You are on page 1of 8

A.

PENGERTIAN HIPOTENSI

Penyakit ini merupakan keadaan yang berlawanan dengan HIPERTENSI atau tekanan darah
diatas 140/90 mmHg. HIPOTENSI merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah seseorang
turun di bawah tekanan darah normal.Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension)
adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu
mencapai nilai rendah 90/60 mmHg.

Sebenarnya tubuh mempunyai mekanisme untuk menstabilkan tekanan darah,kestabilan tekanan


darah ini penting sebab tekanan harus cukup tinggi untuk mengantarkan oksigen dan zat
makanan ke seluruh sel di tubuh dan membuang limbah yang dihasilkan jika tekanan terlalu
tinggi, bisa merobek pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan di dalam otak (stroke
hemoragik) atau komplikasi lainnya jika tekanan terlalu rendah, darah tidak dapat memberikan
oksigen dan zat makanan yang cukup untuk sel dan tidak dapat membuang limbah yang
dihasilkan sebagaimana mestinya dari sekian banyak penyebab hipotensi maka hipotensi karena
perubahan posisi tubuh atau hipotensi ortostatik lah yang paling sering terjadi kapan pasien
dikatakan menderita hipotensi jenis ini.

Bila dijumpai penurunan tekanan darah sistolik yang menetap di bawah 80 mmHg atau
penurunan tekanan darah sistolik lebih dari 30 mmHg yang diikuti oleh gejala klinis saat
perubahan posisi tubuh dari tidur ke berdiri secara tiba tiba gejala klinis yang terjadi cukup
bervariasi acapkali keluhan yang disodorkan penderita lebih merupakan keluhan neuropati
autonom seperti mudah lelah,pusing, pingsan, sering menguap, tutur kata yang kabur,
penglihatan kabur, wajah pucat, keringat dingin, mual, perasaan tak nyaman di perut, sensasi
tercekikeluhan yang muncul ini kadang tidak berhubungan erat dengan kualitas penyakit ada
kecenderungan peningkatan kualitas gejala saat pagi hari ketika bangun tidur,

makin reda bila hari telah siang atau penderita kembali berbaring lalu, apa yang

sebenarnya menjadi penyebab dari hipotensi.

Ada tiga jenis utama hipotensi:

Hipotensi ortostatik. Hipotensi ortostatik disebabkan oleh perubahan tiba-tiba posisi tubuh,
biasanya ketika beralih dari berbaring ke berdiri, dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik
atau menit. Hipotensi jenis ini juga dapat terjadi setelah makan dan sering diderita oleh orang
tua, orang dengan tekanan darah tinggi dan orang dengan penyakit Parkinson.
Hipotensi Dimediasi Neural (NMH dalam singkatan bahasa Inggris). NMH paling sering
mempengaruhi orang dewasa muda dan anak-anak dan terjadi ketika seseorang telah berdiri
untuk waktu yang lama.

Hipotensi akut akibat kehilangan darah tiba-tiba (syok)

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging
kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas,
Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah.
Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal
keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai
zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat
(anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan
sebagainya.

B.PENYEBAB HIPOTENSI

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah, di antaranya adalah
:

1. Menurunnya kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat
disebabkan akibat kelainan/penyakit jantung uang mengakibatkan irama jantung abnormal,
rusak, kelainan funsgi otot jantung, atau penyakit katub jantung. Semakin banyak darah yang
dipompa dari jantung setiap menitnya, semakin tinggi tekanan darah.

2. Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh pendarahan yang hebat (luka
sobek, haid berlebihan/abnormal,dll), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air
kecil atau berkemih berlebihan.

3. Adanya tahanan perifer (dinding pembuluh darah tepi). Semakin lebar diameter pembuluh
adarah, tahanan perifer dinding pembuluh darah semakin kecil, sehingga tekanan darah semakin
rendah. Hal ini bisa terjadi akibat pemanasan panas, diare, obat-obatan vasodilator (yang
memperlebar pembuluh darah).

4. Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung
setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang
memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan
atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya
pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

5. Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya


tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare,
obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

6. Efek samping obat seperti alkohol, anxiolytic, beberapa antidepresan, diuretik, obat-obatan
untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner, analgesik.

7. Masalah jantung seperti perubahan irama jantung (aritmia), serangan jantung, gagal jantung.

8. Kejutan emosional, misalnya syok yang disebabkan oleh infeksi yang parah, stroke,
anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam nyawa dan trauma hebat.

9. Diabetes tingkat lanjut

10. Dehidrasi karena kurang minum, demam, diare hebat dan muntah.

11. Mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, obat jantung, antidepresi, obat disfungsi ereksi, atau
obat untuk parkinson. Penggunaan obat diuretik secara berlebihan, misalnya pil pelangsing.

12. Mengalami anemia, infeksi berat, gangguan jantung, gangguan sistem saraf pusat, gangguan
endokrin (termasuk hipotiroid, hipertiroid, diabetes, dan kadar gula darah rendah).

13. Terlalu lama terpapar udara panas, kehamilan, terlalu lama berbaring karena sakit, usia makin
tua.

14. Pendarahaan yang hebat sehingga menyebabkan jumlah darah berkurang, diare yang tidak
cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau
15. berkemih berlebihan juga menjadi faktor terjadinya penurunan tensi darah.

16. Pelebaran pembuluh darah juga mampu menyebabkan turunnya tekanan darah. Situasi ini
biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obatan vasodilator
(nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

C.GEJALA HIPOTENSI

Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering
pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama
sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga , bahkan
mengalami pingsan yang berulang. Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba
lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh
jaringan tubuh.

Selain itu ada beberapa gejala lain dari hipotensi sebagai berikut.

