You are on page 1of 16

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS DENGAN

METODE PERHITUNGAN WISN

I. PENDAHULUAN
Sumber daya manusia merupakan salah satu input terpenting dalam sebuah
organisasi, tidak terkecuali dengan pelayanan kesehatan Puskemas, dibutuhkan
perencanaan kebutuhan SDM yang sesuai agar pelayanan terhadap masyarakat
dapat terpenuhi.
Analisa Kebutuhan Tenaga di Puskesmas Sedau bertujuan untuk mendapatkan
jumlah tenaga kesehatan yang ideal dengan menggunakan perhitungan beban kerja
berdasarkan Metode perhitungan Work Load Indicator Staff Need (WISN).
Hasil Analisa menunjukkan tenaga yang ada saat ini Kurang dari kebutuhan yang
sebenarnya dikarenakan beban kerja yang terlalu besar pada beberapa unit tertentu,
selain itu ditemukan penempatan tenaga yang tidak sesuai dengan kualifikasi
pendidikan.
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten atau
Kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah
kerja.
Puskesmas juga merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak
pembangunan
kesehatan di Indonesia (Sulastomo, 2007).
Puskesmas SeiJjang Kota Tanjungpinang merupakan salah satu institusi pemerintah
yang
memberikan pelayanan kesehatan, untuk memberikan pelayanan yang berkualitas,
dibutuhkan
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
2
sumber daya yang dapat menggerakkannya, walaupun kecukupan sumber daya
saja dirasa belum
cukup untuk menjamin terlaksananya sebuah kegiatan maupun program dapat
berjalan dengan
baik, perlu secara tepat untuk menempatkan individu dalam mengemban tugas
tertentu sesuai
dengan kemampuan dan tentu saja kualifikasi pendidikannya.
Selama ini belum ada perencanaan yang menghitung dengan secara tepat jumlah
kebutuhan
ideal dari tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas tersebut, pengadaan
tenaga ditentukan
langsung oleh Dinas Kesehatan terkait.
Hal lain yang juga menjadi perhatian, berdasarkan profil kesehatan Puskesmas
dilihat ada
peningkatan kunjungan yang signifikan setiap tahunnya, yang mengharuskan
diimbangi dengan
kecukupan pemberi layanan. Sementara jika dilihat dari jumlah, jumlah tenaga saat
ini adalah 47
orang (medis dan paramedis) wajib melayani lebih kurang 50 orang perhari baik di
puskesmas
induk maupun di puskesmas pembantu, selain itu adanya keluhan dari beberapa
tenaga tentang
rangkap jabatan yang dijalaninya.
Dari beberapa latar belakang diatas maka diperlukan adanya perhitungan kebutuhan
tenaga
kesehatan yang ideal untuk mengetahui secara pasti gambaran kebutuhan tenaga
kesehatan
Puskesmas Sei.Jang berdasarkan beban kerja yang ada.
Tinjauan Teori
Manajemen sumber daya manusia menurut Hasibuan (2003), adalah ilmu dan seni
mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya
tujuan
perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Teknik perencanaan (peramalan) kebutuhan SDM Menurut Notoadmodjo (2003)
untuk
meramalkan kebutuhan (permintaan) sumber daya manusia dapat menggunakan
berbagai teknik
peramalan yang sudah ada.
Selanjutnya masih menurut Notoadmodjo (2003) tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi
dalam membuat ramalan kebutuhan sdm antara lain
1.
Lingkungan eksternal : ekonomi, sosiopolitik dan budaya, Hukum dan perundang-
undangan
Perkembangan ilmu dan teknologi, Persaingan antarorganisasi
2.
Organisasi (internal) : Rencana-rencana pengembangan Anggaran atau
pembiayaan, Desain
organisasi Perluasan usaha dsb.
3.
Persediaan karyawan
:
Karyawan yang akan pension, Pengunduran diri dan Kematian dsb.
