You are on page 1of 19

PENGUKURAN LAJU ALIRAN FLUIDA

1. Pengukuran Laju Alir Fluida


Bagian yana cukup penting dalam operasi produksi gas adalah penentuan laju
alir secara akurat. Didalam sub bab ini akan dibahas metoda yang umum
digunakan dilapangan untuk menentukan laju alir fluida . Untuk gas biasanya
menggunakan orifice meter (dapat juga mengukur rate cairan minyak), hingga
saat ini sering, digunakan disebabkan penggunaannya dilapangan yang
sederhana tetapi akurat. Beberapa metode lain juga akan dibahas walaupun
aplikasi untuk metode tersebut sangat terbatas.

1.1. Orifice Meter


Metoda yang digunakan pada orifice meter adalah pengukuran penurunan
tekanan yang disebabkan oleh perubahan kecepatan dari gas karena adanya
hambatan. Persamaan kesetimbangan energi yang, digunakan adalah :

V1 V2
2 2
p1V1 p 2 V2 (1)
2g
dimana kondisi 1 dan 2 menyatakan kondisi di pipa dan kondisi di orifice. Bila
dianggap bahwa Vi = V2 = V, dan V = q/A, maka laju alir gas dapat dituliskan
sebagai berikut:
A2
q 2gh (2)
1 4

Dimana :
q = laju alir gas
A2 = luas orifice meter , d22/4
= d2 /d1.

Pengukuran Laju Aliran Fluida 1


g = percepatan gravitasi.
h = penurunan tekanan di orifice.
d1 = diameter pipa
d2 = diameter orifice.

Persamaan (2) dapat diubah bentuknya dengan memasukkan keadaan


tekanan dan temperatur pengukuran , h dalam ketinggian air (inch of water)
maka :
0.5
Pf TSC h w Tf
q sc 218.44 K o d 2
2 (3)
PSC Tf Pf g

Dimana :
qsc = laju aliran gas , SCF/hour.
d2 = diameter orifice, inch.
pf = tekanan alir , psia.
Tf = temperatur alir, OR.
hw = perbedaan tekanan di orifice , inch of water.
g = spesifik gravity gas.
Ko = faktor efisiensi.

atau, dengan menganggap uap Psc = 14.73 psia dan Tsc = 60 OF maka
didapat
qsc C' h w Pf (4)

Dimana :
C' = Fb.Fr.Y.Fpb.Ftb.Ftf.Fg.Fpv.Fm.F1.F (5)

Harga C' dikenal sebagai konstanta orifice, dimana harga tersebut tergantung
pada harga Basic Orifice Factor, Fb = 338. 17 Ko d22. Harga Fb ini ditentukan

Pengukuran Laju Aliran Fluida 2


secara empiris dan secara berkala diperbaharui oleh AGA (American Gas
Association Report).

Harga - harga konstanta untuk persamaan 5 tergantung, pada titik dimana


beda tekanan (differential pressure) , hw , diukur. Orifice meter dibagi menjadi
dua jenis yaitu flange taps dan pipe taps. Gambar untuk kedua jenis tersebut
dapat dilihat pada Gambar 1. Flange taps diletakkan sekitar 1 inci dari orifice
plate. Sedangkan pipe taps diletakkan 2.5 kali diameter pipa, pada upstream
dan 8 kali diameter pipa pada down stream dari orifice plate. Perbedaan
lokasi ini menyebabkan harga yang didapat selama pengukuran berbeda.

Gambar 1

Harga-harga konstanta untuk persamaan 5 adalah sebagai berikut :

Pengukuran Laju Aliran Fluida 3


Basic Orifice Factor , Fb
Harga ini tercantum pada kedudukan taps, diameter orifice dan diameter pipa
yang diukur. Harga Fb ini bisa dilihat pada Tabel 1 untuk flange taps dan
Tabel 6 untuk pipe taps.

Reynolds Number, Factor , Fr


Faktor ini tercantum pada diameter pipa , viskositas , densitas dan kecepatan
gas. Fr didapat dari Tabel 2 untuk flange taps dan Tabel 7 untuk pipe taps.
Harga b yang didapat dari tabel merupakan fungsi dari diameter pipa,
diameter orifice dan lokasi taps.
b
Sehingga Fr 1
h w Pf

Expansion Factor , Y
Tidak seperti cairan , ketika gas mengalir melalui orifice, perubahan kecepatan
dan tekanan menyebabkan juga perubahan densitas. Ekspansi dari gas di
orifice dapat dianggap proses adiabatik. Dibawah kondisi tersebut, perubahan
densitas aliran disebabkan adanya penurunan tekanan dan perubahan
temperatur adiabatik. Expansion Factor, Y, ditentukan dari kondisi adiabatik
dan reversibel, dan ini merupakan fungsi dari beda tekanan yang terjadi,
tekanan absolute diameter pipa, diameter orifice dan tipe dari taps. Harga Y
dapat dilihat di Tabel 3, 4 dan 5 untuk flange taps serta Tabel 8, 9, untuk pipe
taps. Penentuan harga Y ini tergantung dari kedudukan pengukuran static
pressure (Y1 untuk upstream, Y2 untuk downstream dan Ym untuk kondisi rata
- rata).

