You are on page 1of 6

Apakah kalian pernah merasakan yang namanya cinta pertama? ya kalian pasti pernah.

Semua
orang didunia ini pasti pernah merasakan yang namanya cinta pertama, perasaan yang menurut
kebanyakan orang sangat indah bahkan mungkin untuk melupakannya saja perlu waktu yang
cukup lama. Itulah yang dulu kurasakan sebelum dia pergi.

15 tahun yang lalu saat aku dan dia masih duduk di bangku smp kelas 2, kalau tidak salah
waktu itu dia adalah murid pindahan dari sebuah sekolah di bandung. saat kami sedang
melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tiba-tiba kepala sekolah datang bersama seorang
anak perempuan yang rupanya adalah murid baru di kelas kami. perhatian kami yang tadi
tertuju pada guru yang sedang mengajar kini teralihkan kepada murid perempuan tersebut, lalu
kepala sekolah memperkenalkan dia pada kami namanya adalah shani indira natio, biasa
dipanggil shani.

Setelah kepala sekolah memperkenalkan dia, kepala sekolah pun pergi dan wali kelas kami
mepersilahkan dia duduk di di depan bangku ku. Ya dikelas kami bangkunya tidak berpasangan
karena jumlah murid setiap kelas hanya 20 orang itu dilakukan agar pelajaran yang diterima
murid lebih efisien. Perlahan dia menggeser kursi yang ada di depan ku sedikit kebelakang dan
duduk di kursi tersebut, tak butuh waktu lama rupanya dia sudah berkenalan dengan teman
yang ada di depannya lalu saat di menoleh kebelakang dia juga memperkenalkan dirinya.
hallo, nama gue shani dia tersenyum sambil megulurkan tangannya pada ku. Aku tersenyum
lalu nama gue gerry aku memperkenalkan diriku padanya.

Semenjak hari itu, kami berdua menjadi seorang sahabat kemana-mana kami selalu berdua
banyak yang bilang kami pacaran tapi aku tidak menanggapinya terlalu serius karena aku hanya
menganggapnya sebagai sahabat. Bahkan pernah ada teman laki-laki ku yang bertanya kenapa
sih lo gak pacaran aja sama shani ? aku hanya bisa tersenyum dan menjawab perasaan yang
kurasakan hanya sebatas sahabat tidak lebih. Tapi takdir berkata lain beberpa bulan
selanjutnya benih-benih cinta mulai tumbuh di hatiku. Sekarang aku tidak bisa menyangkal
kalau aku suka sama dia.
Hari-hariku selanjutnya begitu berwarna, aku sangat semangat setiap berangkat sekolah seolah
ada suatu penyemangat baru untuk pergi kesekolah. Aku selalu menjemput dan mengantarnya
pulang tapi beberapa hari kedepan ada seorang laki-laki dari kelas sebelah yang mulai
melakukan pendekatan tapi walau seperti itu aku tidak curiga sedikitpun kepada shani. Aku
juga tidak terlalu memusingkan apakan perasaan yang kumiliki sama seperti yang dia miliki.

1 tahun sudah berlalu dan sekarang kami kelas 3 smp, perasaanku masih tidak berubah kepada
shani walaupun aku tidak tahu kami memiliki perasaan yang sama atau tidak. Saat itu aku
adalah laki-laki pengecut yang tidak pernah bisa jujur dengan perasaannya sendiri. Selama
berbulan-bulan kedepan aku masih saja memendam perasaan itu dan tak berani
mengungkapkannya apa yang kutakutkan saat itu adalah aku ditolak dan hubungan kami
berdua menjadi renggang. Aku tidak ingin semua itu terjadi tapi aku mencoba dan mebulatkan
tekadku jika aku akan menyataan cinta ku saat kami pulang dari tour sehabis ujian nasional.

Hari itu pun tiba kami berangkat ke daerah pegunungan aku dan dia duduk di satu bangku yang
bersebelahan. Aku dan dia saling bercanda dan tertawa bersama di dalam bis itu tak lama kami
sampai di tempat yang kami tuju setelah menghabiskan waktu berjam-jam di tempat itu kami
langsung kembali. Kebetulan kami pulang sudah malam, aku kaget ketika dia tertidur di bahuku
jantungku berdegup kencang saat itu aku mencoba menenagkan perasaan itu tapi hasilnya nihil
jantungku masih berdegup kencang. Akhirnya kami sampai dirumah masing-masing dan
kurasa itu masih sekitar jam 8 malam, sambil berbaring dikamar akupun memberanikan diri
menembaknya lewat sms mungkin saat itu aku masih terlalu pengecut untuk menembaknya
secara langsung.

Tapi sesuatu yang kutakutkan terjadi, ketika aku menyatakan perasaan ku kepadanya dia tidak
membalas smsku. Padahal tadinya kami sms sperti biasa dan ketika saatnya yang telah tiba dia
tidak mebalas sms tersebut. Kalian tahu apa yang terjadi aku tidak perah bisa berkomunikasi
lagi dengannya.
Setahun sudah berlalu dan sekarang aku bukan lagi anak smp. Sekarang aku dalah seorang
murid sma tapi walau setahun sudah berlalu aku tidak bisa menghilangkaan perasaan suka
terhadap dirinya. Semakin aku coba untuk melupakannya semakin dekat juga bayangan
wajahnya, senyumnya, tawanya yang ada dipikiranku. Bahkan terkadang ketika aku tertidur
dan bermimpi dia hadir didalamnya, pernah kucoba lagi menghubunginya tetapi hasilnya sia-
sia.

Hingga suatu hari aku mendapat sebuah kebenaran apa yang mungkin menjadi alasan kenapa
dia menolakku saat itu. Rupanya beberapa bulan sebelum ujian nasioal di sudah jadian dengan
teman sekelasku yang lain tetapi betapa bodohnyo aku karena tidak mengetahuinya. Aku tidak
tahu pasti kapan mereka berdua putus tapi yang pasti itu dekat dengan hari-hari sebelum aku
menembaknya karena waktu itu dia sms jika dia tidak mau mendengar kalau aku bicara
masalah cinta. Tetapi aku tidak menyadarinya dan malah nekat menembaknya. Yang mungkin
dia masih belum siap menerima cinta yang lain.

Beberapa hari setelah temenaku itu menceritakannya aku masih saja terus terpikr, coba aja,
aku sedikit lebih bersabar lagi. Mungkin hubungan kami tidak akan sperti ini tapi beberapa
tahun setelah itu aku mulai bisa untuk melupakannya. Sekarang aku sudah menjadi salah satu
mahasiswa di sebuah kampus ternama di indonesia.

hari ini aku sedang duduk di kantin ditemeni segelas es, aku duduk memandangi murid-murid
yang ada di sekitar kampus dan betaoa terkejutnya aku saat melihat seseorang yang telah lama
hilang entah kemana tidak bisa dihubungi dan membuat aku mencoba untuk melupakannya
datang kembali kekehidupan ini. Dia berjalan melewati kantin itu dan tanpa sengaja saat aku
sedang memandanginya dia menoleh dan pandangan kedua mata kami bertemu. Segera saja
aku langsung membuang pandanganku, dan melihat kearah lain. tetapi karena keajaiban itu dia
malah pergi meninggalkan teman-temannya dan datang menghampiriku

dan untuk kedua kalinya dia berhasil membuat jantungku berdegup sangta kencang seperti
dulu. Dia duduk di depan ku, dia tersenyum, dan dia menyakan bagaimana kabarku. Aku sangat
gugup tapi aku berusaha tenang agar bisa menjawab pertanyannya, kenapa kau datang kembali
disaat ku mulai melupakan mu ?. setelah kami berdua berbincang-bincang sebentar dia pun
berpamitan karena sebentar lagi dia ada kelas.

Hari itu saat aku dikelas aku masih saja memikirkannya dia tidak banyak berubah wajah dan
senyumnya masih seprti dulu. Setelah pelajran hari itu berakhir aku langsung menuju ke
parkiran saat aku berjalan aku melihat dia di parkiran dengan seorang laki-laki, aku langsung
terpikir jika mungkin laki-laki itu adalah pacarnya walaupun hari ini aku senang bisa bertemu
lagi dengannya tapi aku juga kecewa karena sekarang sudah ada seseorang di sampingnya.

