You are on page 1of 9

SPO PENERIMAAN PASIEN RAWAT INAP

PENGERTIAN

Pasien rawat inap adalah pasien yang dinyatakan oleh dokter yang memeriksa, baik yang
masuk melalui rawat jalan maupun gawat darurat, untuk diobservasi dan atau
mendapatkan tindakan medis lebih lanjut sehingga perlu dirawat inap.
TUJUAN
1. Memberikan pelayanan pendaftaran bagi pasien yang akan masuk ruang perawatan
2. Mengetahui jumlah pasien yang masuk ruang perawatan
KEBIJAKAN
SK Direktur No........ /RSUD/......./2017 tentang Prosedur Pendaftaran Pasien Rawat
Jalan, Rawat Inap dan IGD.
PROSEDUR
1. Dokter menganjurkan pasien untuk rawat inap.
2. Atas persetujuan pasien/keluarga/penanggungjawab pasien, perawat IGD/POLI
memberitahu receptionist bahwa pasien akan dirawat inap.
3. Perawat mengarahkan keluarga / penanggungjawab pasien untuk mendaftarkan pasien
rawat inap ke receptionist.
4. Untuk pasien yang masuk melalui IGD, receptionist menanyakan Kartu Berobat pasien
(untuk pasien lama) atau mencatat data / identitas pasien dengan lengkap (untuk pasien
baru).
Untuk Pasien Umum
4.1. Receptionist menawarkan tarif jasa Rawat Inap secara jelas kepada pasien.
4.2. Apabila sudah ada kesepakatan dari keluarga / penanggungjawab pasien, maka
receptionist memberikan form Surat Pernyataan Pembayaran kepada keluarga /
penanggung-jawab pasien untuk diisi dan ditanda tangani
4.3. Receptionist meminta jaminan rawat inap kepada keluarga / penanggungjawab
pasien berupa KTP/SIM atau tanda pengenal lainnya
Setelah form Surat Pernyataan Pembayaran diisi dan ditanda tangani oleh pasien,
berikan form tersebut ke bagian Rekam Medis untuk dicarikan berkas Status Pasien
Rawat Inap sesuai dengan Nomor Rekam Medik dan selanjutnya Status Pasien Rawat
Inap diantarkan oleh petugas Rekam Medis ke IGD/POLI yang dituju.
Untuk Pasien dengan Menggunakan Asuransi
5.1. Menanyakan kepemilikan asuransi kesehatan yang dimiliki pasien
5.2. Bila pasien masuk pada jam kerja, minta pasien untuk mengambil jaminan yang
dikeluarkan oleh Perusahaan / Asuransi terkait. Bila pasien masuk diluar jam kerja,
jaminan diambil keesokan harinya, pada saat jam kerja.
5.3. Meminta lembar jaminan, photo copy kartu asuransi, dan surat rujukan dari
Puskesmas (kecuali kasus emergency) sebagai pelengkap tagihan.
5.4. Meminta pasien melengkapi persyaratan lainnya yang berhubungan dengan tagihan
asuransi yang dimiliki.
5.5. Bila syarat adiminstrasi belum lengkap, keluarga / penanggung-jawab pasien diberi
waktu maksimal 2x24 jam untuk memenuhi persyaratannya (selama pasien rawat inap).
Jika tidak dipenuhi, pasien dianggap UMUM.
5.6. Tentukan dan beritahu keluarga / penanggung-jawab pasien tentang kamar yang akan
ditempati oleh pasien sesuai dengan jatah yang telah ditentukan asuransi yang terkait,
dengan mengelompokan Dewasa ( Pria / Wanita ) dan atau Anak.
5.7. Bila pasien meminta untuk naik kelas perawatan (kecuali JAMKESMAS dan
JAMKESDA), berikan Surat Pernyataan Kesediaan Pembayaran Selisih Biaya untuk
diisi dan ditandatangani oleh pasien/keluarga pasien.
5.8. Receptionist meminta jaminan rawat inap kepada keluarga / penanggungjawab
pasien (khusus kepada pasien yang minta naik kelas perawatan) berupa KTP/SIM atau
tanda pengenal lainnya
5.9. Setelah form Surat Pernyataan kesediaan Pembayaran Selisih Biaya diisi dan
ditanda tangani oleh keluarga / penanggungjawab pasien (khusus pasien yang minta naik
kelas perawatan), berikan form tersebut ke bagian Rekam Medis.
6. Seluruh berkas administrasi rawat inap yang telah rampung diberikan ke bagian
rekam medik untuk dicarikan berkas Status Pasien Rawat Inap sesuai dengan Nomor
Rekam Medik dan selanjutnya Status Pasien Rawat Inap diantarkan oleh petugas Rekam
Medis ke IGD/POLI yang dituju.
7. Petugas Rekam Medik mencatat di buku kunjungan pasien dan memberi tanda Rawat
Inap.
8. Receptionist menginformasikan ke bagian rawat inap mengenai kamar yang akan
dipergunakan pasien guna mempersiapkan segala kelengkapan dan fasilitasnya.
9. Perawat mempersiapkan ruangan pasien baru.
10. Setelah ruang rawat inap siap, perawat memberitahu receptionist bahwa ruangan
telah siap untuk ditempati.
11. Receptionist memberitahu perawat POLI/IGD ruangan yang telah dipersiapkan.
12. Perawat POLI/IGD mengantar pasien ke ruangan rawat inap.

