Вы находитесь на странице: 1из 13

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seperti kita ketahui bahwa indonesia sendiri adalah negara agraris yang
sebagian besar perekonomiannya ditopang oleh sektor pertanian. Tapi dalam
kenyaannya di indonesia sendiri banyak berdrinya industri-industri di lingkungan
masyarakat, baik itu industri pertanian, industri bahan kimia, industri
pertambangan dan masih banyak industri lainnya diindonesia. Ada beberapa
dampak yang ditimbulkan dengan adanya industri-industri ini di tengah
masyarakat. Dampak positif yang ditimbulkan dengan adanya industri di tengah
masyarakat yaitu dapat mengurangi angka pengangguran serta menngkatkan
kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sedangkan ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh industri yang


biasanya berhubungan dengan ekologi dan kesehatan masyarakat. Salah satu
penyebab terganggunya ekologi dan kesehatan masyarakat indonesia adalah
adanya limbah industri yang mencemari lingkungan sekitar. Ini biasanya terjadi
pada industri yang tidak bertanggung jawab dan tidak memperdulikan kerusakan
lingkungan yang ditimbulkan sehingga berdampak pada terganggunya kesehatan
masyarakat. Sebagai negara berkembang indonesia termasuk negara dengan
tingkat kesehatan masyarakat yang buruk di banding negara lain. Hingga saat ini
ekologi dan kesehatan masyarakat di indonesia masih belum membaik. Sehingga
untuk memperbaikinya kita perlu mengetahui apa saja yang menjadi penyebab
terganggunya ekologi dan kesehatan masyarakat, karena masyarakat yang sehat
adalah salah satu aset negara yang ternilai harganya. Jika masyarakat masa
sekarang banyak yang mengalami gangguan kesehatan dan ekologi bagaimana
dengan generasi masa depan masyarakat indonesia?. Allah Swt juga lebih
menyukai hambanya yang kuat dari pada hambanya yang lemah, kuat disini salah
satunya adalah kuat fisik selain kuat iman. Disini terlihat bahwa Allah SWT
memrintahkan hambanya untuk menjadi hamba yang kuat jasmani dan rohani.
2

Yaitu dengan menjaga kesehatan diri sendiri serta memperhatikan kesehatan


orang lain yang berada di sekitar kita, dengan tidak mencemari lingkungan.

1.2 Rumusan Masalah

Apa saja yang menjadikan ekologi dan kesehatan masyarakat indonesia


masih memburuk?
Apa yang sebaiknya dilakukan untuk memperbaiki ekologi dan kesehatan
masyarakat indonesia?
Bagaimana ekologi dan kesehatan masyarakat dalam islam?

1.3 Tujuan

Mengidentifikasi apa saja yang menjadikan ekologi masyarakat indonesia


masih memburuk
Mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki ekologi dan
kesehatan masyarakat indonesia
3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Ekologi

Ekologi yang pertama kali berasal dari seorang biologi Jerman Ernest
Haeckel, 1869. Berasal dari bahasa Yunani Oikos (rumah tangga) dan logos
(ilmu), secara harfiah ekologi berarti ilmu tentangg rumah tangga makhluk hidup.
Yang merupakan makhluk hidup adalah lingkungan hidupnya.

Menurut Ernest Haeckle ekologi adalah ilmu yang mempelajari seluk


beluk ekonomi alam, suatu kajian hubungan anorganik serta lingkungan
organik di sekitarnya.
Menurut C. Elton (1927) ekologi adalah ilmu yang mengkaji sejarah alam
atau perkehidupan alam (natural history) secara ilmiah,
Menurut Andrewartha (1961) ekologi adalah ilmu yang membahas
penyebaran (distribusi) dan kemelimpahan oraganisme.
Sedangkan Eugene P. Odum (1963) menyatakan bahwa ekologi adalah
ilmu pengetahuan tentang struktur dan fungsi alam. Charles J.
Krebs (1978) menyatakan ekologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji
interaksi-interaksi yang menentukan penyebaran dan kemelimpahan
organisme.
Miller dalam Darsono (1995:16) Ekologi adalah ilmu tentang hubungan
timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan
tempat tinggalnya
Odum dalam Darsono (1995: 16) Ekologi adalah kajian struktur dan
fungsi alam, tentang struktur dan interaksi antara sesame organism dengan
lingkungannya dan ekologi adalah kajian tentang rumah tangga bumi
termasuk flora, fauna, mikroorganisme dan manusia yang hidup bersama
saling tergantung satu sama lain
Resosoedarmo dkk, (1985:1)ekologi adalah ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Subagja , (2001:1.3). Ekologi merupakan bagian ilmu dasar
4