Pressure Base Factor, Fpb


Standar atau acuan tekanan yang digunakan dalam orifice meter adalah 14.73
psia. Namun kadang kala tekanan standar tidak selalu 14.73 psia , tergantung

Pengukuran Laju Aliran Fluida 4


dari lokasi dan kontrak yang akan digunakan. Perbedaan dengan tekanan
standar, 14.73 psia menyebabkan perbedaan dalam pengukuran laju alir gas,
sehingga untuk mengoreksi hat tersebut diperlukan Pressure Base Factor,
Fpb, yaitu perbandingan antara tekanan standar 14.73 psia dengan tekanan
standar yang digunakan.
14.73
Fpb
tekanan standar yang digunakan

Harga Fpb dapat dilihat pada Tabel 11.

Temperatur Base Factor , Ftb


Temperatur standar yang umum digunakan dalam pengukuran dengan orifice
meter adalah 60 OF. Namun kadang kala temperatur standar tidak 60 OF,
tergantung dari lokasi dan kontrak yang akan digunakan. Perbedaan dengan
temperatur standar, 60 OF, menyebabkan perbedaan dalam pengukuran laju
aliran, sehingga untuk mengoreksi hal tersebut diperlukan Temperature Base
O
Factor, Ftb, yaitu perbandingan antara temperatur standar 60 F dengan
temperatur standar yang digunakan dalam kontrak.
520
Ftb
temperatur standar kontrak

Harga, Ftb dapat dilihat pada Tabel 12.


Flowing Temperature Factor , Ftf
Temperatur aliran mempunyai pengaruh terhadap volume. Pada temperatur
yang tinggi aliran gas akan meningkat. Juga temperatur yang tinggi
menyebabkan gas mengembang yang menyebabkan pengurangan aliran.
Kombinasi dari kedua efek tersebut mempengaruhi hasil pengukuran laju alir.
Harga Ftf ini adalah :

Pengukuran Laju Aliran Fluida 5


520
Ftf
460 actual flow temperatur e

Harga Ftf ini dapat dilihat pada Tabel 13 berdasarkan temperatur alir gas.
Temperatur alir ini bisa didapat dari pembacaan chart atau pengukuran
dengan menggunakan termometer.

Spesifik Gravity Factor, Fg


Fg (Tabel 14) digunakan untuk mengoreksi perubahan spesifik gravity selama
pengukuran. Spesific gravity dapat ditentukan dengan gravimeter atau gravity
balance dan diukur secara periodic. Pada orifice meter, spesifik gravity yang
digunakan adalah 1. Sehingga agar dapat digunakan untuk segala macam
gas maka diperlukan faktor koreksi ini. Faktor ini berbanding terbalik dengan
akar spesifik gravity,
1
Fg
g

Supercompressibily Factor , Fpv.


Faktor koreksi ini digunakan untuk gas yang bertabiat bukan sebagai gas
ideal. Harga faktor ini bervariasi tergantung dari temperatur tekanan dan
spesifik gravity. Persamaan yang digunakan untuk menentukan
supercompressibility factor, Fpv, adalah :
Zb
FPV
z

Keterangan :
zb = faktor deviasi gas pada kondisi standar
z = faktor deviasi gas pada kondisi operasi

Pengukuran Laju Aliran Fluida 6


Harga zb dan z dapat ditentukan dari chart faktor deviasi gas yang umum
digunakan masing - masing untuk kondisi standar dan kondisi aliran. Atau
secara langsung harga Fpv ini dapat dibaca dari Tabel 15.

Manometer Factor, Fm
Harga Manometer Factor dapat dilihat pada Tabel 16. Faktor koreksi,
bervariasi dengan tekanan statik , ambient temperatur dan spesifik gravity.

Gouge Location Factor, Fl


O
Digunakan jika orifice meter dipasang pada lokasi selain pada 45 Lintang
Utara atau Selatan dan pada ketinggian permukaan laut. Harga faktor ini
diberikan pada Tabel 17.

Orifice Thermal Expansion Factor, F .


