Вы находитесь на странице: 1из 20

Makalah Tentang Pengaruh Bahasa Asing Dalam Bahasa

Indonesia

MAKALAH BAHASA INDONESIA

PENGARUH BAHASA ASING DALAM BAHASA INDONESIA

Disusun Oleh : Ragil Sanjaya Usman


NIM : 1652132031
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbilalamiin, Puji syukur atas kehadirat


Allah SWT, yang telah memberikan petunjuk dan kekuatan kepada
saya untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam
tak lupa kita haturkan keharibaan junjungkan kita Nabi Muhammad
SAW, yang telah memberikan keteladanan sikap maupun tingkah laku
kepada kita semua dalam kehidupan beserta para sahabat, keluaga,
dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Terselesaikannya makalah ini merupakan hasil kerja keras
yang tidak terlepas dari dukungan, doa, semangat maupun
sumbangan-sumbangan ide dari semua pihak yang turut membantu
terselesaikannya makalah ini.
Saya menyadari penulisan dalam makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, maka dari itu saya harapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat untuk
kita semua dan dapat menambahkan ilmu pengetahuan baru bagi kita
semua.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
i
DAFTAR ISI

Halaman

Kata
Pengantar...........................................................................................
i
Daftar
Isi........................................................................................................
ii
BAB I
PENDAHULUAN.......................................................................
1
1.1. Latar Belakang ...........................................................................
1
1.2. Tujuan Penulisan
Makalah............................................................ 2
1.3. Rumusan Masalah
2
1.4. Metode Pengumpulan Data..
2
BAB II
PEMBAHASAN.........................................................................
3
2.1. Penyebab Terjadinya Penggunaan Bahasa Asing di
Indonesia ..... 3
2.2. Kedudukan Bahasa Nasional dan Bahasa
Asing............................ 5
2.3. Jati Diri Bahasa
Indonesia.. 5
2.4. Fungsi Bahasa Asing sebagai Kata
Serapan................................... 5
2.5. Pengaruh Bahasa Asing Terhadap Kosakata Bahasa
Indonesia.. 6
2.5.1. Cara Penyerapan Bahasa Asing ke Bahasa
Indonesia 8
BAB III
PENUTUP .................................................................................
14
3.1. Kesimpulan............................................................................
....... 14
3.2. Saran
. 14
DAFTAR
PUSTAKA...............................................................................
15
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada zaman sekarang memang sulit kalau kita hanya menguasai
satu bahasa saja, karena pada zaman globalisasi seperti sekarang ini
kita wajib menguasai bahasa lain selain bahasa indonesia untuk
berkomunikasi dengan bangsa lain, akan tetapi kita harus bisa
melestarikan bahasa indonesia sebagai bahasa utama kita, bahasa
yang harus sering dipakai dalam pergaulan kita. Janganlah kita
merasa malu menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa pokok
kita.
Bahasa Indonesia dari awal pertumbuhannya sampai sekarang
telah banyak menyerap unsur-unsur asing terutarna dalam hal kosa
kata. Bahasa asing yang memberi pengaruh kosa kata dalam bahasa
Indonesia antara lain : bahasa Sansekerta, bahasa Belanda, bahasa
Arab dan bahasa Inggris.
Setiap pengaruh tentu akan menghasilkan suatu hal yang positif
ataupun negatif. Dalam konsep agama Hindu dikenal dengan adanya
hukum rwa bhineda (hal yang berlawanan), hal tersebut pasti terjadi
pada semua kasus.
Kata serapan dalam bahasa atau lebih tepatnya antar bahasa
adalah merupakan suatu hal yang lumrah. Setiap kali ada kontak
bahasa lewat pemakainya pasti akan terjadi serap menyerap kata. Unit
bahasa dan struktur bahasa itu ada yang bersifat tertutup dan terbuka
bagi pengaruh bahasa lain. Tertutup berarti sulit menerima pengaruh,
terbuka berarti mudah menerima pengaruh. Bunyi bahasa dan kosa
kata pada umumnya merupakan unsur bahasa yang bersifat terbuka.
Oleh karena itu, dalam kontak bahasa akan terjadi saling pengaruh.
1
1.2. Tujuan Penulisan Makalah
Untuk memaparkan permasalahan dan penyebab terjadinya
penggunaan bahasa asing yang sekarang menjadi salah satu budaya
masyarakat di Indonesia.
1.3. Rumusan Masalah
Permasalahan-permasalahan timbul adalah sebagai berikut :
1. Bercampurnya kosakata bahasa Indonesia dengan bahasa asing.
2. Hampir tergesernya bahasa Indonesia oleh bahasa asing.
3. Berkurangnya minat masyarakat untuk mempelajari bahasa
Indonesia.
1.4. Metode Pengumpulan Data
Metode yang kami gunakan untuk penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Tinjauan Pustaka.
2. Pencarian referensi dari berbagai sumber.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Penyebab Terjadinya Penggunaan Bahasa Asing di