2.2 Kesehatan Masyarakat

Ada beberapa pendapat yang dikemukakan mengenai definis kesehatan


masyarakat itu sendiri. Menurut Winslow (1920), kesehatan masyarakat (Public
Health) adalah ilmu dan seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan
meningkatkan kesehatan, melalui "Usaha-usaha Pengorganisasian Masyarakat"
untuk :

a. Perbaikan sanitasi lingkungan


b. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
c. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
d. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis
dini dan pengobatan
e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi
kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.

Ikatan Dokter Amerika (1948), kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni
memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-
usaha pengorganisasian masyarakat. Mencakup pula usaha-usaha masyarakat
dalam pengadaan pelayanan kesehatan pencegahan dan pemberantasan penyakit.

Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan
mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status
kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan
sosial, linkungan rekreasi, lingkungan kerja.

2.3 Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah perubahan lingkungan yang tidak


menguntungkan, sebagian karena tindakan manusia, disebabkan pola penggunaan
enegri dan materi, tingkatan radiasi, bahan-bahan fisika dan kimia, dan jumlah
organisme. Perbuatan ini dapat mempengaruhi langsung manusia, atau tidak
langsung melalui air, hasil pertanian, peternakan, benda-benda, perilaku dalam
apresiasi dan rekreasi di alam bebas. Pencemaran lingkungan ini menyangkut
5

masalah kesehatan manusia dan menyangkut kehidupan. Makhluk hidup seperti


manusia selalu mencemari lingkungan karena tingkah lakunya, karena membuang
kotoran akibat proses pencemaran dan metabolismenya. Setiap lingkungan
tertentu mepunyai masalah khusus. Ada berbagai masalah lingkungan air, tanah,
dan udara yang perlu dipelajari secara khusus sehingga kita dapat menyelamatkan
bumi kita.

Kepadatan penduduk dan peningkatan kebudayaan mensyaratkan kenaikan


standar hidup. Hal ini terjadi dengan mengorbankan sumber-sumber alam dan
membuang sisa-sisa itu tidak terurai secara alamiah. Manusia telah menguasai
lingkungan baik karena jumlahnya yang banyak maupun karena ulahnya yang
makin cerdas. Pencemaran lingkungan ini juga bisa terjadi karena adanya
eksploitasi alam. sehingga seharusnya manusia sadar akan hubungannya dengan
alam. karena ada beberapa dampak yang terkena misalnya pencemaran tanah.
Indonesia ada di posisi gunung berapi yang aktif pada umumnya. Disini terdapat
banyak deposit mineral yang merupakan sumber nutrisi untuk mempertahankan
kesuburan tanah. Pencemaran bisa terjadi karena misalnya menggunakan pupuk
secara berlebihan, pembuangan limbah yang tidak dapat di cernakan seperti
plastik. Pencemaran air juga dapat mngubah susunan kimia tanah sehingga
mengganggu jasad renik yang hidup di dalam tanah. Semua pencemaran tersedyt
pada akhirnya akan menimbulkan masalah bagi kesehatan masyarakat sekitar.
6

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Hubungan Antara Ekologi dan Kesehatan Masyarakat

Tentu ada hubungan yang erat antara ekologi dan kesehatan masyarakat. Karena
kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, selain
lingkungan sosial kesehatan masyarakat juga dipengaruhi oleh lingkungan alam
sekitar. Tentu apapun perbuatan yang dilakukan manusia terhadap alam sekitarnya
maka akan ada dampak yang di timbulkan entah itu dampak positif maupun
dampak negatif. Contoh jika masyarakat sekitar mampu melestarikan sumber daya
alam yang disekitarnya misalnya melakukan budidaya suatu tanaman maka akan
ada timbal balik dari lingkungan itu sendiri yaitu udara menjadi lebih sejuk
sehingga tidak mengganggu kesehatan pernafasan masyarakat sekitar. Sedangkan
dampak negatifnya jika masyarakat sekitar memiliki perilaku membuang sampah
sembarangan tentu dampak yang diberika oleh lingkungan adalah udara yang
kotor dan banyak sumber penyakit yang timbul. Atau contoh lain adalah
penggunaan pestisida pada budidaya tanaman.