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
3
Teknik peramalan dalam konsep perencanaan sumber daya manusia menurut
Hasibuan
(2007) dan menyatakan jika informasi ini lengkap dan benar maka perencanaan
sumber daya
manusia akan baik dan benar selanjutnya jika rencana tersebut baik dan benar
maka realisasi
manajemen SDM akan lancar, informasi tersebut antara lain :
a.
Persediaan tenaga kerja dan tingkat kemampuan sumber daya manusia
b.
Jenis-jenis, susunan umur, tingkat pendidikan, serta penyebaran atau pemerataan
tenaga kerja
c.
Kebijakan perburuhan dan kompensi pemerintah
d.
Sistem, kurikulum, dan tingkat-tingkat pendidikan sumber daya manusia.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 81/Menkes/Sk/I/2004 Tentang
Pedoman
Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Di Tingkat Propinsi,
Kabupaten/Kota
Serta Rumah Sakit. Ada 4 metode penyusunan kebutuhan SDM, antara lain :
Health Need Method,
Health Services Demand Method, Health Service Target Method dan Ratio Method.
Selain empat metode dasar tersebut, terdapat beberapa metode lainnya yang pada
dasarnya
merupakan pengembangan dari keempat metode dasar tersebut diatas yaitu :

Penyusunan kebutuhan tenaga berdasarkan Daftar Susunan Pegawai (DSP) (


authorized
staffing list
).

Penyusunan kebutuhan tenaga berdasarkan WISN (


Work Load Indikator Staf Need
/
Indikator Kebutuhan Tenaga Berdasarkan Beban Kerja).

Penyusunan kebutuhan tenaga berdasarkan skenario/proyeksi dari


WHO.

Penyusunan kebutuhan tenaga untuk bencana


Penelitian ini menggunaan tekhnik perhitungan WISN (
Work Load Indicator Staff Need)
untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas< tekhnik perhitungan
tersebut
dipilih karena dianggap yang paling sesuai dan dapat di lakukan di Puskesmas
tersebut dan
menampilkan beban kerja sesungguhnya dari masing-masing tenaga kesehatannya.
Metode Penelitian
Desain penelitian ini adalah kualitatif dan gambarannya di uraikan secara deskriftif
analitik.
Informasi pada penelitian ini didapatkan melalui data primer dan data skunder,
pengumpulan
informasi dengan cara wawancara mendalam dan observasi langsung di lapangan,
analisis hasil
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
4
menggunakan metode WISN sehingga di dapatkan kebutuhan SDM yang ideal di
Puskesmas
Sei.jang Kota Tanjungpinang.
Pengambilan data selama lebih kurang empat minggu, informan penelitian dipilih
berdasarkab unit-unit kerja yang ada di Puskesmas dan pemilihan informan yang
mengetahui
dengan baik tentang beban kerja.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian pada penelitian analisis kebutuhan tenaga ini sesuai dengan
kerangka konsep
penelitian dibagi atas tiga komponen yaitu input, proses dan output.
Pada komponen input didapatkan ketersediaan tenaga saat ini di Puskesmas
Sei.Jang
sebanyak 56 tenaga baik medis, paramedik maupun non tekhnis lainnya, sedangkan
untuk struktur
organisasi didapatkan Puskesmas Sei.jang di pimpin oleh seorang dokter gigi dan
mempunyai 4
buah program utama, 1 buah unit penunjang dan 1 buah pelaksanan khusus.
Komponen input lainnya adalah job deskripsi, masing-masing unit di Puskesmas
Sei.Jang
telah mempunyai job deskkripsi yang ditetapkan bersama dan dilakukan evaluasi
setiap tahunnya.
Selanjutnya untuk kebijakan SDM di Puskesmas ditentukan langsung oleh Dinas
Kesehatan
Kota, sementara itu di wilayah pemerintah Kota Tanjungpinang pengadaan tenaga
kesehatan
tidak diatur di dalam peraturan tertentu atau berupa Surat Keputusan (SK) dari
pemerintah kota
Tanjungpinang, namun pendistribusian sumber daya manusia mengacu pada
metode perhitungan
kebutuhan tenaga berdasarkan pendekatan rasio terhadap nilai tertentu (
ratio method)
sesuai
dengan Kepmenkes No. 81/Menkes/SK/I/2004.
