Вы находитесь на странице: 1из 10

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/285592489

EKSPLORASI MISKONSEPSI MAHASISWA


DALAM PENGEMBANGAN BUKU TEKS
ANALISIS REAL BERMUATAN PETA...

Conference Paper July 2014

CITATIONS READS

0 750

6 authors, including:

Luh Putu Ida Harini I Gusti Ayu Made Srinadi


Udayana University Udayana University
6 PUBLICATIONS 0 CITATIONS 10 PUBLICATIONS 1 CITATION

SEE PROFILE SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by I Gusti Ayu Made Srinadi on 04 December 2015.

The user has requested enhancement of the downloaded file. All in-text references underlined in blue are added to the original document
and are linked to publications on ResearchGate, letting you access and read them immediately.
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

EKSPLORASI MISKONSEPSI MAHASISWA


DALAM PENGEMBANGAN BUKU TEKS ANALISIS
REAL BERMUATAN PETA PIKIRAN

Luh Putu Ida Harini1), I Gede Santi Astawa2), I Gusti Ayu Made Srinadi3)
1
Jurusan Matematika FMIPA Universitas Udayana, ballidah@unud.ac.id
2
Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana, santi.astawa@cs.unud.ac.id
3
Jurusan Matematika FMIPA Universitas Udayana, srinadiigustiayumade@yahoo.co.id

Abstrak

Matakuliah Analisis Real adalah salah satu mata kuliah yang cukup ketat dalam memberlakukan sistem deduktif-
aksiomatik sehingga cukup ditakuti bagi sebagian besar mahasiswa. Kondisi ini juga didukung oleh keberadaan
sumber bahan ajar yang dominan berupa text book berbahasa asing. Informasi dari hasil penelitian pendahuluan
menyatakan : 1) Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) saja tidak cukup dalam pembelajaran Analisis Real, 2)Text book
matematika berbahasa asing dianggap sebagai masalah bagi sebagian besar mahasiswa, dan 3)Diktat/Modul yang
sudah ada terkesan hanya sebagai terjemahan Text Book tertentu yang juga masih sulit dimengerti. Hal ini mendorong
pengembangan buku teks Analisis Real bermuatan peta pikiran. Eksplorasi data mengenai miskonsepsi mahasiswa
dalam Analisis Real merupakan salah satu analisis kebutuhan (need assessment) dalam pengembangan buku teks
tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa dalam Analisis real sebagai
dasar pengembangan buku teks Analisis Real bermuatan peta pikiran. Sampel dalam penelitian ini adalah 31orang
mahasiswa Jurusan Matematika yang telah mengambil Mata Kuliah Analisis Real. Observasi dilakukan dengan
melihat hasil test miskonsepsi. Rata-rata nilai test sebesar 59,68 dengan simpangan baku 20,57. Bila digunakan
nilai minimal 65 untuk menyatakan capaian standard kompetensi mata kuliah, maka rataan nilai mahasiswa berada
di bawah standard kompetensi. Dari 31 orang, hanya 10 orang yang telah mencapai standard kompetensi. Hasil
kajian miskonsepsi mahasiswa ini digunakan untuk menekankan sub bahasan/materi mana saja yang harus diberikan
tekanan khusus. Dari penilaian yang dilakukan diperoleh bahwa miskonsepsi mahasiswa terjadi dalam hal : 1)
menentukan teknik pembuktian, 2)kurang paham dalam definisi-definisi dasar sehingga mengalami kebuntuan saat
melakukan pembuktian, dan 3) tidak bisa menuliskan kalimat dan lambang matematika dengan baik.

Kata kunci: miskonsepsi, deduktif-aksiomatik, eksplorasi, buku teks, peta pikiran

Abstract

Real Analysis is one of the courses that are quite strict in imposing an axiomatic-deductive system. This course is quite
feared for most students. This condition is also supported that text book as references almost in foreign language. The
information from the research had done before are: 1) LKM is not enough for Real Analysis learning, 2) Text book
of mathematics in foreign language as a problem for most students, and 3) The module has existed in Indonesian
translation was just as impressed text Book still difficult to understand. Those reasons indicated the development
of Real Analysis text book based on mind mapping was needed. Students misconception exploration data in Real
Analysis is one of needs assessment. The purpose of this study is to analyze student misconceptions in real analysis to
develop Real Analysis text book based on mind mapping. The samples of this study were 31 students in Department
of Mathematics who have taken Real Analysis Course. Observation was done by looking at the misconceptions test.
Average test score was 59.68 and 20.57 standard deviation. On minimum score 65 as performance competency
standards, then the average score of the student is under the standards of competence. Therere 10 students achieved a
standard of competence. This study results are used to emphasize sub topics / materials which have been given special
emphasis. The assessment showed that misconceptions of student occur in regard to: 1) determine the technique of
proving, 2) miss understanding the basic definitions made a problem in verification, and 3) could not write a good
sentence and symbol of math.

