Вы находитесь на странице: 1из 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN PADA KLIEN DENGAN

GANGGUAN TUMBUH KEMBANG JIWA ANAK

KELOMPOK :

ADINA SYAFAATUL UDHMA 1416000341

ZULFATUL MAHMUDAH 1416000451

WINDRI AMBARSARI 1416000651

HUDA HANIIFAA 1416000461

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS PEKALONGAN

2017
Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Tumbuh Kembang Anak

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Pokok bahasan : Tumbuh Kembang Anak


2. Sub pokok bahasan :-
3. Tempat : Poli Jiwa
4. Waktu : 45 menit
5. Hari/Tanggal : 16 Maret 2017
6. Sasaran :
7. Penyuluh :
8. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x45 menit, klien mampu mengerti
dan memahami tentang masalah tumbang anak.
b. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x45 menit klien dapat:
1. Menyebutkan pengertian pertumbuhan dan perkembangan dengan benar.
2. Menyebutkan 2 dari 3 tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan yang
dialami.
3. Menjelaskan kembali faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang
4. Menyebutkan 2 dari setiap fase perkembangan.
9. Metode : Ceramah, diskusi
10. Media : Leaflet
12. Materi :
a. Pengertian tumbuh Kembang
b. Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan yang dialami
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang
d. Fase perkembangan pada anak
13. Kegiatan Penyuluhan
waktu tahap kegiatan Kegiatan
Penyuluhan Sasaran
5 menit Pembukaan 1) Membuka acara 1. Menjawab salam
dengan 2. Mendengarkan
mengucapkan penyuluh
salam kepada menyampaikan
sasaran topik dan tujuan
2) Menyampaikan 3. Menyetujui
topik dan kesepakatan waktu
tujuan penkes pelaksanaan
kepada sasaran penkes
3) Kontrak waktu
untuk
kesepakatan
pelaksanaan
penkes dengan
sasaran
20 menit Kegiatan inti 1) Mengkaji ulang 1. Menyampaikan
pengetahuan pengetahuannya
sasaran dengan tentang materi
menggunakan penyuluhan
leafleat 2. Mendengarkan
2) Menjelaskan penyuluh
materi menyampaikan
penyuluhan materi
kepada sasaran 3. menanyakan hal-
dengan hal yang tidak
menggunakan dimengerti dari
leaflet materi penyuluhan
3) Memberikan
kesempatan
kepada sasaran
untuk
menanyakan
hal-hal yang
belum di
mengerti dari
meteri yang
dijelaskan
penyuluh
20 menit Evaluasi/ penutup 1. Memberikan 1. Menjawab
pertanyaan pertanyaan yang
kepada sasaran diajukan penyuluh
tentang materi 2. Mendengarkan
yang sudah penyampaian
disampaikan kesimpulan
penyuluh 3. Mendengarkan
2. Menyimpulkan penyuluh menutup
materi acara dan
penyuluhan menjawab salam
yang telah
disampaikan
kepada sasaran
3. Menutup acara
dan
mengucapkan
salam serta
terima kasih
kepada
sasaran.

14. Evaluasi
a. Prosedur : Post test
b. Bentuk : Lisan
c. Jenis : Verbal
d. Butir Pertanyaaan
1. Jelaskan Pengertian tumbuh Kembang!
2. Sebutkan 2 dari 3 Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan
yang dialami!
3. Jelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang!
4. Jelaskan 2 dari setiap Fase perkembangan pada anak!
KONSEP DASAR TUMBANG ANAK