Komponen input selanjutnya yaitu kinerja, gambaran kinerja sumber daya manusia
di
Puskesmas Sei.Jang dapat dengan melihat gambaran pencapaian program maupun
pelayanan yang
dilakukan pada upaya kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat,
pada upaya
kesehatan perorangan dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa kegiatan yang
dilaksanakan
sudah sesuai dengan target maupun cakupan yang ada, begitu juga pada upaya
kesehatan
masyarakat, sebagian besar pelayanan luar gedung maupun kunjungan langsung ke
masyarakat
terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.
Pada komponen proses dilakukan perhitungan beban kerja, Adapun langkah
perhitungan
kebutuhan SDM berdasarkan WISN ini meliputi 5 langkah, yaitu :
1.
Menetapkan waktu kerja tersedia;
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
5
2.
Menetapkan unit kerja dan kategori SDM;
3.
Menyusun standar beban kerja;
4.
Menyusun standar kelonggaran;
5.
Perhitungan kebutuhan tenaga per unit kerja.
Untuk mengetahui kebutuhan tenaga sebelumnya dibutuhkan perhitungan standar
beban
kerja, berikut perhitungan standar beban kerja pada beberapa unit yang ada di
Puskesmas Sei.Jang
Kota Tanjungpinang.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan kepada dokter umum standar beban kerja
kerja
tertinggi adalah pada kegiatan mencatat hasil pemeriksaan pada register rawat jalan
dan membuat
resep pasien.
Standar beban kerja tertinggi pada tenaga dokter gigi adalah pada kegiatan
melakukan
rujukan.
Standar beban kerja tertinggi pada tenaga gudang farmasi adalah pada kegiatan
mengajukan
permintaan obat ke dinas kesehatan.
Standar beban kerja tertinggi pada perawat adalah pada kegiatan anamnesis pasien
dan
melakukan pemeriksaan tekanan darah.
Standar beban kerja tertinggi pada bidan adalah melakukan asuhan pada ibu nifas
dan
menyusui untuk kegiatan anamnesis, konseling dan pencatatan.
Pada komponen output mendapatkan jumlah tenaga ideal yang dibutuhkan di
Puskesmas
Sei.Jang sesuai dengan unit kerja dan kualifikasi.
Kebutuhan tenaga tersebut dapat dilihat dengan jelas pada tabel dibawah ini,
Tabel 1
.
Jumlah Kebutuhan Tenaga Ideal Puskesmas Sei.Jang Kecamatan
Bukit Bestari
Kota
Tanjungpinang
No
Unit Kerja
Kualifikasi
Pendidikan
Kebut
Ideal
1.
Poli
Umum
dr Umum
Perawat
4 orang
4 orang
2.
Poli Gigi
dr.gigi
1 orang
3.
Promkes
SKM
1 orang
4.
Kes.lingk
Sanitarian
1 orang
5.
Poli KIA,KB dan MTBS
Bidan
4 orang
6.
Gizi
Nutrisionis
1 orang
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
6
7.
P2PL
Perawat
2 orang
8.
Apotik
Apoteker
AA
1 orang
3 orang
9.
Laboratorium
Analis
2 orang
10.
Keuangan
DIII Ekonomi
2 orang
11.
Tata Usaha
DIII Admin
1 orang
12.
Loket
SMA
5 orang
13.
K.Suntik
Perawat
1 orang
Pembahasan
Pembahasan pada penelitian ini berdasarkan perhitungan dengan metode
work load indicator
staff need,
yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat dilihat kebutuhan tenaga
kesehatan yang seharusnya ada di Puskesmas Sei.Jang sesuai dengan kualifikasi
pendidikan dan
unit kerja di Puskesmas tersebut.
