You are on page 1of 14

TUGAS

MATA KULIAH : KIMIA FISIKA TERAPAN


DOSEN : Dr. Yayuk Andayani, M.Si

OLEH

HIDMI GRAMATOLINA RAMDHAYANI


NIM. I2E016014

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MATARAM
2017

1
A. TERMODINAMIKA
Termodinamika adalah kajian tentang kalor (panas) yang berpindah. Dalam
termodinamika banyak membahas tentang sistem dan lingkungan. Kumpulan benda-
benda yang sedang ditinjau disebut sistem, sedangkan semua yang berada di sekeliling
(di luar) sistem disebut lingkungan.
Aplikasi prinsip prinsip Termodinamika dalam kehidupan sehari hari antara lain :
Proses Pembekuan Pangan (Hidmi Gramatolina Ramdhayani)
Beragam jenis produk pangan beku yang sering dijumpai di pasaran serta
dikonsumsi masyarakat, antara lain : buah buahan, sayuran, produk olahan daging,
es krim dan lain lain. Bagaimana sesungguhnya proses pembekuan pangan
berlangsung? Bagaimana prinsip prinsip atau teori Termodinamika dalam proses
Pembekuan Pangan?
Pengawetan pangan melalui proses pembekuan terjadi karena dua faktor, yaitu
faktor suhu dan aktivitas air. Menurut Tambunan (1999), pembekuan berarti
pemindahan panas dari bahan yang disertai dengan perubahan fase cair ke padat.
Selain itu, kristalisasi air akibat pembekuan akan mengurangi kadar air bahan dalam
fase cair di dalam bahan pangan tersebut.
Sifat sifat Bahan Pangan Beku.
Penurunan titik beku pada bahan pangan ini terjadi karena keberadaan
berbagai padatan pada bahan yang mengandung air dalam jumlah yang relatif besar.
Titik beku air dalam bahan akan turun dibandingkan dengan titik beku air
murni.Besarnya penurunan titik beku tergantung dari berat molekul dan konsentrasi
padatan.
Penurunan titik beku dapat diturunkan dari hubungan termodinamika
berdasarkan kesetimbangan keadaan dalam sebuah sistem. Perubahan energi bebas
pada sebuah sistem dalam keadaan setimbang adalah nol. Potensial energi dari setiap
fase dalam keadaan setimbang pada sebuah sistem adalah sama.

............................................ (1)
dimana a dan b menyatakan dua fase dalam sebuah sistem.
Perubahan potensial kimia dengan tekanan pada suhu tetap harus sama dengan
volume molar parsialnya.

...................................(2)

2
pada persamaan di atas, potensial kimia pada tekanan 1 atm mempunyai superscrip 0
dan T A adalah suhu absolut. Menurut hukum Raoult's, maka persamaan tersebut
dapat dirubah menjadi

............................................. (3)
persamaan tersebut menggambarkan hubungan antara faksi mol (X A ) dan potensial
kimia A dalam campuran. Pada tekanan dan suhu konstan, maka suku kedua dari
persamaan tersebut nilainya akan konstan, sehingga persamaan dapat dinyatakan
dengan menjadi

..........................................................(4)
Pada kasus kesetimbangan antara padatan dan cairan, maka persamaan dapat ditulis

........................................................(5)
dengan menggunakan definisi potensial kimia, maka persamaan dapat dirubah
Menjadi

.......................................................................(6)
Karena hubungan antara energi bebas dan enthalpi adalah sebagai berikut

.........................................................................(7)
maka perbedaan enthalpi antara fase padat dan cairan atau panas laten pencairan dapat
diilustrasikan sebagai berikut

....................................................................(8)
Apabila persamaan panas laten pencairan dintegrasikan maka akan didapat persamaan

....................................................................(9)
dimana T A0 adalah titik beku cairan murni (A) dan X A adalah fraksi mol air pada
campuran.
Persamaan di atas dapat dimodifikasi menjadi :

........................................................... (10)
dimana T A, T A0 T 2 A0 untuk nilai T A -T AO yang kecil.

