You are on page 1of 6

Bagaimana Menghidari dan Mengatasi Stres

Menurut Islam
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dewasa ini mampu
mengantarkan manusia pada peradaban modern. Idealnya manusia modern adalah manusia
yang mampu berpikir rasional dan mampu memanfaatkan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi yang telah dicapai untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Manusia modern
seharusnya mampu memadukan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-
nilai kemanusiaan dengan baik dan seimbang., sehingga menjadikan hidupnya lebih bijak dan
arif. Namun pada keanyataannya sekarang tidaklah seperti itu, justru kualitas kemanusiaannya
lebih rendah dibandingkan dengan teknologi dan kemajuan berpikir yang telah dicapainya.
Ketidak mampuan manusia modern untuk menyeimbangkan dan memadukan perkembangan
ilmu pengetahuan dan tekonologi dengan nilai-nilai kemanusiaannya ini, dapat menimbulkan
keterpecahan kepribadian (split personality) dan konflik ketegangan pikiran dan emosional
(stress) dalam jiwa seseorang.
Stress adalah gejala gangguan kesehatan jiwa yang sangat unik merupakan bagian persoalan
yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada dasarnya setiap orang dari
berbagai lapisan masyarakat memiliki potensi yang sama untuk dapat mengalami stres. Stres
yang menimpa seseorang tidak sama antara satu orang dengan yang lainnya, walaupun faktor
penyebabnya boleh jadi sama.
Sejalan dengan banyaknya gangguan kesehatan jiwa (stres) yang akhir-akhir ini begitu
menghantui masyrakat modern. Upaya pencegahan dan penanganan stres juga mengalami
perkembangan yang cukup pesat, dari yang berbentuk pelatihan-pelatihan, kursus keterampilan.
Islam juga telah menawarkan kepada kita bagaimana agar kita dapat mengendalikan diri kita
ketika menghadapi masalah, bagaimana kita menyeimbangkan antara pikiran dan emosi kita
saat masalah datang. Adapun salah satu yang ditawarkan oleh islam adalah dengan cara
bersabar dan tawakal kepada Allah ketika kita menghadapi masalah, karena masalah adalah
ujian bagi kita, ujian datang dari Allah, maka Allah lah yang paling tahu jalan keluar bagi masalah
kita, dan sesungguhnya ketika kita mau bersabar dan bertawakal kepada Allah atas segala
masalah, ujian dan cobaan yang datang pada kita, maka pertolongan dan jalan keluar dari Allah
juga tidak akan lama sampai kepada kita.

Rumusan Masalah
1. Apakah stress itu?
2. Bagaimanakah menghindari stres?
3. Bagaimana cara mengatasi stres menurut islam?

Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu stress
2. Agar dapat mencegah timbulnya stress
3. Agar dapat mengatasi stress secara islam

Masalah yang Dikedepankan


Setiap manusia atau individu yang hidup di dunia pasti memiliki berbagai macam masalah. Jika
dipandang dari segi islam, masalah merupakan ujian atau cobaan yang diberikan Allah kepada
hamba-Nya, dan setiap hamba pasti akan mendapat ujian dari Allah, siapapun dia. Masalah-
masalah yang dihadapi tentu sangatlah beragam walaupun latar belakang atau penyebabnya
adalah sama. Dari berbagai macam masalah yang ada itu, muncul juga berbagai cara untuk
mengatasi masalah-masalah itu, karena kita juga tahu bahwa setiap manusia diciptakan tidak
ada yang sama persis, maka dalam hal penyelesaian masalah pun juga sudah barang tentu
tidak sama, karena faktor individual differences tadi. Maka dalam makalah ini akan dibahas
beberapa cara tentang bagaimana menghindari stres dan mencegah stres.