Selain itu peneliti mencoba membandingkan antara hasil penelitian yang telah
dilakukan
dengan studi kepustakaan yang ada yaitu pedoman perencanaan dengan Metode
DSP Puskesmas
perkotaan, dimana sesuai dengan output kunjungan puskesmas yang lebih kurang
60.000
pertahun juga dibandingkan dengan kebutuhan tenaga berdasarkan kepmenkes
nomor :
828/Menkes/SK/IX/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan di
Kabupaten/Kota, pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas).
Dibawah ini akan dijelaskan kebutuhan tenaga dari beberapa unit yang ada di
Puskesmas
Sei.Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang.
1.
Dokter Umum
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan kebutuhan dokter umum di
Puskesmas
Sei.Jang sebanyak 4 orang, Jika dibandingkan dengan perhitungan menurut DSP
(Daftar
Susunan Pegawai) yang hanya membutuhkan 2 orang, menurut standar pelayanan
minimal
pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas) perhitungan WISN tersebut masih
sangat kecil,
karena menurut SPM tersebut kebutuhan tenaga dokter umum di pelayanan dasar
(Puskesmas) sebanyak 11 (sebelas orang) belum lagi jika ditambah kegiatan yang
seharusnya
dilakukan dokter spesialis kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas mencapai 17
tenaga,
Pada saat penelitian dilakukan di Puskesmas Sei.Jang terdapat 3 (tiga) orang dokter
umum, penambahan sangat dibutuhkan mengingat jumlah kunjungan pasien yang
meningkat
setiap tahunnya juga agar standar pelayanan minimal (SPM) pada pelayanan dasar
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
7
(Puskesmas) dapat berjalan, karena berdasarkan hasil observasi banyak sekali
kegiatan baik
UKP (upaya Kesehatan Perorangan) maupun UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat)
yang
tidak berjalan, hal ini mungkin saja di sebabkan oleh minimnya tenaga dokter umum
tersebut.
2.
Dokter Gigi
Kebutuhan dokter gigi di Puskesmas Sei.Jang berdasarkan perhitungan WISN
sebanyak 1 orang, Jika berdasarkan model DSP Puskesmas perkotaan, dibutuhkan
sebanyak 2
(dua) orang, jika melirik dari standar pelayanan minimal di pelayanan dasar
(Puskesmas)
hanya membutuhkan 1 (satu) orang dokter gigi untuk kegiatan penjaringan anak
sekolah.
Saat ini di Puskesmas Sei.Jang jumlah dokter gigi yang ada sebanyak 1(satu) orang,
kalau melihat gambaran perhitungan WISN artinya tidak perlu penambahan tenaga,
begitu
juga menurut SPM di pelayanan dasar ketersediaan dokter gigi sebanyak 1 (satu )
orang
sudah mencukupi dan observasi serta wawancara yang dilakukan peneliti juga
menemukan
bahwa tenaga dokter gigi tersebut sudah cukup dan tidak perlu penambahan tenaga
karena
kegiatan luar gedung dibantu oleh dokter gigi yang bertugas di Puskesmas
Pembantu
terdekat.
3.
Perawat di Poli Umum
Berdasarkan perhitungan kebutuhan perawat di poli umum Puskesmas Sei.Jang
sebanyak 4 orang, Berdasarkan pedoman Metode DSP Puskesmas membutuhkan 1
(satu)
orang perawat dan 1 (satu) orang pekarya untuk, dan jika mengacu pada SPM pada
pelayanan
dasar, kebutuhan keseluruhan tenaga perawat di Puskesmas sebanyak 10 (sepuluh)
orang,
karena kebutuhan tenaga perawat di dalam SPM tersebut dihitung jika dari kegiatan

kegiatan untuk UKM dan UKP dilaksanakan.


