You are on page 1of 9

Keterlibatan Masyarakat Muslim Australia

Australia adalah salah satu masyarakat multi-budaya paling berhasil di dunia dan dibangun di
atas demokrasi parlementer, negara hukum dan ekonomi pasar. Kini, Muslim makin menjadi
bagian yang paling penting masyarakat majemuk dan modern Australia.

Kemajemukan Masyarakat Muslim Australia


Masyarakat Muslim Australia merupakan kelompok majemuk yang berasal dari 120 negara.
Sensus 2006 mencatat jumlah umat Muslim lebih dari 340.000 jiwa, lebih dari sepertiganya lahir
di Australia. Mereka bagian yang bernilai dan dinamis dari kehidupan sosial dan budaya di
semua negara bagian dan teritori. Generasi kedua dan ketiga Muslim Australia memainkan peran
yang penting dalam membaurkan Muslim pendatang baru dari banyak latar belakang budaya,
bangsa dan bahasa ke dalam keluarga Islam di Australia.

Ada sekitar 140 masjid dan mushola di kotakota di Australia. Beberapa di antaranya di fasilitas
umum seperti bandara, universitas dan rumah sakit. Sebagai bagian dari kesatuan masyarakat
mereka, tidak satu pun masjid Australia mengumandangkan adzan dengan pengeras suara.
Jadwal sholat diterbitkan secara luas, termasuk di Internet. Masjid yang lebih besar dan pusat
Islam memberikan layanan kepada masyarakat mereka seperti kegiatan kepemudaan, olahraga,
wejangan kebudayaan bagi pendatang baru dan kegiatan sosial lainnya. Toko makanan dan
restauran halal juga dapat ditemukan di banyak kota di Australia.

Muslim Australia telah memberikan sumbangsih penting dalam sejumlah besar usaha sosial,
ekonomi, kebudayaan, keagamaan dan pendidikan. Namun demikian, di lingkungan sosial dan
politik global akhirakhir ini, telah muncul ancaman terhadap kohesi sosial, keserasian dan
keamanan. Pemerintah Australia menanggapi tantangan ini dengan mendorong dialog terus-
menerus dengan umat Muslim dan kelompok masyarakat lainnya.

Memajukan dialog dan mengembangkan pemahaman


Australia merangkul orang, agama dan bahasa dari setiap sudut dunia dan Pemerintah Australia
bertekad memajukan toleransi antar masyarakat. Rencana Aksi Nasional untuk Membangun di
Atas Kohesi sosial, Keserasian dan Keamanan dikembangkan pada 2005 dan 2006. Rencana
Aksi Nasional merupakan hasil proses konsultasi masyarakat, termasuk masukan dari Kelompok
Rujukan Masyarakat Muslim yang secara khusus didirikan, maupun proses Pertemuan Puncak
Pemuda Muslim yang selenggarakan di berbagai kota di Australia dari Desember 2005 hingga
Mei 2007.

Maksud dan tujuan Rencana Aksi Nasional adalah untuk memperkukuh kohesi sosial,
memajukan keserasian dan mendukung keamanan nasional dengan mengatasi isolasi dan
peminggiran di masyarakat yang dapat membuat seseorang rentan terhadap ide-ide anti-sosial
dan merusak. Bidang fokus utamanya adalah pendidikan, lapangan kerja, pemersatuan
masyarakat dan peningkatan keamanan nasional.

Kegiatan yang didanai oleh Rencana Aksi Nasional mencakup proyek-proyek di masyarakat
seperti keterampilan kepemimpinan dan pendampingan untuk pemuda Muslim, loka karya seni
yang berhubungan dengan kelompok lain dalam komunitas (satu proyek tentang komedi, musik
rap dan puisi), interaksi antara pemuda Muslim dan non-Muslim di daerah, loka karya lintas-
budaya untuk mengubah stereotipe yang lazim tentang Islam dan wanita, penerbitan buku untuk
mengatasi salah tafsir tentang Islam, dan program olahraga yang mendorong pemuda Muslim,
Penduduk Asli Australia, dan kelompok minoritas lain dan masyarakat luas.