Keywords: misconceptions, deductive-axiomatic, exploration, text books, mind mapping

Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014 | 941


Page 30 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Matakuliah Analisis Real adalah salah satu mata kuliah dalam matematika yang cukup ketat dalam
memberlakukan sistem deduktif-aksiomatik. Karena merupakan salah satu mata kuliah konsep dasar
maka proses pembelajarannya cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional yang terkesan
kaku seperti menjelaskan dan menguraikan definisi-definisi konsep, teorema dan lemma dalam satu arah
sehingga akan menjadi sangat membosankan baik bagi pengajar dan mahasiswa. Hal ini yang kemudian
membuat Analisis Real menjadi mata kuliah yang cukup ditakuti dan menjadi momok bagi sebagian besar
mahasiswa pada Jurusan Matematika di berbagai universitas di Indonesia. Kondisi ini juga didukung oleh
keberadaan sumber bahan ajar yang dominan berupa text book berbahasa asing yang menambah kesan
angkernya mata kuliah Analisis Real. Untuk mengatasi hal tersebut maka sebagai konsekuensinya harus
ada perubahan strategi dalam pembelajaran matematika terutama untuk mata kuliah Analisis Real. Untuk
menunjang pelaksanaan strategi pembelajaran yang lebih baik diperlukan variasi model pembelajaran yang
sesuai, yang dapat mengakomodir maksud dari strategi pembelajaran mata kuliah tersebut.
Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut telah dilakukan penelitian berjudul Efektifitas
Penggunaan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) dalam Meningkatkan Pemahaman dan Penalaran Matematis
(Mata Kuliah Analisis Real) yang telah dibiayai dari Dana DIPA BLU Universitas Udayana Anggaran 2012
dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor: 25.9/UN.14/LPPM/KONTRAK/2012, tertanggal
10 Mei 2012. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan LKM efektif dalam meningkatkan pemahaman
dan penalaran matematis. Metode pembelajaran menggunakan LKM memberikan peningkatan hasil
belajar mahasiswa yang lebih besar dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Rata-rata persentase
peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah diberikan pembelajaran konvensional adalah 60,85, sedangkan
pembelajaran menggunakan LKM sebesar 88.00. Pemberian pembelajaran dengan menggunakan LKM
berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa.
Walaupun telah diperoleh hasil yang memuaskan dalam penelitian tersebut akan tetapi dari analisis
informasi hasil kuesioner evaluasi pembelajaran yang diisi mahasiswa yang mengambil mata kuliah
Analisis Real pada akhir semester diperoleh masukan bahwa:
1. LKM saja tidak cukup dalam pembelajaran Analisis Real karena materi yang terdapat didalamnya
kurang lengkap, hanya berisi sedikit ulasan materi yang disertai contoh penyelesaian dari beberapa
kasus soal terkait materi sebelumnya. Sehingga tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk
menyelesaikan kasus soal lain yang memerlukan pengembangan atau perpaduan dari beberapa
materi.
2. Text book matematika berbahasa asing dianggap sebagai masalah bagi sebagian besar mahasiswa.
3. Diktat/Modul yang sudah ada dan tersebar di seluruh Indonesia terkesan hanya sebagai terjemahan
Text Book (buku teks) tertentu yang juga masih sulit dimengerti.

Berdasarkan paparan tersebut dalam penelitian ini digagas bahan pembelajaran yang mensinergikan
antara peta pikiran yang diarahkan untuk pengembangan penalaran mahasiswa yang mengambil mata
kuliah Analisis Real. Hal ini diawali dengan gagasan pengembangan buku teks Analisis Real bermuatan
peta pikiran. Dengan mengaitkan materi Analisis Real dengan pengetahuan awal/dasar diharapkan dapat
mengatasi kesulitan mahasiswa dalam menerapkan sistem deduktif-aksiomatik pada kuliah Analisis Real.
Pemberian contoh dimulai dari yang paling sederhana, kemudian ditingkatkan sampai yang lebih kompleks.
Dengan demikian mahasiswa diharapkan dapat mengerjakan soal yang berkaitan dengan pembahasan yang
sedang diberikan dengan tepat dan sistematis. Penelitian relevan sebelumnya yang telah membuktikan
keefektifan peta pikiran (mind mapping) dalam proses pembelajaran telah diteliti dan dilaporkan oleh
Sistiani (2010) dan Arini (2011). Sistiani (2010) dalam penelitiannya menemukan bahwa implementasi
peta pikiran mampu meningkatkan prestasi belajar. Arini (2011) dalam penelitiannya menyimpulkan

