You are on page 1of 18

PRE-PLANNING

PELATIHAN SAKARIN (PEMERIKSAAN KAKI MANDIRI)

Disusun untuk Memenuhi Tugas Program ProfesiNersStaseKomunitas


Dosen Pembimbing : Ns. Muhammad Muin, M. Kep., Sp. Kom

Oleh:

ROIKHATUL MASITHOH

22020116210038

PROGRAM PROFESI NERS XXVIII

JURUSAN KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

2017
PRE-PLANNING
PELATIHANPEMERIKSAAN KAKI MANDIRI

Pokok bahasan : SAKARIN (Pemeriksaan Kaki Mandiri)


Sasaran : Kader RW IX KelurahanPadangsari
Waktu : 16.00 16.30 WIB
Tanggal : Rabu, 8 Februari 2017
Tempat : Posyandu RW IX
Penyuluh : Roikhatul Masithoh

A. Latar Belakang
Diabetes merupakan penyakit kronik progresif dimana tubuh tidak
mampumemetabolismekarbohidrat, lemakdan protein
sehiggaterjadihiperglikemia.Secaragarisbesar DM bisadisimpulkanbahwa DM
merupakankumpulangejalaakibatglukosa yang tinggi (Rowland, 2009).Kondisihiperglikemia
yang terjaditerusmenerusdalamjangkawaktu lama
dapatmenimbulkankomplikasidapatmengakibatkankomplikasipadapembuluhdarahbesarmaupu
nkecil.Komplikasimeliputijantung, stroke
daninsufiensialirandarahketungkaidanjugadapatberakibatpadagangguan kaki diabetes
(Ariyanti, 2012).
Kaki diabetikmerupakankelainanpadatungkaibawah yang merupakankomplikasikronik
diabetes millitus, suatupenyakitpadapenderita diabetes bagian kaki
dengangejalameliputiseringkesemutan, nyeritungkaisaatberjalan,
nyerisaatistirahatdankerusakanjaringan(Chandra, 2009).
Kelainandapatdisebabkanadanyagangguanpembuluhdarah, gangguanpersyarafan,
danadanyainfeksi. Kaki diabetes yang tidakdirawatakanmudahmengalamiluka,
dancepatberkembangmenjadiulkusgangrenbilatidakdirawatdenganbenar.
Olehkarenaitudiperlukandeteksidinisebagaiupayapencegahanterjadinyakomplikasi yang
berkelanjutan(Chandra, 2009).
Pengkajian kaki diabetes
dapatdiperolehmelaluipengkajiansubjektifberupaidentitasdiabetesi (nama, usia, pekerjaan,
pendidikan, danjeniskelamin) danriwayatkesehatan (riwayatulserasimasalalu,
amputasisebelumnya, kebiasaanmerokok) sertapengkajianobjektif.

1
Pengkajianobjektifdilakukandenganmelakukanpemeriksaanfisik kaki
diabetesiberupatesneuropati, pemeriksaanvaskularisasi, faktorrisiko DFU dankondisi active
foot(Chandra,2009). Pengelompokanrisiko DFU
dapatdilakukansetelahdilakukannyapengkajianmeliputi: risikorendah DFU
ditandaidengantidakditemukankehilangansensasiprotektif, tidakadatandamenurunnyadenyut;
risikosedang DFU dengantemuanhilangnyasensasi,
tidakadaataudenyutberkurangtanpakalusataucacat;
danrisikotinggiDFUdinilaidariditemukannyaduaataulebihfaktorrisiko DFU.
Berdasarkanpengakjian yang telah di lakukan di RW VIII
kelurahanPadangsariBanyumanikdidapatkanbeberapapenderita diabetes melitus.Dari 6 warga
2 warga yang terdatamenderita DMmemilikipengetahuan yang kurangbaiktentang kaki
diabetik, perawatan kaki penderitadiabetikdanefikasidiriterkaitperawatan diabetes millitus
yang kurangbaik.Selainitukebanyakan yang menderita DMmemiliki IMT lebihdari.Dari data
tersebutbahwawarga RW VIII membutuhkanpengetahuanmengenaiperawatan kaki diabetic
untukmencegahterjadinyakomplikasi kaki
diabetik.Olehkarenaitupentingnyainformasipendidikankesehatantentang kaki
diabetikdanpemeriksaan Diabetic Foot Ulcer kepadawarga RW VIII khususnyapenderita DM
agar tidaktimbul kaki diabetik.
B. Tujuan
a. Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan pelatihan SAKARIN selama 30 menit, kader
mampumengertidanmenjelaskanmengenaipentingnyaSAKARIN padapenderita DM.
b. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit, warga mampu:

