You are on page 1of 3

NAMA : SYAHDAN PUTRA KUSUMA

NIM : 051.0013.00100
TUGAS : DASAR-DASAR REKAYASA TRANSPORTASI

SOAL
1. Menceritakan proses perjalanan dari rumah ke kampus/tempat kerja, tentang waktu &
hambatan perjalanan, moda & angkutan yang digunakan & pendapat perbaikannya.
2. Mencari & memahami bagian-bagian organisasi pemerintah & swasta sehubung dengan
pendalaman dari ketiga Fungsi Organisasi Transportasi

JAWABAN
1. Perjalanan dari rumah ke kampus

Perjalanan dari rumah ke kampus saya menggunakan 1 moda transportasi yaitu mobil
dan perjalanan saya ke kampus di tempuh dengan jarak 20.1km dari rumah saya yang berada
di Komplek Puri Kartika Ciledug, Tangerang. Waktu tempuh yang biasa saya tempuh selama
perjalanan dari rumah ke kampus Trisakti yaitu 2 jam dengan rincian sebagai berikut :

N Tempat Moda Waktu Hambatan Keterangan


o Transportasi Perjalanan (menit)
1 Rumah Mobil 05.30-05.45 6 Antrian
lampu merah
ciledug

2 Jalan Meruya Ilir Mobil 06.15-06.45 20 Antrian


Masuk
Sekolah
Penabur
3 Pintu Tol Meruya 2 Mobil 06.50-06.55

4 Jalan Tol Jakarta- Mobil 06.55-07.30 15 Volume


Tangerang kendaraan
yang banyak
dan antrian
keluar Tol
yang padat

5 Kampus Trisakti Sampai

Dengan ada nya 3 hambatan yang terjadi dengan total 41 menit. Pendapat saya
seharus nya di adakan lagi rekayasa lalu lintas untuk perempatan ciledug dikarenakan disana
masih banyak motor yang melawan lampu merah dan masih ada motor yang mengambil jalan
sendiri dan menyebabkan terjadinya kemacetan yang parah, serta disediakan jalur khusus
untuk antrian masuk sekolah penabur untuk mengurangi antrian dan tidak menggangu jalan
yang sudah tersedia dan yang terakhir di lebarkan lagi jalan exit tol jakarta-tangerang karena
lebar jalan tol tesebut tidak sebanding dengan lebar exit tol yang mengecil jadi bisa
mengakibarkan kemacetan yang parah.

2. Struktur Organisasi PT. Pelayaran Bahtera Adhiguna


Divisi Pemeliharaan Armada Bertanggung jawab untuk memelihara agar kapal
layak laut, anak buah kapal lengkap dan dilengkapi serta siap berlayar di laut dan menerima
muatan. Jika suatu kapal tidka di rawat dengan baik, maka pengertian dengan demikian
mencegah pemilik membatasi tanggung jawabnya sesuai dengan Konvensi The Hugue dan
Brussles.

Manajer Armada harus menyediakan anggaran belanja untuk pemeliharaan dan


perawtan serta harus bekerja sama dengan manajemen kapal (Nahkodan dan kepala
bagiannya). Anggaran belanja ini harus didasarkan atas informasi yang tersedia mengenai
kondisi rute kapal yang di harapkan, mutu anak buah kapal dan kondisi perawatan
sebenarnya.