942 | Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014


Page 31 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

bahwa implementasi metode peta pikiran berbantuan objek langsung dapat meningkatkan keterampilan
menulis siswa.
Upaya pengembangan buku teks Analisis Real bermuatan peta pikiran diawali dengan analisis
kebutuhan (need assessment) dan tuntutan akan pentingnya pengembangan buku teks Analisis Real
bermuatan peta pikiran. Analisis kebutuhan dilakukan melalui eksplorasi data keberadaan buku teks
Analisis Real, persepsi dan harapan mahasiswa terhadap buku teks Analisis Real bermuatan peta pikiran,
eksplorasi data tentang miskonsepsi mahasiswa, dan penalaran Analisis Real dari mahasiswa.
Eksplorasi data miskonsepsi mahasiswa mengenai Analisis Real merupakan pusat perhatian dan
menjadi bahasan utama dalam kajian ini. Eksplorasi data miskonsepsi dalam hal ini meliputi jenis-jenis
konsep, sub bahasan/materi yang masih sulit dimengerti mahasiswa, langkah-langkah apa yang kurang
dipahami mahasiswa dalam penyelesaian kasus/soal Analisis Real, dan hal lain yang menjadi kendala
dalam pencapaian standar kompetensi yang ditetapkan matakuliah Analisis Real. Informasi mengenai
miskonsepsi mahasiswa menjadi pedoman yang digunakan untuk menekankan sub bahasan/materi mana
saja yang harus diberikan penekanan khusus.
Tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini adalah untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa dalam
Analisis Real sebagai dasar pengembangan buku teks Analisis Real bermuatan peta pikiran.

1.2. Kajian Teoritis


1.2.1 Miskonsepsi
Miskonsepsi dapat dipandang sebagai suatu pengertian yang tidak akurat terhadap konsep,
penggunaan konsep yang salah, klasifikasi contoh-contoh yang salah, dan hubungan konsep-konsep yang
tidak benar. Bentuk miskonsepsi dapat berupa kesalahan konsep, hubungan yang tidak benar antar konsep,
dan gagasan intuitif atau pandangan yang keliru (Suparno, 2005) dalam Sastradi (2013).
Miskonsepsi terbentuk secara alami dan tidak terelakkan dari bagian proses belajar. Miskonsepsi
sering dibawa siswa dari tingkat sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Konsep massa, gaya berat, berat/
beban, kelembaman massa dan massa gravitasi juga merupakan konsep yang paling sering menimbulkan
miskonsepsi di dalam ilmu fisika oleh para siswa, dari sekolah menengah hingga ke universitas (Gonen,
2008) dalam Sastradi (2013).
Penyampaian informasi yang kurang jelas dan kurang lengkap yang diterima oleh siswa dalam proses
belajar juga diduga sebagai penyebab terjadinya miskonsepsi. Bahkan pemilihan strategi pengajaran yang
kurang tepat, misalnya penggunaan analogi yang kurang tepat, dapat juga mengganggu proses berpikir
siswa dan mendapat kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang dipelajari.
Miskonsepsi mahasiswa dapat dideteksi dengan : a) memberi tes diagnostik pada awal
perkuliahan atau pada setiap akhir pembahasan. Bentuknya dapat berupa tes obyektif pilihan
ganda atau bentuk lain seperti menggambarkan diagram fisis atau vektoris, grafik, atau penjelasan
dengan kata-kata; b) memberi tugas-tugas terstruktur misalnya tugas mandiri atau kelompok
sebagai tugas akhir pengajaran atau tugas pekerjaan rumah ;c) memberi pertanyaan terbuka,
pertanyaan terbalik (reverse question) atau pertanyaan yang kaya konteks (context-rich problem);
d)mengoreksi langkah-langkah yang digunakan siswa atau mahasiswa dalam menyelesaikan soal-
soal essai; e)mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka secara lisan kepada siswa atau mahasiswa;
f) mewawancarai misalnya dengan menggunakan kartu pertanyaan.