Faktor ini digunakan untuk mengoreksi kesalahan akibat adanya ekspansi
atau kontraksi dari temperatur operasi orifice yang berbeda dengan
temperatur di lubang orifice tergantung dari jenis bahan ( baja ) yang
digunakan pada orifice. Persamaan adalah :
304 dan 316 stainless steel
O
Fa = 1 + [0,0000185 ( F - 68)
Monel
Fq = 1+ (0,0000159 (OF - 68)

Keterangan :
O
F = temperatur aliran gas di orifice.
Persamaan diatas mengasumsikan bahwa, diameter orifice diukur pada
O
temperatur 68 F.

Pengukuran Laju Aliran Fluida 7


Penentuan harga hw dan pf dilakukan dengan cara melakukan pengukuran
yang hasilnya akan terekam pada chart yang akan digunakan. Skala chart
yang umum digunakan dalam pengukuran adalah :

Ada dua tipe chart , yaitu : Direct Reading Chart dan Square Root Chart.
Untuk tipe yang, pertama, yaitu Direct Reading Chart, spasi pada chart
tersebut adalah sama (Gambar 2). Sehingga harga differential dan static
pressure dapat langsung dibaca dari chart tersebut.

Untuk tipe yang kedua, Square Root Chart, spasi untuk chart ini adalah
berbeda (Gambar 3). Sehingga dalam pembacaan harus menggunakan
persamaan :
2
chart reading
Actual pressure x meter range
10

Contoh :
Tentukan laju alir gas hasil pengukuran menggunakan orifice meter (pipe
taps, upstream static pressure ) dengan data berikut ini :

Pengukuran Laju Aliran Fluida 8


D1 = 6.065 inci (diameter pipa)
D2 = 2.0 inci ( ukuran orifice)
Tf = 50 OF ( temperatur alir)
Pb = 14.9 psia ( tekanan base )
Tb = 50 OF ( temperatur base )
g = 0.650
hw = 60 inci water
pf = 90 psia

Solusi :
= D2/D1 = 2.0/6.065 = O.33
0.5
hw pf = (60 x 90) = 73.49

hw / Pf = 60/90 = 0.67

Dari Tabel 6, untuk orifice 2 inci dan pipa 6 inci


Fb = 870.93

Dari Tabel 7, untuk orifice 2 inci dan pipa 6 inci


b =0.0273
b 0.0273
Fr = 1 + =1+ = 1.00037
hw Pf 7349

Dari Tabel 8 ( Yi untuk upstream static pressure interpolasi untuk hw /pf =


0.67 dan = 0.330).
Yi = 0.99096
Dari Tabel 11 untuk pb 14.9 psia
Fpb = 0.9886

Dari Tabel 12, untuk temperatur base = 50 OF

Pengukuran Laju Aliran Fluida 9


Ftb = 0.9808

Dari Tabel 13, untuk temperatur alir = 50 OF


Ftf = 1.0098

Dari Tabel 14, untuk spesifik gravity = 0.650


Fg = 1.2403
g = 0.650
Ppc = 670 psia
O
Tpc = 375 R
Ppr = 90/670 = 0.1343
Tpr = 510/375 = 1.36
Z = 0.985
Fpv = 1/ ( z ) = 1/ ( 0.985 ) = 1.0076

Sehingga konstanta orifice adalah :


C' = (870.93)(1-0037)(0.99096)(0.9886)(0.9808)(1.0098)(1.0076) =1059.97

Maka laju alir gas untuk setiap jam adalah,


0.5
qh = 1059.97 (60 x 90) = 77892 cfh

Orifice meter juga dapat untuk mengukur dengan aliran mass sebagai acuan.
Densitas dari gas diukur dengan densitometer. Persamaan berikut ini (dari
AGA Report 3) dapat digunakan untuk menentukan laju alir massa gas :
W = 1.0618 Fb Fr Y (hw g ) 0.5 (6)
Keterangan :
W = laju alir massa, lbm/hr
Fb = basic orifice factor
Fr = Reynold's number factor

Pengukuran Laju Aliran Fluida 10


Y = expansion factor.
hw = differential pressure
g = specific weight dari gas pada kondisi aliran, lb/cu ft.

2. Pengukuran Laju Aliran Minyak


Pengukuran laju aliran minyak berdasarkan persamaan :
Qh 1.0057.Fb. Fgt hw (6a)
Keterangan :
Qh = Laju aliran minyak, gal/hr.
Fb = Faktor orifice, Tabel 1
Fgt = Faktor Specific gravity-temperatur, Tabel 10.

