masa manfaat yang sama sehingga
dapat kelompokan ke dalam satu jenis mesin. Mesin didepresiasi dengan metode garis lurus.

Harga perolehan mesin = Rp 200.000.000,00

Estimasi nilai residu = Rp 50.000.000,00

Estimasi masa manfaat = 10 tahun

Total depresiasi per tahun = = Rp 15.000.000,00

Biaya Penjualan dan Administrasi

Fixed

Pyramid mengakui biaya administrasi rata-rata per tahun Rp 2.400.000,00.


Variable
Biaya variabel untuk administrasi adalah Rp 120.000,00
Biaya per unit: Rp 120.000:12.000=Rp 10,00

Number of units produced anually 12.000 units


Variable costs per unit
Direct materials, direct labor, and variable Rp 41.454
manufacturing overhead
Selling & administrative expenses Rp 10
Fixed costs per year
Manufacturing overhead Rp 15.000.000
Selling & administrative expenses Rp 2.400.000
Unit Product Cost

Absorption Variable costing


Costing
Direct materials, direct labor, and variable manufacturing Rp 41.454 Rp 41.454
overhead
Fixed manufacturing overhead (Rp 15.000.000 : 12.000) Rp 1.250 -
Unit product cost Rp 42.704 Rp 41.454

Absorption Costing

Sales (10.000 x Rp 50.000) Rp 500.000.000


Less:
Beginning Inventory -
Add COGM (12.000 x Rp 42.704) Rp 512.448.000
Goods available for sale Rp 512.448.000
Less Ending inventory (2.000 x Rp 42.704) Rp 85.408.000 Rp 427.040.000
Gross margin Rp 72.960.000
Less: Selling & Administrative expenses
Variable (10.000 x Rp 10) Rp 100.000
Fixed Rp 2.400.000 Rp 2.500.000
Net Operating Income Rp 70.460.000

Variable Costing

Sales (10.000 x Rp 50.000) Rp 500.000.000


Less variable expenses:
Beginning Inventory -
Add COGM (12.000 x Rp 41.454) Rp 497.448.000
Goods available for sale Rp 497.448.000
Less Ending inventory (2.000 x Rp Rp 82.908.000
41.454)
Variable cost of goods sold Rp 414.540.000
Variable Selling & Administrative expenses Rp 100.000 Rp 414.640.000
(10.000 x Rp 10)
Contribution margin Rp 85.360.000
Less Fixed expenses
Manufacturing overhead Rp 15.000.000
Selling & Administrative expenses Rp 2.400.000 Rp 17.400.000
Net Operating Income Rp 67.960.000

KESIMPULAN

Perhitungan laba yang dilakukan oleh Konveksi Pyramid sebesar Rp 96.352.000,


sedangkan perhitungan laba untuk Konveksi Pyramid dengan menggunakan metode absorption
costing sebesar Rp 70.460.000 dan dengan menggunakan metode variable costing sebesar Rp
67.960.000.

Perbedaan tersebut dikarenakan Konveksi Pyramid tidak mengakui adanya inventory


dalam perhitungannya. Konveksi Pyramid menganggap semua produksinya sebagai penjualan.
TUGAS AKHIR AKUNTANSI MANAJEMEN

PERUSAHAAN KONVEKSI
PYRAMID

Disusun Oleh :
Dana Puspita Rahmawati F0313019
Rika Ardhana Reswari F0313079
Twefana Apsela J F0313096
Veronia Fauziyah V F0313097

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Sebelas Maret Surakarta
2015