1.2.2 Peta Pikiran


Mind mapping (peta pikiran) adalah sebuah sistem berpikir yang bekerja sesuai dengan cara kerja
alami otak manusia dan mampu membuka dan memanfaatkan seluruh potensi dan kapasitasnya. Sistem
ini mampu memberdayakan seluruh potensi, kapasitas, dan kemampuan otak manusia, sehingga menjamin
tingkat kreativitas dan kemampuan berpikir yang lebih tinggi bagi penggunanya (Hernowo, 2005:3).
Buzan (1993:4) dalam buku pintar mind mappnya menyatakan, mind mapping adalah cara termudah
untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan. Mind

Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014 | 943


Page 32 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

mapping juga merupakan peta perjalanan yang hebat bagi ingatan, dengan memberikan kemudahan kepada
kita dalam mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa, sehingga cara kerja
alami otak kita dilibatkan dari awal. Ini berarti bahwa upaya untuk mengingat (remembering) dan menarik
kembali (recalling) informasi dikemudian hari akan lebih mudah, serta lebih dapat diandalkan daripada
menggunakan pencatatan tradisional. Hal itu juga dibenarkan oleh Eric Jensen yang menyatakan, mind
mapping merupakan teknik visualisasi verbal ke dalam gambar. Mind mapping sangat bermanfaat untuk
memahami materi, terutama materi yang diberikan secara verbal. Peta pikiran (mind mapping) adalah satu
teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Peta pikiran memadukan dan mengembangkan
potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak
maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara
tertulis maupun secara verbal.
Dari pengertian-pengertian di atas disimpulkan bahwa mind mapping merupakan salah satu teknik
untuk berpikir secara praktis dan efisien, yang menggunakan kerja otak secara efektif, dengan merancang
pemetaan (peta pikiran), sehingga otak lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi yang
diterima.

1.2.3. Buku Teks Analisis Real Bermuatan Peta Pikiran


Buku teks merupakan salah satu fasilitas belajar yang dapat disediakan oleh pengajar di dalam
memandu suatu pembelajaran. Buku teks disebut juga dengan istilah buku pelajaran. Buku pelajaran
adalah bahan/materi pelajaran yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk buku yang digunakan sebagai
bahan pegangan belajar dan mengajar baik sebagai pegangan pokok maupun pelengkap. Istilah lain yang
dekat artinya dengan buku teks adalah buku ajar. Buku ajar, menurut Pannen dan Purwanto (dalam Tegeh
& Kirna, 2010) adalah bahan-bahan atau materi perlajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan
oleh pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Buku ajar mempunyai struktur dan urutan
yang sistematis, menjelaskan tujuan instruksional yang akan dicapai, memotivasi siswa untuk belajar,
mengantisipasi kesukaran belajar siswa dalam bentuk penyediaan bimbingan bagi siswa untuk mempelajari
buku tersebut, memberikan latihan yang banyak bagi siswa, menyediakan rangkuman, dan secara umum
berorientasi kepada siswa secara individual (learner oriented). Biasanya, buku ajar bersifat mandiri,
artinya dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri karena sistematis dan lengkap.
Penyusunan buku ajar dapat dilakukan oleh dosen/pengajar melalui beragam cara, dari yang
termurah sampai yang termahal, dari yang sederhana sampai yang tercanggih. Secara umum, ada tiga cara
yang dapat ditempuh oleh dosen/pengajar dalam menyusun bahan ajar, yaitu: (1) menulis sendiri (starting
from scratch), (2) pengemasan kembali informasi (information repackaging atau text transformation), dan
(3) penataan informasi (compilation atau wrap around text) (Panen dan Purwanto dalam Tegeh dan Kirna,
2010).

