You are on page 1of 2

FOSIL SEBAGAI INDIKATOR LINGKUNGAN PENGENDAPAN

1. Salinitas

Fosil sebagai indikator salinitas artinya fosil dapat menentukan pengendapan


disuatu wilayah yang memiliki kandungan garam yang tinggi.

Contoh fosilnya:

2. Kedalaman

Fosil sebagai imdikator kedalaman artinya fosil dapat menunjukan bahwa


lingkungan yang terdapat fosil tersebut adalah lingkungan yang memiliki kedalam
tertentu sesuai jenis fosil yang di temukan.

Contoh fosil: Radiolaria sebagai penciri laut dalam.

3. Temperatur air
Fosil dapat menentukan berapakah temperatur suatu wilayah dengan
mengidentifikasi fosil, karena organisme mencari temperature lingkungan hidup
yang cocok dengan organism tersebut.

Contoh fosil: temperature 0-27 derajat celcius banyak dijumpai genus-


genus Elphidium, Potalia, Quingueloculina, Eggerella, Ammobaculites.

4. Kejernihan
Fosil dapat mencirikan lingkungan kejernihan karena organism pasti mencari
lingkungan dimana organism tersebut merasa cocok salah satunya memperhatikan
kejernihan.
Comth fosil: sebagian besar filum moluska

5. Oksigen dalam atmosfir


Fosil dapat dijadikan indicator adanya lingkungan pengendapan organism
penghasil oksigen yang kita gunakan saat ini.
Contoh fosil: protozoa yang termasuk golongan tumbuhan

6. Substratum
Fosil sangat berguna dalam menentukan lapisan penyusun suatu daerah, karena
setiap perlapisan pasti memiliki kandungan fosil yang berbeda.
Contoh fosil: kelompok foraminifera karena tersebar hamper di seluruh wilayah
dan jumlahnya melimpah.

7. Makanan organisme
Fosil dapat menentukan apa saja makanan suatu organisme dengan meneliti fosil
koprolit apakah makanan berasal dari lingkungan darat atau laut dengan
demikian, kita dapat menentukan lingkungan pengndapannya.
Contoh fosil: koprolit

8. Asal penyusunnya
Fosil digunakan untuk menentukan asal penyusun suatu darah pengendapan
dengan cara meneliti fosilnya, kita dapat menentukan apakah lapisan tersebut
awalnya di daratan ataupun di lingkungan laut.
Contoh fosil:
fosil yang berasal dari lingkungan darat: fosil kayu, amber, fosil gajah
Fosil yang berasal dari lingkungan laut: fosil kerang, Raddiolaria, fosil ikan.