1. Menjelaskan tujuan SAKARIN

2. Menjelaskanmanfaat SAKARIN

3. Menjelaskan langkah-langkah SAKARIN

C. Pokok Materi
Materi pendidikan kesehatan yang dirancang untuk memberikan pendidikanpelatihan
kesehatan kepadakaderterkaitSAKARIN adalah sebagai berikut :
1. Tujuan SAKARIN
2. Manfaat SAKARIN

2
3. Langkah-langkah SAKARIN

D. Metode
Metode pelatihan SAKARIN metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi.

E. Media
Media pendidikan kesehatan yang digunakan adalah leaflet

F. Setting Tempat

Keterangan :

= Penyuluh

= Fasilitator

= Kader

= Observer

= Dokumenter

G. Pengorganisasian

Peran Tugas Mahasiswa

Penyuluh Menjadi pembicara saat pelatihan SAKARIN Dahlia Budi U

Memimpin jalannya diskusi

Fasilitator Mendampingi dan mengarahkan kader selama Putri A


pelaksanaan pelatihan SAKARIN
Khana R

3
NurulTaqwa

Siskha L

Observer Mengamati pelaksanaan pelatihan SAKARIN Gadis M

Menyimpulkan hasil pelatihan (Penilaian) Herningtyas

Dokumenter Mendokumentasikan proses pelatihan Beny B


SAKARIN
Jefri A

H. Strategi Pelaksanaan

N Tahapan Peralatan Wakt Kegiatan Respon


o. u
1. Pembuka - 5 1. Penyampaian salam Kadertampak kooperatif
an meni pembuka
2. Penyampaian
t
kontrak waktu
3. Jelaskan tujuan
2. Penyajian Ceramah 5 meni 1. Menjelaskan tujuan Kader menunjukan keseriusan dan
Leaflet
t SAKARIN fokus dalam mendengarkan materi
2. Menjelaskan
pelatihan SAKARIN
manfaat SAKARIN
3. Menjelaskan
langkah-langkah
SAKARIN
3. Demonstr Demonstr 10 1. Mempraktekkanlan Kader
asi asi meni gkah-langkah tampakantusiassaatmempraktekanS
t SAKARIN AKARIN
4. Tanya Diskusi 5 1. Memberikan Kader aktif bertanya
Jawab dan meni kesempatan warga
ceramah t untuk bertanya
2. Menjawab
pertanyaan warga
5. Penutup Ceramah 5 1. Minta kader Kaderaktif bertanyamengenai materi

4
meni menjelaskan kembali SAKARIN .
t tentang materi yang
disampaikan
2. Tanyakan perasaan
kader setelah
diberikan pendidikan
kesehatan
3. Berikan
reinforcement positif
4. Berikan kesimpulan
hasil pendidikan
kesehatan.

I. Materi
Terlampir (lampiran 1)

J. Evaluasi
a. Evaluasi Persiapan
1. Mempersiapkan pre-planning 2 hari sebelum haripelaksanaan.
2. Kontrak waktu dan tempatdengan warga2 harisebelum hari pelaksanaan.
3. Mempersiapkan media 1 hari sebelum hari pelaksanaan.
b. Evaluasi Proses
1. Ketepatan waktu kehadiran penyuluh dan tim
2. Kesesuaian implementasi dengan rencana yang telah disusun
3. Keaktifan kader saat pelatihan.

c. Evaluasi Hasil
1. Evaluasi Hasil
a. Menjelaskantujuan SAKARIN
b. Menjelaskan manfaat SAKARIN
c. Menjelaskanlangkah-langkah SAKARIN
2. Indikator
a. Menjelaskantujuan SAKARINdengan minimal 80% benar
b. Menjelaskan manfaat SAKARIN dengan minimal 80 % benar
c. Menjelaskanlangkah-langkah SAKARIN denganminimal 80%benar

5
Lampiran 1 Materi Pendidikan Kesehatan
MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN
A. Tujuan SAKARIN
B. Manfaat SAKARIN
C. Langkah SAKARIN
a. Sensasisentuhan

6
7
b. SensasiNyeri
1) TerasaTajam

2) Sepertiditusuk

3) Sepertiterbakar

4) Sepertikram

5) Sepertiberdenyut

6) Sepertidipukul

7) Sepertiditikam

8) Nyeritarik

9) Nyeritumpul

8
2. PeredaranDarah
Periksaarteripadadaerah :
a. DorsalisPedis

b. Tibialis posterior

c. Apakahpernahmelakukanoperasi
pembuluhdarahsebelumnya?
: ya / tidak
Jikaya, sebutkan
1) berapa kali ?
2) lokasioperasidimana?
d. Apakahmengalaminyeripadamalah
hariatausaatistirahat?

