You are on page 1of 2

jenis-jenis adiksi

November 17, 2013 | Wina R. Harahap

Haiii. Kangen ga sama tulisan gue? Pasti kangenlah. Yakan? Yadong haha naaah berhubung
kalian kangen pasti buat menunggu-nunggu info apasih yang akan gue share sama temen-temen
semua, nih sekarang gue ngeshare info tentang jenis-jenis adiksi. Hayoooooooo tau ga adiksi itu
apa ?? mana nih suaranya pemudapemudi Indonesia yang notabenenya pinter?? Amiiiiiiiiin J

Yaap! Jadi adiksi itu adalah ketagihan. Ketagihan? Iyaa pasti yang sifatnya selalu ingin
dilakukan berulang-ulang. Dengan kata lainnya itu kecanduan. Naaah mau tau jenis jenis adiksi
itu ada apa aja? Nih ya gue abenin satu per satu jenisnya. Ini di listnya, cekidot :

1. Adiksi terhadap alkohol


2. Adiksi terhadap obat-obatan. Mis : narkoba, ganja, dll
3. Adiksi terhadap pergaulan. Mis : balap mobil, balap motor, merokok, dll
4. Adiksi terhadap olahraga. Mis : golf, basket, renang, dll
5. Adiksi terhadap belanja
6. Adiksi terhadap berkhayal
7. Adiksi terhadap bersandiwara
8. Adiksi terhadap cinta. Mis : cinta pada diri sendiri
9. Adiksi terhadap terhadap makanan. Mis : coklat
10. Adiksi terhadap film dewasa. Mis : film porno
11. Adiksi terhadap internet. Mis ; game online, social media, streaming
12. Adiksi terhadap kerja
13. Adiksi terhadap kopi
14. Adiksi terhadap lem
15. Adiksi terhadap gaya hidup. Mis : merokok, menyakiti diri sendiri
16. Adiksi terhadap seks
17. Dll

Apapun jenisnya, perilaku kecanduan punya karakteristik tertentu, diantaranya:

Pecandu selalu ingin mengkonsumsi atau melakukannya lagi dan lagi, meskipun tahu hal itu
tidak berguna, merugikan diri sendiri, atau berbahaya.
Menimbulkan perasaan kurang nyaman, cemas, gelisah, marah, murung, jengkel apabila
pecandu tidak bisa mengkonsumsi atau melakukan kecanduannya.
Pecandu menjadikan objek kecanduannya sebagai objek pelarian ketika ia mengalami emosi
negatif seperti marah, kecewa, sedih, gagal, dsb.
Pecandu umumnya pernah mencoba untuk menghentikan kecanduannya, tetapi karena tidak
berhasil atau merasa tidak mungkin bisa berhenti, akhirnya pecandu menerima kecanduan itu
sebagai bagian dari dirinya.
Kecanduan dan kebiasaan buruk akan semakin parah apabila kecanduan atau kebiasaan buruk
itu dilakukan semakin lama, semakin banyak diulang-ulang, dan semakin kuat lingkungan
mendukungnya.
Dalam kasus kecanduan narkoba, secara pribadi kami lebih meyakini bahwa yang lebih kuat
pengaruhnya adalah dorongan dari pikiran bawah sadar untuk terus mengkonsumsi narkoba,
dibanding dengan kebutuhan tubuh terhadap zat kimia dalam narkoba.

Oleh karena itu, upaya penyembuhan kecanduan narkoba dengan obat-obatan sering kali
mengalami kegagalan. Banyak penderita yang sudah sembuh namun suatu saat kambuh dan
kecanduan lagi. Kambuhnya pecandu narkoba bukan karena tubuhnya secara biologis
membutuhkan zat yang terkandung dalam narkoba, melainkan karena pengaruh psikologis, baik
dari dalam diri sendiri (sebagai pelampiasan emosi negatif, dorongan pikiran bawah sadar), atau
ketidakmampuan menolak ajakan dari teman yang masih menggunakan narkoba. Gagalnya usaha
untuk menyembuhkan kecanduan sering kali menimbulkan keputusasaan baik pada diri pecandu
maupun keluarganya.

Sedangkan kecanduan belanja, berjudi, game, dan internet merupakan kecanduan psikologis
yang murni disebabkan pengondisian, pengaruh lingkungan atau karena terbiasa melakukan
sesuatu berulang-ulang. Kecanduan rokok, minuman keras (alcoholic), mengunyah permen karet,
kecanduan minuman cola atau bersoda, dan kecanduan makanan atau minuman lainnya
sebenarnya juga merupakan kecanduan yang bersifat psikologis.

Zat kimia yang terkandung dalam rokok, minuman keras, permen, cola atau soda mungkin
memang punya pengaruh adiktif, tapi pengaruhnya terhadap tubuh sangat-sangat kecil.
Seandainya suatu saat pecandu tidak bisa mengkonsumsi makanan atau minuman itu dalam
waktu yang lama, maka hanya menimbulkan gejala emosi seperti gelisah, rasa kurang nyaman,
atau emosi negatif lain, tapi sama sekali tidak membahayakan fisik. Berbeda dengan pecandu
narkoba yang bisa mati atau minimal sangat menderita secara fisik apabila tidak mendapatkan
zat adiktif yang dibutuhkan tubuh.

Beberapa kecanduan diatas tadi ada yang bisa dihentikan dengan hipnoterapi dalam waktu cepat
antara lain: