You are on page 1of 5

KESUKSESAN PENGUSAHA WARREN BUFFETT

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewiraussahaan

Dosen Pengajar: Dra. Dyah Hariani, MM

Disusun Oleh:

Dwi Eki Liansyah

14020114120057

Absen 30

FAKULTAS ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK


DEPARTEMEN ADMINISTRASI PUBLIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2017
BIOGRAFI SINGKAT WARREN BUFFETT

Profil dan Biografi Warren Buffett. Dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Dunia, Ia
sangat ahli dalam hal berinvestasi. Nama lengkapnya adalah Warren Edward Buffett lahir di
Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, pada tanggal 30 Agustus 1930. Kemampuannya
menciptakan nilai tambah ini sudah kelihatan sejak kecil. Ketika berumur 11 tahun misalnya,
ia hanyalah seorang loper koran. Tapi, ia memanfaatkan waktunya juga untuk keliling lapangan
golf, mencari bola golf yang hilang, dan menjualnya dengan harga murah ke pemain golf di
sekitar lapangan golf tersebut.

Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di bangku SMA, dia memulai bekerja sehingga
memiliki uang sebesar $ 1,200 untuk membeli 40 ha tanah pertanian yang akhirnya dia sewakan
pada petani lokal. Dari sini ia sudah menciptakan passive income dari sewa lahan. Perusahaan
yang dibelinya selalu diperbaiki sebaik mungkin, fundamental bisnisnya ditingkatkan sehingga
kinerja keuanganya mengkilat.

Perusahaan yang tadinya mau bangkrut, di tangannya bisa berubah menjadi perusahaan seksi
yang menarik minat banyak investor lain. Tidak heran jika harga saham Berkshire Hathawa
yang dipakai sebagai alat untuk membeli banyak perusahaan pun terus meroket di pasar modal.
Harga saham Berkshire Hathaway medio Juli 2007 Januari 2008 misalnya, melejit sebesar
35%. Bahkan Desember 2011, harga sahamnya menembus level tertinggi sepanjang masa,
menjadi US$ 150.000 per lembar.

Citra pemain saham biasanya tak jauh-jauh dari citra seorang spekulan: beli saat harga rendah,
jual saat harga tinggi. Buffett bukanlah Gergo Soros, sang spekulan valas (forex) kelas kakap,
yang sempat diisukan sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap merosotnya nilai rupiah
terhadap US$ pada awal keruntuhan presiden Soeharto, tahun 1998.

Buffet sadar, permainan jangka pendek tidak menguntungkan. Hal ini ia pelajari sejak umur 11
tahun saat ia membeli saham pertamanya, Cities Services, seharga $38,25 per lembar.
Setelah itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Ternyata, harga saham yang
dijualnya naik terus dan beberapa tahun kemudian mencapai $200 per lembar. Dari pelajaran
itulah ia berkesimpulan untuk tidak terburu-buru untuk melepas sahamnya. Langkah bisnis
Buffett akhirnya adalah tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang
produknya ia kenal dengan baik. Itu sebabnya,ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft
atau perusahaan dotcom.

Meski ia pernah ditertawakan investor lain karena keenganannya ini, kini ia justru tertawa
paling akhir karena sebagian besar investasi di dotcom hangus. Ia selamat dari badai dotcom
awal tahun 2.000-an karena sama sekali tidak ikut-ikutan investasi di sana. Investasi jangka
panjang juga bermakna bisnis. Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi
membeli bisnis (buying a business not share). Meski saham Coca-Cola sempat ambruk pada
1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Ia pertahankan saham Coca-Cola
hingga kini.

Langkah-langkah bisnisnya begitu mempesona dan cerdik sehingga ia selalu menjadi buruan
para jurnalis bisnis. Begitu banyak pula media yang sudah menuliskan profilnya. Nyaris, setiap
langkah Buffet adalah langkah investasi, dengan membeli saham perusahaan. Langkah
strategis awal Buffett dimulai tatkala ia membeli saham perusahaan tekstil Berkshire Hathaway
pada 1962. Ia berhasil menjadi pemegang saham terbesar tiga tahun kemudian.

