You are on page 1of 20

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN

I. PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian : 13 April 2017, pukul 11.40 WIB
Tanggal Masuk : 13 April 2017, pukul 11.40WIB
Ruang : Instalasi Gawat Darurat
A. IDENTITAS
1. Identitas Klien
Nama : Tn. A
No. Rekam Medis : 488784
Umur : 67 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Status : Menikah
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Suku : Jawa
Bahasa : Jawa, Indonesia
Alamat : Pedurungan, Semarang
Diagnosa Medis : Fraktur basis cranii

2. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn.S
Umur : 35 tahun
Pekerjaan : Swasta
Suku : Jawa
Hubungan dg Klien : Anak klien
Alamat : Pedurungan, Semarang

1
B. PENGKAJIAN PRIMER
1. Airway
Pukul 11.40 WIB
Look : nampak bekas mutahan berwarna merah kecoklatan di pangkal mulut klien.
Listen : terdengar suara napas tambahan gurgling
Feel : Terasa hembusan nafas melalui hidung

2. Breathing
Look : Irama napas hiperventilasi (cepat dan dangkal), klien tampak sesak napas,
pernapasan irreguler, retraksi dada (+), cuping hidung (-), klien tampak gelisah, RR =
28 x/menit.
Listen : Bunyi napas vesikuler, tidak terdengar bunyi napas tambahan.
Feel : Terasa hembusan napas
3. Circulation
TD klien 244/114 mmHg, Nadi 78x/menit, capillarry refill> 2 detik, SpO2 95%, akral
hangat (+), diaforesis (-), keluar darah dari telinga kiri sebanyak 100 cc dan bekas
darah di lobus oksipital, membran mukosa kering, konjungtiva anemis, sianosis pada
bibir.

Pukul 11.43 WIB


- Keluar darah sebanyak 200 cc dari telinga kiri
- SpO294%
- TD : 247/110 mmHg
- Nadi : 72x/menit
4. Disability
Kesadaran stupor, GCS 9, E3M4V2. KU : lemah, klien gelisah, resiko jatuh (+),
kekuatan otot ekstremitas atas 33, ekstremitas bawah 33.

Pukul 11.45 WIB


Kesadaran koma, GCS 3, E1M1V1, KU : lemah, resiko jatuh (+), kekuatan otot
ekstremitas atas 11, ekstremitas bawah 11.
5. Exposure
Suhu tubuh klien 36,20C, terdapat bekas darah pada lobus oksipital, tampak jejas pada
area servikal, terdapat luka lecet pada lutut kaki kanan, siku, punggung tangan kiri
dan pipi kanan.

2
C. PENGKAJIAN SEKUNDER
1. Anamnesis (SAMPLE)
a. S (Sign and Symptoms)
Klien datang dengan keluhan post KLL. Keadaan umum klien lemah, GCS 9
E3M4V2, klien tampak sesak napas, muntah proyektil sebanyak 4 kali, terdapat
bekas darah pada lobus oksipital, keluar darah dari telinga kiri sebanyak 100 cc
selama di label kuning, 3 menit kemudian darah meningat menjadi 200 cc. Pada
menit ke 7 klien mengalami penurunan kesadaran, dengan GCS 3
E1M1V1,kemudian klien dipindah ke ruang resusitasi atau label merah.
b. Allergies
Anak klien mengatakan Tn.A tidak memiliki riwayat alergi obat ataupun
makanan.
c. Medications
Keluarga mengatakan klien tidak mengkonsumsi obat dan tidak dilakukan
penanganan apapun terhadap lukanya sebelum masuk rumah sakit.
d. Past illness
Keluarga mengatakan klien memiliki riwayat darah tinggi.
e. Last Meal
Anak klien mengatakan klien terakhir makan pukul 07.00 pagi namun hanya
beberapa sendok saja. Menu yang dimakan nasi, sayur, dan lauk.
f. Events
Klien dibawa ke IGD RS Muhammadiyah Roemani oleh polisi dan sopir mobil
homecare RS Roemani setelah mengalami kecelakaan tabrak lari, klien
ditemukan oleh warga dan polisi dengan kondisi sadar, mengeluh pusing, muntah
2x, dan keluar darah sedikit dibagian kepala belakang. Kemudian polisi
menghentikan supir ambulance yang kebetulan lewat untuk dibawa ke IGD RS
Roemani,selama diperjalanan klien muntah 1x. Pada pukul 11.40 klien tiba di
IGD RS Roemani dan masuk triage label kuning.