Beberapa hari kemudian hubungan kami kembali sama seperti dulu kami melakukan hal-hal
bersama walau kadang aku membatasinya karena aku tahu di sudah punya pacar bahkan dia
juga pernah cerita padaku tentang pacarnya aku hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya
berbicara. Aku juga tidak berani membahas kembali kejadian yang dulu pernah terjadi yang
telah membuat hubungan kami selama beberapa tahun kebelakang merenggang.

Beberapa tahun kedepan dia masih saja menganggapku hanya sebatas sahabat ya aku senang
walau hanya dianggap seperti itu karena aku akan bahagia bila melihatnya juga bahagia, selama
bertahun-tahun itu aku dijadikan dia sebagai tempat curhat aku hanya bisa mendengar dan
memberikan saran tentang masalahnya yang sebagian besar adalah masalah bersama pacar-
pacarnya. Ya selama beberapa tahun itu di sudah sering gonta-ganti pacar aku tidak tahu apa
yang dia dapat padahal seluruh akhir cerita cinta dia dengan pacarnya itu selalu berakhir dengan
pacarnya berselingkuh dengan perempuan lain.

Pernah terpikir saat itu aku ingin mengungkapkan lagi perasaan yang sudah lama terpendam
itu, tapi niat itu kuurungkan karena aku takut akan terjadi seperti dulu lagi. Hingga pada suatu
saat dia mengajakku kesebuah danau yang sangat indah, lalu dia mulai berbicara dan berkata
kenapa sih semua laki-laki itu sama aja dia duduk sambil memeluk lututnya dan mulai
menangis.
Lalu aku duduk disampingnya dan berkata enggak kok gak semuanya, buktinya aku masih
disini. Di samping kamu lalu dia mengangkat kepalanya dan memandang kearahku aku masih
memandang ke danau Lalu dia mulai berbicara kau tahu alasan terbesar ku menolak mu saat
itu adalah aku takut jika kau akan pergi meninggalkan ku sama seperti laki-laki lain itu, aku
takut air mata kembali mengalir di pipinya. jika itu yang kau takutkan kau tidak perlu
khawatir, karena kau tahu aku masih menunggumu selama bertahun-tahun sampai sekarang.

Air matanya mengalir semakin deras dan dia menjatuhkan kepalanya di bahuku sama seperti
waktu itu, lalu aku merangkulnya dan dia mengis sejadi-jadinya. Aku tidak pernah marah
kepadanya atas semua hal yang terjadi karena cukup dengan melihatnya bahagia aku juga kan
ikut bahagia. Setelah hari itu aku mengantarnya pulang kerumah dan didepan rumah sesaat
sebelum dia memasuki pagar rumahya dia berbalaik dan berkata apakah kamu masih
menunggu jawaban dari pertanyaan mu waktu itu ? jika ia maka jawabanya adalah iya aku mau
kok jadi pacar kamu dia pun masuk kedalam rumah dan menutup pintunya. Mendengar
jawaban itu aku bagai tersambar petir. Apakan ini artinya dia menjadi pacarku sekarang.

Ketika aku sampai dirumah aku tidak bisa berhenti memikirkan kejadian ini, tiba-tiba muncul
notifikasi di iphone ku dan kubuka rupanya dari dia sayang lagi apa ? aku seneng bener hari
ini aku harap kita bisa selalu bersama-sama. Malam itu aku habiskan untuk chatingan dengan
dia.

Beberpa tahun berlalu aku dan dia sudah lulus dari perguruan tinggi itu, dan disinilah aku
sekarang bekerja di salah satu perusahaan IT terbesar di indonesia. Karena waktu sudah
menunjukan pukul 16.00 aku pun kembali kerumah ku, sesampainya dirumah aku membuka
pintu depan lalu ada seorang anak perempuan kecil menghampiriku sambil berteriak nda, ayah
sudah pulang aku pun menggendong anak itu dan menuju kebelakang disana sudah ada shani.
Ya setahun yang lalu aku menikah dengan shani dan telah dikaruniai seorang putri manis
bernama Sherry.

The End
Akhirnya selesai ceritanya gimana bagus gak ? pasti parah banget ya ? ah gak apa-apa yang
penting yang baca dan yang nulis happy. Koment ya supaya karya-karya selanjutnya bisa di
maksimalkan, terima kasih juga yang sudah mau membaca (^^_ )

By:@lindaanadila