You are on page 1of 6

http://acepridwan.weebly.

com/home/category/memulai%20wirausaha

Sukses Bisnis Lewat Twitter

Media sosial kini semakin penting untuk para pebisnis terutama para pebisnis online,
guna mempromosikan produk bisnis Anda sekaligus menjalin hubungan dengan
para konsumen.

Berikut saya tulis beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan
Twitter Anda.

Lakukan percakapan nyata

Jika Anda mengikuti akun Twitter orang lain, misalnya sesama pebisnis, desainer,
atau bahkan penulis yang Anda kagumi, jangan takut untuk memulai percakapan
dengan mereka. Bisa dengan bertanya atau mengomentari status Twitter mereka.
Semakin berkualitas isi Twitter yang Anda komentari, maka akan menarik perhatian
para follower Anda sekaligus follower mereka.

Jangan takut melakukan retweet

Banyak orang melakukan retweet ketika mereka menyukai link berita tertentu. Anda
pun bisa melakukannya dengan cara memilih berita yang kira-kira sesuai dengan
bisnis yang Anda geluti. Pilih informasi yang menarik, unik, dan tentunya berharga
untuk follower Anda.

Hindari tanda baca yang berlebihan

Kadang karena terlalu bersemangat akan sesuatu, orang menggunakan tanda baca
berlebihan, seperti tanda seru atau tanda tanya yang lebih dari satu. Sebaiknya
hindari tanda baca yang berlebihan, apalagi ketika Anda sedang mempromosikan
sesuatu. Pilih bahasa yang lugas, ringan, namun tetap sederhana dan profesional

0 Comments
Tips mudah untuk membentuk mindset entrepreneur

Pertama, lihatlah potensi diri Anda. Buat daftar potensi yang Anda punya, kemudian
kembangkan semua potensi yang ada, untuk menciptakan inovasi baru.

Kedua, belajarlah dari kisah para pengusaha sukses yang sudah berhasil
mengembangkan bisnisnya dari nol. Dengan begitu Anda akan terinspirasi dan
termotivasi untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka dalam menjalankan bisnis.

Ketiga, ikuti pelatihan, seminar atau sharing bisnis yang bisa membantu Anda
mengetahui segala kelebihan dan kekurangan sumber daya, yang bisa Anda jadikan
sebagai prospek bisnis. Bila perlu, lakukan kunjungan langsung untuk melihat
proses operasional sebuah usaha. Dan yang paling utama dari ketiga langkah
tersebut adalah Anda harus tetap ACTION!, karena tanpa ACTION, maka mimpi
kita tentu tidaklah akan menjadi sebuah kenyataan.

Semoga tips motivasi bisnis ini bisa membantu Anda untuk mengubah pola pikir
dari mimpi kecil menjadi mindset entreprenenur dengan mimpi besar. Sebab,
dengan skill yang mendukung dan pola pikir yang kuat, Anda pun bisa menjadi
seorang entrepreneur sukses. Yakinkan diri Anda untuk berani mengambil resiko,
dan cobalah untuk memanfaatkan segala peluang usaha di sekitar Anda.

Sekaranglah saatnya Anda memulai bisnis.


Motivasi Dalam Berwirausaha

Motivasi adalah hal-hal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu atau
usaha. Motivasi wirausaha berari hal-hal yang yang mendorong sesorang
untuk berwirausaha atau berdagang. Ada beberapa hal yang memotivasi orang
untuk berwirausaha. Diantaranya:
A. Keyakinan
B. Keadaan terdesak alias kepepet
C. Hobi
D. Lingkungan Sekitar