3
Apabila D T F = T A0 -T A dan , nilai (X B << 1)
maka akan didapat

.......................................................................(11)
Apabila panas laten pencairan berbasis unit massa, maka akan menjadi

...................................................................(12)
dimana m adalah molalitas yang menyatakan mol per kg pelarut
Perubahan Entalphi Selama Pembekuan
Pada proses pembekuan terjadi penurunan suhu bahan sampai ke titik yang
diinginkan, sehingga akan terjadi perubahan nilai enthalpinya. Perubahan nilai
enthalpi total atau nilai panas dibutuhkan untuk menurunkan suhu bahan dari titik di
atas titik bekunya sampai suhu penyimpanan yang diinginkan. Perubahan enthalpi
tersebut dapat dituliskan rumusnya sebagai berikut

......................................................(13)

Dimana
HS = panas sensibel yang dikeluarkan dari bahan padat,
HV = panas sensibel yang dikeluarkan dari air yang tidak terbekukan,
Hl = perubahan enthalpi karena panas laten dan
Ht = panas sensibel yang dikeluarkan dari es.

Panas sensibel yang dikeluarkan dari bahan padat teridiri dua bagian yaitu

...................................................(14)
dimana MS adalah fraksi padatan dalam bahan, c pS adalah panas spesifik bahan,
(T i -T f ) adalah perbedaan suhu awal bahan dengan titik bekunya dan
(Tf-T) adalah perbedaan titik beku dengan suhu bahan.
Apabila dinyatakan dengan persamaan integral maka akan menjadi

......................................................(15)
Perubahan enthalpi untuk fraksi air yang tidak terbekukan adalah

...................................................(16)

4
dalam bentuk integral akan menjadi

.................................(17)
Panas laten pada saat pembekuan merupakan fungsi dari jumlah fraksi air yang tidak
terbekukan dan dinyatakan dengan persamaan
Sedangkan panas sensibel yang dikeluarkan dari air yang membeku adalah

......................................................(18)
atau dalam persamaan integral adalah

...............................................(19)
Pendugaan Waktu Pembekuan
Dalam mendisain sebuah proses pembekuan, penentuan waktu pembekuan merupakan
hal yang sangat penting. Waktu pembekuan merupakan faktor kritis dalam pemilihan
sistem pembekuan untuk mencapai kualitas pembekuan yang optimal.

Persamaan Plank : Persamaan Plank untuk menduga waktu pembekuan ditemukan


oleh Plank (1913). Persamaan ini menggambarkan periode perubahan fase pada
proses pembekuan untuk air. Bahan diasumsikan sebagai lempeng tak hingga dengan
ketebalan a. Suhu awal bahan adalah sama dengan titik beku bahan, TF . Kemudian
bahan dimasukkan ke dalam medium pembeku yang mempunyai suhu Ts . Pindah
panas yang terjadi adalah pindah panas satu dimensi. Setelah waktu tertentu maka
akan ada tiga lapisan; dua lapisan beku dengan ketebalan x dan satu lapisan di tengah
yang belum membeku.

Jumlah pindah panas, q, yang melewati dua lapisan beku secara konduksi dan
konveksi.
Apabila pergerakan daerah beku dinyatakan dengan dx/dt dan panas laten
pembekuannya adalah L, maka
Karena semua panas yang dilepas pada saat pembekuan harus dilepaskan ke
sekelilingnya maka

5
Proses pembekuan selesai apabila bahan terbekuakan bergerak dari luar ke titik
tengah lempeng, a/2, sehingga,

Sehingga waktu pembekuan, tF adalah

Apabila yang dibekukan adalah produk pangan dengan kadar air m m , maka panas
laten pembekuan air, L, harus diganti dengan panas laten pembekuan produk, atau

Penentuan waktu pembekuan untuk produk pangan secara umum dapat ditulis sebagai
berikut

dimana r f adalah massa jenis produk beku (kg/m 3 ),


Lf adalah perubhan panas laten bahan (kJ/kg),
T F adalah titik beku ( o C),
h adalah koefisien pindah panas konveksi pada permukaan bahan
(W/(m 2 . o C)),
a adalah ketebalan/diameter bahan (m),
k adalah konduktivitas bahan (W/m. o C) dan
P', R' adalah faktor bentuk (lempeng tak hingga, P'=1/2, R'=1/8,
silinder tak hingga, P'=1/4, R'=1/16, bola, P'=1/6, R'=1/24).
Metode Pham
Pham (1986) mengajukan metode untuk menduga waktu pembekuan dan thawing.
Metode yang dikembangkan dapat digunkan untuk bahan yang bentuk tidak beraturan
dengan pendekatan elipsoidal.
Keunggulan dari metode ini adalah mudah digunakan dengan tingkat keakuratan yang
dapat dipercaya.
Metode ini menggunakan asumsi sebagai berikut:
kondisi lingkungan adalah konstan
suhu awal , Ti, konstan

6
nilai suhu akhir, Tc, tetap
konveksi pada permukaan bahan mengikuti hukum Newton tentang pendinginan.