Indonesia

A. Interferensi
Heterogenitas Indonesia dan disepakatinya bahasa Indonesia
sebagai bahasa Nasional berimplikasi bahwa kewibawaan akan
berkembang dalam masyarakat. Perkembanngan ini tentu menjadi
masalah tersendiri yang perlu mendapat perhatian, kedwibahasaan,
bahkan kemultibahasaan adalah suatu kecenderungan yang akan terus
berkembang sebagai akibat globalisasi. Di samping segi positifnya,
situasi kebahasaan seperti itu berdampak negatif terhadap penguasaan
Bahasa Indonesia. Bahasa daerah masih menjadi proporsi utama
dalam komunikasi resmi sehingga rasa cinta terhadap bahasa
Indonesia harus terkalahkan oleh bahasa daerah.
Alwi, dkk.(eds.) (2003: 9), menyatakan bahwa banyaknya unsur
pungutan dari bahasa Jawa, misalnya dianggap pemerkayaan bahasa
Indonesia, tetapi masuknya unsur pungutan bahasa Inggris oleh
sebagian orang dianggap pencemaran keaslian dan kemurnian bahasa
kita. Hal tersebut yang menjadi sebab adanya interferensi.
Chaer (1994: 66) memberikan batasan interferensi adalah
terbawa masuknya unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang
digunakan sehingga tampak adanya penyimpangan kaidah dari bahasa
yang digunakan itu.
Selain bahasa daerah, bahasa asing (baca Inggris) bagi sebagian
kecil orang Indonesia ditempatkan di atas bahasa Indonesia. Faktor
yang menyebabkan timbulnya sikap tersebut adalah pandangan sosial
ekonomi dan bisnis. Penguasaan bahasa Inggris yang baik
menjanjikan kedudukan dan taraf sosial ekonomi yang jauh lebih baik
daripada hanya menguasai bahasa Indonesia.

Penggunaan bahasa Inggris di ruang umum telah menjadi


kebiasaan yang sudah tidak terelakkan lagi. Hal tersebut
mengkibatkan lunturnya bahasa dan budaya Indonesia yang secara
perlahan tetapi pasti telah menjadi bahasa primadona. Misalnya,
masyarakat lebih cenderung memilih pull untuk dorong dan
push untuk tarik, serta welcome untuk selamat datang.
Sikap terhadap bahasa Indonesia yang kurang baik terhadap
kemampuan berbahasa Indonesia di berbagai kalangan, baik lapisan
bawah, menengah, dan atas; bahkan kalangan intelektual. Akan tetapi,
kurangnya kemampuan berbahasa Indonesia pada golongan atas dan
kelompok intelektual terletak pada sikap meremehkan dan kurang
menghargai serta tidak mempunyai rasa bangga terhadap bahasa
Indonesia.
B. Integrasi
Selain interferensi, integrasi juga dianggap sebagai pencemar
terhadap bahasa Indonesia.
Chaer (1994:67), menyatakan bahwa integrasi adalah unsur-
unsur dari bahasa lain yang terbawa masuk sudah dianggap,
diperlakukan, dan dipakai sebagai bagian dan bahasa yang menerima
atau yang memasukinya. Proses integrasi ini tentunya memerlukan
waktu yang cukup lama, sebab unsur yang berintegrasi itu telah
disesuaikan, baik lafalnya, ejaannya, maupun tata bentuknya. Contoh
kata yang berintegrasi antara lain montir, riset, sopir, dongkrak.

3
C. Alih Kode
Alih kode ( code swiching) dan campur kode (code mixing)
merupakan dua buah masalah dalam masyarakat yang multilingual.
Peristiwa campur kode dan alih kode disebabkan karena penguasaan
ragam formal bahasa Indonesia.
Alih kode adalah beralihnya penggunaan suatu kode (entah
bahasa atau ragam bahasa tertentu) ke dalam kode yang lain (bahasa
atau bahasa lain) (Chaer, 1994: 67). Campur kode adalah dua kode
atau lebih digunakan bersama tanpa alasan, dan biasanya terjadi
dalam situasi santai (Chaer, 1994: 69).
Di antara ke dua gejala bahasa itu, baik alih kode maupun
campur kode gejala yang sering merusak bahasa Indonesia adalah
campur kode. Biasanya dalam berbicara dalam bahasa Indonesia
dicampurkan dengan unsur-unsur bahasa daerah. Sebaliknya juga bisa
terjadi dalam berbahasa daerah tercampur unsur-unsur bahasa
Indonesia. Dalam kalangan orang terpelajar seringkali bahasa
Indonesia dicampur dengan unsur-unsur bahasa Inggris.
2.2. Kedudukan Bahasa Nasional dan Bahasa Asing
Kedudukan Bahasa Indonesia yang paling utama adalah sebagai
bahasa persatuan bangsa. Hal tersebut telah tercantum dalam Sumpah
Pemuda, yang berarti bahwa Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai
Bahasa Nasional serta yang kedua sebagai Bahasa Negara.
A. Sebagai Bahasa Nasional
Dalam konteks sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu:

1. Sebagai lambang kebanggan kebangsaan,


2. Sebagai lambang identitas nasional,
3. Sebagai alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan
antarbudaya,
4. Sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku
bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya
masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.

B. Sebagai Bahasa Negara


Selain sebagai bahasa Nasional, bahasa Indonesia juga memiliki
kedudukan lain yaitu sebagai bahasa Negara seperti tercantum dalam
UUD 1945. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa
Indonesia memiliki fungsi sebagai berikut:

Bahasa resmi kenegaraan.


Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta
pemerintah, dan
Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan
pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Kedudukan Bahasa Inggris di Indonesia merupakan bahasa


asing pertama. Kedudukan tersebut berbeda dengan bahasa kedua.
Mustafa dalam hal ini menyatakan bahwa bahasa kedua adalah
bahasa yang dipelajari anak setelah bahasa ibunya dengan ciri bahasa
tersebut digunakan dalam lingkungan masyarakat sekitar. Sedangkan
bahasa asing adalah bahasa negara lain yang tidak digunakan secara
umum dalam interaksi sosial.

