You are on page 1of 23

RHEUMATOLOGI

BIMBEL UKDI MANTAP


dr. Anindya K Zahra
dr. Gandhi A. Febryanto
dr. Alexey Fernanda N.
OSTEOARTHRITIS
Penyakit sendi yang ditandai dengan
degenerasi tulang rawan, hipertrofi tepi
tulang, dan perubahan membrane synovial
Diagnosis OA
Klinis : OA Kriteria
Nyeri pada sendi KNEE Usia >50 thn
waktu bergerak Kaku <30 min
Kaku < 30 menit Krepitasi + osteofit
Nyeri sendi
berkurang waktu HAND > 2 sendi tangan
istirahat > 2 sendi DIP, bengkak pada < 3 MCP
Kaku pagi hari Deformitas
Hambatan ROM
Krepitasi HIP LED <20 mm/jam
Lokasi tersering : Osteofit + pada femur/acetabulum
lutut, hip, MCP 1, (Ro)
MTP 1, vertebra Penyempitan celah sendi (Ro)
Hand OA
Bedakan OA Tangan dengan RA!
OA Radiographic Grading
grade 0
no radiographic features of OA are present

grade 1
doubtful joint space narrowing (JSN) and possible osteophytic lipping

grade 2
definite osteophytes and possible JSN on anteroposterior weight-bearing
radiograph
grade 3
multiple osteophytes, definite JSN, sclerosis, possible bony deformity

grade 4
large osteophytes, marked JSN, severe sclerosis and definitely bony deformity
Tatalaksana Osteoarthritis
Medikamentosa
Simptomatik analgetik (Parasetamol, NSAID)

Perlindungan sendi
Koreksi postur tubuh, penyangga lordosis, menghindari aktivitas berlebih pada sendi
yang sakit

Diet
Untuk menurunkan BB (bila obese)

Psikososial

Fisioterapi

Operasi sendi (joint replacement)


Bila nyeri menetap dan terjadi kelemahan fungsi
Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Penyakit inflamasi autoimun sistemik yang ditandai dengan temuan autoantibodi pada
jaringan (hipersensitivitas tipe II) dan kompleks imun / antigen-antibody complexes
(hipersensitivitas tipe III) sehingga mengakibatkan manifestasi klinis di berbagai sistem
organ
SLE
1. Mukokutan
(4)
2. Sendi
3. Serosa
4. Renal
5. Neuro
6. Hemato
7. Marker
- Anti dsDNA, LE
cell, Anti Sm
- ANA (Anti-
Nuclear
Antibody)
paling sering
digunakan
Monoarthritis

Monoarthritis

Crystal-
Septic
induced
Arthritis
Arthritis

Gout Pseudogout
monosodium calcium
urate pyrophosphate Monoarthritis = 1 sendi
Oligoarthritis = 2-4 sendi
Poliarthritis = > 4sendi
Monoarthritis?
Gout Pseudogout

Birefringent
Birefringent
positif
negatif

Sendi-sendi yang lebih besar


Sendi-sendi kecil Nyeri moderat
Nyeri sekali Sendi bengkak
Sendi inflamasi Kondrokalsinosis
Hiperurisemia Kristal Kalsium Pirofosfat (berbentuk
Kristal asam urat (berbentuk jarum) rhomboid)
Birefringent negatif kuat (biru) Birefringent positif lemah(merah)
Gout Arthritis
Gout (pirai) : radang sendi
(arthritis) karena deposisi Menurunnya
kristal monosodium urat pembuanga
n
Meningkat
Kombinasi
Kondisi hiperurisemia yaitu > -nya keduanya
7,0 mg/dl (laki-laki) atau > 6,0 produksi
mg/dL (perempuan)
Hiper-
urisemia
Klinis:
Bengkak, panas, merah
(inflamasi)
Nyeri sendi mendadak
Lokasi tersering MTP 1, siku,
lutut, dorsum pedis, dekat tendo
Achilles
Biasanya malam hari atau ketika
suhu lingkungan dingin
Bisa demam, menggigil, nyeri
badan
Pria usia 30 tahun > wanita usia
50 tahun
Stadium Gout
Hiperurisemia GOUT ARTHRITIS Penyakit Ginjal
asimptomatis

20 tahun Stadium AKUT Nephrolithiasis


sebelum Stadium Kidney failure
muncul gejala INTERKRITIKAL
Stadium
KRONIS
Tophus
Tx Gout Akut
Colchicine
Inhibits microtubules inhibit phagocytosis, neutrophil mobility, and
chemotaxis, may inhibit generation of prostaglandins.
Dosis oral 0.5-0.6 mg per 2 jam sampai nyeri dan inflamasi
menghilang (dosis maksimal 6-8 mg).

NSAIDs
Full dose 2-5 hari, setelah serangan terkontrol turunkan dosis
perlahan selama 2 minggu.
Contoh: Indometasin 150-200 mg/hari, Na diklofenak 2x50mg

Kortikosteroid
Bila tidak berespon baik terhadap NSAIDs atau kolkisin
Tx Gout Kronik
Obat penurun asam urat

Biasanya dimulai pada 2-4 minggu setelah serangan akut. Tidak boleh
diberikan saat serangan akut karena dapat memperparah serangan
Xanthine Oxidase Inhibitor Allopurinol dimulai dari 100 mg/hari, bila
perlu dinaikkan bertahap (max: 800 mg/hari)
Uricosuric Probenesid (0,5 g/hari)
Target terapi asam urat < 6mg/dL

Modifikasi gaya hidup

Minum cukup (1-2 L/hari)


Mengelola obesitas dan menjaga Berat Badan Ideal
Kurangi konsumsi alkohol.
Pola diet sehat (diet rendah purin)
Makanan dengan purin tinggi BENJOL (Bayam, Emping mlinjo,
Nangka, Jeroan, Otak, Lain-lain (kacang, seafood, dll)
Rheumatoid
Arthritis
Treatment RA
Goals of therapy
Minimizing joint pain and swelling
Preventing deformity (such as ulnar deviation) and radiographic damage
(such as erosions)
Maintaining quality of life (personal and work)
Controlling extra-articular manifestations
Therapy
Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) are the mainstay of RA
therapy. They have the potential to reduce or prevent joint damage and
preserve joint integrity and function.
NSAIDs and corticosteroids (oral, intramuscular, or intra-articular) for
controlling pain and inflammation only for short-term management.
DMARDs are the preferred therapy.
DMARD METHOTREXATE, leflunomide, hydroxychloroquine,
sulfasalazine, cyclophospamide, cyclosporine, etc
TERIMA KASIH