You are on page 1of 7

Departemen Maternitas

RSWS Dr. Wahidin Sudirohusodo

Hasil Analisis Jurnal

THE EFFECT OF PROVIDING SOYBEAN SPROUT EXTRACT TOWARDS


THE BLOOD PRESSURE OF A WOMAN POST PARTUM WITH PRE-
ECLAMPSIA HEALTH RECORD

Disusun Oleh :
Kelompok V

TITIN SETIAWATY, S.Kep NIM : 70900116025


ANDI RISNI HANDAYANI, S.Kep NIM : 70900116026
NUR DEVITA KUSMADEWI, S.Kep NIM : 70900116027
LENI AYU JULIANTI, S.Kep NIM : 70900116008
NURHASANA, S.Kep NIM : 70900116042
SILVIANITA AMIR, S.Kep NIM : 70900116039

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2017

Profesi Ners Ang. XI UIN Alauddin Makassar 2017


Kelompok V
Departemen Maternitas
RSWS Dr. Wahidin Sudirohusodo

ANALISIS JURNAL

1. Judul Jurnal : The Effect Of Providing Soybean Sprout Extract Towards The
Blood Pressure Of A Woman Post Partum With Pre-Eclampsia
Health Record
2. Kata Kunci : Ekstrak kecambah kedelai, Tekanan Darah, Pre Eklamsia
3. Penulis : Ida Restyani, S.A. Nugraheni, M. Isnawati, Setyo Prihatin
4. Telaah Step 1 (Fokus penelitian jelas)

Problems Penyakit hipertensi merupakan penyebab signifikan


morbiditas dan mortalitas maternal dan janin atau neonatus.
Penyakit hipertensi dalam kehamilanmerupakan kelainan vaskuler
yang terjadi sebelum kahamilan atau timbul dalam kehamilan atau
pada permulaan nifas.
Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan di Indonesia
masih tinggi.Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun
2012 menunjukkan AKI melahirkan berjumlah 359 per 100.000
kelahiran hidup. Hal tersebut sangat jauh dari target pemerintah
dalam percepatan pencapaian target Millenium Development Goals
(MDGs), yakni menurunkan AKI menjadi 102 per 100.000
kelahiran hidup pada tahun 2015. Oleh karenanya, pemerintah
melalui Kementerian Kesehatan terus menggenjot upaya-upaya
terkait untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan
Untuk meredam stres oksidatif tersebut diperlukan antioksi
dan Salah satu bahan makanan sumber antioksidan adalah
kecambah kedelai karena sari kecambah lebih mudah dicerna dan
diserap oleh saluran pencernaan. Kecambah kedelai mempunyai
vitamin lebih banyak dibandingkan dengan bentuk bijinya
(kedelai). Vitamin B, vitamin C dan vitamin E mengalami
peningkatan
Hipertensi dalam kehamilan (HDK) utama kematian ibu di
samping perdarahan dan infeksi. Di RSUD dr. Saiful Anwar

Profesi Ners Ang. XI UIN Alauddin Makassar 2017


Kelompok V
Departemen Maternitas
RSWS Dr. Wahidin Sudirohusodo

Malang, angka kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan pre


eklampsia pada tahun 2012 sebesar 510 pasien.
Alasan penulis menganalisis pengaruh pemberian sari
kecambah kedelai terhadap penurunan tekanan darah diastolic
karena penanganan pasien hipertensi pada post partum dengan
riwayat preeklampsia yang di rawat inap di RSUD dr Saiful Anwar
Malang, selama ini diberikan diet TETP saja, tanpa menambahkan
bahan makanan sumber antioksidan pada diet yang diberikan
selain itu penelitian tentang sari kecambah kedelai belum banyak
dilakukan.
Intervention Pemberian sari kecambah kedelai
Comparison 1. Intervensi diet TETP (A)
Intervention 2. Intervensi diet TETP + sari kecambah kedelai 250 cc (B)
3. Intervensi diet TETP + sari kecambah kedelai 2 x 250 cc (C)
Outcome Berdasarkan hasil uji statistik paired t-test dapat diketahui
bahwa pada masing-masing kelompok perlakuan, yaitu kelompok
perlakuan A, B, dan C mengalami penurunan tekanan darah
diastolik secara bermakna
Kesimpulan adanya perbedaan atau pengaruh yang signifikan
secara statistik menggunakan tingkat kemaknaan () 0,05 atau
p<0,05.
1. Hasil analisa kelompok judul penelitian sudah sesuai dengan
tujuan dan hasil akhir penelitian peneliti.
2. Hasil analisa kelompok uji statistik yang digunakan peneliti
dalam jurnal sudah sesuai dan dijelaskan secara jelan dalam
artikel penelitian.
5. Telaah Step 2 (Validitas)
Recruitment Lokasi Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA)
III, RSUD dr. Saiful Anwar Malang. IRNA III merupakan
instalasi rawat inap yang memberikan pelayanan pada pasien
obstetri dan ginekologi. Yang dilakukan bulan November
Desember 2013.

