You are on page 1of 11

PRE PLANNING PENDIDIKAN KESEHATAN MARI MAKAN SAYUR DAN

BUAH DI TK ISLAM AL HUJAHIDIN SRONDOL WETAN


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Profesi Keperawatan Anak
Pembimbing Akademik : Ns. Zubaidah, M.Kep.Sp.Kep.An
Pembimbing Klinik : Bapak Sugiyanto

Oleh :
Roikhatul Masithoh
22020116210038

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS ANGKATAN XXVIII


JURUSAN KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016
PRE PLANNING PENDIDIKAN KESEHATAN MARI MAKAN SAYUR DAN
BUAH DI TK ISLAM AL HUJAHIDIN SRONDOL WETAN

A. Latar Belakang Masalah


Buah dan sayuran adalah bagian penting dalam pola makan sehat yang ideal.
Maklum saja, kandungan nutrisi di dalamnya adalah faktor penting untuk menjaga
kesehatan tubuh, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Bagi anak-anak, nutrisi
dari buah dan sayuran bahkan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Nutrisi dari buah dan sayuran tak hanya penting bagi tumbuh
kembang anak, tapi juga pada kekebalan tubuh anak. Penelitian juga menunjukkan
bahwa konsumsi buah dan sayuran membantu mencegah berbagai penyakit kronis
seperti kanker, penyakit jantung, Alzheimer, dll.
WHO memperkirakan bahwa 2,7 juta nyawa tiap tahun bisa diselamatkan dengan
konsumsi sayur dan buah-buahan secara rutin. Konsumsi buah dan sayuran mengurangi
resiko obesitas pada anak. Tidak heran, karena kandungan nutrisi tinggi buah dan
sayuran dilengkapi dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah. Survey yang
dilakukan U.S Department of Health and Human Services menyatakan bahwa konsumsi
buah yang tinggi berhubungan dengan berat badan yang sehat. Kandungan serat tinggi
pada buah dan sayuran membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Resiko
konstipasi pun berkurang dengan signifikan dengan konsumsi buah dan sayuran secara
rutin.
Menurut penelitian yang diterbitkan pada Journal of School Health edisi April 2008,
anak dengan pola makan sehat dan banyak mengkonsumsi buah dan sayuran lebih
sukses secara akademis dibandingkan anak yang jarang mengkonsumsi buah dan
sayuran. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran akan membuat anak mengurangi
konsumsi makanan dan cemilan kemasan yang tidak sehat. Ketika perut anak sudah
penuh dan kenyang dengan buah dan sayuran segar, tentu dia tidak akan merasa lapar
dan mencari cemilan tambahan yang kurang sehat.
Tiap buah dan sayuran dengan warna yang berbeda bahkan memiliki kandungan
nutrisi yang berbeda. Itu sebabnya konsumsi buah dan sayuran yang bervariasi sangat
disarankan. Saat ini memang sudah banyak tersedia berbagai vitamin yang bisa
dikonsumsi oleh anak Anda. Tapi kandungan nutrisi dari vitamin tidak akan terserap
sebaik kandungan nutrisi alami dari buah dan sayuran segar. Jadi, berhenti
mengandalkan vitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak Anda dan mulai sajikan
buah serta sayuran secara rutin pada pola makan anak Anda.

B. Tujuan
1. Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, diharapkan anak-anak mengetahui
kandungan nutrisi pada buah dan sayur serta manfaatnya.
2. Khusus
a. Anak-anak dapat menyebutkan kandungan nutrisi pada sayur dan buah
yangb telah dijelaskan.
b. Anak-anak dapat menyebutkan jenis buah yang disukai dan manfaatnya bagi
tubuh.
C. Sasaran
Anak-anak kelas B TK Islam Al-Mujahidin Srondol wetan.
D. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
E. Media Intervensi
Flipchart (terlampir)
F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/tanggal : Kamis, 8 Desember 2016
Tempat : TK Islam Al-Mujahidin Srondol wetan
Waktu : 10.00 10.30 WIB
G. Setting Tempat