A. Keyakinan
Keyakinan bisa menjadi motivasi terkuat dalam diri seseorang untuk melakukan
sesuatu tergantung pada pemahamannya terhadap keyakinan agamanya. Sehingga
akan melahirkan motivasi yang kokoh terhadap kebaikan/keberhasilan dari apa yang
diyakininya. Beberapa motivasi dari keyakinan agama islam diantaranya adalah:
1. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang Bukan sebuah kebetulan
ALLAH SWT menghadirkan kepada umat akhir zaman seorang Nabi yang berasal
dari kalangan pedagang [pengusaha]. Dan yang pasti segala bentuk karunia Allah
SWT di muka bumi tidak akan pernah sia-sia termasuk kehadiran Nabi akhir zaman
dari kalangan pedagang. Salah satu alasannya adalah karena umat akhir zaman
akan disibukkan oleh persaingan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Dari sekian
banyak profesi dalam mencari nafkah, berdagang nampaknya profesi yang lebih
mudah dan fleksibel. Untuk menjadi petani sesorang harus memiliki lahan/kebun
dulu baru bisa bertani. Untuk menjadi pegawai orang harus sekolah dulu baru
melamar jadi pegawai.
2. Isyarat dari Nabi Muhammad SAW; "..di antara 10 pintu rezeki, 1 pintu untuk
pekerja dan 9 pintu untuk pedagang / pengusaha..."
3. Perintah dari Allah SWT; "kita di wajibkan untuk berzakat.." BUKAN menerima
zakat. Perintah wajib berzakat ini sekaligus mengisyaratkan kita untuk jangan /
hindari menjadi penerima zakat. Ini berarti kita harus memiliki harta supaya bisa
berzakat.
B. Keadaan terdesak atau kepepet
Dalam kondisi normal, ketika kita diminta untuk melompati sebuah pagar kawat
berduri yang tingginya beberapa centi di atas kepala kita, dengan tegas kita akan
jawab nggak sanggup atau nggak mampu.. tapi ketika kita dikejar anjing gila
misalnya sudah bisa dipastikan kita mampu memanjat pagar tersebut walau
mungkin resikonya terluka atau tergores. Kita akan jawab ini pilihan yang lebih baik
dari pada digigit anjing gila yang beresiko celaka lebih parah bahkan terkene rabies.
Dalam kondisi yang kepepet orang akan mengerahkan segala kemampuan untuk
tetap bisa selamat atau survive. Sehingga sesuatu yang tadinya nggak mungkin
dilakukan atau nggak mampu, tapi dalam kondisi yang kepepet siapa saja sanggup
melakukannya. Oleh beberapa enterpreneur kita, ini diistilahkan dengan The Power
of Kepepet dan bahkan kita disarankan untuk menciptakan kondisi yang kepepet ini
supaya memaksa diri kita untuk mengerahkan kemampuan-kemampuan kita yang
terpendam yang selama ini tidak pernah kita pakai.
Berikut contoh kecil menciptakan kondisi yang kepepet. Tentukan target yang lebih
tinggi dari kemampuan anda. Misalkan anda tahun ini merencanakan kredit motor.
Dari perhitungan penghasilan anda, ternyata hanya bisa kredit sepeda motor bebek
padahal anda kepingin motor yang lebih besar. Untuk menciptakan kondisi kepepet
coba anda kredit motor besar, misalnya Honda Tiger atau Yamaha Byson yang
melebihi kemampuan anda dalam mengangsur. Dan anda akan dipaksa berpikir
mencari tambahan kekurangan angsurannya. Dan ketika anda berpikir, akan anda
temukan banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa anda lakukan untuk
menambah penghasilan anda. Dan anda akan dipaksa melakukan ide-ide tersebut
supaya bisa mengansur sepeda motor idaman anda. Dan bahkan setelah anda
temukan cara dalam menambah penghasilan anda dan melaksanakannya, yang
terjadi justru sebaliknya, bukan hanya anda dapat mengangsur sepeda motor
kebanggaan anda tapi anda bisa melunasi kredit anda kurang dari jangka waktu
kredit yang telah ditentukan. Ide ini bertentangan dengan cara berpikir normal yang
memang selama ini yang diajarkan kepada kita. Kita selalu diajarkan untuk
selalu mengencangkan ikat pinggangdari tahun ke tahun. Kapan
mengendorkannya.? Dan kita tidak akan pernah mengendorkan ikat pinggang
kalau kita tidak pernah mencobanya Dan kalau kita lihat sejarah orang-orang
sukses, cara berpikir mereka memang keluar dari cara berpikir orang kebanyakan.
C. Hobi
Banyak juga kisah kisah orang sukses yang berawal dari hobi. Alasannya, orang
yang punya hobi tentu dia akan senang melakukannya. Usaha yang dijalankan
dengan rasa senang peluang untuk berhasil akan lebih tinggi. Berbeda jika kita
berusaha dengan berat hati, tentunya tidak akan membuahkan hasil yang bagus.
Dan ketika hobi memberikan hasil yang lebih besar dari gaji anda tentunya akan
mendorong anda untuk berwirausaha. Ada pendapat yang mengatakan, hobi baru
bisa menghasilkan uang kalau hobi tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
pasar/orang banyak. Pendapat ini ada benarnya juga, tetapi menurut kami
tergantung dari kreatifitas yang punya hobi dalam menjual hasil karya dari hobinya.
Dan akan lebih baik kalau yang punya hobi tersebut menciptakan pasarnya sendiri.
D. Lingkungan Lingkungan di mana kita tumbuh berperanan penting dalam
pembentukan mental kita. Tidak jarang di suatu daerah atau kampung terkenal
dengan souvenir atau makanan khas kampungnya. Dan ini dihasilkan oleh sebagian
besar warga kampung tersebut. Dan kita yang tumbuh di lingkungan tersebut akan
turut terpicu untuk menjadi pengusaha souvenir atau makanan khas setelah melihat
keberhasilan tetangga kita.
Bagaimana memulai wirausaha agar berhasil