4
Kedudukan Bahasa Inggris di Indonesia tersebut mengakibatkan
jarang digunakannya Bahasa Inggris dalam interaksi sosial di
lingkungan anak. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi
lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menggunakan
bahasa pengantar Bahasa Inggris karena pemerolehan bahasa asing
bagi anak berbanding lurus dengan volume, frekuensi dan
penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan program pembelajaran dengan pengantar Bahasa
Inggris tersebut mendapat berbagai kendala mengingat kedudukan
Bahasa Inggris di Indonesia sebagai first foreign languange (bahasa
asing pertama). Artinya, Bahasa Inggris hanya menjadi bahasa pada
kalangan tertentu, tidak digunakan oleh masyarakat umum seperti jika
kedudukannya sebagai bahasa kedua. Hal ini menyebabkan
kurangnnya interaksi anak terhadap Bahasa Inggris. Selain itu
terdapat juga berbagai pendapat mengenai pemerolehan bahasa kedua
atau bahasa asing yang bisa mempengaruhi perkembangan bahasa ibu.
Pendapat tersebut mengungkapkan bahwa secara umum terjadi
masalah jika anak dikenalkan pada dua bahasa secara bersamaan pada
usia dini. Terutama ketika dikenalkan pada usia pra sekolah setelah
bahasa ibu sudah sering digunakan. Pendapat lainnya menjelaskan
bahwa jika bahasa kedua dikenalkan sebelum bahasa pertama benar-
benar terkuasai, maka bahasa pertama perkembangannya akan lambat
dan bahkan mengalami regresi. Selain itu, ada juga yang berpendapat
bahwa bahasa kedua akan terperoleh ketika bahasa pertama sudah
dikuasai.
Berbagai pendapat tersebut menjadi permasalahan tersendiri
mengenai pembelajaran anak usia dini yang menggunakan Bahasa
Inggris dalam konteks Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di
Indonesia. Perlu pengembangan program yang mapan dan
berkesinambungan untuk menciptakan suatau program yang memang
efektif untuk diterapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) di Indonesia, mengingat kedudukan Bahasa Inggris itu
sendiri sebagai first foreign language.
2.3. Jati Diri Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia mempunyai ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah
okok tertentu yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya di
dunia ini, baik bahasa asing maupun bahasa daerah.
Dengan ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok ini pulalah
dapat dibedakan mana bahasa Indonesia dan mana bahasa asing
ataupun bahasa daerah. Oleh karena itu, ciri-ciri umum dan kaidah-
kaidah pokok tersebut merupakan jati diri bahasa Indonesia.
Ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok yang dimaksud adalah
antara lain sebagai berikut.
a. Bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan bentuk kata untuk
menyatakan jenis kelamin. Kalau kita
ingin menyatakan jenis kelamin, cukup diberikan kata ketarngan
penunjuk jenis kelamin, misalnya:
- Untuk manusia dipergunakan kata laki-laki atau pria dan perempuan
atau wanita.
- Untuk hewan dipergunakan kata jantan dan betina.
b. Dalam bahasa asing (misalnya bahasa Ingris, bahasa Arab, dan
bahasa Sanskerta) untuk menyatakan jenis kelamin digunakan dengan
cara perubahan bentuk.
Dari ketiga bahasa tersebut yang diserap ke dalam bahasa
Indonesia adalah beberapa kata yang berasal dari bahasa Arab dan
bahasa Sanskerta; sedangkan perubahan bentuk dalam bahasa Inggris
tidak pernah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan dari
bahasa Arab dan bahasa Sanskerta pun dilakukan secara leksikal,
bukan sistem perubahannya. Dengan demikian, dalam bahasa Arab,
selain kata muslim, diserap juga kata muslimin dan muslimat; selain
mukmin, diserap juga kata mukminin dan mukminat; selain hadir
(yang bermakna datang, bukan orang yang datang), diserap juga
kata hadirin dan hadirat. Dalam bahasa Sanskerta, selain dewa,
diserap juga dewi; selain siswa diserap juga siswi.
6
2.4. Fungsi Bahasa Asing sebagai Kata Serapan
Fungsi bahasa asing sebagai kata serapan adalah dimana bahasa
asing tersebut berguna menjadi sebuah kata serapan yang ada didalam
bahasa indonesia. Kata Serapan merupakan kata yang berasal dari
bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan
diterima pemakaiannya secara umum.
Berdasarkan taraf integrasinya, kata serapan dalam bahasa
Indonesia dapat dibagi menjadi 2 golongan besar. Pertama, kata
serapan yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia,
seperti reshuffle, shuttle cock, long march, dan lain-lain. Kata-kata ini
dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih
mengikuti cara asing.
Kedua, kata serapan yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan
dengan kaidah bahasa. Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar
ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya
masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.Bahasa yang paling
banyak diserap kata-katanya, berdasarkan referensi penulis, yang
pertama adalah bahasa Belanda. Hal ini terutama disebabkan
lamanya masa penjajahan oleh bangsa Belanda yang mencapai 3,5
abad. Bahasa Belanda dipakai hingga masa pergerakan kemerdekaan
dalam komunikasi gagasan kenegaraan dan tentunya juga dipakai
dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kata-kata yang diserap dari bahasa Belanda :


o advokat (advocaat),
o brankas (brandkast),
o demokrasi (demokratie),
o eksemplar (exemplaar), dan lain-lain.

Setelah bahasa Belanda, yang menempati peringkat kedua dalam


penyerapan kata-katanya adalah bahasa Inggris.
Contoh kata-kata yang diserap dari bahasa Inggris :
o aktor (actor),
o aktris (actress),
o bisnis (business),
o departemen (department), dan lain-lain.
Dalam kedudukanya sebagai bahasa asing, bahasa-bahasa
seperti bahasa Inggris, Perancis, Mandarin, Belanda, Jerman tidak
memiliki kemampuan untuk bersaing dengan bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional maupun bahasa Negara atau dengan kata lain
bahasa asing tidak akan pernah menjadi bahasa nasional ataupun
bahasa Negara Indonesia. Walaupun pada kenyataanya sebagian
bahasa asing tersebut diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan
tingkat tertentu.
Seperti bahasa-bahasa lainnya di dunia, bahasa Arab yang
merupakan salah satu bahasa asing mempunyai fungsi sebagai alat
komunikasi dan juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan
kebudayaan dan peradabannya. Adapun fungsi bahasa asing yang
lainnya ialah:
1. Alat penghubung antar bangsa.
2. Alat pembantu pengembangan bahasa Indonesia menjadi bahasa
modern.
3. Alat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk
pembangunan nasional.

7
2.5. Pengaruh Bahasa Asing Terhadap Kosakata Bahasa
Indonesia
Bahasa Indonesia dari awal pertumbuhannya sampai sekarang
telah banyak menyerap unsur-unsur asing terutarna dalam hal kosa
kata. Bahasa asing yang memberi pengaruh kosa kata dalam bahasa
Indonesia antara lain : bahasa Sansekerta, bahasa Belanda, bahasa
Arab dan bahasa Inggris. Masuknya unsur-unsur asing ini secara
historis juga sejalan dengan kontak budaya antara bangsa Indonesia
dengan bangsa-bangsa pemberi pengaruh. Mula-mula bahasa
Sansekerta sejalan dengan masuknya agama Hindu ke Indonesia sejak
sebelum bahasa Indonesia memunculkan identitas dirinya sebagai
bahasa Indonesia, kemudian bahasa Arab karena eratnya hubungan
keagamaan dan perdagangan antara masyarakat timur tengah dengan
bangsa Indonesia, lalu bahasa Belanda sejalan dengan masuknya
penjajahan Belanda ke Indonesia, kemudian bahasa Inggris yang
berjalan hingga sekarang, salah satu faktor penyebabnya adalah
semakin intensifnya hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi antara
bangsa Indonesia dengan masyarakat pengguna bahasa Inggris.
Unsur-unsur asing ini telah menambah sejumlah besar kata ke dalam
bahasa Indonesia sehingga bahasa Indonesia mengalami
perkembangan sesuai dengan tuntutan zaman. Dan sejalan dengan
perkembangan itu muncullah masalah-masalah kebahasaan,
khususnya penyerapan kata-kata bahasa Inggris.

Adapun Pengaruh Bahasa Asing Terhadap Bahasa Indonesia


adalah antara lain sebagai berikut.
1. Kekuatan (strength)
Penyerepan kosa-kata tersebut dapat menambah
pembendaharaan kosa-kota Indonesia. Hal ini sudah tentu akan
mempermudah kita berinteraksi khususnya kepada negar-negara
lain. Namun, penyerapan kosa-kota tersebut jangan diterima begitu
saja. Dalam proses penyerapan harus dapat dilakukan dengan selektif,
supaya karakteristik dari bahasa Indonesia tidak akan hilang.
2. kelemahan (weaknes)
Bahasa Inggris sangat mempengaruhi pemakaian kosa-kota dan
bahkan struktur bahasa Indonesia. Banyak kata yang mengalami
perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi terkadang dapat
menimbulkan kerancuan dalam pemakaiannya. Bahkan, pemakaian
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sering digabungkan dalam satu
rangkaian kalimat. Hal ini terjadi supaya orang yang
menggunakannya akan terlihat lebih modern.
3. peluang (opportunity)
Contoh-Contoh pengaruh positif bahasa asing bagi perkembangan
anak antara lain :

1. Mampu meningkatkan pemerolehan bahasa anak.


2. Semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dalam
bahasa Inggris maka akan semakin cepat pula proses transfer
ilmu pengetahuan
3. Menguntungkan dalam berbagai kegiatan (pergaulan
internasional, bisnis, sekolah).
4. anak dapat memperoleh dua atau lebih bahasa dengan baik
apabila terdapat pola sosial yang konsisten dalam komunikasi,
seperti dengan siapa berbahasa apa, di mana berbahasa apa, atau
kapan berbahasa apa.
5. Anak akan melalui tahap perkembangan bahasa yang relatif
sama meskipun setiap anak dapat mencapai tahap-tahap tersebut
pada usia yang berbeda.
6. Sangat baik untuk kondisi fisik dan kemampuan kerja otak.

8
4. tantangan (threat)
Contoh-contoh dampak negatif masuknya bahasa asing selain
diatas antara lain:

1. Anak-anak mulai mengentengkan/menggampangkan untuk


belajar bahasa Indonesia.
2. Rakyat Indonesia semakinlama kelamaan akan lupa kalau
bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan.
3. Anak-anak mulai menganggap rendah bacaan Indonesia.
4. Lama kelamaan rakyat Indonesia akan sulit mengutarakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Mampu melunturkan semangat nasionalisme dan sikap bangga
pada bahasa dan budaya sendiri.
2.5.1 Cara Penyerapan Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia
Ada dua cara penyerapan kata-kata dan ungkapan-ungkapan dari
bahasa inggris ke dalam bahasa Indonesia.
Pertama adalah dengan menyerap secara seluruhnya, baik
dalam ejaan maupun pada ucapannya. Cara kedua adlah dengan
menyesuaikan ejaan maupun ucapannya. Penyerapan dengan
penyesuaian pada umumnya mengacu pada ucapan kata aslinya.
Dengan demikian akan terjadi dalam ejaannya, diselaraskan dengan
kaidah bahasa Indonesia
Cara kedua adalah dengan menyesuaikan ejaan maupun
ucapannya. Penyerapan dengan penyesuaian pada umumnya mengacu
pada ucapan kata aslinya. Dengan demikian akan terjadi dalam
ejaannya, diselaraskan dengan kaidah bahasa Indonesia.