Ia secara cerdik menginvestasikan uang nganggur perusahaan. Ia misalnya membeli


perusahaan asuransi, perusahaan permata, utilitas, dan makanan melalui Berkshire. Lewat
perusahaan ini pula ia menguasai beberapa perusahaan kelas dunia seperti Coca Cola,
WellsFargo dan Kraft Food. Langkah terbarunya, Desember lalu ia mengakuisisi perusahaan
manufaktur dan jasa Momon Holding sebesar US$ 4,5 miliar.

Warren Buffett sesungguhnya sudah lama berjanji untuk menyumbangkan hartanya manakala
ia meninggal. Namun, Juni 2006 lalu, Buffett bertindak lebih cepat, dengan mendermakan
sebagian besar sahamnya di Berkshire. Total dermanya saat itu mencapai US$ 31 miliar alias
sekitar 300 triliun rupiah, hampir separo anggaran belanja negara (APBN) kita tahun lalu! Tak
mengherankan jika amal itu tercatat sebagai donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Uniknya,
sebagian derma itu diserahkan ke Bill and Melinda Gates Foundation. Dana tersebut
merupakan dua kali dana yang biasa dikumpulkan yayasan Bill and Melinda Gates selama ini.

Dengan hartanya yang begitu melimpah, Buffett bisa saja hidup semewah mungkin di mana
saja yang ia maui. Namun ia memilih hidup sederhana di rumah yang dibelinya empat dekade
lalu di Omaha. Menurut majalah Adbuster, ia hanya punya dua jet pribadi dan satu yacht
mewah untuk untuk ber-glamour-ria. Kalah jauh dibanding kemewahan para pebisnis dan
pesohor lain yang kekayaannya justru terpaut jauh di bawahnya.
Nasihat Tentang Kekayaan menurut Warren Buffet

Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak
memulainya dari masih muda. Pesan: Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [Encourage your
children to invest]
Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang
didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar. Pesan: Dorong Anak Anda untuk mulai belajar
berbisnis [Encourage your children to start some kind of business]
Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang
ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia
butuhkan dalam rumah itu. Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya. Pesan: Jangan membeli
apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [Don't buy more than
what you "really need" and encourage your children to do and think the same]
Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak
mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi. Pesan: Jadilah apa adanya. [You are what
you are]
Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan
pembuat pesawat jet terbesar di dunia. Pesan: Berhematlah (Always think how you can
accomplish things economically)
Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan. Ia hanya
menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya,
menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu.
Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler. Pesan: Tugaskan
pekerjaan kepada orang yang tepat [Assign the right people to the right jobs]
Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya. Peraturan nomor satu adalah :
Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan nomor dua :
Jangan melupakan peraturan nomor satu. Pesan: Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke
untuk fokus ke tujuan. [Set goals and make sure people focus on them]
Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas. Waktu luangnya di rumah ia
habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn. Pesan: Jangan Pamer, Jadilah diri
sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [Don't try to show off, just be your self and do what
you enjoy doing]
Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang
lalu.
Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet,
maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit. Tetapi ketika ia bertemu dengannya,
pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari
Warren Buffet.

Menurut Warren Buffet coba hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri
Anda sendiri dan ingat :

Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.


Hiduplah secara sederhana.
Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa
yang menurut Anda baik.
Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang
sekiranya nyaman bagi Anda.
Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan, gunakanlah uang
untuk membantu mereka yang kekurangan.
Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah
yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.

SUMBER
http://www.biografiku.com/2012/03/biografi-warren-buffet-orang-terkaya.html

http://bisnis.liputan6.com/read/746305/punya-harta-ratusan-triliun-warren-buffett-hidup-irit