Definisi Operasional
a. Stres
Stres adalah ketegangan pikiran yang terjadi pada seseorang. Ketegangan ini dapat terjadi
karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau dengan perkataan lain,
kenyataan yang tidak seindah dengan harapan. Keith Davis dan John W. Newstrom,
mengatakan bahwa stres adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses
pikiran, dan kondisi fisik seseorang. Adapun penyebab munculnya stres adalah dibagi menjadi
dua yaitu, faktor internal yakni adanya kualitas akhlak yang rendah yang dimiliki seorang hamba,
misalnya seperti iri hati, dengki, riya, tamak, takabur, pemarah dan sebagainya. Sedangkan
faktor yang berikutnya adalah yang berasal dari eksternal yakni faktor penyebab stres yang
berasal dari luar, antara lain seperti terkena musibah atau bencana, kekurangan harta,
pekerjaan, keluarga, lingkungan, keuangan dan lain-lain.

b. Al-Quran
Qaraa mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun dan Qiraah berarti menghimpun huruf-
huruf dan kata-kata satu dengan yang lain alam satu ucapan yang tersusun rapih. Quran pada
mulanya seperti qiraah yaitu masdar dan kata qaraa, qiraatan, quranan. Quran dikhususkan
sebagai nama kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w sehingga quran menjadi
nama khas kitab itu sebagai nama diri. Dan secara gabungan kata itu dipakai untuk penanaman
ayat-ayatnya.

Inventarisasi Ayat Al-Quran


Al-Baqarah 153

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
shalat. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.
Al-Anfal 66

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada
kelemahan. Maka jika di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat
mengalahkan dua ratus orang yang kafir; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar)
niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. dan Allah
bersama orang-orang yang sabar.

Saba 19

Maka mereka berkata: Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami dan mereka
menganiaya diri mereka sendiri, maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan
mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

Huud 11

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shaleh,
mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

Al- Qashash 80

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: kecelakaan yan besarlah bagimu, pahala Allah
adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan tidak diperoleh pahala
itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar.

Al-hajj 35

(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang
sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan
orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

An-Nahl 12

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan
yang ditimpakan kepadamu[846]. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang
lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

An-Nahl 110

Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita
cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-
benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

An-Nahl 96

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya
Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari
apa yang telah mereka kerjakan.

An-Nahl 42

yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.

A-Rad 22

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan
menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-
terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat
kesudahan (yang baik),

Al-Anfal 46

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya
Allah beserta orang-orang yang sabar

Al-Baqarah 177

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-
kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-
minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar
(imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Al-Baqarah 155

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang
yang sabar.

Al-Baqarah 45

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu
sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
An-Nahl 127

bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melankan denga pertolongan Allah
Al-Ahqaf 35

dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.