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Tumbang merupakan dua proses yang saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan.
Pertumbuhan
Yaitu yang berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran
yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pounds, Kg), ukuran panjang
(milimeter, centimeter, meter). Contoh : BB, TB, PB.
Perkembangan
Akibatnya kemampuan / skill/ kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam polanya / teratur. Sebagai hasil dari proses kematangan.
Pertumbuhan berdampak pada aspek fisik.
2. Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Proses Pertumbuhan yang Dialami
Pertumbuhan paling cepat terjadi pada masa bayi adalah sejak ia lahir sampai
berumur 1 tahun. Hal ini terlihat dari pertumbuhan BB saat bayi umur 6 bulan BB
nya 2x lipat dari BB saat lahir dan usia 12 bulan BB nya + 3x lipat dari BB waktu
lahir.
Proses Perkembangan yang Dialami
1) Perkembangan Motorik
Perkembangan yang berhubungan dengan kemampuan duduk, berjalan,
melompat, menulis, mengambil sesuatu.
2) Perkembangan Bahasa
Berhubungan dengan kemampuan mendengar, mengerti dan
menggunakan bahasa.
3) Perkembangan Sosial
Untuk berhubungan dengan orang lain, contoh : bermain dengan teman.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbang
Faktor Genetik
Faktor keturunan sangat menentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan.
Contoh : jenis kelamin, suku bangsa.
Faktor Lingkungan
Faktor Sebelum Hamil (Prenatal)
Gizi ibu waktu hamil, obat-obatan yang dikonsumsi, penyakit yang diderita saat
hamil, trauma (cedera) yang pernah dialami ketika hamil, contoh :
terjatuh/kecelakaan stress, pekerjaan yang terlalu berat.
Faktor Post Natal (Setelah Lahir)
Ras, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, penyakit kronis, cuaca dan
musim, sanitasi, kebersihan rumah, stimulasi, motivasi orang tua, cara mendidik
dan sosok keluarganya.
4. Fase Perkembangan dan Pertumbuhan Anak
Dari Lahir sampai 3 Bulan
- Belajar mengangkat kepala.
- Belajar mengikuti objek dengan matanya.
- Melihat ke muka orang dengan tersenyum.
- Bereaksi terhadap suara/bunyi.
- Melihat ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan komtak.
- Menahan barang yang dipengannya.
Dari 3 sampai 6 Bulan
- Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan tangan.
- Mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar
jangkauannya.
- Menaruh benda-benda di mulut.
- Berusaha memperluas lapangan pandangan.
- Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain.
- Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang.
Dari 6 sampai 9 Bulan
- Dapat duduk tanpa dibantu.
- Dapat tengkurep dan berbalik sendiri.
- Dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang.
- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain.
- Memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.
Dari 9 sampai 12 Bulan
- Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu.
- Dapat berjalan dengan dituntun.
- Menirukan suara.
- Mengulang bunyi yang didengarnya.
- Belajar mengatakan satu atau dua kata.
- Mengerti perintah sederhana larangan.
Dari 12 sampai 18 bulan
- Berjalan dan mengeksplorasi rumah sekeliling rumah.
- Menyusun 2 atau 3 kotak.
- Dapat mengatakan 5-10 kata.
- Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.
Dari 18 sampai 24 bulan
- Naik turun tangga.
- Menyusun 6 kotak.sss
- Menunjuk mata dan hidungnya.
- Menyusun dua kata.
- Belajar makan sendiri.
- Menggambar garis di kertas atau pasir.
Dari 2 sampai 3 Tahun
- Belajar meloncat, memanjat, melompat, dengan satu kaki.
- Membuat jembatan dengan 3 kotak.
- Mampu menyusun kalimat.
- Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang ditujukan
kepadanya.
Dari 3 sampai 4 Tahun
- Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga.
- Berjalan pada jari kaki.
- Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri.
- Menggambar garis silang.
- Menggambar orang hanya kepala dan badan.
- Mengenal 2 atau 3 warna.
- Bicara dengan baik.
- Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya.
- Banyak bertanya.
Dari 4 sampai 5 Tahun
- Melompat dan menari.
- Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, badan.
- Menggambar segi tiga dan segi empat.
- Pandai bicara.
- Dapat menghitung jari-jarinya.
- Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu.
- Dapat mencuci tangan tanpa bantuan.
Asuhan Keperawatan Gangguan Jiwa Pada Anak Dan Remaja

A. Definisi
Gangguan jiwa pada anak-anak merupakan hal yang banyak terjadi yang
umumnya tidak terdiagnosis dan pengobatannya kurang adekuat. Masalah kesehatan jiwa
terjadi pada 15-22% anak-anak dan remaja, namun yang mendapatkan pengobatan
jumlahnya kurang dari 20% (keys ,1998).

Diagnosis gangguan jiwa pada anak-anak dan remaja adalah perilaku yang tidak
sesuai dengan tingkat usianya, menyimpang bila dibandingkan dengan norma budaya,
yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi adaptasi (townsend,1999).
Dasar untuk memahami gangguan yang terjadi pada bayi, anak-anak, dan remaja adalah
dengan menggunakan teori perkembangan. Penyimpangan dari norma-norma
perkembangan merupakan tanda adanya suatu masalah.