Unit Terkait
1. Bagian Receptionist/Kasir
2. Rekam Medis
3. Poliklinik
4. IGD
4. Ruang Rawat Inap
SPO PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN
PENGERTIAN

Pasien Rawat Jalan adalah pasien yang datang berobat ke Poliklinik.Pasien Gawat
Darurat adalah suatu kondisi dimana pasien tiba-tiba dalam keadaan gawat, karena
mengancam nyawa atau kecacatan anggota badannya sehingga memerlukan penanganan
segera
TUJUAN

Memberikan pelayanan pendaftaran pasien yang akan berobat


KEBIJAKAN

SK Direktur No........ /RSUD/...../2017 tentang Prosedur Pendaftaran Pasien Rawat


Jalan dan Rawat Inap.
PROSEDUR

I. Pasien Umum
1. Receptionist menanyakan Kartu Berobat pasien (untuk pasien lama) atau mencatat
data / identitas pasien dengan lengkap (untuk pasien baru).
2. Menanyakan kepada pasien tentang Poli yang akan dituju.
3. Receptionist menyerahkan pendaftaran pasien ke bagian Rekam Medis untuk
dicarikan berkas Status Pasien Rawat Jalan sesuai dengan Nomor Rekam Medik dan
selanjutnya Status Pasien Rawat Jalan diantarkan oleh petugas Rekam Medis ke POLI.
4. Arahkan pasien ke POLI yang dituju sambil memberikan Kartu Berobat Pasien.
5. Bagian Rekam Medik mencatat di buku kunjungan pasien..
II. Pasien BPJS
1. Receptionist menanyakan Kartu Berobat pasien (untuk pasien lama) atau mencatat
data / identitas pasien dengan lengkap (untuk pasien baru).
2. Menanyakan kepemilikan kartu ASKES / JAMKESMAS / BPJS pasien.
3. Minta pasien untuk mengambil jaminan yang dikeluarkan oleh PT ASKES Persero.
4. Meminta lembar jaminan, photo copy kartu ASKES / JAMKESMAS / BPJS, dan
surat rujukan dari Puskesmas sebagai pelengkap tagihan.
5. Meminta pasien melengkapi persyaratan lainnya yang berhubungan dengan tagihan
asuransi yang dimiliki.
6. Receptionist menyerahkan pendaftaran pasien ke bagian Rekam Medis untuk
dicarikan berkas Status Pasien Rawat Jalan sesuai dengan Nomor Rekam Medik dan
selanjutnya Status Pasien Rawat Jalan diantarkan oleh petugas Rekam Medis ke POLI
yang dituju.
7. Arahkan pasien ke POLI yang dituju sambil memberikan Kartu Berobat Pasien
8. Unit POLI melayani pasien yang telah rampung kelengkapan berkas asuransinya.
9. Bagian Rekam Medik mencatat di buku kunjungan pasien.
10. Kecuali kasus IGD, pasien yang datang diluar jadwal pelayanan poliklinik RSUD
Salak, pasien diarahkan untuk datang keesok harinya, atau pasien bayar UMUM.
III. Pasien IGD
1. Pasien diberikan pertolongan pertama kegawatdaruratan.
2. Perawat memberitahu receptionist bahwa ada pasien IGD dengan Rawat Jalan.
3. Perawat mengarahkan keluarga / penanggungjawab pasien ke Receptionist
untukmelengkapi administrasi.