9
1) Tidakpernah
2) pernah
3) Jarang
4) Selalu
e. ApakahmengalaiKlaudikasioIntermiten
(kondisimedis yang ditandaidenganrasa gatalataunyerikrampadatungkaiketikaberjalan)

1) Tidakpernah
2) pernah
3) Jarang
4) Selalu
3. Faktorresiko DFU
a. Apakahpernahmengalamiamputasi
: ya / tidak
Jikaya, sebutkan
1) berapa kali ?
2) lokasiamputasidimana?
b. Apakahpernahmemilikiulserasi (cirikhaslukaDiabetes Millitus) ?

10
Jikaya, sebutkan
1) Sudahberapalama ?
2) lokasi ulcer dimana?
c. KelainanSignifikanBentuk kaki
1) Telapak kaki

a) Normal
b) High Arched Print
c) Flatfoot Print

2) Lengkungan kaki

11
a) Genu Vagum
b) Normal
c) Genu Varum

3) Garis kaki

a) Unsafe range
b) Safe range
c) Unsafe range
4) Kelainanlainnya

a) Kalus (kapalan)
b) Kulitmelepuh
c) Kuku kaki yang tumbuhkedalamd) Pembengkakanibujari kaki
e) Plantar warts
f) Jari kaki bengkok
g) Kulit kaki keringdanpecah
h) Kakliatlet

12
d. Perawatan kaki

1) Baik (7-9 jenisperawatandilakukan)


2) Cukupbaik (4-6 jenisperawatandilakukan)
3) Kurangbaik (1-3 jenisperawatandilakukan)
4. KondisiActive foot
a. Ulserasiaktif

b. Charcot Foot

13
Contoh kaki yang mengalamiCharcot
Foot
Tanda-tanda:
Hangatketikadisentuh (kaki terasa
lebihhangatdari yang lain)
Kemerahan di kaki
Pembengkakan di daerahtersebut
Rasasakitataunyeri
Apakah kaki andamengalamiCharcot Foot ?
Ya / tidak
Jikayasudahberapa lama? .....

Lampiran 2 Tabel Evaluasi Proses


FORMAT EVALUASI PROSES
PELATIHAN SAKARIN
N Kegiatan Keterangan TTD
o
1 Penyampaian salam pembuka
2 Penyampaian kontrak waktu
3 Jelaskan tujuan
4 Berikan reinforcment positif
5 Penyampaian tujuan SAKARIN
6 Penyampaianmanfaat SAKARIN
7 Penyampaian langkah-langkah
SAKARIN
8 Minta klien menjelaskan kembali
tentang materi yang disampaikan
9 Tanyakan perasaan klien setelah

14
diberikan pendidikan kesehatan
10 Berikan reinforcement positif
11 Berikan kesimpulan hasil
pendidikan kesehatan.

Lampiran 3 Tabel Evaluasi Hasil


FORMAT EVALUASI HASIL
PELATIHAN SAKARIN
KLIEN

Kader Kader
NO ASPEK YANG DINILAI
1 2

(%) (%)

1 Menjelaskan tujuan SAKARIN

2 Menjelaskan manfaat SAKARIN

3 Menjelaskan langkah-langkah SAKARIN

15
DAFTAR PUSTAKA

1. Cunha B. 2014. (2014). Diabetic Foot Infections. [Internet]. Available from:


http://www.emedicine.com/med/topic3547.htm.

2. Klaudikasio intermiten [Internet]. Jakarta; 2015. Available from:


http://www.persify.com/id/perspectives/medical-conditions-diseases/klaudikasio-
intermiten-_-951000103585

3. Chandra B. (2009) Ilmu kedokteran pencegahan dan komunitas. Jakarta: EGC;. 157

4. Group FA, Group SD. (2014).Diabetes Foot Screening and Risk Stratification Tool.

5. Malgrange D, Richard J, Leymarie F. Screening diabetic patients at risk for foot


ulceration. A multi-centre hospital-based study in France. Diabetes Metab [Internet]. 2003
Jun;29(3):2618. Available from:
http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1262363607700356

6. Rowland, K. (2009). Wound healing perspectives: diabetic foot ulcers. National Healing
Coorporation, 6: (4)

16
7. Hastuti RT. (2008) Faktor-faktor risiko ulkus diabetika ada penderita diabetes mellitus
(Studi Kasus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta). Diponegoro

8. Ariyanti. (2012). Hubungan Perawaan Kaki Dengan Resiko Ulkus Kaki Diabetes Di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas Indonesia.

17