B. Jenis Gangguan Jiwa Anak-Anak Dan Remaja Gangguan Perkembangan pervasive


1. Retardasi mental
Muncul sebelum usia delapan belas tahun dan di cirikan dengan keterbatasan
substandar dalam menjalankan fungsi yang di manifestasikan dengan fungsi
intelektual secara signifikan berada dibawah rata-rata (misalnya IQ dibawah 70) dan
keterbatasan terkait dalam dua bidang keterampilan adaptasi atau lebih ( misalnya
komunikasi, perawatan diri, aktivitas hidup sehari-hari, keterampilan social, fungsi
dalam masyarakat, pengarahan diri, kesehatan dan keselamatan, fungsi akademis,
serta bekerja.)
2. Autisme
Di cirikan dengan gangguan yang nyata dalam interaksi social dan
komunikasi, serta akivitas dan minat yang terbatas (Johnson,1997). Gejalanya
meliputi kurangnya responsivitas terhadap orang lain, menarik diri dari hubungan
social, kerusakan yang menonjol dalam komunikasi, dan respons yang aneh terhadap
lingkungan (misalnya tergantung dalam benda mati dan gerakan tubuh yang berulang-
ulang seperti, mengepakan tangan, bergoyang-goyang, dan meemukul-mukulkan
kepala).

3. Gangguan perkembangan spesifik


Di cirikan dengan keterlambatan perkembangan yang mengarah pada
kerusakan fungsional pada bidang - bidang, seperti membaca, aritmetika, bahasa dan
artikulasi verbal.
Defisit Perhatian dan Gangguan Perilaku Disruptif
a) Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Di cirikan dengan tingka gangguan perhatian, impulsivitas, dan hiperaktivitas yang
tidak sesuai dengan tahap perkembangan. Menurut DSM IV, ADHD pasti terjadi
sedikitnya pada dua tempat (misalnya di sekolah dan di rumah) dan terjadi sebelum
usia 7 tahun (DSM IV,1994)
b) Gangguan Perilaku
Di cirikan dengan perilaku berulang, disruptif, dan kesengajaan untuk tidak patuh,
termasuk melanggar norma dan peraturan social. Sebagian besar anak-anak dengan
gangguan ini mengalami penyalahgunaan zat atau gangguan kepribadian antisocial
setelah berusia 18 th. Contoh perilaku pada anak-anak dengan gangguan ini
meliputi mencuri, berbohong, menggeretak, melarikan diri, membolos, menyala
gunaan zat, melakukan pembakaran, bentuk vandalisme yang lain,jahat kepada
binatang, dan serangan fisik terhadap orang lain.
c) Gangguan Penyimpangan Oposisi
Gangguan ini merupakan bentuk gangguan perilaku yang lebih ringan, meliputi
perilaku yang kurang ekstrem. Perilaku dalam gangguan ini tidak melanggar hak-
hak orang lain sampai tingkat yang terlihat dalam gangguan perilaku. Perilaku
dalam gangguan ini menunjukan sikap menentang, seperti berargumentasi, marah,
kasar, toleransi yang rendah terhadap frustasi, dan menggunakan minuman
keras,zat terlarang atau keduanya.
d) Gangguan Ansietas
Sering terjadi pada masa Anak-anak atau remaja dan berlanjut ke masa dewasa
1. Gangguan obsesif komplusif, gangguan ansietas umum dan fobia terjadi pada
masa anak-anak dan remaja, dengan gejala yang sama dengan yang terlihat pada
orang dewasa.
2. Gangguan ansietas akibat perpisahan adalah ganguan masa anak-anak yang di
tandai dengan rasa takut berpisah dari orang yang paling dekat dengannya.
Gejala gejalanya meliputi menolak pergi kesekolah, keluhan somatik, ansietas
berat terhadap perpisahan dan khawatir tentang adanya bahaya pada orang-
orang yang mengasuhnya.
3. Skizofrenia
1) Skizofrenia anak-anak jarang terjadi dan sulit di diagnosis. Gejala gejalanya
dapat menyerupai gangguan pervasif, seperti autisme.
2) Skizofrenia pada remaja merupakan hal yang umum dan insidensinya selama
masa remaja akhir sangat tinggi. Gejala-gejalanya mirip dengan skizofrenia
dewasa. Gejala awalnya meliputi perubahan ekstrem dalam perilaku sehari-
hari, isolasi social, sikap yang aneh, penurunan nlai-nilai 8 akademik, dan
mengapresikan perilaku yang tidak di sadarinya
4. Gangguan Mood
Gangguan ini jarang terjad pada masa anak-anak dan remaja di banding
orang dewasa (keltner,1999). Prevalensi pada anak-anak dan remaja berkisar
antara 1-5% untuk gangguan depresi. Eksitensi gangguan bipolar (jenis manik)
pada anak-anak controversialrevalensi penyakit bipolar pada remaja
diperkirakan 1%. Gejala epresi pada anak-anak sama dengan yang di
observasikan pada orang dewasa.
5. Bunuh diri
Adanya gangguan mood merupakan factor resiko yang serius untuk
bunuh diri, bunuh diri adalah penyebab kematian utama ketika pada individu
berusia 15-24 tahun. Tanda-tanda bahaya bunuh diri pada remaja meliputi
menarik diri secara tiba-tiba, berperilaku keras atau sngat
memberontak,menyalahgunakan obat atau alcohol, dll. (newman,1999)
6. Gangguan Penyalahgunaan Zat
Gangguan ini banyak terjadi, di perkirakan 32% remaja menderita
gangguan penyalahgunaan zat (Johnson,1997). Angka penyalahgunaan zat
terlarang dan alcohol lebih tinggi pada anak laki-laki di bandingkan
perempuan. Risiko terbesar mengalami gangguan ini terjadi pada mereka yang
berusia antara 15-24 tahun. Pada remaja, perubahan penggunaan zat terlarang
menjadi ketergantungan zat lebih cepat,misalnya pada remaja, ketergantungan
zat tersebut berkembang selama 2 tahun, sedangkan pada orang dewasa
membutuhkan waktu antara 15-20 tahun.

