You are on page 1of 9

ARTIKEL

TUBERCULOSIS CYSTITIS
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah PRAKTIK KLASIFIKASI DAN KODEFIKASI
PENYAKIT MASALAH TERKAIT KESEHATAN II yang di bimbing oleh :
1. Bpk.Noto Susanto,Amd.RMIK

O
L
E
H
1. GEA FRASTIKA ANGGREA AZARI
NIM : 161108113462029

PROGRAM PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KAPUAS RAYA SINTANG
Alamat : Jl Y.C.Oevang Oeray . Kab Sintang , Kalimantan Barat ( Kode pos : 78612 )
Telp/Fax (0565) 2025099 , Email : stikeskr@gmail.comwww.stikes-kapuasraya.ac.id

1
A.Definisi
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih.Walaupun
terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan, biasanya urin tidak mengandung
bakteri. Jika bakteri menuju kandung kemih atau ginjal dan berkembang biak dalam urin,
terjadilah infeksi saluran kemih. Jenis infeksi saluran kemih yang paling umum adalah infeksi
kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis . Sistitis adalah istilah medis untuk

2
peradangan pada kandung kemih. Peradangan sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi
kandung kemih ini dapat menjadi masalah serius jika infeksi tersebut menyebar pada ginjal .
Wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih karena wanita memiliki uretra yang lebih
pendek daripada laki-laki,dan juga dapat terjadi pada ibu hamil yang dapat memberikan rasa
panas saat buang air kecil. Urin dalam kondisi normal, biasanya steril. Tapi karena selama
kehamilan, saluran kemih Ibu menjadi elastis dan melebar, sehingga bakteri mudah masuk.Pada
beberapa kasus sistitis, dapat dipicu sebagai reaksi penggunaan obat tertentu, terapi radiasi atau
penyebab iritasi lain yang berpotensi. Sistitis juga dapat dipicu sebagai komplikasi dari penyakit
lainnya.

B.Klasifikasi
Klasifikasi infeksi saluran kemih sebagai berikut :

1. Kandung kemih (sistitis)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut, dibedakan menjadi:

1. ISK uncomplicated (simple)


ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic
maupun fungsional normal. ISK ini pada usi lanjut terutama mengenai penderita wanita
dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih.

2. ISK complicated
Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit
diberantas, kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering
terjadi bakterimia, sepsis dan shock. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagi
berikut:

o Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, reflex vesiko uretral obstruksi,
atoni kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan
prostatitis.

o Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK.

3
o Gangguan daya tahan tubuh

o Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen sperti prosteus spp yang
memproduksi urease.

C. Etiologi

1. Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain:

o Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : penyebab ISK complicated

o Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple)

o Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain.

2. Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut, antara lain:

o Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung
kemih yang kurang efektif

o Mobilitas menurun

o Nutrisi yang sering kurang baik

o Sistem imunitas menurun, baik seluler maupun humoral

o Adanya hambatan pada aliran urin

o Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat

D.Patofisiologi
Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus
urinarius. Mikroorganisme ini masuk melalui : kontak langsung dari tempat infeksi terdekat,
hematogen,limfogen. Ada dua jalur utama terjadinya ISK yaitu asending dan hematogen .

4
Secara asending yaitu : Masuknya mikroorganisme dalm kandung kemih, antara lain:
factor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki
sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, factor tekanan urine saat miksi, kontaminasi
fekal, pemasangan alat ke dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian
kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi . Naiknya bakteri dari kandung kemih ke
ginjal.

Secara hematogen yaitu : Sering terjadi pada pasien yang system imunnya rendah
sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada beberapa hal yang
mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran
hematogen, yaitu: adanya bendungan total urine yang mengakibatkan distensi kandung
kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan parut, dan lain-lain.

Pada usia lanjut terjadinya ISK ini sering disebabkan karena adanya:

Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih
yang tidak lengkap atau kurang efektif.