Nyeri dada

Napas pendek

Denyut jantung ireguler

Demam

Batuk berdahak

Diare

Muntah

Penurunan kesadaran.
D. PENANGANAN HIPOTENSI

Hipotensi pada orang sehat yang tidak menimbulkan masalah biasanya tidak memerlukan
perawatan. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala tekanan darah rendah, Anda mungkin
memerlukan pengobatan, yang tergantung pada penyebabnya.Jika hipotensi ortostatik
disebabkan oleh obat-obatan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau memberikan obat yang
berbeda. Jangan berhenti minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan lain
untuk hipotensi ortostatik termasuk penambahan cairan untuk mengobati dehidrasi atau memakai
selang elastis untuk meningkatkan tekanan darah di bagian bawah tubuh. Mereka yang menderita
hipotensi jenis NMH harus menghindari pemicu, seperti berdiri untuk waktu yang lama.
Pengobatan lain melibatkan banyak minum cairan dan meningkatkan jumlah garam dalam
makanan. (Pengobatan ini harus atas rekomendasi dokter karena terlalu banyak garam juga dapat
berbahaya bagi kesehatan).Hipotensi akut yang disebabkan oleh syok adalah kedaruratan medis.
Anda mungkin akan diberi transfusi darah intravena, obat-obatan untuk meningkatkan tekanan
darah dan kekuatan jantung, serta obat lainnya seperti antibiotik.

Selain hal diatas juga terdapat cara-cara penganan Hipotensi sebagai berikut.

Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali
minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat
membantu mengurangi timbulnya gejala

Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis

Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang
dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan
memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Perbanyak garam. Bagi penderita tekanan darah rendah, hal ini bisa bermanfaat. Namun karena
kelebihan sodium bisa bisa menyebabkan gagal jantung, khususnya pada orang dewasa, pastikan
berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jika dokter Anda menganjurkan menambah asupan
sodium tapi Anda tidak suka banyak garam, cobalah menggunakan kecap alami.

Kurangi alkohol. Alkohol membuat Anda dehidrasi dan menurunkan tekanan darah, bahkan
jika diminum dalam jumlah sedang. Sedang air mengatasi dehidrasi dan meningkatkan volume
darah.

Ikuti pola diet sehat. Dapatkan semua nutrisi yang Anda perlukan dengan fokus pada beragam
makanan, termasuk whole grain, buah-buahan, sayuran, ayam tanpa kulit dan ikan.

Ubah posisi tubuh secara perlahan. Anda bisa mengurangi pusing saat berdiri dengan cara
berdiri perlahan. Sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, tarik nafas dalam-dalam selama
beberapa menit kemudian duduk perlahan sebelum berdiri. Untuk melawan efek gravitasi,
cobalah tidur dengan sedikit mempertinggi kepala tempat tidur Anda. Jika mulai mengalami
gejala saat berdiri, silangkan paha Anda dalam posisi seperti gunting dan tekan, atau letakkan
salah satu kaki di pinggir kursi dan condongkan badan ke depan sejauh mungkin. Gerakan ini
mendorong darah bergerak dari kaki ke jantung Anda.

Makan porsi kecil dan konsumsi makanan rendah karbohidrat. Untuk mencegah penurunan
tekanan darah drastis setelah makan, konsumsilah makanan dalam porsi kecil beberapa kali
sehari. Selain itu, batasi makanan tinggi karbohidrat seperti kentang, nasi, pasta dan roti.

Kenakan stocking yang bisa menekan (compression stocking). Stocking elastis yang umum
digunakan untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan pembuluh darah vena bisa membantu
mengurangi penumpukan darah di kaki Anda. (*/OL-08)

e.Tips bagi penderita hipotensi

Ada beberapa tips bagi para penderita hiotensi yang dapat membantu mencegah penyakit
hipotensinya, antara lain sebagai berikut.

Banyak wanita penderita hipotensi yang memiliki tingkat zat besi sangat rendah karena
menstruasi yang sangat banyak. Mintalah nasihat spesialis bila membutuhkan suplemen
penambah darah.
Terjatuh sangat berbahaya bagi orang tua karena dapat membuat cedera patah tulang dan
komplikasi lainnya. Selalu dampingi orang tua Anda yang menderita hipotensi berat.

Bila Anda merasakan gejala penurunan tekanan darah, Anda harus segera duduk atau berbaring
dan mengangkat kaki Anda di atas ketinggian jantung.

Jika tekanan darah rendah menyebabkan seseorang pingsan, segeralah cari perawatan medis.
Jika orang tersebut tidak bernafas, segeralah lakukan pertolongan bantuan pernafasan.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

HIPOTENSI merupakan kondisi tekanan darah yang terlalu rendah, yaitu apabila tekanan darah
sistolik < 90 mmHg dan tekanan darah diastolik < 60 mmHg. Tekanan diastolic adalah tekanan
saat pengisian darah di jantung sebelum dipompakan ke seluruh tubuh. Jika pengisian kurang,
aliran darah di pembuluh koroner jantung akan berkurang dan dapat menyebabkan serangan
jantung.

Didalam tubuh kita terdapat sel-sel khusus di dalam arteri (baroreseptor) yang merasakan
tekanan darah sedang naik atau turun. Fungsi sel-sel ini akan mengeluarkan tanda yang membuat
seluruh tubuh merespons dan membawa darah kembali ke kondisi normal. Baroreseptor
menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan keras, sementara pembuluh arteri dan vena
menyempit.

Kebanyakan hipotensi terjadi ketika tubuh tidak dapat beradaptasi membuat tekanan darah yang
rendah kembali ke normal.

B.SARAN
Dengan mengetahui faktor dan penyebab hipotensi, diharapkan kita dapat lebih dini mencegah
kedua hal hipotensi dengan membiasakan diri hidup sehat dan teratur.