Etiologi Gangguan Psikiatrik Pada Anak-anak Dan Remaja


1. Faktor-faktor psikobiologik
a. Riwayat genetic keluarga, seperti retardasi mental, autism, skizofrenia anak-anak,
gangguan perilaku, gangguan bipolar, dan gangguan ansietas.
b. Abnormalitas struktur otak dan perubahan neurotransmitter pada pasien yang
menderita autism, skizofrenia anak-anak, dan ADHD
c. Pengaruh prenatal, seperti infeksi maternal, kurangnya perawatan prenatal, dan
ibu yang menyalah gunakan zat, semuanya dapat menyebabkan abnormalitas
saraf yang berkaitan dengan gangguan jiwa.
d. Penyakit Kronis atau kecacatan dapat menyebabkan kesulitan koping bagi anak.
2. Dinamika keluarga
a. Penganiayaan anak yang terus menerus dianiaya pada masa anak-anak adalah
perkembangan otaknya kurang adekuat (terutama otak kiri).
b. Disfungsi system keluarga (misalnya kurangnyabsifat pengasuh, komunikasi yang
buruk,kurangnya batasan antar generasi dan perasaan terjebak).
3.Faktor Lingkungan
a. Kemiskinan
Perawatan prenatal yang tidak adekuat, nutrisi yang buruk, dan kurannya
terpenuhinya kebutuhan akibat pendapatan yang tidak mencukupi dapat
memberikan pengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan normal anak.
b.Tunawisma
Anak-anak tunawisma memiliki berbagai kebutuhan kesehatan yang
mempengaruhi perkembangan emosi dan psikologi mereka.
c. Budaya Keluarga
Perilaku orang tua yang secara dramatis berbeda dengan budaya sekitar sangat
dapat mengakibatkan kurang di terimanya anak-anak oleh teman sebaya dan
masalah psikologik.
C. Penatalaksana Gangguan Psikiatrik Pada Anak-anak Dan Remaja
1.Perawatan berbasis komunitas.
a. Pencegahan primer melalui berbagai program social yang di tunjukan untuk
menciptakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan anak.
b. Pencegahan sekuder dengan menemukan kasus secara dini pada anak-anak yang
mengalami kesulitan di sekolah sehingga tindakan yang tepat dapat di lakukan.
c. Dukungan terapetik bagi anak-anak di berikan melalui psikoterapi individu, terapi
bermain, dan program penddkan khusus untuk anak-anak yang tidak mampu
berpartisipasi dalam system sekolah yg nomal.
d.Terapi keluarga dan penyuluhan keluarga penting untuk membantu keluarga
mendapatkan keterampilan dan bantuan yang di perlukan guna membuat
perubahan yang dapat meningkatkan fungsi semua anggota keluarga.
2. Pengobatan Berbasis keluarga
a.Uji khusus untuk mengobati anak-anak dan remaja,terdapat di rumah sakit jiwa.
b.Program hospitalisasi parsial juga tersedia,memberikan program sekolah di
tempat(on-site) yang di tujukan untuk memenuhi kebutuhan khusus anak yang
menderita penyakit jiwa.
c.Seklusi Dan Restrain untuk mengendalikan perilaku disruptif masih menjadi
kontroversi karena bersifat traumatis.
3. Farmakoterapi
Mediakasi digunakan sebagai satu metode pengobatan.medikasi psikotropik di
gunakan dengan hati-hati pada klien anak-anak dan remaja karena memliki efek
samping yang beragam.