Komisi Hak-hak Azasi Manusia dan Kesetaraan Kesempatan menyelenggarakan program untuk
memajukan kohesi sosial dan menangkis pandangan diskriminatif dan intoleransi terhadap
Muslim Australia. Salah satu dari program tersebut mengembangkan kemitraan antara
masyarakat Muslim dengan layanan kepolisian. Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan
mengelola perayaan Hari Harmoni secara nasional pada bulan Maret setiap tahun, yang
menghimpun orang untuk memajukan nilai-nilai Australia dan merayakan partisipasi masyarakat.
Ini merupakan hari untuk memahami dan menghayati manfaat tinggal di sebuah negeri yang
merangkul nilai-nilai bersama tentang hormat, keadilan, partisipasi dan penerimaan.

Bekerja bersama
Konsultasi dengan pemuda Muslim Australian merupakan bagian penting dari strategi
pemerintah untuk menumbuhkan pemahaman budaya dan memerangi intoleransi. Kegiatan
kepemudaan menghimpun sejumlah pemuda Muslim Australia untuk membicarakan
masalahmasalah keprihatinan dan kemungkinan pemecahan.

Banyak lembaga swadaya masyarakat menyelenggarakan kegiatan dengan tujuan untuk


meningkatkan pemahaman Islam di masyarakat. Organisasi-organisasi tersebut termasuk:

Dialog Nasional Australia antara umat Kristen, Muslim dan Yahudi, yang memberi
kesempatan bagi badan nasional dari masing-masing agama untuk berhimpun untuk
mengembangkan pemahaman dan keserasian dalam konteks Australia

Federasi Dewan Islam Australia adalah anggota Kemitraan Organisasi Keagamaan


Australia (APRO). APRO menghubungkan kelompok-kelompok keagamaan dengan
kelompok multibudaya dan migrancontoh bagaimana agama dan masyarakat etnik
dapat bekerja sama di Australia

Pusat Dialog di Universitas La Trobe di Melbourne dan Dewan Islam Victoria, dengan
dukungan pemerintah negara bagian, telah mendirikan loka karya bagi para pemimpin
Muslim muda untuk bertemu pengambil-keputusan dan mengembangkan keterampilan
pembelaan mereka.

Australia juga bekerja sama dengan bangsabangsa lain untuk mendorong saling menghormati,
pemahaman dan kerja sama antara berbagai agama dan budaya yang berbeda-beda. Misalnya,
Australia telah memupuk kerja sama antar-agama kawasan melalui keterlibatan dalam Dialog
Antar Agama Kawasan sebagai sponsor bersama dengan Indonesia, Selandia Baru dan Filipina.

Pada Desember 2009, Parlemen Agama Dunia akan diselenggarakan di Melbourne. Delegasi
Muslim akan menjadi bagian dari 8.00012.000 orang yang diharapkan hadir. Sebagai kota
multi-agama, multi-bahasa dan multi-budaya, Melbourne adalah tempat yang ideal untuk
menyelenggarakan pertemuan antara-agama terbesar di dunia.

