You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

Manusia telah mulai mengkomsumsi susu sejak ribuan tahun sebelum

masehi. Susu merupakan makanan alami yang hampir sempurna. Sebagian besar

zat gizi essensial ada dalam susu, si antaranya yaitu protein, kalsium, fosfor,

vitamin A dan Vitamin B. Susu merupakan sumber kalsium yang paling baik

karena disamping kadar kalsium yang tinggi, laktosa didalam susu membantu

absorpsi susu didalam saluran cerna. ( Almatsier,2002)

Nilai gizi yang terdapat dalam susu sangat tinggi, karena mengandung zat-

zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin

dan garam-garam mineral. Selain itu, susu juga mudah dicerna dan diserap oleh

tubuh, hal ini menjadikan susu sebagai bahan pangan andalan dalam

meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat

Susu adalah hasil perahan dari sekresi kelenjar ambing ternak yang

menyusui yang berwarna putih kekuningan, memiliki rasa gurih dan memiliki

aroma khas susu yang mengandung protein, lemak, karbohidrat (laktosa), mineral

dan vitamin (Sunarlim, 2009). Susu segar adalah susu hasil pemerahan yang tidak

ada penambahan zat apapun di dalamnya dan murni dari hasil ternak itu sendiri.

Ciri-cirinya adalah berwarna putih kekuning-kuningan, tidak tembus cahaya. Susu

kerbau banyak dipakai untuk membuat makanan, misalnya yogurt, es krim, dan

berbagai jenis keju lainnya.

Susu kerbau umumnya lebih kaya lemak dari pada susu sapi, sedangkan

komponen gizi susu lainnya relatif sama. Susu kerbau memiliki ciri khas seperti

1
ketiadaan karoten sehingga membuat warna susu lebih putih dari pada susu sapi

(Murti, 2002). Kandungan lemak, zat padat dan protein susu kerbau lebih tinggi

dari susu sapi (Pasha, 2007). Protein pada susu terdiri atas dua kelompok protein

utama yakni kasein dan whey.

Kasein adalah protein yang mengandung kalsium dan fosfor yang

memberikan warna putih pada susu (Riyadh, 2003). Sedangkan whey merupakan

cairan serum yang berwujud cair bening bewarna pucat kehijauan yang diperoleh

setelah susu mengalami proses penggumpalan dan merupakan protein berkualitas

tinggi karena memiliki profil asam amino yang ideal. Whey pada susu kerbau

lebih tinggi di bandingkan susu kambing dan susu sapi.

Berdasarkan penelitian Erisman (2014) whey memiliki aktivitas antibakteri

yang kuat karena mendekati zona hambat kontrol positif kloramfenikol dengan

zona hambat sebesar 16,5 mm dan 18,1 mm terhadap Escherichia coli dan

Salmonella typhi pada konsentrasi 100% secara berurutan. Protein whey memiliki

efek fungsional yang sangat penting bagi tubuh. Protein whey mempunyai

aktivitas antimikroba,antibakteri, antivirus, antikarsinogen dan antitumor

(Chatteron et al., 2006).

Selain whey berfungsi sebagai antibakteri, antivirus. Menurut jurnal A

study On Health Benefits Of Whey Proteins 2013 Protein whey juga memiliki

banyak fungsi yang bisa kita manfaatkan seperti mengatur berat badan, untuk

mempromosikan pertumbuhan otot bagi binaragawan di beberapa tahun terakhir

ini protein whey di aplikasikan dalam menjaga kesehatan tulang serta nutrisi bagi

penederita kanker dan membantu penyembuhan luka

2
Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringn tubuh. Keadaan ini

dapat disebabkan oleh benda tajam atau tumpul, perubahan susu,zat kimia,

ledakan, atau gigitan dari hewan. Menurut Henry,2007 Penyembuhan luka yang

normal merupakan suatu proses yang kompleks dan dinamis, tetapi mempunyai

pola yang dapat di prediksi. Luka menyebabkan bagian dalam tubuh menjadi

terpapar dengan bagian luar tubuh,apabila dibiarkan dan tidak diobati dapat

menimbulkan infeksi dan penyembuhan luka yang akan terhambat. Obat untuk

luka yang biasa digunakan dan dikenal oleh masyarakat luas adalah povidone

iodine, namun dapat menimbulkan alergi dan menghambat penyembuhan luka

Hasil penelitian yang berjudul Modulatory Effect of Whey Proteins in

Some Cytokines Involved in Wound Healing in Male Diabetic Albino Rats dari

Bahaa Kenawy Abuel, Hussien Abdel, Salam bahwa protein whey tersebut dapat

meningkatkan penutupan luka pada tikus dan meningkatkan respon inflamasi

yang normal selama penyembuhan luka pada tikus diabetes.

Berdasarkan adanya senyawa aktif dari protein whey yang dapat

menyembuhkan luka, menarik perhatian menulis untuk melakukan aktivitas

penyembuhan luka pada mencit putih jantan yang diberikan secara topikal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah protein whey yang diberikan

secara topikal dapat mempercepat proses penutupan luka sayat dan berapa dosis

protein whey yang memberikan efek terbaik dalam mempercepat proses

penyembuhan luka sayat mencit putih jantan