1. Kata-kata dalam bahsa Inggris yang berawal dengan huruf C dapat


berubah menjadi S, K, atau diawali dengan huruf C dalam bahasa
Indonesia, sesuai dengan ucapannya.
Contoh:

Inggris Indonesia Arti


Ceremony Seremoni Upacara

Celebrity Selebriti Boring-orang


terkenal
Circuit Sirkuit Tempat balapan
mobil
Chaotic Keiotik,keiotis Berantakan

Check Cek Memeriksa

Caf Kafe Semacam kedai


atau restoran
Campus Kampus Lingkungan
perguruan tinggi
Career Karir Pekerjaan

Clarification Klarifikasi Penjelasan

9
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dengan masyarakat lebih mementingkan bahasa asing, maka
bahasa Indonesia atau bahasa daerah akan lebih dikesampingkan.
Bahasa asing berdampak positif dan negatif terhadap bahasa
Indonesia. Dampak positifnya, bangsa Indonesia dapat mengikuti
perkembangan internasional dengan lancar. Dan dampak negatifnya,
bahasa Indonesia sedikit demi sedikit akan tergeser dengan bahasa
inggris.
Cara supaya sikap nasionalisme berbahasa Indonesia tidak
berkurang yaitu dengan tambahan pelajaran untuk bahasa Indonesia
dan bahasa daerah, lebih cinta terhadap bahasa Indonesia, dll.

3.2 Saran
masyarakat lebih mencintai bahasa Indonesia.
walaupun kita belajar bahasa asing, namun kita tidak melupakan
nilai-nilai yang ada dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
bahasa Indonesia dan bahasa daerah lebih diutamakan dalam
pendidikan formal.
masyarakat tidak boleh mengenyampingkan bahasa daerah,
Negara Indonesia mempunyai bermacam-macam bahasa daerah, dan
itu yang memjadi ciri dari Negara Indonesia, dan dipersatukan oleh
bahasa Indonesia.
10
DAFTAR PUSTAKA
Ari. 2012. Makalah Kedudukan dan Peran Bahasa Asing
[online].
Tersedia : http://cilatutz.blogspot.com/2011/10/makalah-kedudukan-
dan-peran-bahasa.html

Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia [online].


Tersedia : http://www.beritaterhangat.net/2013/01/fungsi-dan-
kedudukan-bahasa-indonesia.html

Ibrahim, Ahmad. 2012. Pengaruh Bahasa Asing dalam Bahasa


[online].
Tersedia : http://ahmadibrahim12.blogspot.com/2012/10/pengaruh-
bahasa-asing-terhadap-bahasa.html

Khotimah, Khusnul dan Thalib, Ariyanty. 2012. Kedudukan dan


Fungsi Bahasa Daerah dan Bahasa Asing [online].
Tersedia :
http://pendidikanmatematika2011.blogspot.com/2012/04/khusnul-
khatimah.html

Marheni, Mpd. 2005. Buku Tuntunan Membuat Karya Ilmiah.


Mojokerto
Sutomo, Yohanes Gregorius Rascal Silvent. 2012. Pengaruh
Bahasa Asing dalam Bahasa Indonesia [online].
Tersedia : http://rascalsilvent.blogspot.com/2012/11/pengaruh-
bahasa-asing-dalam-bahasa.html

Yusuf, Denny 2012. Pengaruh Bahasa Asing dalam Bahasa


Indonesia [online].
Terseda : http://dennyug34.blogspot.com/2012/11/pengaruh-bahasa-
asing-dalam.html

http://www.natalizer.co.cc/2010/02/pengaruh-bahasa-asing-
terhadap-bahasa.html
(http://wiwanmanusiabiasa.blogspot.com/2009/10/pengaruh-
bahasa-inggris-di-dalam-budaya.html)
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/pengaruh-bahasa-
asing-terhadap-perkembangan-bahasa-indonesia/

11