Suhu rata-rata pembekuan (T fm )membagi pembekuan menjadi dua bagian yaitu pre
cooling dan post cooling. Dari data penelitian Phan (1986) maka ditemukan

dimana T c adalah suhu akhir (oC) dan Ta adalah suhu medium pembekuan (oC).
Persamaan tersebut cocok untuk bahan pangan yang banyak mengandung air.
Waktu pembekuan untuk beberapa bentuk beraturan adalah sebagai berikut

dimana : d c adalah karakteristik dimensi, jarak terdekat ke pusat bahan atau jari-jari
(m), h adalah koefisien pindah panas konveksi (W/[m 2 .K]), E f adalah faktor bentuk
(E f =1 untuk lempeng tak hingga, E f =2 untuk silinder tak hingga dan E f =3 untuk
bola), Bi adalah angka Biot.
D H1 adalah perubahan enthalpi secara volumetrik untuk periode pre cooling (J/m3).

dimana c u adalah panas spesifik untuk bahan yang tak terbekukan (J/[kg.K]), T i
adalah suhu awal bahan ( o C).
D H 2 adalah perubahan enthalpi secara volumetrik pada periode perubahan fase
dan post cooling

7
.
dimana c f adalah panas spesifik untuk bahan beku (J/[kg.K]), L f adalah panas laten
pembekuan (J/kg) dan r f adalah massa jenis bahan beku.
Gradien suhu D T 1 dan D T 2 diperoleh dari

Laju Hantaran Kalor Konduksi pada Teflon dan Panci Biasa (Yaumul Chairiah)
Kegiatan sehari hari manusia tidak terlepas dari konsep kalor. Banyak
peralatan rumah tangga dibuat dengan memakai prinsip-prinsip perpindahan kalor.
Perpindahan kalor adalah perpindahan energi yang terjadi pada benda atau material
yang bersuhu tinggi ke benda atau material yang bersuhu rendah, hingga tercapainya
kesetimbangan panas.
Perpindahan kalor (heat transfer) adalah ilmu untuk meramalkan atau
menggambarkan perpindahan energi yang terjadi karena adanya perbedaan suhu di
antara benda atau material.
Bila dua sistem yang suhunya berbeda disinggungkan maka akan terjadi
perpindahan energi. Proses di mana perpindahan energi itu berlangsung disebut
perpindahan panas. Perpindahan panas akan terjadi apabila ada perbedaan temperatur
antara 2 bagian benda. Panas akan berpindah dari temperatur tinggi ke temperatur
yang lebih rendah.
Konduksi adalah proses perpindahan kalor dari suatu bagian benda padat atau
material ke bagian lainnya. Pada perpindahan kalor secara konduksi tidak ada bahan
dari logam yang berpindah.
Jika padatan adalah logam, maka perpindahan energi kalor dibantu oleh
elektron-elektron bebas, yang bergerak diseluruh logam, sambil menerima dan
memberi energi kalor ketika bertumbukan dengan atom-atom logam. Dalam gas, kalor
dikonduksikan oleh tumbukan langsung molekul-molekul gas
Laju perpindahan panas yang terjadi pada perpindahan panas konduksi adalah
berbanding dengan gradien suhu normal sesuai dengan persamaan berikut ini yang
disebut dengan hokum Fourier dan merupakan persamaan dasar konduksi. Persamaan
dasar konduksi :

8
q = kA x dT/dx

Penerapan Konsep Termodinamika pada Kulkas (Fardin)


Dalam melakukan pengamatan mengenai aliran energi antara panas dan usaha
dikenal dua istilah yaitu sistem dan lingkungan. Kumpulan benda-benda yang sedang
ditinjau disebut sistem, sedangkan semua yang berada di sekeliling (di luar) sistem
disebut lingkungan.Usaha yang dilakukan oleh sistem (gas) terhadap lingkunganya
bergantung pada proses prosesproses dalam termodinamika, di antaranya proses
isobarik, isokhorik, isotermik dan adiabatik.
Hukum kedua Termodinamika
Hukum II Termodinamika memberikan batasan-batasan terhadap perubahan
energi yang mungkin terjadi dengan beberapa perumusan.
1. Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam satu siklus, menerima kalor dari
sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi energi atau usaha luas (Kelvin
Planck).
2. Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam suatu siklus mengambil kalor
dari sebuah reservoir rendah dan memberikan pada reservoir bersuhu tinggi tanpa
memerlukan usaha dari luar (Clausius).
3. Pada proses reversibel, total entropi semesta tidak berubah dan akan bertambah ketika
terjadi proses irreversibel (Clausius).
Lemari Es merupakan kebalikan mesin kalor. Lemari Es beroperasi untuk
mentransfer kalor keluar dari lingkungan yang sejuk kelingkungn yang hangat.
Dengan melakukan kerja W, kalor diambil dari daerah temperatur rendah TL
(katakanlah, di dalam lemari Es), dan kalor yang jumlahnya lebih besar dikeluarkan
pada temperature tinggi Th (ruangan).