2. Pemeriksaan Fisik (Head To Toe)


a. Keadaan Klien
1) Keadaan Umum : Lemah
2) Kesadaran : Stupor (11.43), Koma (11.45)
3) GCS : E3M4V2(11.43), E1M1V1 (11.45)

3
4) TTV :
TD : 244/114 mmHg
RR : 28 x/menit
HR : 78 x/menit
T : 36,20 C
b. Pemeriksaan Fisik
1) Kepala
Warna rambut putih beruban, terdapat lesi pada lobus oksipital, terdapat bekas
darah pada lobus oksipital, nyeri tekan tidak terkaji. Wajah terlihat pucat,
terdapat luka lecet pada pipi kanan, bentuk kepala mesosepal.
2) Mata
Kelopak mata tampak sedikit bengkak, nyeri tekan (-), konjungtiva anemis
(+), sklera tidak ikterik, reflek pupil isokor diameter 3 mm, reflek cahaya +|+.
3) Leher
Reflek menelan tidak terkaji, tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid,
4) Hidung
Hidung bersih, tidak ada secret dan perdarahan. Letak simetris, Tidak ada
benjolan, nyeri tekan tidak terkaji, pernapasan cuping hidung (-).
5) Mulut
Mukosa bibir pucat, tidak ada sariawan, gusi kemerahan, tidak ada
pembesaran tonsil dan bau mulut, pernapasan bibir (-)
6) Telinga
Keluar darah dari telinga kiri 100 cc (pukul 11. 45), dan 200 cc (pukul 11.47
WIB).
7) Dada dan Paru
Inspeksi : Warna kulit merata, gerakan dada saat bernapas simetris,
terdapat penggunaan otot bantu pernapasan, retraksi dada (+),
RR 28x/menit.
Palpasi : Taktil fremitus kiri sama dengan kanan
Perkusi : Bunyi sonor
Auskultasi : Terdengar bunyi vasikuler.
8) Jantung
Inspeksi : Pulsasi tidak terlihat,

4
Palpasi : Ictus cordis teraba di IC5, midklavikula sinistra, heart rate
68x/menit
Perkusi : Tidak ada pembesaran jantung atau kardiomegali
Auskultasi : Terdengar S1 S2, tidak ada S3 dan suara jantung tambahan

9) Abdomen
Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada luka atau jejas, warna kulit merata
Auskultasi : Bising usus (+), 8x/menit
Palpasi : nyeri tekan tidak terkaji, tidak ada massa.
Perkusi : terdengar timpani pada area gaster, dan pekak pada area hepar
10) Ekstremitas Atas
Kanan
Warna kulit merata, terdapat luka lecet pada siku tangan kanan, cap refill >2
detik, kekuatan otot 3 (pukul 11.45 WIB), kekuatan otot 1 (pukul 11.47 WIB),
akral dingin (+), turgor kulit kurang elastis.
Kiri
Warna kulit merata, terdapat luka lecet pada punggung tangan kiri, cap refill>
2 detik, kekuatan otot 3 (pukul 11.45 WIB), kekuatan otot 1 (pukul 11.47
WIB), akral dingin (+), turgor kulit kurang elastis.
11) Ekstremitas Bawah
Kanan
Warna kulit merata, terdapat luka lecet pada lutut kaki kanan, capillarry refill>
2 detik, turgor kulit kurang elastis, kekuatan otot 3 (pukul 11.45 WIB),
kekuatan otot 1 (pukul 11.47 WIB), akral dingin (+).
Kiri
Warna kulit merata, capillarry refill>2 detik, turgor kulit kurang elastis,
kekuatan otot 3 (pukul 11.45 WIB), kekuatan otot 1 (pukul 11.47 WIB), akral
dingin (+).
12) Genitalia
Tidak terkaji

5
1. PEMERIKSAAN SARAF KRANIAL
a. Nervous I (Olfaktorius)
Sensasi hidung kanan - Tidak dapat terkaji
Sensasi hidung kiri - Tidak dapat terkaji
Keterangan:
+ : ada
- : tidak ada
b. Nervous II (Optikus)