2 Keterangan :
1 1 Anak-anak Tk
3 2 Mahasiswa
3 Observer
(guru TK)
H. Susunan Acara
I. K. KegiatanMahasisw L. KegiatanSasara M. W
J. Acara
No. a n aktu
N. O. Pembukaan - Menyampaikan salam - Memberikan respon P. 4
1. pada audience dan terhadap yang menit
memperkenalkan diri disampaikan
- Menjelaskan maksud - Memperhatikan
dan tujuan kedatangan dengan baik
Q. R. Penyajianm S. Menyampaikan pada - Memperhatikan T. 5
2. ateri audience kandungan dengan baik menit
- Mencermati materi
nutrisi, dan manfaat
yang diberikan
buah dan sayur.
U. V. Demonstra - Mahasiswa - Melakukan W. 1
3. silatihan ROM mendemonstrasikan demonstrasi 0 menit
contoh sayur dan buah
yang telah dibawa.
X. Y. Evaluasi - Mengevaluasi kegiatan - Audience Z. 8
4. yang dilakukan memberikan respon menit
- Menanyakan perasaan
klien setelah pemberian
program
AA. AB. Penutup - Mengakhiri kontrak - Klien memberikan AD. 3
- Memberi reinforcement
5. respon dengan menit
positive menjawab salam
- Mengucapkan salam
penutup
AC.
AE.
AF.Pengorganisasian
AG. Per
AH. Tugas AI. Pelaksana
an
AJ. Ob AK. Memberikan penilaian dan observasi AL. Bapak
server kegiatan implementasi Sugiyanto
AM. Pel AN. Melakukan kegiatan pendidikan
AO. Roikhatul Masithoh
aksana kesehatan
AP. Sas AQ. Menerima materi pendidikan kesehatan AR. Anak-anak kelas B
aran mari makan sayur dan buah. TK Islam Al-Mujahidin
AS. Kli AT. Mengikuti demonstrasi manfaat buah AU. Anak-anak kelas B
en dan sayur TK Islam Al-Mujahidin
AV.
AW.
AX. Hal-hal yang Perlu Diwaspadai
1. Kebosanan perserta pendidikan kesehatan
2. Anak-anak tidak mengerti dan tidak memperhatikan penjelasan yang diberikan
3. Suara tidak terdengar karena lingkungan yang ramai
AY. Antisipasi untuk Meminimalkan Hambatan
1. Menginformasikan terlebih dahulu kepada guru TK tentang kegiatan yang akan
dilaksanakan 1 hari sebelum kegiatan dilakukan agar dapat mempersiapkan
waktunya
2. Waktu penjelasan materi tidak terlalu lama
3. Memperbanyak kegiatan diskusi dan demonstrasi
AZ. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Pre planning disiapkan sehari sebelum implementasi supervise dilakukan
b. Kontrak waktu dan tempat, 1 hari sebelum pendidikan kesehatan yang sudah
disepakati
c. Alat, media dantempat telah disiapkan
d. Mahasiswa siap memberikan pendidikan kesehatan.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta kooperatif selama dilakukan pendidikan kesehatan
b. Waktu dan tempat pelaksanaan sesuai kontrak
c. Peserta dapat mengikuti kegiatan sampai selesai
d. Acara berjalan sesuai dengan perencanaan
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta mengetahui kandungan nutrisi dan manfaat buah dan sayur bagi
kesehatan tubuh.
b. Peserta dapat menyebutkan kembali kandungan nutrisi pada buah atau sayur
yang di tunjukan.
BA.
BB. Referensi Jurnal
BC. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Burhanudin pada
anak-anak TK Aisyiah Kwadungan Colomadu Karanganyar Jawa Tengah
hasilnya menunujukan perbedaan yang bermakna antara pengetahuan sebelum
dan setelah penyuluhan tentang pentingnya sayuran padaanak-anak.
Meningkatnya pengetahuan ini diharapkan dapat mengubah sikap dan tindakan
yang lebih baik dalam mendorong anak-anaknya untuk mengkonsumsi sayuran
dalam menu sehari-hari.
BD.
BE.
BF.
BG.
BH.
BI.
BJ.
BK.
BL.
BM.
BN.
BO.
BP.
BQ.
BR.
BS.
BT.
BU. Daftar Pustaka
BV.
BW.
BX. Almatsier, S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama.
BY. Pardede, E. 2013. Tinjauan Komposisi Kimia Buah dan Sayur: Peranan
Sebagai Nutrisi dan
BZ. Kaitannya dengan Teknologi Pengawetan dan Pengolahan. Jurnal Visi,
Vol 21, No. 3.
CA. Santoso, A. 2011. Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi
Kesehatan. Magistra
CB. No. 75 Th. XXIII, Maret.
CC. Sediaoetama, AD. 2010. IlmuGizi Untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid II.
Jakarta: Dian Rakyat.
CD. Sediaoetama, AD. 2012. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid I.
Jakarta: Dian Rakyat.
CE. Sriwahyuni. Indriasari, R. & Salam. A. 2013. Pola Konsumsi Buah dan
Sayur Serta Asupan
CF.Zat Gizi Mikro dan Serat pada Ibu Hamil di Kabupaten Gowa 2013. Diunduh
dari :
CG. http: //repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5457/Jurnal
%20MKMI.
CH. pdf?sequence= 1 diakses 28 November 2014.