Saat ini di Puskesmas Sei.Jang perawat yang bertugas di poli umum berjumlah 4
(empat) orang, Menurut peneliti berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang
dilakukan,
poli umum di Puskesmas Sei.Jang tersebut membutuhkan 4 (empat) orang tenaga
perawat dan
1 (satu) orang pekarya dengan asumsi berdasarkan beban kerja yang cukup berat,
selain itu
membutuhkan 1 (satu) orang pekarya yang khusus membuat surat rujukan dan surat
keterangan pasien sesuai dengan permintaan
(advice)
dokter, selanjutnya jika melihat pada
SPM pelayanan dasar tentu saja keadaan tenaga saat ini masih jauh dari kebutuhan
ideal,
masih membutuhkan penambahan 6 (enam) orang tenaga lagi agar kegiatan-
kegiatan yang
ada di dalam SPM dapat terlaksana.
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
8
4.
Loket Pendaftaran
Perhitungan menggunakan metode
work load indicator staff need,
didapatkan
kebutuhan tenaga di loket pendaftaran Puskesmas Sei.Jang 5 orang, Sedangkan
dengan
Metode DSP membutuhkan 1 (satu) orang pekarya untuk ditempatkan di bagian
kartu/loket
pendaftaran.
Kenyataannya saat ini di Puskesmas Sei.Jang petugas di loket pendaftaran
berjumlah
4 (empat) orang dengan latar belakang yang berbeda-beda,
se
baiknya cukup tenaga dengan
lulusan SMA/SMK karena pada loket pendaftaran tidak dibutuhkan
ketrampilan/kompetensi
yang lebih selain itu perlu diperhatikan untuk kegiatan mengembalikan kartu rekam
medik
pasien, karena kegiatan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 5
menit
perpasiennya, jika dijumlahkan dengan kunjungan yang 200-300 orang perhari tentu
saja
kegiatan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi sebaiknya ada
intervensi
langsung dari pimpinan maupun kasubag Tata usaha untuk meninjau ulang kegiatan
tersebut.
5.
Tenaga
Gizi
Perhitungan WISN didapatkan kebutuhan tenaga gizi di Puskesmas Sei.Jang
sebanyak
1 (satu) orang., menurut DSP tenaga gizi dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang, dan
menurut
SPM pelayanan dasar membutuhkan 2 (dua) orang untuk melakukan kegiatan
pemberian
Makanan pendamping ASI dan untuk penangganan gizi buruk
Jumlah tenaga ahli gizi di Puskesmas Sei.Jang saat ini sebanyak 2 (dua) orang
dengan
latar belakang pendidikan D.III Gizi.
Melirik hasil observasi, perhitungan yang dilakukan pada penelitian, dapat
disimpulkan tenaga gizi di Puskesmas Sei.Jang tersebut sudah melebihi yang
seharusnya, dan
tidak perlu penambahan tenaga lagi, namun jika mengacu kepada SPM dan jika
kegiatan-
kegiatan yang ada di dalam pedoman SPM tersebut benar-benar dijalankan oleh
tenaga gizi,
maka kebutuhan tenaga gizi sebanyak 2 (dua) orang, artinya seharusnya tenaga gizi
yang ada
di Puskesmas Sei.Jang kedepannya diharapkan menambah kegiatan pelayanan di
dalam
maupun luar gedung sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ada sehingga
tenaga
yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
9
6.
Bidan di KIA/KB dan MTBS
Perhitungan dengan menggunakan metode
work load indicator staff need,
didapatkan
kebutuhan tenaga bidan di KIA/KB dan MTBS Puskesmas Sei.Jang Kecamatan
sebanyak 4
orang tenaga, Sedangkan dengan Metode DSP Puskesmas Perkotaan, pada
pelayanan
KIA/KB dibutuhkan sebanyak 2 (dua) orang bidan 1 (satu) orang pekarya,
selanjutnya jika
dibandingkan dengan SPM pelayanan dasar tentu saja sangat berbeda, di dalam
SPM
membutuhkan tenaga Bidan sebanyak 12 (dua belas) orang, karena tenaga bidan
tersebut
mempunyai kegiatan didalam maupun diluar gedung Puskesmas.