Mata Ketajaman penglihatan - Tidak dapat terkaji


Lapang pandang - Tidak dapat terkaji
kanan Melihat warna - Tidak dapat terkaji
Ketajaman penglihatan - Tidak dapat terkaji
Mata kiri Lapang pandang - Tidak dapat terkaji
Melihat warna - Tidak dapat terkaji
Keterangan:
+ : ada
- : tidak ada
c. Nervous III (Okulomotorius)
Mata Bentuk Bulat isokor
Reflek cahaya + (positif)
kanan
Bentuk Bulat isokor
Mata kiri
Reflek cahaya + (positif)
Keterangan:
+ : ada
- : tidak ada
d. Nervous IV (Trochlearis)
- Tidak
Mata
Pergerakan mata ke atas dan kebawah dapat
kanan
terkaji
- Tidak
Mata
Pergerakan mata ke atas dan kebawah dapat
kiri
terkaji
Keterangan :
+ : ada
- : tidak ada

e. Nervous V (Trigeminus)

6
Membuka mulut +
Mengunyah -
Menggigit -

Dahi +
Sensasi wajah:
dengan benda halus, Dagu +
kasar, tumpul,
runcing. Pipi kanan +

Pipi kiri +
Keterangan:
+ : ada
- : tidak ada
f. Nervous VI (Abdusen)
Tidak dapat
Mata kanan Pergerakan mata lateral
terkaji
Tidak dapat
Mata Kiri Pergerakan mata lateral
terkaji
Keterangan : + : ada
- : tidak ada
g. Nervous VII (Fasialis)
Mengerutkan dahi Tidak dapat terkaji
Tersenyum Tidak dapat terkaji
Mengangkat alis Pasien nampak megangkat alis
karena nyeri yang dirasakan
Menutup mata +
Keterangan : + : Dapat
- : Tidak dapat

h. Nervous VIII
Suara bisikan Tidak dapat terkaji
Telinga kanan
Detik arloji Tidak dapat terkaji
Suara bisikan Tidak dapat terkaji
Telinga kiri
Detik arloji Tidak dapat terkaji
Keterangan : + : terdengar
- : tidak terdengar

7
i. Nervous IX (Glosofaringeus)
Merasakan asam Tidak dapat terkaji
Merasakan asin Tidak dapat terkaji
Keterangan : + : Bisa
- : Tidak bisa
j. Nervous X (Vagus)
Menelan Tidak dapat terkaji
Bicara Pasien Nampak mengeracau
Keterangan : + : Dapat
- : Tidak dapat
k. Nervous XI (Accesorius)
Mengangkat bahu Kanan Tidak dapat terkaji
Kiri Tidak dapat terkaji
Mengangkat kepala Kanan Tidak dapat terkaji
Kiri Tidak dapat terkaji
Keterangan : + : ya
- : tidak
l. Nervous XII (Hypoglosus)
Menjulurkan lidah -
Menggerakkan Ke kanan Tidak dapat terkaji
Ke kiri Tidak dapat terkaji
lidah
Keterangan : + : ya
- : tidak

8
3. Pemeriksaan Fungsional
a. Oksigenasi
- Sebelum sakit, klien bernapas normal dan tidak ada penggunaan alat bantu
napas.
- Saat sakit, klien mengalami sesak napas, RR =28x/menit, SPO2 94%
pernapasan cepat dan dangkal, adanya pernapasan bibir, penggunaan cuping
hidung (-), retraksi dada (+), pergerakan dada klien simetris. Terpasang alat
bantu pernapasan dengan NRM 10 lpm.
b. Nutrisi dan cairan
- Sebelum sakit, klien makan 2 sampai 3 kali sehari dan minum + 1000 ml.
kebiasaan harian klien, klien selalu minum kopi.
- Klien muntah proyektil sebanyak 4 kali, keluar darah dari telinga kanan
sebanyak 200 cc.
c. Eliminasi
- Klien dipasang kateter

PEMERIKSAAN PENUNJANGNYA MANA???? TERAPI????

