You are on page 1of 20

PEMERIKSAAN PRE OPERASI (HARI PELAKSANAAN OPERASI)

A. Definisi
Melakukan pemeriksaan status pasien yang akan menjalani operasi pada hari pelaksanaan
operasi (Jacob, 2013: 202).

B. Tujuan
Tujuan pemeriksaan perioperatif dalam Jacob (2013: 202) antara lain:
1. Mengidentifikasi ulang karakteristik pasien
2. Mempersiapkan pasien untuk pelaksanaan operasi dan anestesi
3. Mencegah kesalahan tindakan operasi, kesalahan pasien dan prosedur operasi

C. Indikasi
Pasien yang akan menjalani operasi di kamar operasi

D. Kontraindikasi
-
E. Peralatan
1. Format pemeriksaan/status rekam medik pasien
2. Alat pengukur TTV
3. Informed concent
4. Gelang identitas

F. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
1.* Identifikasi data pasein 10
(nama, umur, jenis kelamin,
nomor identitas, bangsal,
diagnosis medis, rencana
operasi dan jenis anestesi
2.* Pastikan status puasa 10
pasien, jalur infus sudah
terpasang, gaun bersih
sudah dikenakan pasien,
rambut pasien sudah
dirapikan dan rambut pada
area operasi
3.* Perhiasan, gigi palsu, kaca 20
mata, lensa kontak, jepit
rambut, kuku palsu, dan
alat bantu pendengaran
dilepas.
4.* Tanda vital diperiksa dan 20
dicatat
5.* Memeriksa kecocokan 20
gelang identitas dengan
label kantong darah (bila
diindikasikan)
6.* Hasil laboratorium, foto 10
rongten, hasil scan, ECG,
formulir resep kosong, dan
laporan hasil operasi kosong
di tempel pada status
pasien
7.* Periksa kembali barang- 10
barang atau peralatan yang
dikirim bersama pasien ke
kamar operasi
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)


MEMEBERSIHKAN KULIT SEBELUM OPERASI

A. Definisi
Membersihkan kulit sebelum operasi adalah prosedur preoperatif yang dilakukan untuk
memberikan antiseptik pada area insisi dan mengurangi jumlah mikroorganisme pada kulit
dengan tujuan mencegah transmisi organisme tersebut ke dalam lokasi insisi (Jacob, 2013: 207).

B. Tujuan
Tujuan membersihkan kulit sebelum operasi menuurut Jacob (2013: 207) antara lain:
4. Mengangkat rambut pada area kulit.
5. Mencegah infeksi luka pasca operasi.
6. Mengurangi jumlah mikroorganisme pada permukaan kulit yang diinsisi

C. Indikasi
Sebelum masuk siklus intra operasi/ saat premedikasi.

D. Kontraindikasi
Abrasi, luka, dan lesi terbuka pada bagian yang ingin dicukur

E. Peralatan
5. Set pisau cukur
6. Mata pisau baru
7. Mangkuk beris air sabun
8. Kasa dengan cairan antiseptik
9. Kapas
10. Kidney basin
11. Perlak
12. Kain lap
13. Sarung tangan bersih
14. Gunting
15. Pemotong rambut elektrik (jika diperlukan)
16. Meja peralatan/intrumen
17. Sampah infeksius , non infeksius, sampah linen dan sampah untuk benda tajam

F. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
1.* Periksa instruksi dokter
terkait area yang akan
dicukur
2. Tutup pintu kamar atau tirai
3. Cuci tangan prosedural (6
langkah)
4. Posisikan pasien secara
nyaman
5. Pakai sarung tangan bersih
6.* Letakkan perlak di bagian 10
bawah tubuh yang akan
dicukur dan selimuti pasien
dengan handuk
7.* Potong rambut yang 10
panjang dengan gunting
8.* Usap kulit dengan dengan 10
kain kasa yang dicelup
antiseptik
9.* Cukur area operasi dengan 20
hati-hati, buang rambut ke
dalam kidney basin,
perhatikan arah tumbuhnya
10.* rambut 10
Bilas pisau cukur di dalam
baskom berisi air sabun
11.* Ganti pisau cukur bila sudah 10
tumpul
12.* Gunakan lap untuk 10
mengangkat sisa rambut
dan larutan sabun dari kulit
13.* Bersihkan area pencukuran 10
dengan bola kapas dan
singkirkan perlak
14.* Amati seksama adanya 10
goresan luka
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)