Dalam sebuah buku ada contoh kasus yang di ambil dari salah satu berita
dikatakan ada sejumlah petani yang menderita keracunan akibat pestisida,
menurut penelitiian terhadap 1800 petani di sumatera barat yang sering
menyemprot pestisida tercatat 81,6 % keracunan pestisida. Dari seni jelas terlihat
hubungan ekologi dengan kesehatan masyarakat. Karena sebenarnya apa yang
manusia itu lakukan terhadap alam sekitar maka akan memperolehnya sesuai yang
kita lakukan. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-rum ayat 41 : Telah tampak
kerusakan di darat dan dilaut yang diakibatkan oleh perbuatan tangan manusia;
Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan
mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Disini terlihat bahwa
adanya permasalahan kesehatan pada masyarakat itu diakibatkan karena perbuatan
masyarakat itu sendiri terhadap lingkungan.

Hubungaan kesehatan masyarakat dengan lingkungan juga berkaitan dengan


sanitasi lingkungan. Menurut data PBB , dari 7 miliar penduduk dunia masih ada
7

sekitar 2,6 miliar orang yang tidak memiliki akses toilet dan fasilitas sanitasi
limbah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merangking negara-negara dengan
sanitasi terburuk di dunia dan Indonesia menduduki peringkat ke-3. Dari
peringkat ini jelas terlihat bahwa tingkat kesehatan masyarakat indonesia ini
masih sangat rendah.

Ada beberapa contoh kasus diindonesia terkait dengan ekologi dan kesehatan
masyarakat. Seperti Contoh Kasus Amdal Kawasan Lingkungan Industri Kecil Di
Semarang. Kompas, 2 Agustus 2002)

Pelaku usaha dan pemerintah daerah dinilai masih mengabaikan masalah


lingkungan. Hal ini terlihat dari masih adanya kawasan industri di Semarang
yang beroperasi tanpa terlebih dahulu memenuhi kewajiban stu di Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Selain itu, sejumlah industri di
Semarang juga masih banyak yang belum secara rutin, yaitu enam bulan sekali,
menyampaikan laporan kepada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah
(Bapedalda) Semarang. Kalau sebuah kawasan industri sudah beroperasi
sebelum melakukan studi Amdal, Bapedalda tidak bisa berbuat apa-apa.

Kami paling hanya bisa mengimbau, tapi tidak ada tindakan apa pun yang bisa
kami lakukan. Terus terang, Bapedalda adalah instansi yang mandul, kata
Mohammad Wahyudin, Kepala Sub-Bidang Amdal, Bapedalda Semarang, Kamis
(1/8), di Semarang. Wahyudin menceritakan, kawasan industri di Jalan Gatot
Subroto, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, misalnya, sejak beroperasi dua
tahun lalu hingga saat ini belum mempunyai Amdal.

Padahal, menurut Wahyudin, salah satu syarat agar sebuah kawasan industri bisa
beroperasi ialah dipenuhinya kewajiban melaksanakan studi Amdal. Bapedalda
berkali-kali menelpon pengelola kawasan industri tersebut, menanyakan
kelengkapan dokumen Amdal mereka. Namun, sampai sekarang, jangankan
memperoleh jawaban berupa kesiapan membuat studi Amdal, bertemu pemilik
kawasan itu saja belum pernah, ujarnya. Wahyudin menyayangkan sikap pihak
berwenang yang tetap memberikan izin kepada suatu usaha industri atau kawasan
industri untuk beroperasi walau belum menjalankan studi Amdal.
8

Menurut dia, hal ini merupakan bukti bahwa bukan saja pengusaha yang tidak
peduli terhadap masalah lingkungan, melainkan juga pemerintah daerah. Sikap
tidak peduli terhadap masalah lingkungan juga ditunjukkan sejumlah pemilik
usaha industri ataupun kawasan industri dengan tidak menyampaikan laporan
rutin enam bulan sekali kepada Bapedalda. Wahyudin mengatakan, kawasan
industri di Terboyo, misalnya, tidak pernah menyampa ikan laporan
perkembangan usahanya, terutama yang diperkirakan berdampak pada
lingkungan, kepada Bapedalda.