9
D. ANALISA DATA
Hari, Diagnosa
No Data Fokus Masalah Etiologi TTD
Tanggal Keperawatan
1. Kamis, 13 DS : - Gangguan perfusi Edema serebral Gangguan perfusi TIM
April 2014, DO : jaringan serebral dan peningkkatan jaringan serebral
pukul 11. 47 - Terdapat perdarahan 200 cc dari lubang telinga kiri (00201) tekakananintrakra (00201)
- Terdapat benjolan pada lobus oksipital nial berhubungan
- Tampak ada bekas darah di lobus oksipital sinistra dengan edema
- TD 247/114 mmHg serebral dan
peningkkatan
- CRT > 3 detik
tekananintrakrani
- MAP : 114 mmHg
al
- Kesadaran : stupor, GCS : 3 E1M1V1
- Kekuatan otot 1/1/1/1
- Mata tampak bengkak
- Muntah proyektil sebanyak 4 kali
2. Kamis, 13 DS : - Kekurangan Kehilangan cairan Kekurangan TIM
April 2014, DO: volume cairan aktif volume cairan
pukul 11. 47 - Pada pukul 11.40 keluar darah sebanyak 200 cc melalui (00027) (00027)
telinga berhubungan
- Klien lemah dengan
- Konjungtiva anemis kehilangan cairan
- Membran mukosa kering aktif
- Akral dingin
- TTV :
TD 247/114 mmHg
Suhu : 36,20C
Nadi :78 x/menit (nadi teraba lemah)
RR : 28x/menit

10
E. INTERVENSI KEPERAWATAN
No Diagnosa Keperawatan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan TTD
1. Gangguan perfusi jaringan serebral Setelah dilakukan tindakan Intrakranial Pressure (ICP) Monitoring TIM
berhubungan dengan edema keperawatan selama 1 x 4 jam,
serebral dan peningkatan perfusi jaringan serebral klien dapat a. Catat respon pasien terhadap stimulus
tekananintrakranial teratasi dengan kriteria hasil sebagai
berikut :
b. Posisikan pasien pada posisi semifowler
a. TD dalam rentang normal
b. Tidak ada tanda-tanda
peningkatan TIK c. Monitor tekanan intrakranial pasien dan
c. Menunjukkan fungsi sensori respon neurology terhadap aktivitas
motorik kranial yang utul (tingkat
kesadaran membaik, tidak d. Monitor intake dan output cairan
gerakan-gerakan involunter)
e. Monitor suhu dan angka WBC

f. Kolaborasi pemberian antibiotik

g. Lakukan bantuan hidup dasar (BHP) jika


kondisi klien memburuk

Manajemen tekanan intrakranialnya mana?

Peripheral Sensation Management


a. Monitor adanya daerah tertentu yang hanya
peka terhadap panas/dingin/tajam/tumpul
b. Monitor adanya paretese
c. Batasi gerakan pada kepala, leher dan

11
punggung
d. Monitor kemampuan BAB
e. Monitor adanya tromboplebitis
f. Kolaborasi pemberian analgetik

2. Kekurangan volume cairan Setelah dilakukan tindakan Fluid Management TIM


berhubungan dengan kehilangan keperawatan selama 1 x 4 jam, a. Pertahankan catatan intake dan output yang
cairan aktif volume cairan klien dapat teratasi akurat
dengan kriteria hasil sebagai berikut : b. Monitor status hidrasi (kelembaban
a. Mempertahankan urine output membran mukosa, nadi adekuat, tekanan
sesuai dengan usia dan BB, BJ darah ortostatik), jika diperlukan
urine normal, HT normal c. Monitor vital sign
b. Tekanan darah, nadi, suhu tubuh d. Monitor masukan makanan / cairan dan
dalam batas normal hitung intake kalori harian
c. Tidak ada tanda tanda dehidrasi, e. Lakukan terapi IV
Elastisitas turgor kulit baik, f. Monitor status nutrisi
membran mukosa lembab, tidak g. Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih
ada rasa haus yang berlebihan muncul memburuk