MENCUCI TANGAN STERIL / CUCI TANGAN BEDAH

A. Definisi
Prosedur memnyingkirkan kotoran dan menghilangkan mikroorganisme dari tangan dan jari-
jari tangan dengan metode kimiawi dan gesekan mekanik di bawah air mengalir (Jacob, et. al.
2013: 200).

B. Tujuan
Tujuan mencuci tangan steril sebelum operasi dalam Jacob (2013: 200) antara lain:
1. Mengangkat kotoran dan mikroorganisme sesaat dari tangan.
2. Mengurangi risiko transmisi mikroorganisme ke pasien.
3. Mengurangi risiko infeksi silang terhadap pasien.
4. Mengurangi risiko transmisi zat infeksius pada perawat
5. Mencegah infeksi introgenik

C. Indikasi
Sebelum melakukan tindakan operasi.

D. Kontraindikasi
Abrasi, luka, dan lesi terbuka pada tangan.

E. Peralatan
1. Sabun/detergen anti septik
2. Air mengalir hangat
3. Sikat kuku dan lition antiseptik
4. Handuk (steril)
5. Masker dan penutup kepala, apron, alas kaki (sepatu bot)

F. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
1.* Pastikan kuku perawat pendek, tidak 10
menggunakan kuku palsu, pewarna
kuku, dan perhiasan. Tidak ada
abrasi, luka, dan lesi terbuka pada
tangan.
2.* Setelah melakukan cuci tangan 10
medis, pakai penutup kepala dan
masker, pakai APD lengkap, angkat
lengan baju sampai atas siku + 10 cm
3.* Nyalakan air menggunakan 10
lutut/kaki/siku (sesuaikan dengan
setting RS)
4.* Basahi tangan dengan air mengalir 10
hangat dan usap sabun/deterjen
sampai 5 cm di atas siku (tangan
harus di angkat lebih tinggi dari pada

siku).
Gunakan gerakan melingkar untuk
mencuci telapak tangan, punggung
tangan, pergelangan tangan, lengan
bawah, dan sela jari
selama 20-25 detik. (melakukan
teknik cuci tangan prosedural sampai
atas siku)
5.* Bilas tangan dan lengan dengan air 10
mengalir (tangan tetap diangkat
lebih tinggi dari pada siku)
6.* Ambil sabun, gosok lagi sampai 2/3 10
lengan. Sikat bagian bawah kuku
kedua tangan dengan menggunakan
sikat

7.* Secara tegak lurus sikat telapak 10


tangan, ibu jari dan jari-jari tangan
serta punggung tangan
8.* Sikat dari pergelangan, lengan 10
bawah, lengan bawah atas sampai
siku
9.* Singkirkan sikat dan bilas tangan 10
mulai dari ujung jari sampai siku
(tangan tidak menyentuh kran air
atau tipe wastafel)
Lakukan teknik cuci tangan
prosedural sampai pergelangan
tangan
10.* Gunakan handuk steril mengeringkan 10
tangan dari jari-jari tangan sampai
siku (ulangi pada tangan berikutnya)
di lakukan pada area aseptik (kamar
tindakan operasi)

11. Singkirkan handuk dan kenakan baju


operasi steril
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)


MEMAKAI DAN MELEPAS TOPI, MASKER OPERASI STERIL

A. Definisi
Prosedur ini melibatkan pemakaian masker yang dibuat khusus untuk kamar operasi untuk
menjaga lingkungan asepsis dan melindungi perawat dari tindakan yang dapat mengkontaminasi
dirinya maupun orang lain di sekitarnya (Jacob, 2013: 217).