http://www.dfat.gov.au/facts/engaging_with_muslim_community_in.html

Tentang Australia
Keterlibatan Masyarakat Muslim Australia
Australia adalah salah satu masyarakat multi-budaya paling berhasil di
dunia dan dibangun di atas demokrasi parlementer, negara hukum dan
ekonomi pasar. Kini, Muslim makin menjadi bagian yang paling penting
masyarakat majemuk dan modern Australia.
Kemajemukan Masyarakat
Muslim Australia
Masyarakat Muslim Australia merupakan
kelompok majemuk yang berasal dari 120
negara. Sensus 2006 mencatat jumlah umat
Muslim lebih dari 340.000 jiwa, lebih dari
sepertiganya lahir di Australia. Mereka bagian
yang bernilai dan dinamis dari kehidupan
sosial dan budaya di semua negara bagian dan
teritori. Generasi kedua dan ketiga Muslim
Australia memainkan peran yang penting
dalam membaurkan Muslim pendatang baru
dari banyak latar belakang budaya, bangsa
dan bahasa ke dalam keluarga Islam di
Australia.
Ada sekitar 140 masjid dan mushola di kotakota
di Australia. Beberapa di antaranya di
fasilitas umum seperti bandara, universitas dan
rumah sakit. Sebagai bagian dari kesatuan
masyarakat mereka, tidak satu pun masjid
Australia mengumandangkan adzan dengan
pengeras suara. Jadwal sholat diterbitkan
secara luas, termasuk di Internet. Masjid yang
lebih besar dan pusat Islam memberikan
layanan kepada masyarakat mereka seperti
kegiatan kepemudaan, olahraga, wejangan
kebudayaan bagi pendatang baru dan
kegiatan sosial lainnya. Toko makanan dan
restauran halal juga dapat ditemukan di
banyak kota di Australia.
Muslim Australia telah memberikan
sumbangsih penting dalam sejumlah besar
usaha sosial, ekonomi, kebudayaan,
keagamaan dan pendidikan. Namun demikian,
di lingkungan sosial dan politik global akhirakhir
ini, telah muncul ancaman terhadap
kohesi sosial, keserasian dan keamanan.
Pemerintah Australia menanggapi tantangan
ini dengan mendorong dialog terus-menerus
dengan umat Muslim dan kelompok
masyarakat lainnya.
Memajukan dialog dan
mengembangkan
pemahaman
Australia merangkul orang, agama dan bahasa
dari setiap sudut dunia dan Pemerintah
Australia bertekad memajukan toleransi antar
masyarakat. Rencana Aksi Nasional untuk
Membangun di Atas Kohesi sosial, Keserasian
dan Keamanan dikembangkan pada 2005 dan
2006. Rencana Aksi Nasional merupakan hasil
proses konsultasi masyarakat, termasuk
masukan dari Kelompok Rujukan Masyarakat
Muslim yang secara khusus didirikan, maupun
proses Pertemuan Puncak Pemuda Muslim
yang selenggarakan di berbagai kota di
Australia dari Desember 2005 hingga Mei
2007.
Maksud dan tujuan Rencana Aksi Nasional
adalah untuk memperkukuh kohesi sosial,
memajukan keserasian dan mendukung
keamanan nasional dengan mengatasi isolasi
dan peminggiran di masyarakat yang dapat
membuat seseorang rentan terhadap ide-ide
anti-sosial dan merusak. Bidang fokus

Tentang Australia
Keterlibatan masyarakat Muslim Australia
2/3
utamanya adalah pendidikan, lapangan kerja,
pemersatuan masyarakat dan peningkatan
keamanan nasional.
Kegiatan yang didanai oleh Rencana Aksi
Nasional mencakup proyek-proyek di
masyarakat seperti keterampilan
kepemimpinan dan pendampingan untuk
pemuda Muslim, loka karya seni yang
berhubungan dengan kelompok lain dalam
komunitas (satu proyek tentang komedi,
musik rap dan puisi), interaksi antara pemuda
Muslim dan non-Muslim di daerah, loka karya
lintas-budaya untuk mengubah stereotipe
yang lazim tentang Islam dan wanita,
penerbitan buku untuk mengatasi salah tafsir
tentang Islam, dan program olahraga yang
mendorong pemuda Muslim, Penduduk Asli
Australia, dan kelompok minoritas lain dan
masyarakat luas.
Komisi Hak-hak Azasi Manusia dan Kesetaraan
Kesempatan menyelenggarakan program
untuk memajukan kohesi sosial dan
menangkis pandangan diskriminatif dan
intoleransi terhadap Muslim Australia. Salah
satu dari program tersebut mengembangkan
kemitraan antara masyarakat Muslim dengan
layanan kepolisian. Departemen Imigrasi dan
Kewarganegaraan mengelola perayaan Hari
Harmoni secara nasional pada bulan Maret
setiap tahun, yang menghimpun orang untuk
memajukan nilai-nilai Australia dan
merayakan partisipasi masyarakat. Ini
merupakan hari untuk memahami dan
menghayati manfaat tinggal di sebuah negeri
yang merangkul nilai-nilai bersama tentang
hormat, keadilan, partisipasi dan penerimaan.
Bekerja bersama
Konsultasi dengan pemuda Muslim Australian
merupakan bagian penting dari strategi
pemerintah untuk menumbuhkan
pemahaman budaya dan memerangi
intoleransi. Kegiatan kepemudaan
menghimpun sejumlah pemuda Muslim
Australia untuk membicarakan masalahmasalah
keprihatinan dan kemungkinan
pemecahan.
Banyak lembaga swadaya masyarakat
menyelenggarakan kegiatan dengan tujuan
untuk meningkatkan pemahaman Islam di
masyarakat. Organisasi-organisasi tersebut
termasuk:
Dialog Nasional Australia antara umat
Kristen, Muslim dan Yahudi, yang
memberi kesempatan bagi badan
nasional dari masing-masing agama
untuk berhimpun untuk
mengembangkan pemahaman dan
keserasian dalam konteks Australia
Federasi Dewan Islam Australia adalah
anggota Kemitraan Organisasi
Keagamaan Australia (APRO). APRO
menghubungkan kelompok-kelompok
keagamaan dengan kelompok multibudaya
dan migrancontoh bagaimana
agama dan masyarakat etnik dapat
bekerja sama di Australia
Pusat Dialog di Universitas La Trobe di
Melbourne dan Dewan Islam Victoria,
dengan dukungan pemerintah negara
bagian, telah mendirikan loka karya bagi
para pemimpin Muslim muda untuk
bertemu pengambil-keputusan dan
mengembangkan keterampilan
pembelaan mereka.
Australia juga bekerja sama dengan bangsabangsa
lain untuk mendorong saling
menghormati, pemahaman dan kerja sama
antara berbagai agama dan budaya yang
berbeda-beda. Misalnya, Australia telah
memupuk kerja sama antar-agama kawasan
melalui keterlibatan dalam Dialog Antar
Agama Kawasan sebagai sponsor bersama
dengan Indonesia, Selandia Baru dan Filipina.
Pada Desember 2009, Parlemen Agama Dunia
akan diselenggarakan di Melbourne. Delegasi
Muslim akan menjadi bagian dari 8.00012.000
orang yang diharapkan hadir. Sebagai kota
multi-agama, multi-bahasa dan multi-budaya,