Percaya atau tidak pada saat ini banyak orang terpikir untuk memulai usaha sendiri.
Tak aneh memang, di saat lapangan kerja yang makin sulit diperoleh, atau yang
telah bekerja namun penghasilan masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Atau kalaupun sudah mencukupi, tapi waktu untuk keluarga justru tak ada. Maka,
memulai usaha sendiri menjadi pilihan untuk mengubah kondisi itu. Akan tetapi
masih banyak juga yang tak kunjung mau memulai wirausaha. Mengapa? Konon,
ada banyak hambatannya. Yang bila kita tanya pada orang yang belum memulainya,
banyaknya hambatan tersebut bisa dari A sampai Z.

Tiap orang memang punya kondisinya masing-masing yang tak bisa disamaratakan.
Namun, secara umum, orang yang tak kunjung mencoba wirausaha, biasanya
alasannya karena di bawah ini.

1. Modal. Sering orang yang berniat memulai usaha, modal menjadi kambing
hitam paling utama. Modal di sini diidentikkan dengan uang. Karena tak
memiliki modal uang yang mencukupi, maka tak kunjung mulai usaha.
Kita tahu modal uang itu penting. Tapi ada banyak modal lain yang saya kira
juga tak kalah penting seperti jaringan atau bahkan diri anda sendiri.
Kejujuran, ketekunan dan sikap pantang menyerah yang anda miliki adalah
modal besar untuk sukses berwirausaha.
Banyak cerita juga bagaimana banyak wirausahawan sukses lahir bukan
karena berlimpah-ruahnya modal uang, tapi modal sosial atau modal yang
ada dalam dirinya.
Kalau yang mau memulai usaha online, bisa dicoba bisnis afiliasi,
seperti afiliasi Namina Aksesoris contohnya. Ini usaha yang tanpa modal
uang. Tinggal promosi dan hasilkan komisi.

2. Tak tahu harus bagaimana cara memulai usaha. Anda tak tahu bagaimana
cara memulainya, sehingga tak kunjung mulai usaha. Kalau yang ini, mau tak
mau anda harus belajar.
Belajar tak harus seperti orang yang sekolah datang ke ruang kelas, tapi anda
bisa diskusi atau ngobrol dengan orang yang telah mulai usaha. Anda serap
ilmunya dan tinggal praktekkan.

Dan mungkin banyak lagi hambatan lainnya

Tapi semua itu, menurut saya, akar masalahnya terletak pada mindset. Bagi yang
belum terbentuk mindset bisnisnya, mungkin terasa tak mudah untuk memulainya.

Kalau yang sebelumnya sudah punya penghasilan tetap, tiba-tiba terbayang harus
beralih ke kondisi yang tak pasti. Tak jelas berapa penghasilan yang diperoleh bulan
depan, belum jelas bagaimana usaha yang akan dicobanya nanti, dst.

Ketakutan dan kekhawatiran semacam itu mampu menahan mereka untuk tidak
kunjung memulai usaha sendiri.