Profesi Ners Ang. XI UIN Alauddin Makassar 2017


Kelompok V
Departemen Maternitas
RSWS Dr. Wahidin Sudirohusodo

Desain penelitian dalam penelitian ini adalah Quasi


Eksperiment dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group
Design.
Teknik pengambilan sampel adalah secara acak. Jumlah
sampel adalah 30 pasien dibagi 3 kelompok, masing-masing
kelompok terdiri dari 10 subyek: kelompok diberi intervensi diet
TETP (A), kelompok diberi intervensi diet TETP + sari
kecambah kedelai 250 cc (B), dan kelompok diberi intervensi diet
TETP + sari kecambah kedelai 2 x 250 cc (C), intervensi diet
diberikan selama 5 hari.
Kriteria inklusi : pasien yang dirawat inap di IRNA III
dengan diagnose hipertensi pada ibu post partum dengan riwayat
preeklampsia, pasien dalam kondisi kesadaran penuh (compos
mentis), tidak dalam kondisi kejang atau koma, dan dirawat di
ruang perawatan umum, bukan di ruang intensif (kegawatan),
pasien secara kooperatif bisa diajak komunikasi dan mampu
makan secara oral makanan dalam bentuk lunak atau biasa, Usia
pasien 20 - 35 tahun, pasien tidak mengalami obesitas, bersedia
mengikuti penelitian dengan menandatangani informed consent..
Kriteria eksklusi : pasien hipertensi pada ibu post partum
dengan riwayat pre eklampsia yang disertai dengan komplikasi
penyakit diabetes mellitus, ginjal dan hiperlipidemia, pasien
dengan riwayat medis mempunyai kadar asam urat tinggi, dan
pasien hipertensi pada ibu post partum dengan riwayat pre
eklampsia yang dirawat inap di ruang intensif (kegawatan).
1. Hasil analisa kelompok desain penelitian yang digunakan
sudah sesuai, yaitu quasi eksperimental karena dalam
penelitian disebutkan bahwa terdapat kelompok control
Maintenance Tahap Pelaksanann Pemberian Ekstrak Kecambah Kedelai:
1. Ukur tekanan darah pada masing-masing kelompok A, B, C
2. Untuk kelompok A berikan intervensi diet TETP, Untuk
kelompok B berikan intervensi diet TETP + sari kecambah

Profesi Ners Ang. XI UIN Alauddin Makassar 2017


Kelompok V
Departemen Maternitas
RSWS Dr. Wahidin Sudirohusodo

kedelai 250 cc (B), Untuk kelompok A berikan intervensi diet


TETP + sari kecambah kedelai 2 x 250 cc (C), dilakukan
selama 5 hari
3. Ukur tekanan darah pada masing-masing kelompok untuk
membandingkan intervensi yang diberikan
Measurement Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian tidak
dijelaskan namun berdasarkan hasil analisa kelompok instrumen
yang digunakan adalah lembar observasi.
Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subyek yang
terdiri dari usia ibu dan status gizi.Pengukuran tekanan darah
dilakukan pada awal dan akhir perlakuan.
Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS dan
analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji statistik chi
square, paired t-test, independent t test, dan one way anova.
Data dianalisis dengan bantuan computer yaitu uji
homogenitas data terlebih dahulu untuk menentukan distribusi
dan anlisis selanjutnya. Kemudian uji chi square di gunakan
untuk melihat hubungan karakteristik subyek terhadap usia dan
status gizi ibu pada ketiga kelompok perlakuan diet TETP dengan
sari kecambah kedelai terhadap penurunan tekanan darah
diastolik
Uji paired sample test digunakan untuk mengetahui rerata
tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah perlakuan. Pada
kelompok intervensi untuk data berdistribusi normal. sebelum
dan sesudah intervensi diet TETP, diet TETP + sari kecambah
kedelai 250 cc, dan kelompok diberi intervensi diet TETP + sari
kecambah kedelai 2 x 250 cc.
Uji Independent t-test digunakan untuk mengetahui
perbedaan penurunan rerata tekanan darah diastolik dengan data
berdistribusi normal dan homogen
Uji one way anova digunakan untuk menguji perbedaan
mean (rata-rata) data lebih dari dua kelompok. Pada kelompok

