You are on page 1of 4

Unilever merupakan perusahaan dengan tingkat strategi diversifikasi

tidak berhubungan, karena PT. Unilever tidak hanya memproduksi


produk yang sama, namun juga produk lainnya namun tidak memiliki
hubungan sehingga memiliki berbagai macam konsumen.
Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk,
sehingga membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux
(untuk kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux),
Lifebuoy dan Dove Unilever tidak saja menjawab kebutuhan
pasarnya tetapi juga memastikan kempetitornya untuk berfikir
beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah persaingan
tersebut.
promosi yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik.
Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT.
Unilever Indonesia tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak
juga melalui media cetak,sponsorship, mengadakan event-event .
Walaupun konsumen hanya coba-coba membeli merek tersebut
namun setidaknya produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.
Oleh karena itu, kualitas sangat penting dalam pembuatan produk.
Karena walaupun promosi yang dilakukan perusahaan sangat baik
namun jika kualitas yang ditawarkan tidak diperhatikan maka promosi
yang dilakukan bisa dibilang sia-sia saja.

PT Unilever Indonesia tbk juga sudah memiliki jaringan distribusi


sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke daerah-daerah dapat
terlayani.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ancaman subtitusi
terhadap makanan unilever tidak tinggi karena konsumsi unilever
sebagai komoditas unggulan dalam bisnis makanan.

Selain itu unilever Indonesia Menggunakan sistem informasi untuk


memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal produksi
dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan
kapan mengirim pasokan kepada pemasok.

Pada bagan Pembagian struktur organisasi PT Unilever Indonesia


Pembagiannya berdasarkan pada product yang dihasilkan oleh masing
masing divisi , dan juga dibagi berdasarkan fungtionalnya , berikut
adalah perinciannya:

Pembagian pertama adalah berdasarkan pada product yang dihasilkan:

Director Food adalah orang yang mengatur segala kegiatan


berkaitan dengan produk makanan yang dihasilkan Unilever
Director Ice Cream adalah orang yang mengatur segala kegiatan
berkaitan dengan produk ice cream yang dihasilkan Unilever

Pembagian kedua adalah berdasarkan functionalnya:

Chief financial officer adalah orang yang mengatur segala


kegiatan berkaitan dengansemua keuangan yang ada pada
Unilever.
Home dan personal care adalah bekerja mengurusi semua yang
ada di dalam perusahaan , berkaitan dengan individu
kepegawaian.
Supplaychain adalah bagian untuk Mengatasi permasalahan
bahan baku (suply chain)
Customer development adalah bagian untuk mengurusi tentang
masalah customer, merangkul customer sebanyak banyak nya.
Human Resources dan corporate relation: adalah bagian untuk
human resource dan hubungan antar perusahaan atau yang
bekerjasama dengan perusahaan.

Dan setiap pembagian director mempunyai sub divisi yang


berada di bawahnya. Contohnya director home dan personal
care,mempunyai sub divisi yaitu comercial HPC dan Marketing
HPC , setiap kegiatan yang dilakukan oleh dua divisi yang ada di
bawah director , akan ada dibawah pengawasan director,
begitupula pada marketing HPC adahome care dan personal care
, home care dan personal care akan berada di bawah
pengawasan marketing HPC sehingga segala pngaduan kerja
harus melalui marketing HPC dan tidak boleh langsung
ke director.

Walaupun demikian, karena Unilever adalah learning organitation,


maka sharing antar divisi boleh dilakukan, tidak mengenal struktur
organisasi. Akan tetapi permasalahan interen di dalam divisi ini harus
diselesaikan per divisi secara urutan struktur organisasi.

Beberapa perubahan organisasi dalam 1 dekade

2013: Go Private PT Unilever Body Care Indonesia (anak perusahaan PT


Unilever Indonesia)

2014: Diangkatnya Hemant Bakshi sebagai presiden direktur dan Maurits yang lengser
sebagai presiden direktur akan menjabat sebagai Presiden Komisaris UNVR menggantikan Peter
Frank ter Kulve mulai 1 Desember 2014. Sedangkan Annemarieke de Han mulai efektif menjabat
sejak 1 Januari 2015
2017: salah satu direktur perseroan, Debora Herawati Sadrach mengundurkan diri dari
jabatannya. Debora sendiri diangkat menjadi direktur sejak 1 Maret 2017.

Posisi Debora Herawati Sadrach akan digantikan oleh Jochanan Senf. Dengan
demikian, sususan direksi Unilever saat ini, yakni:

Presiden Direktur: Hemant Bakshi,

Direktur: Annemarieke deHaan,

Direktur: Enny Hartati,

Direktur: Amparo Cheung Aswin,

Direktur: Hernie Raharja,

Direktur: Willy Saelan,

Direktur: Vikas Gupta

Direktur: Tevilyan Yudhistira Rusli,

Direktur: Jochanan Senf,

Direktur Independen: Sancoyo Antarikso.