2. BAHAN DAN METODOLOGI

2.1 Data Penelitian


Analisa pendahuluan dilakukan dengan cara menganalisis buku teks dan bahan ajar yang sudah
ada (baik berbahasa Inggris maupun berbahasa Indonesia). Ini bertujuan untuk dapat melihat sejauh mana
kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam bahan ajar masing-masing sehingga menjadi pertimbangan
dalam membentuk buku teks yang baru. Selain itu juga dilakukan wawancara dengan mahasiswa yang
sudah pernah mengambil mata kuliah Analisis Real terkait buku yang pernah digunakan.
Data penelitian dikumpulkan dari 33 mahasiswa yang telah mengambil matakuliah Analisis Real di
Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Udayana, namun hanya 31 mahasiswa datanya terkumpul secara
lengkap. Untuk mengumpulkan informasi miskonsepsi mahasiswa mengenai Analisis Real, data observasi
dikumpulkan dari hasil test Miskonsepsi. Sebagai data pendukung, mahasiswa juga diberikan angket
yang memberikan informasi mengenai kesulitan mahasiswa dalam pembelajaran Analisis Real, informasi

944 | Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014


Page 33 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

mengenai nilai-nilai mata kuliah Kalkulus I, Kalkulus II, Kalkulus Peubah Banyak (KPB), Pengantar
Matematika Modern (PMM), dan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

2.2 Analisis Data


Data observasi yang terkumpul dari angket/kuisioner maupun test Miskonsepsi dianalisis melalui
langkah-langkah berikut:
a) Melakukan tabulasi data untuk mengetahui buku teks dan bahan ajar yang pernah digunakan
mahasiswa dalam matakuliah Analisis Real.
b) Melakukan tabulasi data tentang kesulitan belajar yang dihadapi mahasiswa dalam matakuliah
Analisis Real.
c) Mengklasifikasikan jenis-jenis miskonsepsi mahasiswa mencakup konsep, sub bahasan/materi yang
masih sulit dimengerti mahasiswa dan langkah-langkah apa yang kurang dipahami mahasiswa dalam
penyelesaian kasus/soal Analisis Real.
d) Melihat statistika desktriptif nilai test Miskonsepsi dan korelasinya dengan nilai IPK.
e) Jika menggunakan nilai minimum 65 sebagai standard capaian kompetensi dasar mata kuliah
Analisis Real, dilihat tabulasi silang antara nilai-nilai mata kuliah pendahulu (Kalkulus I, Kalkulus
II, KPB, PMM) dengan capaian standard kompetensi Analisis Real.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Analisa Pendahuluan


Analisa pendahuluan mengenai buku teks dan bahan ajar Analisis Real, beberapa buku yang sudah
ada dan mereka baca diantaranya :
a) Buku Introduction to Real Analysis karya Robert G. Bartle and Donald R.
b) Tom. M. Apostol, Mathematical Analysis, second edition, Addison Wesley, 1978.
c) Walter Rudin, Principles of Mathematical Analysis, third edition, McGraw-Hill, 1976, 15th printing
1989.
d) Buku Pengantar Analisis Real Karya Profesor Soeparna Darmawijaya
e) Buku Modul dari internet diantaranya Pengantar Analisis Real karya Pak Hendra Gunawan dan
Muhammad Zaki Rianto.

Mahasiswa berpendapat bahwa buku-buku tersebut masih sangat sulit untuk dimengerti dan kurang
memberikan banyak contoh soal beserta penyelesaiannya.
Sedangkan hasil observasi dan wawancara dengan mahasiswa matematika yang telah mengambil
mata kuliah Analisis Real, kesulitan-kesulitan yang mereka alami dalam proses pembela-jaran meliputi:1)
buku/diktat/modul yang sudah ada masih sulit dimengerti, 2) bingung memulai dari mana pada saat
ditugaskan untuk membuktikan,3) kurang menyadari konsekuensi suatu teorema, 4) kesulitan dalam
memberikan contoh penyangkal (counter example), 5) sering ditemui pembuktian terbalik, maksudnya
diminta membuktikan jika maka , tetapi yang dibuktikan justru jika maka , 6)kurang memahami
algoritma pembuktian menggunakan definisi (misalnya pada barisan dan limit fungsi), dan 7) manipulasi
bentuk aljabar.
Di tengah kesulitan belajar dan hasil belajar yang kurang bagus dalam Analisis Real, mungkin banyak
yang bertanya mengapa harus belajar Analisis Real. Berikut ini diuraikan beberapa alasan dari beberapa
sumber tentang alasan mengapa diberikannya mata kuliah Analisis Real di Program Studi Matematika dan
Pendidikan Matematika:
1. Analisis real (bersama dengan struktur aljabar/aljabar abstrak) merupakan penanda yang membedakan
dengan mahasiswa Teknik, Fisika, Computer Science dan lain-lain. Mereka belajar kalkulus,
geometri, metode numerik, persamaan diferensial, tetapi mereka tidak mempelajari analisis real.

Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014 | 945


Page 34 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

2. Matematika sampai saat ini (setidaknya yang diajarkan di sekolah dan Perguruan Tinggi) dibangun
berdasarkan sistem aksiomatik. Di dalam sistem aksiomatik diperlukan penalaran dan pembuktian
secara deduksi. Analisis real merupakan salah satu mata kuliah yang dapat merepresentasikan hal
ini. Pada mata kuliah Kalkulus mungkin ada pembuktian tetapi tidak terlalu ditekankan karena lebih
condong kepada penggunaan teorema dan komputasinya.
3. Analisis real melatih mahasiswa berpikir terstruktur dan rasional deduktif. Hal ini tercermin dari
masalah-masalah yang diajukan yang kebanyakan berisi pembuktian.
4. Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, mereka harus terlatih membuktikan karena
kompetensi matematika, baik yang diajukan oleh pemerintah, NCTM, dan lain-lain mensyaratkan
kemampuan dalam penalaran dan pembuktian. Sekali lagi, hal ini dilatih dalam Analisis Real.
5. Analisis secara umum juga diperlukan pada teori aproksimasi, yang selanjutnya digunakan pada
aplikasi matematika.

Dalam proses pemberian materi, dilakukan observasi kesulitan mahasiswa dalam belajar. Apakah
kesulitan belajar dikarenakan oleh ketidakjelasan materi atau karena kurangnya mahasiswa dalam
memahami materi prasyarat dari mata kuliah yang sedang diberikan. Untuk memperoleh data tentang
kesulitan mahasiswa, dilakukan dengan wawancara terhadap subyek penelitian. Dari hasil observasi
tersebut diperoleh deskripsi kendala yang dialami mahasiswa dalam memahami materi diantaranya: (1)
Mahasiswa kurang menguasai mata kuliah dasar yang digunakan sebagai prasyarat, sehingga mereka akan
mengalami kesulitan yang lebih berat lagi pada saat memahami konsep yang lebih abstrak; (2) Mahasiswa
mengalami kesulitan dalam memahami definisi dan teorema akibat kurangnya kemampuan menggunakan
dan membaca simbul-simbul dalam matematika; (3) Mahasiswa mengalami kesulitan dalam pembuktian
aksioma, mengerjakan soal-soal pembuktian serta memahami konsep variabel dalam suatu teorema.
Melihat beberapa kendala tersebut, dapat diketahui bahwa letak kesulitan belajar mahasiswa cenderung
diakibatkan oleh kekurangan mereka dalam menguasai konsep dasar.
Hasil analisis kebutuhan mahasiswa ini akan dijadikan sebagai acuan untuk penyusunan buku ajar.
Berdasarkan kendala yang dialami oleh mahasiswa pada awal pembelajaran, seperti uraian di atas, maka
dapat diketahui sejauh mana materi Bab I harus di review kembali.

3.2 Klasifikasi Miskonsepsi Mahasiswa


Untuk mengklasifikasikan jenis-jenis miskonsepsi mahasiswa dalam Analisis Real, dilakukan test
Miskonsepsi yang mencakup beberapa jenis soal tentang Analisis Real. Susunan soal seperti diuraikan
dalam Gambar 1.

7(60,6.216(36,$1$/,6,65($/

 8QWXNVHWLDS a, b EXNWLNDQSHUWLGDNVDPDDQEHULNXWLQL
a b a b a b a + b 
 -LND a, b  GHQJDQ VLIDW 0 a b < XQWXN VHWLDS > 0 
EXNWLNDQ a = b 
 'LEHULNDQ A  GDQ KLPSXQDQKLPSXQDQ WHUEDWDV GDODP GHQJDQ
A B EXNWLNDQEDKZD inf B inf A sup A sup B 
2n
 %XNWLNDQEDULVDQELODQJDQUHDO NRQYHUJHQNH
n + 1n 1
2

 -LNDEDULVDQ {xn }n 1 NRQYHUJHQNH x GDQEDULVDQ {yn }n 1 NRQYHUJHQ


NH y  EXNWLNDQ EDULVDQ x y NRQYHUJHQ NH xy 

Gambar 1. Test Miskonsepsi Mahasiswa Mata Kuliah Analisis Real

946 | Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014


Page 35 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

Dari jenis-jenis soal yang disusun dalam test Miskonsepsi, berdasarkan nilai test dari 31 mahasiswa
yang menjadi sampel dalam penelitian ini diperoleh bahwa Miskonsepsi mahasiswa dalam Analisis Real
terjadi dalam hal: 1) menentukan teknik pembuktian, 2) kurang paham dalam definisi-definisi dasar
sehingga mengalami kebuntuan saat melakukan pembuktian, dan 3) tidak bisa menuliskan kalimat dan
lambang matematika dengan baik.