Analisa Pembahasan
Kondisi yang disebabkan adanya stres adalah kondisi yang sangat bruk dan tidak mengenakkan
bagi setiap orang. karenanya setiap orang akan senantiasa berusaha untuk menghindari
ketegangan (stres) dan membebaskan diri dari belenggu penyakit jiwa tersebut dengan berbagai
cara dan upaya. Namun sayangnya, pada sebagian orang menempuh jalan yang keliru, yakni
dengan berlari kepada rokok, minum-minuman keras dan narkoba. Padahal menurut sebagian
besar ahli kesehatan bahwasannya pelampiasan-pelampiasan semacam itu semakin membuat
fisik tidak sehat, ketegangan juga semakin bertambah, beban terasa semakin berat, terasa
menghimpit batin. Jika ini yang terjadi dan menimpa seseorang maka akan dapat menimbulkan
gangguan jiwa yang lebih kronis dan berbahaya lagi.
Oleh karena itu, stres harus segera mendapatkan penanganan yang cepat, tepat dan bijak
sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih berbahaya bagi kesehatan fisik maupun psikis
seseorang. Dalam rangka tindakan preventif terhadap stres ini, islam menawarkan beberapa
jalan keluar yang cukup sederhana dan efektif karena sudah cukup terbukti. Adapun cara untuk
mengantisipasi datangnya stres pada diri kita adalah yang pertama, dengan memperteguh
keimanan, iman atau keyakinan yang teguh mempunyai dampak yang sangat positif bagi hidup
seseorang karena iman dapat melenyapkan keprcayaan dan ketergantungan terhadap benda
(materi duniawi), menanamkan semangat berani menghadapi tantangan, menanamkan self help,
memberikan ketentraman jiwa, dan membentuk kehidupan yang baik, dengan begitu orang akan
sulit mengalami stres. Kedua, memelihara akhlak terpuji, orang yang berakhlak baik adalah
orang yang dalam jiwanya telah tertanam keinginan yang kuat untuk melakukan kebajikan.
Baginya melakukan kebaikan adalah suatu keharusan yang tidak perlu untuk dipermasalahkan
lagi. Akhlak yang baik dan tinggi inilah yang dapat membentuk kepribadian yang harmonis dan
tenang dalam menghadapi segala problematika yang terjadi di dalam kehidupannya. Ketiga,
zuhud dengan materi duniawi. Dengan hidup zuhud seseorang akan terbebas dari ketegangan
pikiran ketika apa yang diinginkan tidak kesampaian, tidak terlalu berambisi dalam mengejar dan
mengumpulkan harta benda dan akan menumbuhkan sikap hidup yang ikhlas dan menerima apa
adanya. Keempat, berpikir positif. Pikiran yang positif dapat membawa seseorang pada
ketentraman dan kebahagiaan hidup yang hakiki, terlepas dari konflik batin, terbebas dari kondisi
hidup yang menekan dan menegangkan, terbebas dari perasaan cemas yang berlebihan,
depresi dan keputusasaan.
Selain upaya pencegahan (preventif) terhadap stres, dalam literaur islam juga kita akan
dapatkan beberapa solusi atau terapi terhadap gangguan kejiwaan terutama aalah stres yang
merupakan sumber utama munculnya berbagai gangguan kesehatan fisik dan psikis seseorang.
Salah satu solusi yang ditawarkan islam dalam mengatasi masalah stres adalah penyembuhan
melalui shalat dan sabar. Shalat adalah kewajiban dan perintah agama yang sangat pentingdan
paling utama. Hal ini dapat dilihat dari betapa banyaknya ayat-ayat di dalam Al-Quran yang
memerintahkan kepada kita untuk mendirikan shalat. Dalam islam, shlat adalah ibadah yang
paling utama dan istimewa, baik dilihat dari segi sejarah diturunkannya ataupun perhaian yang
diberikan Al-Quran dan hadist serta manfaat yang diperoleh dari mengerjakannya. Jika shalat ini
dilaksanakan secara kontinuedan istiqamah dalam sehari semalam sebanyak lima kali dan
ditambah dengan shalat-shalat sunnah yang diajurkan. Sungguh akan dapat menciptakan
pribadi-pribadi yang sehat secara mental dan spiriual, terbebas dari segala macam penyakit jiwa.
Selain dengan shalat, stres juga dapat diatasi dengan cara bersabar. Sabar berarti memiliki
ketabahan dan keteguhan untuk menghadapi beban, ujian, dan cobaan dengan penuh harap
dan keyakinan yang mendalam terhadap janji Allah, serta memiliki kemampuan untuk menerima