Unit Terkait
1. Receptionist /Kasir
2. Rekam Medis
3. Poliklinik
4. IGD
RSUD KALABAHI PEMULANGAN PASIEN RAWAT
INAP
Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan
DIREKTUR

14 pebruari 2017
dr. KETUT INDRADJAJA PRASETYA
Pengertian Proses pemulangan pasien rawat inap dari ruang rawat inap
Tujuan
Kebijakan - Dokter boleh menginformasikan kepada pasien bahwa pasien boleh
pulang apabila keadaan pasien sudah memenuhi kriteria pasien
pulang sesuai SPM
- Dokter tidak boleh menginstruksikan tindakan kepada pasien setalah
pasien diinformasikan boleh pulang
Prosedur 1 Dokter menginformasikan kepada pasien bahwa pasien boleh pulang
2 Dokter menginstruksikan kepada perawat bahwa pasien boleh pulang
dan melengkapi :
a Resume medik
b Surat Pulang
c Surat kontrol
d Resep obat yang dibawa pulang
3 Perawat melakukan pengecekan ulang mengenai tindakan-tindakan
pelayanan yang telah dilakukan
4 Perawat menginformasikan pelayanan yang telah dilakukan kepada
petugas administrasi
5 Pihak administrasi verifikasi data dan jaminan pasien
6 Petugas administrasi menginformasikan total biaya rawat inap kepada
pasien/keluarga pasien
7 Keluarga pasien mengurus pembayaran di kasir
8 Menyerahkan bukti pembayaran kepada perawat yang bertugas
9 Perawat memberikan surat pulang, obat, dan edukasi kepada pasien
10 Perawat mengantar pasien sampai ke tempat penjemputan
Unit Terkait - Dokter yang merawat
- Perawat
- Farmasi
- Administrasi
- Kasir
SPO TRANSFER PASIEN
PENGERTIAN
Transfer pasien pindah perawatan ke rumah sakit lain adalah memindahkan pasien dari
SUD KALABAHI ke RS lain untuk pindah perawatan karena tidak tersedianya fasilitas
pelayanan yang dibutuhkan pasien
TUJUAN
Agar proses transfer/ pemindahan pasien berlangsung dengan aman dan lancar serta
pelaksanaannya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan
KEBIJAKAN
- Pelaksanaan transfer pasien harus memperhatikan keselamatan dan keamanan pasien
- Transfer boleh dilakukan apabila kondisi pasien stabil/ layak untuk transfer ( Peraturan
Direktur Nomor ......./ PER/ DIR/ ...../ 2017 tentang kebijakan pelayanan RSUD
KALABAHI
PROSEDUR
A. Persiapan :
- Resume perawatan pasie
- Hasil pemeriksaan penunjan
- Formulir transfer/ serah terima
- Formulir monitor pasien - Peralatan medis yang digunakan selama transfer sesuai
kondisi pasien
B. Pelaksanaan :
1. Ucapkan salam Selamat pagi/ siang/ malam, Bapak/ Ibu
2. Informasikan pada pasien dan keluarga tentang rencana dan maksud transfer yang akan
dilakukan. Bapak/ Ibu, sehubungan dengan kebutuhan pelayanan Bapak/ Ibu, kami akan
merujuk Bapak/ Ibu ke RS.... (sebutkan nama rumah sakit yang dituju) yang sesuai
dengan kebutuhan Bapak/ Ibu, sebelumnya kami akan siapkan lebih dulu kebutuhan yang
diperlukan untuk pemindahan.
3. Lakukan koordinasi dengan petugas (dokter) rumah sakit yang dituju dan
komunikasikan tentang rencana pemindahan pasien yang meliputi:
- Identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin)
- Diagnosa medis dan riwayat penyakit
- Keadaan umum pasien
- Dokter yang merawat
- Alasan pasien dipindahkan
4. Sarankan pada pasien/ keluarga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut kepada
dokter medical informasi klinis (bila perlu)
5. Pastikan adanya tempat dan pelayanan yang dibutuhkan pasien
6. Pastikan siapa yang akan menerima saat transfer dilakukan
7. Periksa kelayakan kondisi pasien untuk ditransfer (oleh DPJP/ Dokter Anesthesi/
Dokter IGD/ Dokter Ruangan)
8. Tentukan SDM yang akan mendampingi pasien selama transfer dengan ketentuan
sebagai berikut:
- Pasien Level 0: didampingi oleh TPK/ petugas keamanan dan perawat yang
memiliki kompetensi minimal kemampuan BLS
- Pasien Level 1: didampingi oleh TPK/ petugas keamanan dan perawat yang
memiliki kompetensi & cara pemberian oksigen, sudah berpengalaman dalam