Menurut peneliti berdasarkan perhitungan WISN dan juga pedoman DSP yang ada
di
kepustakaan, untuk pelayanan di poli KIA/KB dan MTBS Puskesmas Sei.Jang
tersebut
membutuhkan 4 (empat) orang bidan dan membutuhkan 1 (satu) orang pekarya, dan
jika
mengacu kepada kebutuhan berdasarkan SPM pelayanan dasar yang ada, kegiatan
didalam
SPM tersebut terlihat sebagian besar sudah dilakukan dan telah dilakukan
perhitungan beban
kerjanya, sehingga kebutuhan 12 orang tenaga tersebut tidak mutlak untuk
diterapkan.
Selanjutnya hasil dari observasi dan wawancara yang dilakukan di Puskesmas
Sei.Jang jumlah bidan yang bertugas di poli KIA,KB dan MTBS berjumlah 3 (tiga)
orang
dengan latar belakang pendidikan D.IV Kebidanan 1 (satu) orang, D.III Kebidanan 1
(satu)
orang dan 1 (satu) orang D.I kebidanan sedang dalam pendidikan DIII kebidanan,
masing-
masing tenaga mempertanggungjawabi satu buah program, masing-masing KIA, KB
dan
MTBS, pelayanan dilakukan dalam ruangan yang sama.
7.
Analsis Kesehatan
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan metode work
load indicator staff need, didapatkan kebutuhan analis kesehatan di laboratorium
Puskesmas
Sei.Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang sebanyak 1,55, jika
dibulatkan sesuai
dengan WISN toolkit menjadi 2 orang tenaga.
Perhitungan menurut WISN diatas berbeda dengan petunjuk menurut kepustakaan
yang ada yaitu dengan Metode DSP Puskesmas Perkotaan, dalam Metode DSP
tenaga analis
yang dibutuhkan di laboratorium sebanyak 1 (satu) orang.
Saat ini di Puskesmas Sei.Jang mempunyai satu orang tenaga analis kesehatan
yang
bertugas di laboratorium dengan latar belakang pendidikan D.III Analis Kesehatan,
artinya
masih membutuhkan penambahan tenaga anal
is
satu orang lagi.
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
10
Menurut peneliti jika menilik dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan,
serta berdasarkan perhitungan WISN dan juga pedoman DSP yang ada di
kepustakaan, untuk
pelayanan laboratorium Puskesmas Sei.Jang tersebut membutuhkan 2 (orang)
tenaga analis
kesehatan.
Hal ini karena melihat permintaan pemeriksaan di laboratorium yang selalu banyak,
selain itu juga pertugas laboratorium tersebut diberikan tanggungjawab untuk
melakukan
pengambilan sampel diluar gedung puskesmas (rumah penderita) untuk kasus-
kasus tertentu,
sehingga jika petugas laboratorium puskesmas hanya 1 (satu) orang, dikhawatirkan
ketika
petugas tersebut sedang melakukan kunjungan luar gedung, maka pelayanan
pasien yang
berkunjung ke Puskesmas khususnya untuk melakukan pemeriksaan labor akan
terbengkalai/tidak terlayani.
8.
Apotik
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan metode
work
load indicator staff need,
didapatkan kebutuhan tenaga di apotik Puskesmas Sei.Jang
Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang sebanyak 3,28, jika dibulatkan sesuai
dengan
WISN toolkit menjadi 3 (tiga) orang.
Jika melihat studi kepustakaan yaitu pedoman perencanaan dengan metode DSP
Puskesmas perkotaan, kebutuhan tenaga di apotik sebanyak 2 (dua) orang yang
terdiri dari 1
(satu) orang assisten apoteker dan 1 (satu) orang juru obat.
Saat
ini jumlah tenaga di apotik Puskesmas Sei.Jang berjumlah tiga orang yang terdiri
dari satu orang apoteker, satu orang dengan latar belakang D.III Keperawatan dan
satu orang
dengan latar belakang pendidikan D.III Kebidanan.