Gambar 1.1 Prinsip Kerja Lemari Es

9
Koefisien Performansi : Ukuran penampilan dari sebuah mesin pendingin disebut
koefisien performansi (diberi lambang Cp). Koefisien performansi merupakan hasil
bagi kalor Q2 yang dipindahkan dari reservoir dingin dengan usaha W yang
dibutuhkan untuk memindahkan kalor ini. Sehingga dapat dirumuskan sebagai
berikut:

Uji Pemisahan Logam Besi dari Pasir Besi Alam Berdasarkan Termokimia secara
Pembentukan Panas. (Suriya Ningsyih)
Pasir adalah mineral endapan (sedimen) yang memiliki ukuran butir 0,074-
0,075 mm dengan ukuran kasar (3-5 mm) dan halus (<1 mm). Pasir merupakan
contoh bahan material butiran. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi
di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur.
Kandungan mineral utama dalam pasir adalah SO3, CaO, Al2O3, dan Fe2O3, TiO2 .
Rasio jumlah kandungan pasir tersebut tergantung dari mana pasir itu berasal.
Besi merupakan logam kedua yang paling banyak di bumi ini. Karakter dari
endapan besi ini bisa berupa endapan logam yang berdiri sendiri namun seringkali
ditemukan berasosiasi dengan mineral logam lainnya. Kadang besi terdapat sebagai
kandungan logam tanah (residual), namun jarang yang memiliki nilai ekonomis
tinggi. Endapan besi yang ekonomis umumnya berupa Magnetite (Fe3O4), maghemit
(- Fe2O3) dan hematit (- Fe2O3).
Pasir besi adalah sejenis pasir dengan konsentrasi besi yang signifikan. Hal ini
biasanya berwarna abu-abu gelap atau berwarna kehitaman. Pasir ini terdiri dari
magnetit, Fe3O4, dan juga mengandung sejumlah kecil titanium, silika, mangan,
kalsium dan vanadium.

10
Bagaimana pembentukan panas dari reaksi yang terjadi dalam pemisahan
magnetit Fe3O4 dari pasir besi ? Apakah reaksi yang terjadi berjalan secara spontan
atau tidak ?
Panas Pembentukan. Entalpi pembentukan molar standar (Hf) suatu senyawa
adalah banyaknya panas yang diserap atau dilepaskan ketika 1 mol senyawa tersebut
dibentuk dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.

Hr = [ VP (H f produk) - Vr (H f reaktan )]

Keterangan
Hr = Panas reaksi
= jumlah dari
VP = koefisien produk
Vr = koefisien reaktan

B. KINETIKA
Penggunaan Styrofom dan Plastik sebagai Kemasan Makanan
(Nishfiya Ramdoniati)
Saat ini, kemasan makanan dan minuman sangat beragam, dan terbuat dari bahan
plastik. Namun, plastik ternyata berbahaya bagi kesehatan manusia. Mengapa
demikian?
Migrasi (perpindahan bahan kemasan menuju bahan makanan), disebabkan 4 faktor
yaitu : Luas permukaan, jenis plastik, Kecepatan migrasi, suhu dan lama kontak.
Substansi yang dapat bermigrasi ke dalam bahan makanan antara lain: plastik misal
vinil klorida, akrilonitri, styrene, vinilidenlkorida. Bahan bahan tambahan dalam
pembuatan plastik, yaitu plastisizer, stabilizer, dan antioksidan.
Teori Kimia Fisika yang berperan yaitu prinsip Difusi (Partikel-partikel secara
spontan berdifusi dari daerah konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sehingga
konsentrasi dari sistem seluruhnya sama,
Menurut hukum Fick Pertama, sejumlah zat (dq ) yang berdifusi dalam waktu (dt)
melalui suatu bidang seluas A adalah berbanding lurus dengan perubahan konsentrasi
(dc) yang bergerak melalui jarak dx.