memberikan obat-obatan yang spesifik, dapat melakukan suction dan perawatan
tracheostomi bila memungkinkan - Pasien Level 2: didampingi oleh TPK/ petugas
keamanan yang memiliki kompetensi BLS dan perawat yang mempunyai
kompetensi seperti pada level 1 ditambah dengan kompetensi: mempunyai
pengalaman kerja 2 tahun merawat pasien kritis, dapat memberikan bantuan
pernafasan menggunakan ambu bag, dapat menggunakan defibrilator, dapat
melakukan perawatan CVP
- Pasien Level 3: didampingi oleh petugas yang memiliki kompetensi seperti pada
level 2 ditambah dengan dokter yang memiliki kompetensi ACLS dan
pengetahuan tentang panduan monitor pasien saat transfer.
9. Siapkan peralatan yang harus disertakan saat transfer pasien, sesuai dengan kondisi
pasien berdasarkan Level yaitu
- Pasien Level 0: Status rekam medis pasien, hasil pemeriksaan penunjang (foto
rontgen, dll), formulir pemindahan antar ruangan yang sudah diisi dengan
lengkap, kursi roda/ tempat tidur
- Pasien Level 1: Semua peralatan yang disertakan pada level 0 ditambah dengan
tabung oksigen dan canul, standar infus, mesin suction dan pulse oximetri bila
memungkinkan
- Pasien Level 2: Peralatan yang disertakan pada level 1 ditambah dengan
Monitor EKG dan mesin defibrilator bila memungkinkan - Pasien Level 3:
Peralatan yang disertakan pada level 2 ditambah dengan alat bantu pernafasan
10. Hubungi petugas ambulan dan informasikan tentang rencana transfer pasien
11. Isi formulir transfer/ serah terima dengan lengkap
12. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital pasien, sebelum pasien ditransfer oleh
perawat pendamping
13. Informasikan pada pasien dan keluarga saat pasien akan ditransfer
Bapak/ Ibu, kita pindah ke RS....(sebutkan nama rumah sakit yang dituju) sekarang
14. Antar pasien ke rumah sakit yang dituju
15. Monitor kondisi pasien (keadaan umum, kesadaran, tanda-tanda vital) selama transfer
16. Catat hasil monitor kondisi pasien pada format monitor pasien
17. Lakukan serah terima dengan petugas (dokter/ perawat) rumah sakit yang dituju. Hal-
hal yang diserahterimakan adalah:
- Identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin)
- Dokter yang merawat
- Diagnosa medis dan riwayat penyakit
- Keadaan umum, kesadaran dan hasil observasi tanda-tanda vital pasien
- Tindakan yang telah dilakukan
- Terapi yang telah diberikan (cairan infus, obat-obatan)
- Pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan serta administrasinya
(Laboratorium,radiologi, dll, serta untuk follow up hasil pemeriksaan yang belum
selesai)
- Alergi obat
- Rencana tindakan, pemeriksaan penunjang, terapi yang akan dilakukan/
dilanjutkan serta administrasinya
- Status Rekam Medis Pasien
- Daftar barang pasien (bila pasien tidak ada keluarga)
- Informasi lain yang dianggap perlu
18. Tandatangani formulir serah terima
19. Kembalikan peralatan yang telah selesai dipakai saat transfer ke tempat semula

C. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Pastikan level kondisi pasien:


- Level 0: Pasien yang hanya membutuhkan ruang perawatan bias
- Level 1: Pasien yang berisiko mengalami perburukan kondisi, pasien yang
sebelumnya menjalani perawatan di High Nursing Deppedency Unit (HND)
- Level 2: Pasien yang memerlukan observasi dan intervensi lebih ketat, termasuk
penanganan kegagalan satu sistem organ atau perawatan pasca-operasi.
- Level 3: Pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan lanjut (advanced
respiratory support) atau bantuan pernapasan dasar (basic respiratory support)
dengan dukungan / bantuan pada minimal 2 sistem organ, termasuk pasien-pasien
yang membutuhkan penanganan kegagalan multi- organ.

UNIT TERKAIT:
1. InstalasiGawat Darurat (IGD)
2. Instalasi Rawat Jalan (IRJ)
3. Instalasi Rawat Inap (IRNA)
4. Intensif Care Unit (ICU)
5. High Nursing Deppedency (HND)