Menurut peneliti berdasarkan observasi,perhitungan WISN juga perbandingan
dengan
studi kepustakaan, kebutuhan tenaga di apotik Puskesmas Sei.Jang tersebut yang
ideal adalah
sebanyak 3 (orang), yang sebaiknya terdiri dari 1 (satu) orang tenaga apoteker, dan
ditambah
2 (dua) orang assisten apoteker, sesuai besarnya beban kerja yang dilakukan.
Untuk kondisi saat ini kebutuhan tenaga tentu saja terlihat sudah terpenuhi, namun
jika dilihat dari kualifikasi pendidikan dirasa kurang sesuai terutama untuk tenaga
perawat
dan bidan yang di tempati disana.
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
11
9.
Kesehatan Lingkungan
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan metode
work
load indicator staff need,
didapatkan kebutuhan tenaga kesehatan lingkungan di Puskesmas
Sei.Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang sebanyak 0,39, jika
dibulatkan sesuai
dengan WISN toolkit menjadi 1 (satu) orang.
Perhitungan diatas jika dibandingkan dengan metode DSP Puskesmas perkotaan
terlihat perbedaan, perhitungan dengan DSP membutuhkan 2 (dua) orang tenaga
sanitarian
dan jika mengacu pada SPM pelayanan dasar, Puskesmas membutuhkan 1 (satu)
orang tenaga
sanitarian untuk kegiatan penanggulangan penyakit Diare.
Saat
pene
litian
ini dilakukan jumlah tenaga kesehatan lingkungan di Puskesmas
Sei.Jang berjumlah 1 (satu) orang dengan latar belakang pendidikan D.III Kesehatan
Lingkungan
Menurut peneliti tenaga yang ada tersebut tidak perlu penambahan lagi, karena jika
dilihat dari perhitungan beban kerjanya masih sangat kecil, yaitu kurang dari 0,5
artinya,
kedepannya diharapkan tenaga kesehatan lingkungan tersebut menambah kegiatan
pelayanan
di dalam maupun luar gedung puskesmas Sei.Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota
Tanjungpinang.
10.
Promosi Kesehatan
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan metode
work
load indicator staff need,
didapatkan kebutuhan tenaga kesehatan lingkungan di Puskesmas
Sei.Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang sebanyak 0,20, jika
dibulatkan sesuai
dengan WISN toolkit menjadi satu orang.
Perhitungan berdasarkan metode DSP Puskesmas Perkotaan kebutuhan tenaga
untuk
promosi kesehatan tidak ditemukan namun dapat digolongkan ke dalam
kegiatan/program
PSM (Peran Serta Masyarakat)
Saat penelitian dilakukan jumlah tenaga program promosi kesehatan di Puskesmas
Sei.Jang berjumlah
satu
orang dengan latar belakang pendidikan
S1
kesehatan masyarakat
(bidan komunitas).
Menurut peneliti ketersediaan untuk program promosi kesehatan / peran serta
masyarakat di Puskesmas Sei.Jang sudah terpenuhi, namun jika melirik dari tenaga
yang
merupakan lulusan kesehatan masyarakat dengan spesifikasi bidan komunitas,
sepertinya
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
12
kurang tepat karena lulusan tersebut disiapkan untuk menjadi
leader
untuk progra
m
desa/kelurahan siaga.
Selain itu hasil perhitungan kebutuhan berdasarkan beban kerja hasilnya kurang dari
0,5 hal ini dapat disimpulkan beban kerja pada program promosi kesehatan sangat
kecil,
kedepannya diharapkan tenaga tersebut menambah kegiatan pelayanan di dalam
maupun luar
gedung puskesmas Sei.Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang.
11.
P2PL dan Imunisasi
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan metode work
load indicator staff need, didapatkan kebutuhan tenaga P2PL dan Imunisasi di
Puskesmas
Sei.Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang sebanyak 1,88, jika
dibulatkan sesuai
dengan WISN toolkit menjadi 2 orang tenaga.
