You are on page 1of 2

Pada kasus tersebut JKN dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ditemukan pasien yang sengaja mendaftar sebagai peserta dengan membayar iuran tertinggi
untuk mendapatkan kelas 1, kemudian setelah menjalani operasi. Setelah itu, ia tidak mau
melanjutkan pembayarannya.

pasien sengaja mendaftar sebelum menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita, tapi selesai
menjalani operasi pasien keluar dari kepersertaan JKN

Tentu saja ini akan merugikan BPJS karena uangnya akan dihabisinkan oknum-oknum peserta
yang sifatnya seperti ini.

Tetapi ada juga yang pesertanya sehat ikut kepesertaaan BPJS, Pada kasus lain Memang sebagian
peserta BPJS merasa mubazir sudah membayar uiran setiap bulan tapi belum pernah memperoleh
manfaatnya sehingga ingin berhenti dari BPJS.

TEtapi peserta tidak bisa berhenti, keluar atau membatalkan kepesertaan BPJN. Karena
kepesertaan BPJS berlaku seumur hidup sampai pesertanya meninggal dunia.

Sesuai dengan Perpres RI nomor 111 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan presiden
nomor 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan, pasal 6 ayat 1 dinyatakan bahwa, kepesertaan
jaminan kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia sehingga tidak ada
proses penghentian keanggotaan JKN.

Seperti yang kita ketahui kepesertaan BPJS-Kesehatan adalah wajib hukumnya bagi seluruh
masyarakat Indonesia, dimana setiap bulan anggotanya di wajibkan pula membayar premi sesuai
yang dipilihnya diantara 3 tingkatan yang berbeda.

Sehingga Kesimpulannya, Berhenti dari Program BPJS Kesehatan tidak bisa.

Ada orang yang memaksa dirinya untuk berhenti dengan tidak membayar Iuran Peserta , jika
terjadi demikian status keanggotaannya masih aktif. Dalam kasus ini, jika peserta tidak
membayar Iuran Peserta BPJS maka akan dimasukan kedalam Utang Piutang termasuk Denda
keterlambatan antara peserta dan BPJS Kesehatan yang akan di tagihkan.

Dan Kartu BPJS akan di Nonaktifkan dan tidak akan mendapatkan Pelayanan BPJS jika suatu
ketika membutuhkannya, Kartu BPJS dapat digunakan lagi setelah Peserta Melunasi iuran yang
tertunggak serta Denda 2% dari premi yang harus dibayarkan.

Maka pada bulan berikutnya saat pasien akan melakukan kontrol atau berobat lagi di rumah
sakait, apabila pasien ingin menggunakan kartu BPJS kembali akan didenda karena sudah tidak
mau membayar iuran yang tidak dibayar beserta dendanya karena keluar, berhenti dari propram
BPJS kesehatan tidak bisa.
Akan tetapi karena suatu hal hingga seorang tersebut berhenti bekerja, dan sudah tidak mampu
lagi membayar premi/ iuran wajib per-bulannya beserta keluarga yang di tanggungnya, maka
akankah bisa berhenti dari kepesertaan BPJS-Kesehatan?
Berikut penjelasan dari pihak BPJS Kesehatan DIY terkait pertanyaan tersebut.

SESUAI dengan Perpres RI Nomor 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden
Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, pasal 6 ayat 1 dinyatakan bahwa, kepesertaan
Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia sehingga tidak ada
proses penghentian keanggotaan JKN.

Apabila peserta JKN sesuai kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial
RI masuk dalam kelompok masyarakat tidak mampu/miskin maka iuran akan ditanggung
sepenuhnya oleh pemerintah sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Untuk penjelasan lebih
lanjut terkait proses validasi kepesertaan PBI maka Bapak/Ibu dapat menghubungi kantor Dinas
Sosial terdekat.

Bagaimana Berhenti Dari BPJS Kesehatan, Apakah Bisa? Sebuah pertanyaan yang banyak
masuk kepada kami, begitu juga para tetangga saat ngerumpi bareng mengenai program asuransi
kesehatan yang di programkan pemerintah ini, apalagi kalau bukan BPJS Kesehatan. Entah
kenapa banyak yang berfikiran untuk berhenti dari program BPJS, mungkin karena ketidak
mampuan membayar Iuran Peserta setiap Bulan.

Langsung saja Kami jawab, perlu diketahui program BPJS Kesehatan telah menjadi peraturan
pemerintah yang harus dijalankan, yaitu dalam Peraturan Presiden No. 11 Tahun 2014 tentang
perubahan dan peraturan Nomor 12 tahun 2014 tentang BPJS, pasal 6 ayat 1 dinyatakan bahwa
kepesertaan BPJS bersifat Wajib dan tidak ada proses penghentian.