12
F. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
No. Hari/ Tanggal No. Implementasi Keperawatan Respon TTD
Dx
1. Kamis, 13 April 1,2 - Mencatat respon pasien terhadap S : -
2017 stimulus O : klien terlihat membuka mata dengan
11. 40 WIB kondisi lemah, GCS klien 9
- Memonitor vital sign S:-
O : TD klien 244/114 mmHg, Nadi 78x/menit,
capillarry refill> 2 detik, SpO2 95%
- Memonitor tekanan intrakranial S : -
pasien dan respon neurology O : klien terlihat muntah proyektif sebanyak 4
terhadap aktivitas kali, terdapat bekas darah pada lobus oksipital,
keluar darah dari telinga kiri sebanyak 100 cc
- Melakukan terapi IV S:-
O : klien terlihat dipasang infus RS
- Melakukan pemasangan kateter urin S:-
O: klien terpasang kateter urin
- Melakukan pemeriksaan EKG 12 S:-
lead O: hasil irama irreguler
- Memonitor intake dan output cairan S : -
O : klien terlihat loading infus RS 500 cc, dan
terdapat keluar darah sebanyak 100 cc dari
telinga
- Memonitor status hidrasi S : -
(kelembaban membran mukosa, nadi O : Mukosa bibir terlihat pucat, nadi klien
adekuat, tekanan darah ortostatik), 78x/menit
jika diperlukan
- Memonitor status nutrisi S : anak klien mengatakan klien makan terakhir
pada pukul 07.00 WIB tetapi hanya beberapa
sendok saja
O : klien terlihat lemah

13
11.43 WIB 1,2 - Memonitor vital sign S:-
O : TD : 247/110 mmHg, SpO2 94% dan nadi :
72x/menit
- Mencatat respon pasien terhadap S:-
stimulus O : kondisi klien terlihat lemah, GCS klien 9
- Memonitor tekanan intrakranial S:-
pasien dan respon neurology O : terlihat keluar darah dari telinga kiri klien
terhadap aktivitas sebanyak 200 cc
- Memonitor intake dan output cairan S:-
O : klien masih diloading infus RS 500 cc dan
keluar darah dari telinga sebanyak 200 cc
11.45 WIB 1,2 - Memonitor vital sign S:-
O : SpO284%, TD 170/90 mmHg dan nadi
68x/menit
- Mencatat respon pasien terhadap S:-
stimulus O : GCS klien menurun dari 9 menjadi 3
- Memonitor intake dan output cairan S:-
O : klien terlihat diloading infus RS 500 cc dan
keluar darah dari telinga sebanyak 200 cc
- Melakukan kolaborasi pemasangan S:-
intubasi ET O: klien terpasang intubasi ET, bagging manual
tiap 6 detik
12.00 WIB - Membatasi gerak pada kepala, leher, S:-
punggung O : klien terlihat dipasang necolar
- Memonitor vital sign S:-
O : SpO292%, TD 200/110 mmHg dan nadi
72x/menit
- Memonitior intake dan output cairan S:-
O : klien terlihat diloading infus RL 1000 cc dan
darah klien yang keluar dari telinga ditampon
sebanyak 100 cc
- Memonitor status dehidrasi klien S:-

14
O : mukosa bibir klien terlihat masih pucat
12.10 WIB 1,2 - Melakukan kompresi dada 30:2 S:-
- Mengecek nadi
O:
- Mengecek pernafasan klien
- Nadi karotis tidak teraba
- Klien terpasang intubasi
- Tidak ada nafas spontan dari klien
- Memberikan injeksi epinefrin 1 mg S:-
O:
Epinefrin 1mg pertama telah masuk
- Melakukan suctioning di area sekitar S : -
ET O:
Pada saat di suction tampak keluar cairan darah
kehitaman
- Monitor vital sign S:-
O : SpO2 klien 92%, TD 210/120 mmHg, nadi
65 x/menit
- Memonitor intake dan output cairan S : -
O : klien terlihat masih diloading infus RL 1000
cc dan masih terdapat darah keluar dari telinga
sebanyak 100 cc
12.25 WIB 1,2 - Melakukan kompresi dada 30:2 S:-
- Mengecek nadi O : klien terlihat masih bagging
- Mengecek pernafasan klien
- Memberikan injeksi epinefrin 1 mg S:-
O:
Epinefrin 1mg kedua telah masuk
- Monitor vital sign S:-
O : SpO2 klien 93%, TD 190/100 mmHg, nadi
60 x/menit
- Memonitor intake dan output cairan S : -
O : klien terlihat masih diloading infus RL 1000