Contoh :
Hitunglah laju aliran cairan melalui orifice dengan menggunakan koreksi Fb dan
Fgt, jika diketahui data :
Ukuran pipa = 8.071 in.
Ukuran orifice = 4.00 in.
SG = 0.630
o
Temperatur aliran = 80 F.
Differential = 36 in air.
Solusi :
Berdasarkan Tabel 1 diperoleh Fb = 3362.9 dan Tabel 10 diperoleh Fgt =
1.2560, sehingga :

Q h 1.0057 * 3362.9 *1.2560 * 36 25,343 gal/hr

3. Metoda Pengukuran Lainnya


Selain orifice meter, beberapa metoda lain yang dapat digunakan untuk
menentukan laju alir adalah : orifice well testers , critical - flow povers dan pitot
tubes. Metoda - metoda ini tidak seakurat metoda orifice meter, tapi dapat
memberikan hasil yang cukup memadai.

Pengukuran Laju Aliran Fluida 11


3.1. Orifice Well Tester
Peralatannya terdiri dari spesial cost nipple fitted yang dihubungkan dengan
tekanan terukur, dan sebuah gasket, serta tutup untuk meletakkan orifice
pada akhir dari nipple.

Sumur yang akan diukur fluidanya dialirkan ke atmosfer hingga laju alir
mendekati konstan sehingga laju alir mendekati konstan. Nipple dari alat
pengukur orifice mempunyai diameter 2 in dan berguna untuk mengalirkan
gas, pipa pengkur U berisi air atau air raksa yang dihubungkan dengan sisi
bagian tekanan yang akan diukur.

Untuk pemakaian ukuran orifice yang sesuai dilakukan dengan cara coba-
coba atau memasang berbagai ukuran mulai dari yang terkecil hingga di
dapat. pembacaan pada pipa U melebihi 2 in water, biasanya harga patokan
pembacaan yang digunakan berkisar 3 hingga 8 in water.

Dengan mengetahui perbedaan ketinggian pada kolom air dari pipa U,


dimensi orifice, dimensi plat dan SG gas yang mengalir, maka besarnya laju
alir dapat langsung terbaca dari tabel yang telah dibuat oleh pabrik pembuat
alat ukur ini.

3.2. Critical Flow Prover


Critical flow prover digunakan dalam pengukuran apabila gas yang dialirkan
akan berubah fasanya menjadi embun diudara. Peralatan dari critical flow
prover berbeda dengan orifice meter. Peralatan ini harga mempunyai bagian

Pengukuran Laju Aliran Fluida 12


upstream saja, seperti tekanan upstream , temperatur upstream gravity gas
dan ukuran flow nozzle. Persamaan umum untuk critical flow prover adalah
cp
q sc (7)
g T 0.5

Keterangan :
p = tekanan di prover , psia
C = koefisien orifice untuk prover
qsc = laju alir, MCFD diukur pada keadaan 14.4 psia dan 60 OF
g = spesifik gravity gas
T = temperatur

Critical flow prover adalah salah satu dari peralatan yang dapat digunakan
dalam pengukuran laju alir gas ditest open flow sumur gas. Harga dari
koefisien C dapat dilihat pada Tabel 18
Tabel 18
Orifice Coefficients for Critical-Flow Provers

3.3. Turbine Meter


Turbine meter terdiri dari sebuah tabung aliran yang, lurus, dimana
didalamnya terdapat baling-baling, atau impeler yang bebas berputar terhadap
sumbu horisontalnya.

Pengukuran Laju Aliran Fluida 13


Turbine meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur laju alir,
dimana kecepatan dari rotor berbanding lurus dengan laju alir yang diukur.
Untuk mendapatkan hal ini, bentuk keluaran dari hasil perputaran rotor
dikonversikan dalam bentuk pulsa-pulsa listrik yang terlebih dahulu mengubah
medan magnet yang dihasilkan oleh coil, sehingga pulsa-pulsa yang
dihasilkan tadi dapat menunjukkan kuantitas dari laju alir. Biasanya pulsa-
pulsa ini diterjemahkan dalam bentuk digital agar lebih mudah dalam
pembacaan.
Range laju alir yang dapat diukur dengan turbine meter tergantung dari
ukuran, densitas fluida dan, viskositas fluida. Fluktuasi kecepatan yang
terukur di turbine meter biasanya
disebabkan oleh aliran turbulen atau fluktuasi tekanan yang menyebabkan
pembacaan di turbin meter teralu tinggi.

Pengukuran Laju Aliran Fluida 14


Gambar 2

Pengukuran Laju Aliran Fluida 15


Gambar 3

Pengukuran Laju Aliran Fluida 16


Pengukuran Laju Aliran Fluida 17
Pengukuran Laju Aliran Fluida 18
Pengukuran Laju Aliran Fluida 19