You are on page 1of 2

BAB 5

KESIMPULAN

Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB

(Mycobacterium tuberculosis). Tuberculosis osteoartikular meliputi 15% dari

seluruh kasus penyakit panggul. Perkembangan penyakit TB pada anak saat ini

sangat pesat. Sekurang-kurangnya 500.000 anak di dunia menderita TB setiap

tahun. TB ekstra paru meliputi 20% dari semua kasus, lebih lanjut terjadi

peningkatan pada beberapa tahun ini. Arthritis perifer terjadi sekitar 30% dari

kasus TB osteoartikular. Biasanya terjadi pada sendi yang menahan beban berat

tubuh, seperti lutut dan pinggul yang terjadi sekitar 50% kasus arthritis perifer.

Basil TB dapat mencapai celah sendi melalui aliran darah dari pembuluh

darah subsiovial, atau secara tidak langsung dari lesi di tulang epifisis yang

mengalami erosi kedalam sendi. TB osteoartikular dan hip joint ini umumnya

sering terjadi pada usai 3 dekade pertama. Nyeri, berjalannya pincang, deformitas

di sekitar sendi panggul merupakan gejala penyakit ini dalam dalam keadaan

aktif. Nyeri sering terjadi di bagian medial dari lutut dan dan maksimal kearah

ujung kaki.pada anak mungkin membangunkannya dari tidur dan menangis pada

malam hari. Untuk mengurangi rasa nyeri pada sendi yang terkena ketika berubah

posisi saat ditempat tidur, pasien biasanya menyokong atau mengangkat kaki yang

sakit. Otot-otot bawah abdomen mengalami spasme, dan sendi panggul akan

mengalami adduksi serta rotasi eksternal. Progresivitas arthritis TB dibagi

menjadi beberapa stadium yaitu stadium I-IV.

73
74

Beberapa pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis TB arthritis ini

yaitu meliputi pemeriksaan sputum, bilas lambung, cairan serebrospinal, cairan

pleura ataupun biopsi jaringan. Pemeriksaan darah, radiologi, mantaoux test,

pemeriksaan cairan sendi, pewarnaan dan kultur, CT scan, MRI, USG.

Pada pasien arthritis TB pengobatan dapat dilakukan secara

medikamentosa dan pembedahan. Pengobatan medikamentosa yaitu dengan

pemberian OAT diberikan dalam bentuk kombinasi minimal 3 macam obat untuk

mencegah terjadinya resistensi obat dan untuk membunuh kuman intraseluler dan

ekstraseluler. Pengobatan dibagi menjadi 2 tahap yaitu Tahap intensif, selama 2

bulan pertama. Pada tahap intensif, diberikan minimal 3 macam obat, tergantung

hasil pemeriksaan bakteriologis dan berat ringannya penyakit. Tahap Lanjutan,

selama 4-10 bulan selanjutnya, tergantung hasil pemeriksaan bakteriologis dan

berat ringannya penyakit. Pengobatan arthritis TB dapat memakan waktu

pengobatan 1 tahun yaitu dengan regimen 2RHZ+E atau S/10 HR.