You are on page 1of 3

AKU MENCIUM BAU SURGA

(kisah nyata) Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, Aku Mencium Bau Surga!
ditulis kembali oleh ummu dzakwan

Waktu mendapatkan artikel ini dari teman saya sejenak merenung dan kisah ini
mengingatkan saya pada 14 januari 2010, saat suami sakaratul maut, begitu . susah
banget melukiskan waktu itu.. malam itu hingga dini harix, sampai beliau
dimakamkan, saat adzan subuh dikemundangkan, di ruang ICU, aku pegang kepala
beliau, rambutnya basah.dan kubisikkan dah subuh, sudah pagi, sholat yuk!.saya tdk
tau apakah beliau mendengar, yang sangat kurasakan perjuanganmya semalam penuh tuk
bertahan hidup begitu kuat,tp Allah berkehendak lain tepat pkl 05.15 WIB beliau
dipanggil, pagi yang sangat berat, tp harus kujalani.Semoga Allah mengampuni
dosa2nya. Amien.Inaya Allah, akan saya turunkan tulisan2 lain cerita tentang semua yang
kujalani.

Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, Aku Mencium Bau Surga!


By. Agus Sty.

Seorang Doktor bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan


memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika
aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal
-semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari
puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika
wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah
membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah
perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa
yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera
sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, Jangan
khawatir! Saya akan meninggal tenanglah sesungguhnya aku mencium bau surga.!
Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan
pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk
menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, Wahai saudara-saudara, aku akan mati,
jangan kalian menyusahkan diri sendiri karena sekarang aku mencium bau surga.

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan
meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada
saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, Asyhadu alla ilaha illallah
wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta
SWT.

Allahu Akbar apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari semua
kalimat tidak mampu terucap dan pena telah kering di tangan aku tidak kuasa
kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah SWT,
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu
dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. (Ibrahim: 27).
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.

Ia melanjutkan kisahnya,

Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya di


tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat
beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat
Maghrib pada hari yang sama.

I. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW bersabda,
Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat. Ini merupakan
tanda-tanda Husnul Khatimah.

II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan
dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai
sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah
meninggal itu dingin, kering dan kaku.

III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang
mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya,
sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanallah sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah
menganugrahkan kita Husnul Khatimah.

Saudara-saudara tercinta kisah belum selesai

Saudara Dhiya bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa
hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau
duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas
hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok?
Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang
aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan
mencium bau surga.

Ayahnya berkata,
Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan
keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar
menghafal al-Quran dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU.

Aku katakan, Maha benar Allah yang berfirman,


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, Rabb kami ialah Allah kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan
mengatakan), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan
bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu
Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya
kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa
yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi
Maha Penyayang. (Fushshilat: 30-32).
Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA bahwa
Rasulullah SAW bersabda,
Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan
selain dari naunganNyadi antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan
ketaatan kepada Allah.

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata,
Wahangin surga, sungguh aku telah mencium bau surga yang berasal dari balik
gunung Uhud.

SUBHANALLAH..