11
C. KOLOID
Aplikasi konsep atau prinsip koloid dalam kehidupan sehari hari, diantaranya :
Lubang Biopori (Muhammad Eka Putra Ramandha)
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam
tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan
cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Sifat Koloid yang berperan yaitu Adsorpsi. Fenomena fisik yang terjadi saat molekul-
molekul gas atau cair dikontakakan dengan suatu permukaan padatan.
Faktor yang mempengaruhi Adsorpsi : Tekanan (P); Temperatur (T); Karakteristik
adsorben (berupa kemurnian adsorben dan Luas permukaan dan volume pori); Jenis
adsorbat (Ukuran molekul adsorbat); dan Kepolaran zat
Karakteristik Adsorben yang baik : Luas permukaan adsorben; Tidak ada perubahan
volume yang berarti selama proses adsorpsi dan desorpsi; Kemurnian adsorben dan
Jenis atau gugus fungsi atom yang ada permukaan adsorben
Isoterm Adsorpsi : Hubungan antara banyaknya zat yang teradsorpsi persatuan luas
atau persatuan berat adsorben dengan konsentrasi yang teradsorpsi pada temperatur
tertentu.
Persamaan Langmuir
Untuk reaksi :
A + S (permukaan) AS
Laju adsorpsi = KaC (1- )
Laju desorpsi = Kd
Pada keadaan setimbang, maka laju adsorpsi dan desorpsi molekul-molekul pada
permukaan adalah sama.
KaC (1- ) = Kd
K aC
Ka
b
K d K aC Dengan Kd

Maka:

( K a / K d )C bC

1 ( K a / K d )C 1 bC

12
Dimana fraksi penutupan permukaan adsorbat oleh molekul pada konsentrasi secara
isoterm :
X X mbC
X
Xm 1 bC

Transformasi ke persamaan linier menjadi :

C 1 C

X bX m X m
Keterangan :
C = konsentrasi zat terlarut pada keadaan stimbang
= fraksi penutupan permukaan oleh adsorbat
1- = fraksi permukaan yang kosong
Ka = konstanta laju adsorpsi
Kd = konstanta laju desorpsi
b = konstanta langmuir
X = jumlah molekul adsorbat yang diserap per-m2 penyerap (mol.m-2)
Xm = jumlah molekul adsorbat yang dapat diserap per-m2 zat penyerap yang
membentuk sebuah lapisan tunggal (mol.m-2 ).

Proses Elektrokoagulasi Penurunan Kadar Kromium dari Limbah Padat Penyamakan


Kulit (Sri Idawati)
Kromium : Untuk menghaluskan kulit binatang yang disamak ; Kadar maksimum
industri 0,60 mg/L; Jika melebihi baku mutu maka perlu dilakukan pengolahan ;
Dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati (liver)
dan ginjal
Elektrolisis : Adalah disosiassi suatu elektrolit menjadi ion pada elektroda dengan
adanya arus listrik
Koagulasi : Adalah proses penggumpalan partikel koloid karena penambahan bahan
kimia sehingga partikel-partikel tersebut bersifat netral dan membentuk endapan
karena adanya gaya gravitasi.
Elektrokoagulasi mampu menyisihkan berbagai jenis polutan dalam air, yaitu partikel
tersuspensi, logam-logam berat, zat pewarna, dll
Metode ini efisiensinya cukup tinggi karena hampir tidak diperlukan penambahan
bahan kimia

13
Pada proses Elektrokoagulasi terjadi reaksi reduksi oksidasi.

Filtrat hasil hidrolisis yang mengandung logam kromium akan direduksi dan
diendapkan di katoda
Elektroda positif (Anoda) akan teroksidasi menjadi Fe (OH)2 yang berfungsi sebagai
koagulan
Reaksinya

Katoda : 2H2O + 2e H2 + 2OH-

Anoda : Fe Fe2+ + 2e
Fe2+ + 2OH- Fe (OH)2 + H2

Larutan yang semula berwarna kuning menjadi berwarna hijau kehitaman dan
terdapat banyak endapan artinya adanya kromium yang berhasil di pisahkan dari
Filvat hasil hidrolisis dilakukan penyaringan filtrat berwarna kuning muda dan
konsentrasi kromium menurun.

Penentuan Konsentrasi Koagulan Dan Ph Optimum Dalam Pengolahan Air Limbah


Menggunakan Model Jar Tes (Falentina Lede)

14