CI. Surahman, D.N. Darmajana, D.A. 2004. Kajian Analisa Kandungan Vitamin
dan Mineral
CJ. pada Buah-Buahan Tropis dan Sayur-Sayuran di Toyama Prefecture Jepang.
CK. Wirakusumah, E.S. 2002. Buah dan Sayur Untuk Terapi. Jakarta:
Penebar Swadaya.
CL.
CM.
CN.
CO.
CP.
CQ.
CR.
CS.
CT.
CU.
CV.
CW.
CX.
CY.
CZ.
DA.
DB.
DC.
DD.
DE.
DF.
DG.
DH. LAPORAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN
DI. LATIHAN RANGE OF MOTION(ROM) UNTUK MENINGKATKAN
KEKUATAN OTOT
DJ.DI RUANG ANAK LT. 1 RSUP DR. KARIADI SEMARANG
DK.
A. Waktu Pelaksanaan
1. Hari/tanggal : Selasa, 03 Mei 2016
2. Jam : 14.30 15.00 WIB
3. Tempat: Kamar 1 R. Anak Lt.1 RSUP Dr. Kariadi
4. Sasaran : Orang tua An. D
B. Tahap Persiapan
DL. Guna mengatasi diagnosa keperawatan pengetahuan hambatan mobilitas
fisik dan kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan maka perlu
dilakukan pendidikan kesehatan mengenai latihan gerak ROM pada keluarga pasien
paraparese.
DM. Persiapan dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan ini yaitu tersusunnya
pre planning 2 hari sebelum dilakukan pendidikan kesehatan, telah disepakati
kontrak waktu dan tempat 2 hari sebelum pelaksanaan pendidikan kesehatan dan
menyiapkan media dan alat untuk pendidikan kesehatan, mengulang kontrak waktu
1 jam sebelum kegiatan dan mempersiapkan klien, keluarga dan lingkungan
sebelum pendidikan kesehatan.
C. Proses Pelaksanaan
DN. Pelaksanaan pendidikan kesehatan mengenai latihan gerak ROM
terlaksana pada hari Selasa tanggal 04 Mei 2016 pukul 14.30 15.00 WIB yang
diawali dengan pembukaan yaitu memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan
mengulang kontrak waktu; penyajian materi berupa pengertian, tujuan, macam-
macam dan gerakan latihan ROM; mendemonstrasikan gerakan latihan ROM
bersama dengan ayah An. D. Kegiatan ini dipimpin oleh Muri Murdiana dan
berlangsung selama 30 menit.
D. Tahap Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a. Menyiapkan pre planning 2 hari sebelum pelaksanaan pendidikan kesehatan
b. Menyiapkan media berupa leaflet 2 hari sebelum pelaksanaan kegaiatan
c. Kontrak waktu, tempat dan topik 2 hari sebelum kegiatan dengan klien dan
pembimbing
2. Evaluasi Proses
a. Pembukaan pendidikan kesehatan sesuai dengan jadwal yang telah disusun
b. Materi dapat disampaikan sesuai yang telah dijadwalkan dan menggunakan
bahasa yang mudah dimengerti target
c. Klien dan keluarga antusias mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan seperti
yang diharapkan dibuktikan dengan memperhatikan materi dan bertanya
d. Klien dan keluarga mengikuti pendidikan kesehatan sampai selesai dengan
kooperatif
e. Waktu kegiatan sesuai dengan yang direncanakan yaitu 30 menit
3. Evaluasi Hasil
a. Ayah An. D mampu menjelaskan pengertian latihan gerakan ROM
b. Ayah An. D mampu menjelaskan kembali manfaat dan indikasi dilakukan
ROM
c. Ayah An. D mampu menjelaskan kembali macam-macam ROM
d. Ayah An. D mampu menjelaskan 4 dari 9 hal-hal yang harus diperhatikan
saat ROM
e. Ayah An. D mampu mendemonstrasikan 5 gerakan ROM ekstremitas bawah
E. Faktor Pendukung
1. Klien dan keluarga dapat mengikuti pendidikan kesehatan yang telah di sepakati
sebelumnya
2. Tersedianya media berupa leaflet yang menarik sehingga membantu pemahaman
kliendan keluarga
3. Klien dan keluarga antusias mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan
4. Tersedianya tempat dan waktu yang representatif bagi mahasiswa untuk
mengadakan kegiatan pendidikan kesehatan.
F. Hambatan
DO. Tidak ada hambatan
DP.
DQ.
DR.
G. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
DS. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, Ayah An. D sudah mengetahui
pengertuan dan tujuan dari peningkatan kekuatan otot melalui latihan gerak
ROM. Ayah An. D dapat mengetahui langkah-langkah gerakan ROM dengan
benar dan mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan selama latihan
berlangsung sehingga orang tua mampu melakukan latihan gerakan ROM
dirumah secara mandiri.
2. Saran
DT. Peran perawat sebagai educator karena pendidikan adalah salah satu cara
yang digunakan perawat agar klien dan keluarga dapat membuat keputusan,
sehingga diharapkan setiap perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan
kepada klien mengenai apa yang dibutuhkan klien dan keluarga.
H. Lampiran

DU.
DV.