kenyataan hidup yang kurang menyenangkan atau bahkan yang menyakitkan dengan lapang
dada sehinga seseorang akan dapat menghadapi berbagai persoalan yang sedang dihadapi
dengan tetap tenang, tanpa emosional dengan tetap mencari jalan keluar yang terbaik. Sabar
adalah salah satu sifat yang dimiliki oleh orang mukmin yang berkaitan erat dengan kuatnya
keinginan. Seorag mukmin yang sabar dan memiliki keinginan yang kuat akan bersabar ketika
menghadapi rintangan dan cobaan, dan hal itu tidak akan melemahkan keinginan tersebut.
Tegasnya, bahwa kesabaran adalah kekuatan menahan diri dan kemampuan untuk menerima
sesuatu yag tidak disenangi atau tidak diharapkan. Sikap hidup sabar ini akan membentuk
kepribadian yang tangguh dan teguh, tidak hilang harapan dan putus asa, manakala dihadapkan
pada kegagalan dan kekecewaan.
Dengan demikian, jelaslah bahwa shlat dan sabar merupakan solusi terbaik untuk dapat terindar
dan terlepas dari beban dan tekanan jiwa seperti stres dan depresi yang dewasa ini begitu
menghantui kehidupan modern.
Pembagian Sabar dari Sisi Konteks
Di sini sabar terbagi menjadi empat bagian, yang pertama adalah kesabaran fisik yang bersifat
kehendak penuh. Misalnya adalah pekerjaan berat yang dilakukan oleh anggota tubuh dengan
kehendak penuh dari pelaku sendiri. Kedua, kesabaran fisik yang bersifat keterpaksaan.
Maksudnya adalah kesabaran atas pukulan, sakit, luka-luka, panas, dingin dan sejenisnya.
Ketiga, kesabaran jiwa yang bersifat kehendak penuh misalnya kesabaran jiwa untuk
mengerjakan sesuatu yang tidak baik secara syara dan akal. Keempat, kesabaran jiwa yang
bersifat keterpaksaan. Misalnya kesabaran jiwa untuk tidak mengerjakan sesuatu yang
sbeenarnya sangat dicintainya karena terpaksa, karena adanya penghalang anatara dia dengan
yang disenangi itu. Ada juga sabar dalam pembagian yang lain, yakni sabar yang dilarang.
Dabar yang dilarang ini maksudnya adalah sabar seseorang untuk membiarkan apa saja
mengancam diri dan jiwanya. Sabar yang makruh, seseorang bersabar untuk tidak makan,
minum, menggauli keluarganya dengan baik sampai itu membahayakan dirinya. Sabar yang
mubah adalah sabar atas segala sesuatu yang seimbang antara ujungnya. Yakni anatara hokum
mengerjakan dan meninggalkannya.
Temuan Konseptual
Manusia atau individu ketika mengalami stres biasanya juga dengan melakukan relaksasi atau
bisa juga senam ketenangan yang biasa lebih akrab di telingan kita dengan istilah yoga. Namun,
sejalan dengan semakin naiknya tingkat stres yang dialami oleh individu dan juga beragamnya
stres saat ini, maka muncul juga solusi-solusi atau terapi-terapi baru, seperti shalat, berpikir
positif, sabar dan sebagainya, dan setelah beberapa kali dilakukan oleh beberapa orang,
ternyata hal-hal yang disebutka tadi memang benar-benar memiliki efek atau cukup berpengaruh
terhadap segala sesuatu yang dapat memicu munculnya stres. Maka dengan berbagai terapi-
terapi baru yang muncul ini, kita dapat lebih memilih kira-kira terapi yag seperti apakah yang
paling cocok untuk kita gunakan.

KESIMPULAN

Sesungguhnya, jika kita mau memperdalam lagi pemahaman kita tentang segala hal yang
disebutkan dan dijelaskan dalam Al-Quran dan menjalankan sesuai dengan apa yang telah
diatur di dalamnya (Al-Quran) maka tentram dan damai lah kehidupan kita. Sebagai contoh saja
seperti apa yang telah dbahasa dalam makalah ini, yakni terkait dengan bagaimana cara dan
strategi ketika menghadapi sebuah permasalahan (coping) agar kita tidak sampai kepikiran
dengan masalah kita hingga berujung stres, juga bagaimana solusi untuk mengatasi stres.
Dalam Al-Quran dijelaskan bahwasannya salah satu strategi atau cara yang dapat kita
pergunakan ketika kita sudah merasa penat dengan berbagai macam masalah yang muncul di
hadapan kita. Adalah sabar, syukur dan tawakal. Adapun sabar menjadi satu hal yag pertama,
utama dan paling penting dari dua hal sesudahnya, karena dari kesabaran lah akar dari
semuanya. Orang akan kuat, akan teguh, ketika ia bersabar.