Hal serupa juga dilakukan pengelola lingkungan industri kecil (LIK) di Bugangan
Baru. Keadaan tersebut, menurut Wahyudin, mengakibatkan Bapedalda tidak bisa
mengetahui perkembangan di kedua kawasan industri tersebut. Padahal,
perkembangan sebuah kawasan industry sangat perlu diketahui oleh Bapedalda
agar instansi tersebut dapat memprediksi kemungkinan pencemaran yang bisa
terjadi. Ia menambahkan, industri kecil, seperti industri mebel, sebenarnya
berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Namun, selama ini, orang
terlalu sering hanya menyoroti industry berskala besar.

(Kompas, 2 Agustus 2002)

di pemerintah daerah salatiga yang sulit dalam mengatasi sampah yang berada di
kota. Ada beberapa gunungan sampah disekitar pemukiman msyarakat yang
sangat mengganggu lingkungan. Lokasi TPS di beberapa tempat seperti jalan A.
Yani tidak mampu menampung sampah yang terus bertambah. Selain menggangu
kesehatan ceceran sampah itu juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Warga
masyarakat sekitar TPS banyak mengeluhkan bau yang menyengat yang berasal
dari tumpukan sampah itu. Ketua DPRD Salatiga Soemadi Hardo merupakan
salah seorang yang merasa kesal dengan masalah sampah yang sangat
mengganggu. Padahal menurutnya dalam berbagi kesempatan pihaknya selalu
menanyakan masalah tersebut kepada pemda setempat. Tapi belum ada tindakan
sama sekali dari dari pemda setempat.

Kasus lain terjadi pada sungai citarum yang positif tercemar oleh bebrapa industri.
Hasil penelitian menunjukan sebagian besar air limbah di kawasan bandung tidak
9

memenuhi persyaaratan. Beberapa parameter kunci pencemaran, yaitu Biologica


Orygen Demand (kebutuhan oksigen biologi), dan ada kandungan beberapa jenis
unsu logam seperti seng, timbal, tembaga, besi, mangan yang berada diatas
ambang batas yang dipebolehkan. Demikian dijelaskan oleh pimpnan poyek
prakasih jawa barat, hasil penelitian menbuktikan ada 30 industri di kawasan
kabupaten bandung yang tingkat pencemarannya di ambang batas yang di
perbolehkan.

3.2 Penyebab Buruknya Ekologi dan Kesehatan Masyarakat Di Indonesia

Dari beberapa kasus diatas dapat diketahui ada beberapa penyebab buruknya
ekologi dan kesehatan masyarakat diindonesia diantaranya:

Pencemaran lingkungan akibat sampah. Ini bisa diakibatkan karena


kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih
sangat kurang. Selain itu penanganan dari pemerintah terhadap tumpukan
sampah yang ada ditengah masyarakat masih kurang tanggap. Sehingga
lama-kelamaan akan mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan
berbagai macam penyakit terhadap masyarakat sekitar seperti di kota
salatiga tadi.
Selanjutnya ada pencemaran yang diakibatkan oleh industri setempat
terhadap kesehatan masyarakat. Pencemaran udara yang disebabkan
industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen
dan tidak mampu melepas CO2 disebabkan gas beracun besar
konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4.
Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab
adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida . karena biasanya
industri ataupun pabrik banyak melakukan aktifitas yang banyak
menghasilkan gas-gas beracun. Selain itu limbah industri atau pabrik ini
juga dapat mencemari air yang ada dilingkungan masyarakat sekitar.
Pengaruh air sangat besar terhadap keshatan masyarakat karena air adalah
10

