You are on page 1of 4

1/3

PENANGANAN ALERGI OBAT


No.Dokumen ISO-SOP-BP-DB2-08
No.Revisi 00
Tanggal 1 Juli 2014
SOP
Halaman 3

PUSKESMAS II dr.Lanawati
DENPASAR BARAT 196509181995092001

Respon abnormal seseorang terhadap bahan obat atau metabolitnya melalui


1. Pengertian reaksi imunologik yang dikenal sebagai reaksi hipersensitifitas,yang terjadi
selama atau setelah pemakaian obat.
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan alergi obat.
2. Tujuan
3. Kebijakan
Penatalaksanaan Reaksi Alergi Obat. 26/08/2014.
4. Referensi
schizo-sa.blogspot.com.html
a. Spuit
5. Alat dan
b. Difenhydramin injeksi
Bahan
c. Obat antihistamin
a. Perawat memeriksa tanda vital dari pasien dan mencatatnya dalam buku
BRKP.
b. Dokter melakukan anamnesis keluhan yang dirasakan:
Ada / tidak adanya demam.
Gatal atau tidak
Kulit terasa tebal atau tidak.
6. Langkah
Kerja c. Dokter melakukan pemeriksaan fisik, meliputi keadaan umum pasien dan
keadaan kulit yang sakit.
d. Dokter memberikan terapi simptomatis sesuai dengan gejala yang diderita
pasien dan juga memberikan antihistamin.
e. Meminta pasien untuk menghentikan obat yang dicurigai sebagai
penyebab timbulnya reaksi alergi.
f. Bila dalam pemantauan selama 3 minggu tidak ada perbaikan klinis maka
dilakukan pemeriksaan laboratorium.

2/4
Perawat memeriksa tanda vital dan
mencatat di BRKP

Dokter melakukan anamnesis dan


pemeriksaan fisik

Dokter memberikan terapi simptomatis


dan antihistamin

Meminta pasien menghentikan obat yang


7. Bagan Alir dicurigai menyebabkan alergi

Bila tidak ada perbaikan klinis dalam 3


minggu, dilakukan pemeriksaan
laboratorium

3/3
8. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
a. UGD
b. Poli Umum
c. Poli Gigi
d. Poli KIA / KB
9. Unit terkait e. Poli Imunisasi
f. Poli Anak
g. Poli TB
h. Poli IMS
i. Rawat Inap Persalinan
10.Dokumen
terkait
11. Rekaman NO Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
diberlakukan
historis
perubahan

4/4