B. Tujuan
Tujuan memakai masker steril dalam Jacob (2013: 217) antara lain:
1. Mencegah penyebaran droplet dari pemakai ke lingkungan dan pasien.
2. Mencegah kontaminasi area steril.

C. Indikasi
Memakai masker steril melakukan tindakan operasi.
D. Kontraindikasi
-
E. Peralatan
1. Masker sekali pakai
2. Perlengkapan cuci tangan
3. Topi sekali pakai

F. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
Memakai masker steril
1.* Setelah mencuci tangan, ambil 20
masker steril. Pegang kedua tali
atasnya dan posisikan tepi atas
masker di atas tulang hidung

2.* Ikat kedua tali bawah tepat 20


mengelilingi leher di bawah dagu
Melepas masker
3.* Cuci tangan setelah melakukan 30
tindakan operasi. Lepas ikatan
bawah terlebih dahulu, kemudian
ikatan atas dan tarik masker
menjauhi wajah
4.* Pegang masker pada bagian talinya 30
dan buang ke dalam tempat sampah
medis
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)


TOPI
Memasang
Ambil topi, pasang menutupi seluruh rambut
Ikat tali topi secukupnya agar tidak terlepas
Melepas
Cuci tangan setelah melakukan operasi
Lepas ikatan tali topi

Lepas topi, gulung bagian dalam keluar dengan rapi, buang ke tempat sampah

MEMAKAI DAN MELEPAS BAJU OPERASI STERIL


A. Definisi
Mengenakan pakaian yang dibuat khusus untuk kamar operasi untuk menjaga lingkungan
asepsis dan melindungi perawat dari tindakan yang mengkontaminasi perawat dari tindakan
yang dapat mengkontaminasi dirinya maupun orang lain di sekitarnya (Jacob, 2013: 217).

B. Tujuan
Tujuan memakai baju operasi steril dalam Jacob (2013: 217) antara lain:
1. Menjaga lingkungan selama operasi tetap asepsis
2. Mengurangi resiko petugas terkena infeksi bakterial dari pasien yang mengidap penyakit
infeksi

C. Indikasi
Petugas yang sudah melakukan cuci tangan bedah.(memakai)
Petugas yang sudah melaksanakan operasi (melepas)

D. Kontraindikasi
-

E. Peralatan
1. Gaun steril
2. Forceps penjepit

F. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
Memakai baju operasi steril
1.* Genggam baju operasi steril 20
pada daerah lipatan dekat
leher, pegang menjauhi
perawat, dan biarkan
lipatan baju operasi terbuka
dengan bebas tanpa
menyentuh apapun
2.* Pegang baju operasi 20
setinggi bahu pada bagian
dalam baju dan masukkan
setiap tangan ke lubang
lengan baju
3.* Majukan kedua lengan dan 20
tangan mengarah ke atas
setinggi bahu ketika
melewati lubang lengan

4.* Perawat pembantu menarik 10


bagian dalam baju operasi
ke belakang sehingga
ekstrimitas atas melewati
lengan baju. Perawat
pembantu mengikat baju
dari belakang
5.* Ikatan tali pinggang 10
dilepasken oleh perawat
bedah dan bagian lipatan
baju diputar mengelilingi
pinggang dengan
menggunakan forceps
penjepit alat yang dipegang
oleh perawat pembantu
dan kemudian diikat
Melepas Baju Operasi
6.* Lepas ikatan tali pada 20
bagian belakang baju.
Dibantu perawat sirkuler
Lepas baju operasi dengan
bagian dalam baju dilipat
keluar untuk menutupi
bagian luar baju operasi
dengan cara pegang pada
bagian punggung, tarik
menyilang sambil
menggulung bagian luar ke
arah dalam
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)

Jika memasang gaun steril, harus dilanjutkan dengan pemasangan hanskun steril.
MEMASANG DAN MELEPAS SARUNG TANGAN STERIL ( GLOVING)
A. Definisi
Mengenakan sarung tangan steril setelah memasang baju jas steril. (sesuikan teori)