Perhitungan berdasarkan metode DSP Puskesmas Perkotaan kebutuhan untuk
tenaga
pencegahan & pemberantasan penyakit dan surveilans sebanyak 2 (dua) orang
yang terdiri
dari entomology dan epidemolog dan kebutuhan untuk tenaga pelaksana imunisasi
sebanyak
1 (satu) orang perawat.
Ketika penelitian ini dilakukan program P2PL dan imunisasi Puskesmas Sei.Jang
mempunyai tiga orang tenaga dengan latar belakang ketiganya adalah D.III
Keperawatan,
satu dari tiga tenaga tersebut merupakan petugas lapangan malaria, dimana
diwilayah kerja
puskesmas Sei.Jang terdapat satu buah kelurahan endemik malaria, satu orang
lainnya
merupakan koordinator imunisasi dan sisanya diperbantukan di kamar tindakan.
Menurut peneliti program P2PL Puskesmas Sei.Jang tersebut membutuhkan 2 (dua)
orang, yang terdiri dari seorang entomology dan epidemolog dan petugas untuk
pelaksana
imunisasi disiapkan 1 (satu) orang perawat.
Secara garis besar kebutuhan tenaga sesuai dengan hasil perhitungan dengan
metode WISN
(
Work Indicator Staff Needs
) sebanyak 34 (tiga puluh empat) orang, sedangkan tenaga kesehatan
yang ada sekarang adalah sebanyak 40 (empat puluh) orang, artinya tenaga yang
ada saat ini
melebihi dari kebutuhan yang sebenarnya.
Namun jika standar pelayanan minimal pada pelayanan dasar (Puskesmas)
dilakukan dan
dijalankan maka kebutuhan ideal untuk tenaga kesehatan di Puskesmas secara
keseluruhan
sebanyak 47 (empat puluh tujuh) tenaga.
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013
13
Untuk lebih jelasnya tentang perbandingan
ma
sing-masing perhitungan metode WISN,
Metode DSP Puskesmas perkotaan dan berdasarkan standar pelayanan minimal
pada pelayanan
kesehatan dasar (Puskesmas) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan Puskesmas menurut WISN, DSP
dan SPM
di Puskesmas Sei.Jang Kota Tanjungpinang
No
Jenis Tenaga
WISN
DSP
SPM
1.
dr.Sp
esialis
-
-
6
2.
dr.umum
4
3
11
3.
dr.Gigi
1
2
-
4.
Perawat
8
10
10
5.
Bidan
5
2
12
6.
Analis
2
1
1
7.
Nutrisionis
1
1
2
8.
Sanitarian
1
1
2
9.
Farmasi
4
2
-
10.
Keuangan
2
2
-
11.
Tata usaha
1
1
-
12.
epidemiolog
-
2
2
13
Radiografer
-
1
1
14
Umum
5
12
-
Total
34
40
47
*Perhitungan dari penelitian yang dilakukan
**berdasarkan KMK RI Nomor : 81/Menkes/SK/I/2004
***berdasarkan KMK RI Nomor :
282/Menkes/SK/IX/2008
Tabel diatas memperlihatkan secara tegas kebutuhan tenaga berdasarkan
perhitungan dan
metode masing-masing, jika peneliti dapat menyimpulkan kebutuhan ideal tenaga
kesehatan saat
ini di Puskesmas Sei.Jang sebaiknya tidak kurang dari 40 tenaga, agar tidak
pelayanan didaladan
diluar gedung dapat dilaksanakan, juga agar acuan yang telah ditetapkan Depkes
didalam standar
pelayanan minimal yang ada, dapat dijalankan dan dilaksanakan
selain itu penempatan tenaga yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan juga
dapat
mengakibatkan kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Kesimpulan dan Saran
Dari analisi tersebut dapat ditarik kesimpulan keadaan tenaga kesehatan saat ini di
Puskesmas
Sei.Jang sudah melebihi dari yang dibutuhkan menurut perhitungan berdasarkan
beban kerja,
Analisis kebutuhan..., DewiKurniawati, FKM-UI, 2013