3.3 Eksplorasi Miskonsepsi Mahasiswa Mengenai Analisis Real


Data observasi mahasiswa Jurusan Matematika yang telah mengambil mata kuliah Analisis Real
dianalisis dengan analisis statistika deskriptif. Ringkasan data statistika untuk variabel nilai test Miskonsepsi
mahasiswa mengenai Analisis Real dan nilai IPK mahasiswa diuraikan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Statistika Deskriptif Nilai Test Miskonsepsi dan IPK Mahasiswa


Variabel N Minimum Maksimum Rataan Simpangan Baku
Miskonsepsi 31 10,00 90,00 59,68 20,57
IPK 31 2,67 3,68 3,16 0,28
Sumber: data diolah (2014)

Nilai test Miskonsepsi mahasiswa terlihat memiliki rentang yang sangat lebar, antara nilai tertinggi dan
nilai terendah sebesar 80, dengan rataan 59,68 dan simpangan baku 20,57. Artinya, nilai test Miskonsepsi
mahasiswa sangat beragam, ada mahasiswa yang sudah sangat mengerti sehingga memperoleh nilai jauh
lebih tinggi dari nilai mahasiswa lainnya, dan juga ada mahasiswa yang sangat tidak mengerti sehingga
nilainya jauh lebih rendah dari nilai rataan.
Bila menggunakan standard nilai 65 sebagai nilai minimum dari capaian standard kompetensi
mata kuliah Analisis Real, akan terlihat bahwa nilai rataan test Miskonsepi berada di bawah nilai standard
minimum kompetensi. Nilai ini member informasi bahwa masih terjadi miskonsepsi yang cukup tinggi
dari mahasiswa untuk mata kuliah Analisis Real. Seperti telah diuraikan dalam penyebab kesulitan belajar
mahasiswa, salah satunya karena belum tersedia/masih kurang buku teks Analisis Real yang mudah
dimengerti oleh mahasiswa. Ini memberikan motivasi yang sangat kuat untuk mengembangkan buku teks
Analisis Real bermuatan peta pikiran.
Korelasi linear antara nilai test Miskonsepsi dengan IPK mahasiswa sebesar 0,583 menunjukkan
terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Pemahaman mahasiswa terhadap mata
kuliah Analisis Real sangat berpengaruh terhadap nilai IPK, mahasiswa dengan pemahaman yang lebih
baik akan mencapai nilai IPK yang lebih tinggi.
Bila nilai test Miskonsepsi dikelompokkan dalam dua kategori yaitu nilai test yang kurang dari 65
dikategorikan dalam belum mencapai standard kompetensi dan nilai test lebih besar atau sama dengan
65 dalam mencapai standard kompetensi maka dapat dilihat tabulasi silang antara nilai-nilai mata kuliah
pendahulu yaitu Kalkulus I, Kalkulus II, KPB, dan PMM dengan capaian standard kompetensi Analisis
Real. Hanya terdapat 10 dari 31 mahasiswa yang telah mencapai standard kompetensi. Data tabulasi
silang diuraikan dalam Tabel 2 Tabel 5.

Tabel 2. Tabulasi Silang Capaian Standard Kompetensi dengan Nilai Kalkulus I


Kategori Kalkulus I
Total
A B C D
Tidak Mencapai 1 3 14 3 21
Mencapai 5 2 3 0 10
Total 6 5 17 3 31
Nilai Korelasi Tau Kendal sebesar -0,513 menunjukkan nilai Kalkulus I berkorelasi secara signifikan
dengan capaian standard kompensi Analisis Real
Sumber: data diolah (2014)

Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014 | 947


Page 36 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

Nilai korelasi Tau Kendal digunakan untuk melihat korelasi dua variabel dengan skala pengukuran
ordinal. Korelasi bernilai negatif, karena nilai A dipandang memiliki skala ordinal lebih kecil dibanding
nilai B demikian seterusnya, sehingga kedua variabel ordinal menunjukkan arah hubungan negatif.
Mahasiswa yang memperoleh nilai A dalam Kalkulus I, cenderung akan mencapai standard kompetensi
dalam Analsisis Real dibandingkan mahasiswa dengan nilai D. Demikian juga untuk mata kuliah yang
lainnya.