15
cc dan masih terdapat darah keluar dari telinga
sebanyak 10 cc
- Mencatat respon pasien terhadap S : -
stimulus O : kondisi klien masih tidak sadar, GCS klien 3
12.40 WIB 1,2 - Melakukan kompresi dada 30:2
- Mengecek nadi
- Mengecek pernafasan klien
- Memberikan injeksi epinefrin 1 mg S:-
O:
Epinefrin 1mg ketiga telah masuk
- Monitor vital sign S:-
O : SpO2 klien 90%, TD 195/120 mmHg, nadi
58 x/menit
- Monitor vital sign S:-
O : SpO2 klien 60%, TD 160/80 mmHg, nadi
50x/menit
- Monitor vital sign S:-
O : SpO2 klien 40%, TD 90/60 mmHg, nadi
30x/menit
13.00 WIB 1,2 - Melakukan kompresi dada 30:2 S:-
O : klien terlihat masih dibagging dan dilakukan
RJP tetapi kondisi klien semakin memburuk dan
tidak tertolongkan lagi sehingga klien meninggal
dunia

16
G. EVALUASI KEPERAWATAN
No. Hari/ Tanggal Diagnosa Keperawatan Evaluasi Sumatif TTD
1. Kamis, 13 April Gangguan perfusi jaringan serebral Pukul 11.40 WIB
2017 berhubungan dengan edema serebral dan
peningkatan tekananintrakranial S:-

O:

- TD klien 244/114 mmHg, Nadi 78x/menit, capillarry


refill> 2 detik, SpO2 95%

- klien terlihat sadar tetapi kondisinya lemah, GCS klien


9

- klien terlihat muntah proyektif sebanyak 4 kali,


terdapat bekas darah pada lobus oksipital, keluar darah
dari telinga kiri sebanyak 100 cc

- klien terlihat loading infus RS 500 cc, dan terdapat


keluar darah sebanyak 100 cc dari telinga

A : masalah belum teratasi


P:
- catat respon pasien terhadap stimulus

- monitor tekanan intrakranial pasien dan respon

17
neurology terhadap aktivitas

- monitor intake dan output cairan

Pukul 11.47 WIB


S:-
O:
- terjadi penurunan kesadaran klien dari GCS 9 menjadi
3

- klien terlihat terpasang ET dan dilakukan RJP serta


injeksi epinefrin 2 amp

- SpO292%, TD 200/110 mmHg dan nadi 72x/menit

- klien terlihat diloading infus RL 1000 cc

A : masalah belum teratasi


P : lakukan bantuan hidup dasar (BHD) pada klien dan
monitor vital sign
Pukul 12.30 WIB
S:-
O:
- klien terlihat masih dibagging

18
- O : SpO2 klien 90%, TD 195/120 mmHg, nadi 65
x/menit

A : masalah belum teratasi


P : lakukan bantuan hidup dasar (BHD) pada klien dan
monitor vital sign
Pukul 13.00 WIB
S:-
O:
- Nadi karotis tidak teraba
- Tidak nampak hasil SpO2
- GCS : 3 E1M1V1
- Pupil midriasis maksimal
A : klien meninggal dunia tanggal 12 April 2017 pukul
13.00 WIB
P : lakukan perawatan jenazah
2. Kamis, 13 April Kekurangan volume cairan berhubungan Pukul 11.40 WIB
2017 dengan kehilangan cairan aktif S : anak klien mengatakan klien makan terakhir pada pukul
07.00 WIB tetapi hanya beberapa sendok saja
O:
- klien terlihat terpasang infus RS
- mukosa bibir klien terlihat pucat
- klien terlihat lemah
A : masalah belum teratasi
P : monitor status dehidrasi klien dan pertahankan intake
serta output yang adekuat
Pukul 11.47 WIB

19
S:-
O:
- klien terlihat terpasang loading infus RL 1000 cc
- mukosa bibir klien terlihat pucat
A : masalah belum teratasi
P : monitor status dehidrasi klien dan pertahankan intake
serta output yang adekuat
Pukul 13.00 WIB
S:-
O : klien terlihat sudah meninggal dunia
A : : klien meninggal dunia tanggal 12 April 2017 pukul
13.00 WIB
P : lakukan perawatan jenazah

PEMBAHASAN?????

20