D. Tinjauan Proses Keperawatan Gangguan Psikiatrik pada Anak dan remaja
1.Pengkajian
1) Kaji kembali riwayat klien untuk adanya hal-hal yang mencetus stersor,antara lain
riwayat keluarga, peristiwa-peristiwa hidup yang menimbulkan stress, hasil
pemeriksaan kesehatan jiwa, riwayat masalah fisik, dan psikologis serta
pengobatannya.
2) Catat pola pertumbuhan dan perkembangan anak, lalu bandingkan dengan alat
standar, seperti the developmental screening test dan versi yang sudah di revisi
3) Lakukan pemerksaan fisik pada anak atau remaja
4) Kaji respon perilaku yang dapat mengidentifikasi gangguan pada anak-anak atau
remaja.
2. Diagnosa Keperawatan
1) Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b.d kelainan fungsi kognitif
2) Gangguan Komunikasi Verbal b.d kelainan kognitif
3) Gangguan iteraksi social b.d menarik diri atau kesulirtan bicara
4) Perubahan koping keluarga b.d komunikasi in efektif sekunder terhadap anak
retardasi mental
5) Risiko Mencedrai diri dan orang lain b.d hiperaktivitas anak atau perubahan
persepsi
6) Defisit perawatan Diri b.d Ketidak mampuan untuk mandiri atau koping individu
inefektif.
E. Perencanaan Dan Identifikasi Hasil
1. Bekerja sama dengan klien dan keuarga dalam menetapkan tujuan yang realistis
2.Tetapkan Kriteria hasil yang di inginkan untuk klien,keluarga,atau keduanya.
F. Implementasi
1.Implementasi Umum
a.Bina hubungan saling percaya
b.Dengarkan secara aktif,tunjukan perhatian dan dukungan.
c.Tingkatkan komunikasi yang jelas,jujur dan langsung.
d.Dukung kelebihan Klien dan keluarga.
e.Gunakan model kognitif untuk menjelaskan hubuungan antara fikiran ,perasaan,dan
perilaku
f.Berpartisifasi dalam terapi bermain,biarkan anak mengapresiasikan dirinya melalui
permainan imajinatif
g.Dianjurkan di gunakannya kelompok pendukung masyarakat bagi klien dan keluarga.
h.ciptakan lingkungan yang aman
i.Bantu orang tua mengurangi rasa bersalah dan menyalahkan apa yang mereka alami
j.Alihkan perhatian anak bila ansietas meningkat dan perilakunya memburuk
k.Berikan Benda-benda yang di kenal Anak.
2.Untuk Anak atau Remaja Dengan ADHD
a.Bantu keluarga menggunakan manipulasi lingkungan untuk mengurangi stimulus
guna mengendalikan perilaku
b.Bantu keluarga menyusun jadwal yang tetap untuk makan,tidur,bermain,dan
mengerjakan tugas sekolah
c.Bekerja sama dengan sekolah,keluarga dan tim kesehatan jiwa untuk memastikan
penempatan ruang kelas yang sesuai

G. Evaluasi Hasil
Perawat menggunakan criteria hasil berikut ini untuk menentukan efektifitas intervensi
keperawatan yang di lakukan.
1.Klien dan keluarganya menunjukan perbaikan keterampilan koping.
2.Klien mengendalikan perilaku iplusifnya
3.Klien menunjukan stabilitas mood yang normal .
4.Klien berpartisipasi dalam program penyuluhan sesuai kemampuan
5.Klien dan keluarganya berpartisipasi dalam program pengobatan dan menerima rujukan
komunitas.
6.Klien berinteraksi secara social dengan kelompok teman sebaya