Tabel 3. Data Tabulasi Silang Capaian Standard Kompetensi dengan Nilai Kalkulus II
Kategori Kalkulus II
Total
A B C
Tidak Mencapai 0 19 2 21
Mencapai 3 6 1 10
Total 3 25 3 31
Nilai Korelasi Tau Kendal sebesar -0,306 menunjukkan nilai Kalkulus II berkorelasi secara tidak
signifikan dengan capaian standard kompensi Analisis Real
Sumber: data diolah (2014)

Tabel 4. Data Tabulasi Silang Capaian Standard Kompetensi dengan Nilai KPB
Kategori KPB
Total
A B C
Tidak Mencapai 1 15 5 21
Mencapai 0 6 1 10
Total 1 21 9 31
Nilai Korelasi Tau Kendal sebesar -0,187 menunjukkan nilai Kalkulus Peubah Banyak berkorelasi secara
tidak signifikan dengan capaian standard kompensi Analisis Real
Sumber: data diolah (2014)

Tabel 5. Tabulasi Data Capaian Standard Kompetensi dengan Nilai PMM


Kategori PMM
Total
A B C
Tidak Mencapai 3 8 10 21
Mencapai 6 3 1 10
Total 9 11 11 31
Nilai Korelasi Tau Kendal sebesar -0,456 menunjukkan nilai Pengantar Matematika Modern berkorelasi
secara signifikan dengan capaian standard kompensi Analisis Real
Sumber: data diolah (2014)

Uraian tabel tabulasi silang antara capaian standard kompetensi Analisis Real dengan nilai empat
mata kuliah yang harus diambil sebelum mengambil mata kuliah Analisis Real memperlihatkan bahwa mata
kuliah Kalkulus I dan Pengantar Matematika Modern (PMM) berkorelasi secara signifikan dengan capaian
standard kompetensi Analisis Real. Hal ini sejalan dengan hasil observasi tingkat kesulitan mahasiswa
dalam Analisis Real, salah satu penyebab kesulitan karena kekurangan mahasiswa dalam menguasai
konsep-konsep dasar. Konsep yang diberikan dalam Kalkulus I dan PMM merupakan konsep dasar yang
banyak diterapkan dalam Analisis Real.

948 | Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014


Page 37 of 38
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2014
Peranan Sains dan Teknologi yang Berwawasan Lingkungan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Manusia

4. KESIMPULAN

Hasil observasi terhadap tingkat kesulitan mahasiswa dan hasil analisis miskonsepsi mahasiswa
terhadap Analisis Real menunjukkan pentingnya pengembangan buku teks Analisis Real bermuatan peta
pikiran segera dilaksanakan. Ketersediaan buku teks tersebut diharapkan mampu mengatasi kesulitan
mahasiswa dalam mengerti dan menguasai konsep-konsep Analisis Real secara mandiri.

UCAPAN TERIMA KASIH


Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Dirjen Dikti dan LPPM Universitas
Udayana, atas kesempatan dan pembiayaan penelitian Hibah Bersaing 2014 Tahun Pertama ini.

DAFTAR PUSTAKA

Arini, N.W. (2011) Implementasi Metode Peta Pikiran Berbantuan Objek Langsung untuk Meningkatkan
Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Nomor 4 Kampung Baru. Laporan
Penelitian (tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Ganesha.
Buzan, T. (1993) The Mind Map Book. New York: Dutton.
Hernowo. (2005) Quantum Writing. Bandung: Mizan Learning Center.
Sastradi, T. (2013) Pengertian Prakonsepsi dan Miskonsepsi. Tersedia pada http://mediafunia.blogspot.
com/2013/03/pengertian-prakonsepsi-dan-miskonsepsi.html, [Diunduh: 1 Agustus 2014].
Sistiani, A. A. H. (2010) Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Untuk Meningkatkan Prestasi
Belajar Menulis Karangan Narasi (Studi Kasus pada Siswa Kelas V SD Tunas Daud). Jurnal Ilmiah
Pendidikan dan Pembelajaran. 6(2), Hal. 1450-1461.
Tegeh, I Made dan Kirna, I Made. (2010) Pengembangan Bahan Ajar Metode Penelitian Pengembangan
Pendidikan dengan ADDIE Model. Singaraja: Undiksha.

Denpasar - Bali, 18 - 19 September 2014 | 949


Page 38 of 38
View publication stats