B. Tujuan
1. mempertahankan teknik asepsis
2. menghindarkan infeksi silang

C. Indikasi
Petugas yang sudah cuci tangan bedah.(memakai)
Petugas yang sudah melaksanakan operasi (melepas)

D. Kontraindikasi
-
E. Peralatan
Sarung tangan steril yang sudah disiapkan
F. prosedur
Sebelumnya sudah terpasang gaun steril
Perhatikan jari-jari tangan jangan keluar dari manset gaun/baju
Ambil hanskun kiri/kanan, letakkan diatas telapak tangan berlawanan arah jempulnya
Tarik ujung hanskun sampai masuk ujung-ujung jari, rapikan sampai seluruh telapak
tangan masuk
Ambil hanskun sebelahnya, lakukan sama dengan bagian tangan yang sudah terpasang
hanskun
Ujung jari-jari harus press, ujung hanskun harus menutup manset baju
Perhatikan nomor hanskun sesuikan dengan ukuran tangan petugas

Melepas
Perhatikan ketika melepas, gaun sudah terlebih dahulu dilepas
Ambil pada bagian luar hanskun dengan tangan lainnya, tarik sampai lepas, tetap di
pegang hanskunnya
Tarik pada bagian dalam hanskun sampai lepas,
gulung kedua hanskun, buang ke tempat sampah infeksius
MEMPERSIAPKAN MEJA KAMAR DAN SETTING RUANG KAMAR OPERASI

A. Definisi
Mempersiapkan meja kamar operasi untuk pelaksanaan bedah (Jacob, 2013: 213).

B. Tujuan
Tujuan mempersiapkan meja kamar operasi Jacob (2013: 213) antara lain:
7. Menyiapkan meja operasi sesuai posisi operasi yang diinginkan
8. Menjaga stabilitas meja operasi
9. Memastikan peralatan dari mesin terpasang dengan benar dan siap untuk digunakan
10. Mendesinfeksi permukaan area kerja
11. Menyiapkan perlengkapan steril dan alat lainnya

C. Indikasi
Ruangan yang akan dilaksanakan untuk pembedahan

D. Kontraindikasi
-

E. Peralatan
1. Meja operasi dan perlengkapannya seperti lampu, kauter, rak kasa, dll
2. Troli peralatan
3. Peralatan yang diperlukan untuk mengatur posisi pasien
4. Linen steril
5. Set alat
6. Larutan disinfektan
7. Kain lap
8. Wadah pembuangan sampah

F. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
1.* Pastikan jenis pembedahan 10
yang akan dilakukan
2.* Kumpulkan peralatan dan 10
mesin yang diperlukan
3.* Disinfeksi permukaan area 20
meja kerja
4.* Ambil linen steril dan set 10
alat
5.* Pastikan pendingin ruangan, 10
lampu, dan sumber listrik
cukup
6.* Periksa meja operasi dan 20
perlengkapannya, lampu,
dan mesin kauter agar siap
digunakan sambungkan
peralatan penghisap ke
sumber listrik dan periksa
peralatan penghisap sentral
7.* Terima pasien dari ruang 20
penerimaan ke meja
operasi
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)


TEKNIK STERIL MENYELIMUTI PASIEN / DREPPING

G. Definisi
Menerima pasien perioperatif di meja operasi dan mengganti linen pasien dengan linen kamar
operasi yang steril, memaparkan lokasi operasi untuk pembersihan kulit preoperatif dan
meletakkan perlak, duk steril untuk membatasi lokasi operasi dari area sekitarnya (Jacob, 2013:
215).

H. Tujuan
Tujuan teknik steril menyelimuti pasien Jacob (2013: 215) antara lain:
1. Memberikan area yang steril untuk pelaksanaan operasi.
2. Memastikan perlindungan luka operasi dari bakteri.
3. Mencegah dekontaminasi lokasi operasi akibat permukaan kulit yang tidak dibersihkan.