Mobilitas menurun

Nutrisi yang sering kurang baik

System imunnitas yng menurun

Adanya hambatan pada saluran urin

Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat.

Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat tersebut mengakibatkan distensii yang
berlebihan sehingga menimbulkan nyeri, keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi
terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya
akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal sendiri, kemudian keadaan ini secara hematogen
menyebar ke suluruh traktus urinarius. Selain itu, beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK,
antara lain: adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang menakibtakan penimbunan cairan

5
bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefroses. Penyebab umum
obstruksi adalah: jaringan parut ginjal, batu, neoplasma dan hipertrofi prostate yang sering
ditemukan pada laki-laki diatas usia 60 tahun.

E. Tanda dan Gejala


1. Dorongan yang kuat untuk buang air kecil terus-menerus
2. Terasa terbakar ketika buang air kecil
3. Darah dalam urin (hematuria)
4. Ketidaknyamanan di daerah panggul
5. Perasaan tekanan di perut bagian bawah
6. Demam ringan

Segera hubungi dokter jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala umum untuk infeksi ginjal,
termasuk:

1. Nyeri punggung atau samping


2. Demam dan menggigil
3. Mual dan muntah

F. Pemeriksaan Penunjang

1. Urinalisis

o Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK.
Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB)
sediment air kemih

o Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih.
Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan
glomerulus ataupun urolitiasis.

2. Bakteriologis

6
o Mikroskopis

o Biakan bakteri

3. Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik

4. Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung
aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya
infeksi.

5. Metode tes

o Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tes Griess
untuk pengurangan nitrat). Tes esterase lekosit positif: maka psien mengalami
piuria. Tes pengurangan nitrat, Griess positif jika terdapat bakteri yang
mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit.

o Tes Penyakit Menular Seksual (PMS) : Uretritia akut akibat organisme menular
secara seksual (misal, klamidia trakomatis, neisseria gonorrhoeae, herpes
simplek).

o Tes - tes tambahan : Urogram intravena (IVU), Pielografi (IVP), msistografi, dan
ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah infeksi akibat dari
abnormalitas traktus urinarius, adanya batu, massa renal atau abses, hodronerosis
atau hiperplasie prostate. Urogram IV atau evaluasi ultrasonic, sistoskopi dan
prosedur urodinamik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab
kambuhnya infeksi yang resisten.

G.Penatalaksanaan
Penanganan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara
efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhaap flora fekal dan

7
vagina.
Terapi Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut dapat dibedakan atas :

Terapi antibiotika dosis tunggal

Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari

Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu

Terapi dosis rendah untuk supresi

Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. Jika


kekambuhan disebabkan oleh bakteri persisten di awal infeksi, factor kausatif (mis: batu, abses),
jika muncul salah satu, harus segera ditangani. Setelah penanganan dan sterilisasi urin, terapi
preventif dosis rendah . Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin),
trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ, bactrim, septra), kadang ampicillin atau amoksisilin
digunakan, tetapi E. Coli telah resisten terhadap bakteri ini. Pyridium, suatu analgesic urinarius
jug adapt digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat infeksi . Pemakaian obat pada
usia lanjut perlu dipikirkan kemungkina adanya:

Gangguan absorbsi dalam alat pencernaan

Interansi obat

Efek samping obat

Gangguan akumulasi obat terutama obat-obat yang ekskresinya melalui ginjal

G. Koding

KODE ICD 10 : A18.1 + N33.0*


VOL 3 : 629
VOL 1 : 108

KODE ICD 9 : 57.31 ( CYSTOSCOPY THROUGH ARTIFICIAL STOMA ) 308 : 159

8
DAFTAR PUSTAKA

http://apriliaae.blogspot.co.id/2013/02/makalah-infeksi-saluran-kemih-anatomi.html
diakses pada tanggal 11062017 Jam 16:56
http://ersty.blogspot.co.id/2011/03/infeksi-bakteri-dan-tbc.html