Tentang Australia
Keterlibatan masyarakat Muslim Australia
3/3
Melbourne adalah tempat yang ideal untuk
menyelenggarakan pertemuan antara-agama
terbesar di dunia.
Informasi lebih lanjut:
Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan
www.immi.gov.au
Kejaksaan Agung
www.ag.gov.au
Komisi Hak-Hak Azasi Manusia dan Kesetaraan
Kesempatan
www.humanrights.gov.au/partnerships/index.html
www.latrobe.edu.au/dialogue/projects
www.dfat.gov.au/facts/muslims_in_australia.html
www.dfat.gov.au/facts/religion.html
Agustus 2008
Satellite imagery Commonwealth of Australia,
Geoscience Australia, ACRES.
Garis pantai Australia Barat.
http://www.dfat.gov.au/facts/engaging_with_muslim_community_in.pdf

Web Gambar Berita Buku Terjemahan Blog Gmail selengkapnya

Direktori Kalender Foto Documents Site Grup

Bantuan

Penerjemahan

Penelusuran Diterjemahkan

Translator Toolkit

Alat dan Sumber Daya

Australia has n en id

Australia tidak memiliki agama resmi negara dan orang bebas untuk prakteknya setiap agama yang
mereka pilih, selama mereka mematuhi hukum. Australia juga bebas untuk tidak memiliki agama.

Australia adalah negara yang mayoritas penduduknya Kristen, dengan sekitar 64 persen dari semua
warga Australia mengidentifikasi sebagai orang Kristen. Namun, sebagian besar agama agama besar
lainnya juga dipraktekkan, yang mencerminkan budaya masyarakat Australia beragam.

Kebebasan beragama terjaga pada ayat 116 Konstitusi Australia, yang melarang pemerintah federal dari
membuat hukum mendirikan agama apapun, setiap memaksakan ketaatan agama, atau melarang
pelaksanaan bebas agama apapun. Individu bebas untuk mengekspresikan keragaman pandangan,
selama mereka tidak menghasut kebencian agama.

Pemerintah Australia juga berkomitmen untuk mendorong rasa saling menghormati, pengertian dan
toleransi antar berbagai agama dan budaya di Australia dan di seluruh wilayah. Australia telah
mendorong kerjasama antar daerah melalui keterlibatan dalam proses Dialog Antar Daerah yang
Australia-a co-sponsor dengan Indonesia, Selandia Baru dan Filipina. Dialog itu menyatukan para
pemimpin dari berbagai agama yang berbeda di kawasan untuk berbagi pengalaman dan
mengidentifikasi cara untuk mempromosikan perdamaian dan pengertian. Dialog pertama
diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2004, dan dua dialog lainnya telah sejak diadakan (di Filipina
pada tahun 2006 dan Selandia Baru pada tahun 2007). Kamboja akan menjadi tuan rumah Dialog Antar
Daerah keempat di tahun 2008.