I. Indikasi
Sebelum melakukan tindakan operasi. Setelah desinfeksi kulit area insisi

J. Kontraindikasi
-

K. Peralatan
1. Linen / duk steril
2. Perlak besar dan kecil steril
3. Duk klem
4. Penutup transparan pada area insisi

L. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
1.* Pindahkan pasien ke meja 10
operasi
2.* Ganti linen pasien dengan 20
linen steril
3.* Buka lokasi operasi sambil 10
menuutp area lain dengan
adekuat
4.* Bantu operator badah 20
membersihkan lokasi
operasi degna larutan
antiseptik
5.* Berikan duk steril dan 10
penjepit duk ke operator
bedah dan bantu
menyelimuti pasien
6.* Selimuti pasien sesuai 10
dengan jenis operasi dan
insisi yang akan dilakukan
7.* Jepitkan duk pada setiap 10
sudut, yatiu bagian atas,
bawah, dan tepi lokasi
operasi
8.* Bantu operator untuk 10
memasang plester
transparan secara seimbang
tanpa adanya kantung
udara segera setelah
membersihkan dan
mengeringkan lokasi
operasi
Perhatikan cara membuka
duk: jangan terlalu
mengibaskan, buka
bersama-sama jangan
langsung terkena kulit
pasien, lakukan secara
berurutan dari bawah, atas,
kiri, kanan,duk jangan
melantai
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)


PEMANTAUAN PASIEN DI RECOVERY ROOM

A. Definisi
Pemantauan pasien setelah menjalani operasi sampai pulih dari efek anastesi (Gleadle,
2012: 72).

B. Tujuan
Tujuan pemantauan pasien di recovery room dalam Gleadle (2012: 72) antara lain:
1. Mencegah komplikasi anastesi dan mempercepat penanganannya
2. Anastesi regional fungsi motor dan sebagian sensori pulih
3. Pasien mempunyai kontrol suhu dan ventilasi yang baik, nyeri dan mual minimal,
pengeluaran urin yang adekuat, dan cairan elektrolitnya seimbang.

C. Indikasi
Pasien setelah tindakan operasi, sebelum masuk ke ruang perawatan.

D. Kontraindikasi
Pasien dengan indikasi perawatan ICU ( pasien langsung dipindahkan ke ruang ICU)

E. Peralatan
1. Tensimeter
2. Pulse oxymeter
3. ECG
4. Oksigen
5. Peralatan resusitasi jantung-paru dan obat-obatan

F. Prosedur
Dilakukan
Tidak Total
No Langkah-langkah Nilai Tidak
Memuaskan dilakukan Nilai
Memuaskan
1.* Periksa hasil operasi pasien, 10
jenis operasi, waktu
operasi, anastesi,
komplikasi selama operasi,
dan hal lain yang
berhubungan dengan
pasien
2.* Pantau status kesadaran 10
pasien
3.* Selama 2 jam pertama, 10
pantau TTV setiap 15 menit,
setiap 30 menit selama 2
jam berikutnya
4.* Perhatikan tanda-tanda 20
syok, perdarahan reaksi
demam, kesulitan bernapas,
dsb.
5.* Periksa kateter, drain, dan 10
jalur sentral yang terpasang
6.* Pasien yang belum sadar 20
jangan diberi bantal,
pertahankan posisi jaw
trush
7.* Bila pasien muntah 10
dimiringkan kepalanya,
bersihkan hidung dan
mulutnya dari sisa
muntahan. Bila perlu,
suction sisa muntahan.
8.* Catat kondisi pasien dan 10
berkolaborasi dengan
dokter terhadap perubahan
kondisi pasien
Total 100

Catatan:
Keterampilan mencuci tangan dan komunikasi (mengucap salam, menyapa pasien) sudah
terintegrasi dalam tindakan dan tidak diberi penilaian.

Bobot Kerja:
0 = Langkah tidak diperjakan
1 = Langkah dikerjakan, namun belum benar
2 = Langkah dikerjakan dengan benar

Total nilai ( Nilai setiap langkah X bobot)