You are on page 1of 2

Nama : Khairun Nisa

NIM : 1403035002

Higiene dan Sanitasi

Salah satu faktor penting yang mendukung keamanan pangan adalah


sanitasi. Sanitasi mencakup cara kerja yang bersih dan aseptik dalam berbagai
bidang, meliputi persiapan, pengolahan, penyiapan maupun transpor makanan,
kebersihan dan sanitasi ruangan dan alat-alat pengolahan pangan, serta kebersihan
dan kesehatan pekerja di bidang pengolahan dan penyajian (Puspitasari, 2004).

Proses pengolahan pada makanan sangat rentan terjadinya kontaminasi oleh


mikroorganisme. Kontaminasi ini berasal dari udara, peralatan pengolahan dan
dari pekerja yang menangani tersebut. Kontaminasi dari pekerja terjadi karena
kondisi kurangnya kebersihan pekerja, pekerja yang terlihat bersih pun belum
tentu benar-benar tidak terkontaminasi oleh bakteri. Kontaminasi pada tangan
terjadi dari benda-benda yang terkontaminasi sehingga tangan kita juga ikut
terkontaminasi bakteri, kapang, jamur maupun virus. Bakteri pembentuk spora
dan Staphylococcus banyak dijumpai pada kulit pekerja (Irianto, 2006).

Kontaminasi makanan yang potensial yaitu dari pekerja karena kandungan


mikroorganisme patogen dari manusia dapat menimbulkan penyakit yang
ditularkan melalui makanan. Kondisi sanitasi pekerja dalam pengolahan bahan
pangan sangat perlu diperhatikan guna mencegah terjadinya kontaminasi
makanan. Manusia yang sehat merupakan sumber potensial untuk mikroba seperti
Staphylococcus aureus, Salmonella, Clostridium perfringens dan Streptokoki.
Stafilokoki mikroorganisme ini umumnya banyak terdapat di kulit, hidung, mulut,
dan tenggorokan sehingga dapat dengan mudah ditularkan pada makanan yang
sedang diolah (Fardiaz, 2000).
DAFTAR PUSTAKA

Fardiaz, S., 2000. Mikrobiologi Pangan 1, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Irianto, K., 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 1,


Bandung: CV. Yrama Widya.

Puspitasari, 2004. Sanitasi Dan Higiene Dalam Industri Pangan, Jember: UNEJ.