sumber kahidupan bagi seluruh mahluk. Dari pencemaran air ini bisa
timbul berbagai macam penyakit yang menyerang masyarakat sekitar.
Air dari limbah pabrik banyak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya
seperti limbah fosfat dan sulfat pada pabrik kertas.
Penebangan Hutan juga adalah salah satu penyebab terganggunya ekologi
dan kesehatan masyarakat. Akibat dari penebangan hutan tidak ada lagi
tumbuhan yang dapat menyerap air ketika melimpah, akibatnya wilayah
tersebut terserang banjir. Dari banjir inilah timbul penyakit-penyakit di
kalangan masyarakat sekitar.
Selanjutnya penyebab terganggunya ekologi dan kesehatan masyarakat di
indonesia bisa disebabkan adanya limbah pertanian, kita tahu bahwa
sebagian besar penduduk indonesia bekerja dalam bidang pertanian,
sehingga jika tidak memperhatikan lingkungan sekitar limbah pertanian
dapat mencemari lingkungan. Limbah pertanian ini bisa berupa urea,
Pestisida, insektisida dan lain sebagainya. Menurut penelitian di Reston
Amerika Serikat menunjukan bahwa pestisida dalam pertanian serta obat
pembasmi hama dapat mengakibatkan penyakit kanker dan jantung. Bagi
mereka yang sensitif, penggunaan pestisida sedikit saja bisa
mengakibatkan asma, bronkitis, eksim.
Masalah sanitasi lingkungan yang kurang baik. Kita tahu bahwa indonesia
menjadi urutan ke tiga dengan sanitasi terburuk. Hanya 38,4 persen
penduduk perdesaan yang memiliki akses pada sanitasi yang layak.
Menurut data WSP (World Bank's Water and Sanitation Program), akses
sanitasi perdesaan tidak bertambah secara berarti selama 30 tahun terakhir.
Setiap tahun tercatat sekitar 121.100 kasus diare yang memakan korban
lebih dari 50.000 jiwa akibat sanitasi yang buruk.

3.4 Kebijakan Pemerintah Terkait Ekologi Dan Kesehatan Masyarakat

Sebenarnya untuk melindungi masyarakat indonesia terkait dengan


kesehatan, pemerintah telah mengaturnya dalam UU Nomor 32 Tahun 2004
11

tentang Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman. UU No. 18 Tahun


2008 tentang Pengelolaan Persampahan, UU No. 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Semua peraturan tersebut dibuat untuk melindungi kesehatan masyarakat
indonesia sendiri. Tapi yang perlu ditekankan disini adalah bagaimana peraturan-
peraturan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Sebagai lembaga negara seharusnya pemerintah terus melakukan penyuluhan dan


pemahaman kepada masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat dengan tidak
membuang sampah sembarangan. Karena selain tanggung jawab pemerintah perlu
ada kesadaran sendiri dari masyarakat untuk menjaga linagkungannya.

Selanjutnya terkait dengan industri pemerintah juga harus dengan tegas


memberikan peraturan bahwa setiap industri harus memperhatikan kelestarian
lingkungan sekitarnya agar tidak mencemari. Adanya penebangan hutan ini bisa
dilakukan penindakan terhadap oknum-oknum yang bersangkutan serta
pergerakan penanaman kembali pohon-pohon untuk tetap menjaga keseimbangan
alam.

Adanya limbah pertanian ditengah masyarakat, pemerintah dapat


memberikan dukungan terhadap budidaya pertanian dengan sistem organik karena
selain lebih sehat pertanian organik juga baik untuk lingkungan. Baik itu
mendukung dalam bidang financial maupun dalam hal pendidkan petani terkait
pertanian organik tersebut. Dan sudah sepatutnya pemerintah menyediakan
teknologi tepat guna yang dapat menangani sampah dan limbah yang ada di
tengah masyarakat.
12

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Jadi dari paparan diatas dapat kita identifikasi ada beberapa penyebab
terganngunya ekologi dan kesehatan masyarakat di indonesia diantaranya:
banyaknya limbah industri di tengah-tengah pemukiman masyarakat, kurangnya
kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, kurang
tanggapnya pemerintah dalam menangani sanitasi dan gunungan sampah yang ada
diindonesia. Banyaknya penebangan hutan ilegal diindonesia dan lain sebagainya.
Sehingga untuk meningkatkan angka kesehatan masyarakat diindonesia perlu
adanya kesadaran semua pihak.
13

DAFTAR PUSTAKA

Sastrawijaya, Tresna.2000.Pencemaran lingkungan,Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo ,Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar,


Cetakan Kedua, Jakarta : Rineka Cipta.

http://azizaaulia.wordpress.com/2013/01/18/masalah-kesehatan-lingkungan-di-
indonesia/

http://aaknasional.wordpress.com/2012/03/12/masalah-kesehatan-masyarakat-di-
indonesia/

http://kesehatankeluarga.net/artikel/definisi-kesehatan-
masyarakat.html/page/4#chitika_close_button