Profesi Ners Ang. XI UIN Alauddin Makassar 2017


Kelompok V
Departemen Maternitas
RSWS Dr. Wahidin Sudirohusodo

kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata pemberian


diet TETP, diet TETP + sari kecambah kedelai 250 cc, dan
intervensi diet TETP + sari kecambah kedelai 2 x 250 cc pada
penurunan tekanan diastolik.
1. Hasil analisa kelompok, menunjukkan analisis univariat
dan bivariat yang digunakan sudah tepat dan sesuai dengan
rancangan penelitian. data yang di gunakan juga
berdistribusi normal dan homogen sehingga memenuhi
syarat untuk uji dan uji statistik chi square, paired t-test,
independent t test, dan one way anova.
2. Tidak di cantumkan pada jurnal uji normalitas yang di
gunakan.

6. Telaah Step 3 (Aplikabilitas)


Berdasarkan artikel penelitian Pengaruh pemberian ekstrak kecambah
kedelai pada ibu nifas dengan riwayat preeklamsia Di RSUD dr. Saiful Anwar
Malang dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ekstrak kecambah kedelai
terhadap penurunan tekanan darah ibu nifas dengan riwayat preeklamsia
Dari segi sensorik sari kecambah kedelai hampir sama dengan susu
kedelai, namun dalam hal kandungan gizi, sari kecambah kedelai mempunyai
kelebihan karena bahan dasar yang digunakan kedelai sudah mengalami proses
germinasi (perkecambahan). Perkecambahan meningkatkan daya cerna karena
perkecambahan merupakan proses katabolis, selama perkecambahan kandungan
glukosa dan fruktosa meningkat 10 kali lipat jika dibandingkan dengan kadar
sebelum perkecambahan. Selain itu sari kecambah lebih mudah dicerna dan
diserap oleh saluran pencernaan.Kecambah kedelai mempunyai vitamin lebih
banyak dibandingkan dengan bentuk bijinya (kedelai). Vitamin B, vitamin C dan
vitamin E mengalami peningkatan
Berdasarkan hasil analisa kelompok kami menyimpulkan bahwa Intervensi
ini dapat diaplikasikan oleh ibu yang mengalami preeklamsia, karena tidak
membutuhkan biaya banyak hanya membutuhkan ekstrak kecambah kedelai dan

Profesi Ners Ang. XI UIN Alauddin Makassar 2017


Kelompok V
Departemen Maternitas
RSWS Dr. Wahidin Sudirohusodo

tidak memiliki efek samping, tidak perlu menggunakan sumber daya yang
banyak.
Penelitian ini juga didukung oleh:

Ani Haerani (2009) Hubngan konsumsi kedelai dengan tekanan darah


menunjukkan bahwa nilai tekanan darah sistol dan diatol pada kelompok
perlakuan signifikan dimana p< 0,05.

7. Kelebihan dan kekurangan jurnal.


a. Kelebihan Jurnal
1) Penelitian ini dapat digunakan menjadi salah satu intervensi yang dapat
diedukasikan pada ibu dan keluarga sebagai salah satu intervensi
keperawatan
2) Peneliti memaparkan hasil penelitian secara jelas
3) Hasil penelitian disertai dengan teori dan pembahasan yang sesuai.
b. Kekurangan Jurnal
1) Dalam jurnal masih banyak terdapat faktor perancu yang dapat
mempengaruhi hasil penelitian.
2) Tidak menjelakan terapi standar yang diberikan kepada sampel penelitian
3) Penelitian tidak menjelaskan waktu pemberian murotal, jenis, frekuensi,
dan durasinya.
4) Penelitian ini tidak menjelaskan intrumen yang digunakan secara jelas.

Profesi Ners Ang. XI UIN Alauddin Makassar 2017


Kelompok V