Australia awal agama atau keyakinan spiritual tanggal kembali ke penduduk asli Australia, yang telah
dihuni Australia selama lebih dari 40 000 tahun.

Ada beberapa kontak awal dengan Islam ketika Islam nelayan dan pedagang dari timur kepulauan
Indonesia mengunjungi Australia daratan sejauh abad ke-16 untuk ikan dan berdagang dengan orang-
orang adat setempat.

agama non-Adat diperkenalkan ke Australia secara permanen dengan penyelesaian Australia oleh
Britania Raya tahun 1788. Kelompok pertama dari pemukim Inggris dan narapidana termasuk orang-
orang yang mengikuti berbagai denominasi Kristen, meskipun hanya Gereja Inggris (Anglikan) resmi
didirikan di koloni itu pada awalnya. Selama 1800-an, pemukim Eropa terus membawa gereja-gereja
tradisional mereka ke Australia, termasuk Katolik, Presbiterian, Methodist, Kongregasionalis, Lutheran
dan gereja-gereja Baptis.

gelombang berikutnya migran membawa agama-agama non-Kristen ke Australia. Sebagai contoh,


penemuan emas di Victoria dan New South Wales di tahun 1850-an menarik arus besar pemukim baru,
termasuk Buddha Cina banyak.

Namun, dengan pengecualian populasi Lutheran kecil tapi signifikan keturunan Jerman, masyarakat
Australia pada tahun 1901 masih didominasi Anglo-Celtic. Pada saat itu, 97 persen penduduk mengaku
menjadi orang Kristen.

Dampak imigrasi dari Eropa setelah Perang Dunia II mengakibatkan peningkatan wakil dari gereja-gereja
Ortodoks, pertumbuhan jumlah umat Katolik (terutama dari migrasi Italia) dan penciptaan paroki etnis
antara denominasi lainnya.

Dalam hampir 60 tahun migrasi pasca-perang direncanakan, Australia telah menyambut lebih dari 6,5
juta migran, termasuk pengungsi 660 000.

Pada tahun 1960, 45 persen dari semua pendatang baru lahir di Britania Raya atau Irlandia. Pada tahun
1990-an, ini telah jatuh menjadi 13 persen, dengan jumlah pendatang baru meningkat dari negara-
negara di kawasan Asia-Pasifik, Afrika dan Timur Tengah. Salah satu hasilnya adalah bahwa agama-agama
non-Kristen sekarang berkembang di tingkat lebih cepat dari agama Kristen-dalam 10 tahun terakhir,
jumlah orang yang berafiliasi dengan agama non-Kristen hampir dua kali lipat.

Dalam Sensus tahun 2006, 12,7 juta melaporkan bahwa mereka Kristen, dibandingkan dengan sekitar
12,6 juta di tahun 1996 Sensus. Namun, sebagai proporsi dari total penduduk, jumlah orang Kristen
turun dari 71 persen menjadi 64 persen. Selama periode yang sama, orang-orang yang berafiliasi dengan
agama non-Kristen meningkat dari sekitar 600 000 to 1,1 juta dan dicatat secara kolektif 5,6 persen dari
total penduduk pada tahun 2006, dibandingkan dengan 3,5 persen pada tahun 1996.

Denominasi Kristen terbesar terus menjadi Katolik (25,8 persen dari populasi) diikuti oleh Anglikan (18,7
persen) dan Gereja Bersatu (5,7 persen). Agama non-Kristen terbesar adalah Buddha (2,1 persen), Islam
(1,7 persen) dan Hindu (0,7 persen).

Jumlah penduduk Australia yang dinyatakan dalam Sensus bahwa mereka tidak memiliki agama
meningkat dari 2,9 juta pada tahun 1996 menjadi 3,7 juta pada 2006-hampir 19 persen dari total
populasi

2010 Google - Matikan terjemahan seketika - Kebijakan Privasi - Bantuan

http://www.dfat.gov.au/facts/religion.html