You are on page 1of 2

A.

JUDUL
Hubungan Pelaksanaan Program Odf (Open Defecation Free) Dengan Perubahan
Perilaku Masyarakat Dalam Buang Air Besar Di Luar Jamban Di Desa Kemiri
Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro

B. PENULIS
1. Siti Sholikhah

C. METODE
Metode penelitian yang mencoba menggali mengapa dan bagaimana fenomena itu
terjadi. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara
faktorfaktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan ata
sekaligus pada suatu saat (point time approach).

D. POPULASI DAN SAMPEL


Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 2038 jiwa dan yang menjadi sampel adalah
179 jiwa

E. HASIL
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar KK telah memiliki jamban
adalah 333 KK (58,6%) dari total 569 KK. Akses masyarakat terhadap sarana sanitasi
khususnya jamban, saat ini masih jauh dari harapan. Berbagai kampanye dan program
telah banyak dilakukan, terakhir dengan pemberlakuan program Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM). Berbagai upaya tersebut sebetulnya bermuara pada terpenuhinya
akses sanitasi masyarakat, khususnya jamban. Namun akses tersebut selain berbicara
kuantitas yang terpenting adalah kualitas.

F. KESIMPULAN
1. Lebih dari sebagian responden telah memiliki jamban
2. Rata-rata responden telah BAB pada jamban yaitu 139 responden. Sedangkan kurang
dari sebagian tidak BAB pada jamban yaitu 40 responden
3. Ada hubungan pelaksanaan program ODF (Open efecation Free) dengan perubahan
perilaku masyarakat dalam buang air besar di luar jamban di Desa Kemiri Kecamatan
Malo Kabupaten Bojonegoro tahun 2012
G. VALIDITY
Menurut kelompok kami jurnal ini valid dikarenakan analisa data,
pengelompokan data, dan uji analisa data sudah lengkap. Dan jurnal ini sudah
dipublikasikan sehingga kevalidannya dapat dipertanggung jawabkan
H. IMPORTANCE
Menurut kelompok kami jurnal ini penting karena dapat memberikan manfaat
bagi tenaga kesehatan sebagai referensi dalam melakukan intervensi
I. APLICABILITY
Menurut kelompok kami jurnal ini dapat diaplikasikan karena hasil dari penelitian ini
didapatkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar KK telah memiliki
jamban adalah 333 KK (58,6%) dari total 569 KK. Akses masyarakat terhadap sarana
sanitasi khususnya jamban, saat ini masih jauh dari harapan. Berbagai kampanye dan
program telah banyak dilakukan, terakhir dengan pemberlakuan program Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM). Berbagai upaya tersebut sebetulnya bermuara pada
terpenuhinya akses sanitasi masyarakat, khususnya jamban. Namun akses tersebut selain
berbicara kuantitas yang terpenting adalah kualitas.